cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Agroteknologi - Plumula
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v7i2
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 23 Documents
PENGARUH PANJANG STEK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BUAH NAGA (Hylocereus sp.) Agroteknologi, Ilmiah
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBuah naga (Hylocereus sp.) merupakan salah satu komoditi yang cukup diminati di Indonesia karena, bentuknya unik dan menarik serta rasanya yang enak. Keberhasilan dalam budidaya buah naga ditentukan oleh penyiapan bibit yang baik dan berkualitas. Salah satu alternatif untuk mendapatkan bibit dalam jumlah banyak dan seragam, dapat dilakukan melalui perbanyakan stek batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon berbagai panjang stek dan media tanam yamg sesuai untuk pertumbuhan bibit buah naga. Penelitian disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial Faktor I terdiri dari 5 level Panjang stek: 20 Cm (P1), 25 Cm (P2), 30 Cm (P3), 35 Cm (P4), 40 Cm (P5). Faktor II terdiri dari 2 level media tanam : tanah (M1), tanah + pupuk kompos + pasir (M2). Masing-masing perlakuan kombinasi diulang tiga kali. Panjang stek 40 Cm dan media tanam tanah (P5M1), Panjang stek dan media tanam tanah pupuk kompos + pasir (P5M2). Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi nyata antara perlakuan panjang stek dan media tanam terhadap bobot basah dan bobot kering akar, panjang tunas pada umur tanaman 5 MST (Minggu Setelah Tanam). Perlakuan kombinasi P5M2 yaitu panjang stek 40 cm dan media tanam campuran tanah + pasir + kompos tanah, menghasilkan panjang tunas, bobot tunas, panjang akar dan bobot akar terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Keyword : panjang stek, media tanam, buah nagaABSTRACTDragon fruit (Hylocereus sp.) Is one commodity that is quite popular in Indonesia, because it is unique design and attractive, and it tastes good. Success in the cultivation of dragon fruit is determined by the preparation of good and quality seeds. One alternative to get the seeds in large quantities and uniform, can be done through the multiplication of stem cuttings. This study aims to investigate the response of various lengths cuttings and growing media yamg suitable for growing dragon fruit seedlings. Research compiled by completely randomized design (CRD) factorial first factor consists of 5 levels cuttings Length : 20 cm (P1), 25 cm (P2), 30 cm (P3), 35 cm (P4), 40 cm (P5). Factor II consists of two levels of growing media : soil (M1), soil + compost + sand (M2). Each treatment combination was repeated three times. 40 Cm long cuttings and planting soil media (P5M1), length of growing media cuttings and soil compost + sand (P5M2). The results showed no real interaction between the treatment of cuttings and planting medium length of the fresh weight and root dry weight, shoot length at the age of five plants MST (Weeks After Planting). P5M2 combination treatment is 40 cm long cuttings and planting medium mixture soil + sand + compost soil, produce long shoots, shoots weight, root length and root weight the best compared with other treatments.Keyword: long cuttings, planting media, dragon fruit
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI AKIBAT PEMBERIAN FORMULA BERBAHAN AKTIF Pseudomonad fluorescent ISOLAT 122 DALAM BERBAGAI BENTUK DAN DOSIS Aldi S, Elvan Septyan; Wuryandari, Yenny; Radiyanto, Indriya
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCabai merah (Capsicum annuum L) salah satu hasil pertanian yang penting dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Produktivitas cabai di Indonesia saat ini masih tergolong rendah. Selain itu, permasalahan yang dihadapi adalah mutu cabai kurang baik. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas cabai Indonesia antara lain penggunaan benih yang kurang bermutu, teknik budidaya yang belum efisien dan penanaman kultivar cabai yang tidak tahan terhadap hama serta penyakit. Rendahnya produksi pada tanaman cabai menunjukkan bahwa kurangnya pupuk atau zat pengatur tumbuh pada tanaman cabai. Pemberian bakteri dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bakteri yang dapat memacu pertumbuhan dan produksi tanaman memiliki peran sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), ialah kelompok mikroorganisme tanah.yang menguntungkan. PGPR merupakan golongan bakteri yang hidup dan berkembang dengan baik pada tanah yang kaya akan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dari masing-masing bentuk formula yang berbahan aktif agensia hayati Pseudomonad fluorescent isolat 122 dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai dilapang dan untuk mengetahui dosis dari masing-masing bentuk formula yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai dilapang. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua factor yakni formula dan dosis. terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari 10 sampel. Pada penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa perlakuan formula serbuk dosis 10 g jika diaplikasikan di skala lapang paling efektif dalam pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Faktor serbuk dan dosis pada fase vegetatif tidak menunjukkan adanya interaksi, tetapi pada fase generatif menunjukkan adanya interaksi pada kedua faktor.Kata kunci : Pseudomonad fluorescent, PGPR dan Tanaman Cabai MerahABSTRACTRed chili peppers (Capsicum annuum L) one of the agricultural products that are important and widely cultivated in Indonesia. Productivity chili in Indonesia is still relatively low. In addition, the problems faced are less good quality chili. Factors that lead to low productivity of Indonesian chili, among others, the use of poor seed quality, yet efficient cultivation techniques and planting chilli cultivars that are not resistant to pests and diseases. The low production in pepper showed that the lack of fertilizers or growth regulators in pepper. Giving bacteria can promote the growth and crop production. Bacteria that can spur the growth and production of crops have a role as PlantGrowth Promoting Rhizobacteria (PGPR), is a group tanah.yang beneficial microorganisms. PGPR is a group of bacteria that live and thrive in soil that is rich in organic matter. The purpose of this study was to find out from each masingbentuk formulas that contain active biological agents isolates of fluorescent pseudomonads 122 growth and production of pepper plants dilapang and to determine the dose of each form of formula effective in enhancing the growth and production of pepper plants dilapang. This study is based on randomized complete block design (RAK) with two factors namely formula and dosage. There are nine combination treatment was repeated 3 times and each replicate consisted of 10 samples. In the research that has been done can be concluded that the treatment dose of 10 g of the powder formulation when applied in the most effective field scale in the growth and production of pepper plants. Factors powders and dosage of the vegetative phase did not show any interaction, but on the generative phase showed their interaction on both factors :Key words : Pseudomonad fluorescent, PGPR and Red Chili peppers
PENGARUH WARNA DAN VOLUME TEMPAT ATRAKTAN TERHADAP LALAT BUAH BELIMBING DI KECAMAT Sodiq, Moch.; Plumula, Sudarmadji; Plumula, Sutoyo
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna dan volume tempat atraktan terhadap lalat buah belimbing di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur, dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2015. Rancangan penelitian menggunakan acak lengkap (RAL) dengan 12 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas warna botol : 1) Kuning volume 0,6 ?; 2) Kuning volume 1 ?; 3) Kuning volume 1,5 ?; 4) Merah volume 0,6 ?;5) Merah volume 1 ?; 6) Merah volume 1,5 ?; 7) Hijau volume 0,6 ?; 8) Hijau volume 1 ?; 9) Hijau volume 1,5 ?; 10) Putih volume 0,6 ?; 11) Putih volume 1 ?; 12) Putih volume 1,5 ?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna dan volume tempat atraktan tidak berpengaruh terhadap jumlah dan kelamin lalat buah yang terperangkap. Warna kuning volume 1,5 ? paling banyak memerangkap lalat buah. Spesies lalat buah yang terperangkap adalah Bactrocera carambolae.Kata kunci : Warna, lalat buah, tanaman belimbingABSTRACTThis study aims to determine the effect of color and volume to a fly attractant a star fruit in Palang sub District, Tuban District, East Java Province, conducted from May to July 2015. The study design used completely randomized (CRD) with 12 treatments and 4 replications. The treatment consists of the color of the bottle: 1). Yellow volume of 0.6 ?; 2). Yellow volume of 1 ?; 3). Yellow volume of 1.5 ?; 4). Red volume of 0.6 ?; 5). Red volume of 1 ?; 6). Red volume of 1.5?; 7). Green volume of 0.6 ?; 8). Green volume of 1 ?; 9). Green volume of 1.5 ?; 10). White volume of 0.6 ?; 11). White volume of 1 ?; 12). White volume of 1.5 ?. The results showed that the volume of spot colors and attractants no effect on the number and sex of fruit flies were trapped. The yellow color volume of 1.5 ? most fruit fly trapping. Fruit fly species that is caught is Bactrocera carambolae.Key words : Colours, fruit flies, star fruit
PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK TERHADAP KETERSEDIAAN AMONIUM (NH +), C-ORGANIK DAN POPULASI MIKROORGANISME PADA TANAH ENTISOL Sukaryorini, Pancadewi; Fuad, Ayu Masfiatul; Santoso, Setyobudi
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanaman krisan (Chrisanthemum sp) merupakan tanaman hari pendek, untuk itu diperlukan penambahan penyinaran untuk mendapatkan kualitas bunga yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan penyinaran lampu dan metode night-break yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman krisan. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 Faktor. Faktor utama berupa Lama penyinaran (C), dengan 3 level (C0) tanpa penambahan penyinaran lampu, (C1) penambahan penyinaran lampu selama 2 jam dan (C2) penambahan penyinaran lampu selama 4 jam. Faktor anak petak berupa metode night-break lighting (N) yang terdiri atas 3 level yaitu : (N0) Tanpa perlakuan night-break, (N1) 5 menit lampu menyala diikuti 1 menit lampu dimatikan dalam satu siklus, (N2) 10 menit lampu menyala diikuti 2 menit lampu dimatikan dalam satu siklus dan (N3) 15 menit lampu menyala diikuti 3 menit lampu dimatikan dalam satu siklus. Percobaan diulang 3 kali, sehingga jumlah seluruh petak percobaan sebanyak 27. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Interaksi perlakuan yang memberikan pengaruh pada inisiasi pembungaan / umur saat muncul bunga. Lama penyinaran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah panen, dan bobot kering panen tanaman krisan. Sedangkan metode night-break 15 menit terang dan 3 menit mati menghasilkan waktu muncul bunga yang lebih cepat 7 hari.Kata kunci : Krisan (Chrisanthemum sp), Lama penyinaran, metode night-breakABSTRACTEntisol have fertility storey;level which different each other, from impecunious until fertile. Organic materials have important role in determining ability of land; ground to support crop, so that if organic materials rate of downhill land, ability of land;ground in supporting downhill crop productivity also. Here in after nitrogen and carbon good for knowing decay storey : level and speed of decomposition of organic materials and also the availibility of N hara element in land. Intention of this research is to Know speed of mineralisasi and know relation among/between availibility of NH4+, C-Organik And land ground mikroorganisme population from various organic materials type. this Research method is conducted by process inkubasi use entisol land. Research device use Complete Random Device (CRD) with treatment 4 human being dirt, ox rumen, worm dirt, and compost repeated by counted 3 times, so that there are 12 polybag. Obtained data from result of perception, analysed with manner sidik ( anova). Result of this research indicate that rumen give the availibility of NH4+ progressively mount and quicker losing of NH4+ at entisol which during inkubasi. Kascing give carbon content progressively mount and obstetrical present of C-Organic very tardy at entisol which during inkubasi. Kascing represent best organic materials caused by mikroorganisme population relation is always followed with make-up of NH4+ and C-Organic content at entisol during inkubasi.Key words : C-organic, NH4+, mikroorganisme population
Cover & Daftar Isi & Daftar Isi, Cover
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover & Daftar Isi
UJI FORMULASI BERBAGAI MOL ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Nugrahandi, Arya Listyan; Pikir, Juli Santoso; Plumula, Djarwatiningsih
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMikro Organisme Lokal (MOL) dapat menajadi alternatif sebagai biofertilizer dalam upaya peningkatan produksi tanaman. Unsur cair MOL mengandung unsur hara makro dan mikro untuk pertumbuhan tanaman, unsur cair MOL berperan sebagai pengurai selulotik, dapat memperkuat tanaman dari infeksi penyakit, dan berpotensi sebagai fungisida hayati. Penelitian bertujuan mengetahui efektifitas berbagai formulasi pupuk cair terhadap kesuburan tanah (kimiawi dan biologi) dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman Terung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor perlakuan dan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan percobaan berupa kombinasi formulasi MOL dan beberapa varietas tanaman terung tidak terjadi interakasi yang nyata terhadap semua parameter pengamatan.Kata kunci : Formulasi, Mikroorganisme Lokal, TerungABSTRACTLocal micro-organisms (MOL) can menajadi alternative as biofertilizer in an effort to increase crop production. MOL liquid element contains macro and micro nutrients for plant growth, MOL liquid element act as decomposers selulotik, strengthens plants from infection, and potentially as a biological fungicide. The study aims to determine the effectiveness of various formulations of liquid manure on soil fertility (chemical and biological) in supporting the growth and yield of eggplant. This study uses a completely randomized factorial design (Ralf) with 2 factors and repeated 5 times. The results showed experimental treatment is a combination formulation MOL and several varieties of eggplant crop does not happen the interaction is significant to all parameters of observation.Keywords: Formulation, Local microorganisms, Eggplant
KEMAMPUAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Bulung Boni (Caulerpa sp.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Aspergillus flavus PADA BIJI JAGUNG Plumula, Tosiyah; Marhaeni J, Ketut Srie; Purnawati, Arika
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gejala jamur A. flavus pada biji jagung secara makroskopis dan morfologi secara mikroskopis, mengetahui waktu yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan jamur A. flavus pada beberapa konsentrasi ekstrak rumput laut Caulerpa sp., mengetahui konsentrasi ekstrak rumput laut Caulerpa sp. yang dapat menghambat pertumbuhan jamur A. flavus pada biji jagung. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi ekstrak rumput laut Caulerpa sp. dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pada penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa persentase hambatan dari beberapa konsentrasi ekstrak rumput laut Caulerpa sp. muncul pada hari ketiga setelah inokulasi. Pemberian ekstrak rumput laut Caulerpa sp. pada konsentrasi1.200 mg/ml dan 2.400 mg/ml pada pengamatan hari ke 7 menunjukkan persentase hambatan paling tinggi menghambat pertumbuhan jamur A. flavus yaitu 60 % dibandingkan perlakuan konsentrasi 100 mg/ml, 200 mg/ml, 400 mg/ml dan 800 mg/ml yaitu 33 %, 40 %, 45 % dan 50%.Kata kunci : Rumput laut Caulerpa sp. , jamur A. flavus dan tanaman jagung.ABSTRACTThe purpose of this research is to know the symptoms of A. flavus fungus on seed corn macroscopic and microscopic morphology, knowing the time required to inhibit the growth of A. flavus fungus on some seaweed Caulerpa sp. extract concentration. To know how much the concentration of extract seaweed Caulerpa sp. which can inhibit the growth of A. flavus fungus on seed corn. This research used single factor which is based on completely randomized design (CRD), the consist is 6 treatments concentration of seaweed Caulerpa sp. and the treatment was repeated 4 times. From the research, we can concluded is that the percentage of the resistance on some seaweed Caulerpa sp. extract concentration appeared on the third day after the inoculation . The extract of seaweed Caulerpa sp. at a concentration of 1.200 mg / ml and2.400 mg / ml on day 7th observations showed the highest percentage of the barriers inhibiting the growth of A. flavus fungus that is 60 % compared to treatment concentration of 100 mg/ml , 200 mg/ml , 400 mg/ml and 800 mg/ml that is 33 % ,40 % , 45 % and 50 % .Keywords: seaweed Caulerpa sp., A. flavus fungi and maize plants.
TOLERANSI BEBERAPA SPESIES TANAMAN LANSKAP TERHADAP PENCEMARAN UDARA DI TAMAN PELANGI SURABAYA Qonita, Faizah Indah; Nugrahani, Pangesti; Plumula, Sukartinungrum
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lingkungan perkotaan yang ditandai dengan semakin meningkatnyapencemaran udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat perkotaan dapat mengakibatkan perubahan fisik dan kimia pada tanaman, dapat pula mengakibatkan stres fisiologi, serta mengancam kesehatan suatu organisme termasuk tanaman yang secara umum akan menunjukkan respon negatif terhadap kondisi polutan di udara. Salah satu indeks toleransi tanaman terhadap bahan pencemar tersebut dapat diketahui melalui formula APTI (Air Pollution Tolerance Index) berdasarkan empat variabel penyusun APTI yaitu asam akorbat, klorofil total, pH daun dan kadar air relatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan tingkat toleransi tanaman lanskap di Taman Pelangi Surabaya terhadap pencemaran udara berdasarkan nilai APTI. Pengambilan sampel tanaman dilakukan berdasarkan nilai asam askorbat tanaman yang diambil di Kebun Bibit Wonorejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies tanaman dengan kadar asam askorbat yang tinggi dari masing-masing jenis tanaman memiliki tingkat toleransi yang tinggi pula dibandingkan dengan spesies tanaman lain dari masing-masing jenis tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa kadar asam askorbat berkorelasi positif dengan nilai APTI. Semakin tinggi kadar asam askorbat maka semakin tinggi pula nilai APTI suatu tanaman.Kata kunci: APTI (Air Pollution Tolerance Index), tanaman lanskap, Taman Pelangi SurabayaABSTRACTThe decline in the quality of urban environment that is marked by the increasing air pollution affecting the health of urban communities can lead to physical and chemical changes in plants, can also lead to stress physiology, as well as threatening the health of an organism, including plants in general will show a negative response to the condition of pollutants in air. One index of tolerance of crops to these pollutants can be determined via a formula APTI (Air Pollution Tolerance Index) is based on four variables that APTI constituent akorbat acids, total chlorophyll, pH and leaf relative water content. This study aims to identify and determine the tolerance level of landscape plants in Taman Pelangi Surabaya to air pollution based on the value of APTI. Plant sampling carried out based on the value of ascorbic acid plants taken in Nursery Wonorejo. The results showed that plant species with high levels of ascorbic acid from each type of plant has a high tolerance level compared with that of other plant species of each type of plant. This shows that ascorbic acid levels were positively correlated with the value of APTI. The higher levels of ascorbic acid, the higher the value of a plant APTI.Keywords: APTI (Air Pollution Tolerance Index), landscape plants, Taman Pelangi Surabaya
MODEL EPIDEMI PENYAKIT TANAMAN : HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU INFEKSI DAN POLA SEBARAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis) PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN JOMBANG Purwanto, Dodi Setyo; Nirwanto, Herry; Wiyatiningsih, Sri
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 2 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanaman jagung (Zea mays) merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang terpenting selain padi. Salah satu faktor kendala yang dapat menimbulkan kerugian sangat besar pada tanaman jagung adalah penyakit bulai atau downy mildew yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora sp. Kerugian karena penyakit ini dapat mencapai kerugian 90% sampai 100%. Penyebaran penyakit bulai pada tanaman jagung dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah ; faktor lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor lingkungan terhadap laju infeksi dan pola sebaran penyakit bulai pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Jombang, dengan pertimbangan, setiap tahun dilaporkan telah terjadi serangan bulai. Penelitian di lakukan dengan metode survey, kriging, dan wawancara pada petani. Hasil dari penelitian ini adalah ; Faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap laju infeksi berturut-turut adalah kecepatan angin, kelembaban, dan suhu. Pola sebarannya adalah acak. inokulum di sekitar lokasi juga berpengaruh terhadap perkembangan penyakit melalui arah angin. Hasil kesimpulan didapatkan bahwa faktor lingkungan yang berpengaruh pada laju infeksi penyakit bulai pada adalah kecepatan angin. Model epidemi penyakit tanaman adalah Y = -0.003 + 0.246 x1 + 0.563 x2 + 0.752 x3.Kata kunci ; Jagung, Penyakit bulai.ABSTRACTMaize (Zea mays) is a carbohydrate that is the most important crop than rice. One limiting factor that can cause huge losses are downy mildew or downy mildew caused by the fungus Peronosclerospora sp. Losses due to the disease can achieve a loss of 90% to 100%. The spread of downy mildew on maize is affected by several factors, one of which is; environmental factors. The research objective was to determine the effect of each environmental factor on the rate of infection and the distribution pattern of downy mildew on corn. This research was conducted in Jombang district, with consideration, every year is reported to have occurred downy mildew attack. Research done by survey method, kriging, and interviews on farmers. The results of this study are; Environmental factors that most influence on the rate of infection in a row is the wind speed, humidity, and temperature. The pattern of its distribution is random. inoculum around a location also affect the development of the disease through the wind direction. The conclusion shows that the environmental factors that affect the rate of infection of downy mildew on is the wind speed. Model plant disease epidemics is Y = -0003 + 0246 + 0563 x1 0752 x2 + x3.Keywords ; Corn, downy mildew disease.
PENGARUH PEMBERIAN URIN KELINCI DAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea, L.) plumula, Abuyamin
Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA Vol 5, No 1 (2016): BERKALA ILMIAH AGROTEKNOLOGI PLUMULA
Publisher : Berkala Ilmiah Agroteknologi - PLUMULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCaisim (Brassica juncea, L.) adalah tanaman sayuran subtropis yang dapat beradaptasibaik pada iklim tropis. Tanaman ini termasuk dalam famili Cruciferae (Kubis-kubisan) memilikiwarna daun hijau muda dan umumnya yang dibudidayakan yang berwarna hijau tua dan tidakpahit. Penelitian ini merupakan percobaan yang disusun berdasarkan Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 2 faktorial yaitu; urin kelinci (U) dan kompos (K) dari dua factor tersebutada 4 perlakuan yaitu; U1=25 ml, U2=30 ml, U3=35 ml, U4=40 dan K1=7,5 to/ha, K2=15 ton/ha,K3=22,5 ton/ha, K4=30 ton/ha. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian tidak terdapatinteraksi antara perlakuan urin kelinci dengan kompos pada setiap setiap parameter yang diamati, tetapi perlakuan urin berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tanaman padaumur 11, 19, 25 hasi setelah tanam, berpengaruh nyata terhadp parameter jumlah daun padamur 19 dan 25 hst. Berpengaruh nyata terhadap panjang daun pada umur 11 hst, berpengaruhnyata terhadap parameter lebar daun 11 hst. Dan untuk perlakuan kompos berpengaruh nyataterhadap parameter panjang tanaman umur 19 dan 25 hst.Kata kunci : Urin kelinci, kompos dan Brassica juncea, L.ABSTRACTBrassica juncea L. is a subtropical vegetable crops that can be adapted to the tropicalclimate. This plant belongs to the family Cruciferae (cabbage-kubisan) has a light green leafcolor and generally cultivated dark green and not bitter. This study is a trial which is based oncompletely randomized design (CRD) with 2 factorial namely; rabbit urine (U) and compost (K)of the two factors, namely the last 4 treatment; = 25 ml U1, U2 = 30 ml, 35 ml = U3, U4 = 40 andK1 = 7.5 to / ha, K2 = 15 tonnes / ha, K3 = 22.5 tonnes / ha, K4 = 30 tonnes / ha , Eachtreatment was replicated three times. The results of the study there was no interaction betweentreatment urine rabbit with compost at each every parameter the observed, but treatment urinesignificantly affected the length parameter plant at the age of 11, 19, 25 hasi after planting,significantly terhadp parameter number of leaves on the nut 19 and 25 hst. Significant effect onleaf length at the age of 11 HST, significant on leaf width parameter 11 HST. And for thetreatment of compost significantly affected crop length parameter age 19 and 25 days afterplanting.Keywords: rabbit urine, compost and Brassica juncea, L.69

Page 1 of 3 | Total Record : 23