cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI YANG OPTIMAL MENGGUNAKANFUZZY MULTIOBJECTIVE OPTIMIZATION UNTUK PENYUSUNAN JADWAL INDUK PRODUKSI Septiana, Damar Indah; Asih, Endang Widuri; Simanjuntak, Risma Adelina
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggun Rotan Handicraft adalah salah satu industri rumah tangga yang memproduksi aneka produk dari rotan. Permasalahan yang dialami Anggun Rotan adalah adanya kelebihan atau kekurangan persediaan. Untuk itu penentuan jumlah produk yang harus diproduksi merupakan langkah penting yang harus diambil pihak menejemen perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan mengeluarkan biaya yang minimal. Ketersediaan sumber daya yang terbatas merupakan kendala yang dimiliki oleh perusahaan dalam menentukan jumlah produk yang harus mereka produksi. Pada penelitian ini menggunakan fuzzy multiobjective optimization sebagai model pengambilan keputusan untuk menentukan jumlah produk yang harus diproduksi untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan biaya produksi. Berdasarkan perhitungan didapat jumlah produk yang harus diproduksi sebanyak 220 unit, dengan keuntungan kotor sebesar Rp. 11.297.726dan total biaya produksi sebesar Rp.16.487.294. Jadwal Induk Produksi untuk bulan November minggu I dan II yaitu 12 unit Hermes, 28 unit DKS, 5 unit P02, 9 unit P04, dan 3 unit Kelly. Minggu III sebanyak 12 unit Hermes, 28 unit DKS, 4 unit unit P02, 8 unit P04, 2 unit Kelly.Minggu IV 11 unit Hermes, 27 unit DKS, 4 unit P02, 8 unit P04, dan 2 unit Kelly.Kata Kunci : Fuzzy Multiobjective, Linier Programming, Penentuan Jumlah Produksi, Jadwal Induk Produksi, Biaya Produksi.
STRATEGI PEMASARAN GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ATLAS PROJECT METHOD Freitas, Joao Mario; Yusuf, Muhammad; Wisnubroto, Petrus
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Strategi Pemasaran Guna Meningkatkan Volume Penjualan Dengan Pendekatan Technology Atlas Project Method, di PT. Madubaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan PT. Madubaru dalam pengelola bauran pemasaran (Marketing Mix) yang terdiri dari produk/product, harga/price, promosi/promosition, dan tempat/place, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan PT. Madubaru dalam meningkatkan volume penjualan gula kemas dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan gula kemas PT. Madubaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji validasi yang bersifat mengkorelasikan tiap skor butir dan uji reliabiliats mengetahui tingkat konsisten dari jawaban dengan bentuk penelitian analisis dokumen atau analisis isi laporan. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Strategi yang dilakukan PT. Madubaru dengan memerankan strategi pemasaran, yaitu ; Produk, berupa gula kemas di tahun 2011 total 75.733.142, dan total penjualan tahun 2012 dengan rata-rata 270. 934.025; Harga, dalam memutuskan harga jual produk dengan biaya promosi 12.59; Tempat;  penelitian  yang berlokasi didaerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta  Desa Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul Yogyakata; Promosi; dengan memasang iklan dikoran, menyebarkan kartu nama dan menyebarkan brosur.                                             Kata kunci : Strategi Pemasaran Guna Meningkatkan Volume Penjualan
PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN METODE 5S UNTUK MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI Setyananda, Risanita; Sodikin, Imam; Oesman, Titin Isna
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggun Rotan Bag adalah industri kerajinan di Yogyakarta yang memproduksi tas dan kerajinan berbahan dasar rotan. Proses produksi pada Anggun Rotan Bag dikerjakan oleh karyawan dan masih manual menggunakan tenaga manusia. Gerakan-gerakan kerja yang tidak efektif dan penumpukan barang yang menunggu diproses perlu untuk diteliti. Penelitian ini  menganalisa kondisi awal lintasan produksi kemudian memperbaiki metode kerja dan layout kerja pada stasiun kerja yang mengalami bottleneck. Perbaikan dilakukan berdasarkan metode micromotion study dan metode 5S pada lingkungan kerja. Penelitian diperoleh hasil kondisi awal lintasan produksi terdapat dua stasiun kerja yang mengalami bottleneck yaitu stasiun kerja pembuatan asesoris dan stasiun kerja pasang furing. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja stasiun kerja yang mengalami botleneck berkurang menjadi satu stasiun kerja yaitu stasiun kerja pembuatan asesoris. Penyeimbangan lintasan produksi selanjutnya menggunakan metode Killbridge Heuristic/Region Approach menunjukkan penurunan waktu menganggur (idle time) 340,05 menit menjadi 72,65 menit. Balance delay menurun dari 70,65% menjadi 33,96%. Efisiensi lintasan produksi 29,35% meningkat menjadi 66,04% nilai ini menunjukkan bahwa pola aliran yang baru keseimbangan lintasan yang dihasilkan mendekati optimal. Metode micromotion study dan metode 5S memberikan efek terhadap perbaikan metode kerja dengan menghilangkan gerakan kerja yang tidak efektif serta merapikan area kerja sehingga dapat meningkatkan output yang dihasilkan untuk menyeimbangkan lintasan produksi. Kata kunci : Micromotion Study, Metode 5S, Keseimbangan Lintasan Produksi,  Efisiensi Lintasan, Metode Killbridge Heuristic/Region Approach.
OPTIMALISASI DISTRIBUSI PRODUK MENGGUNAKAN DAERAH PENGHUBUNG DAN METODE SAVING MATRIX Ikhsan, Amri Nur; Oesman, Titin Isna; Yusuf, Muhammad
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Madu Baru adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan dan pembuatan gula konsumsi. PT. Madu Baru memiliki banyak konsumen yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama ini sistem distribusi yang dilakukan perusahaan masih secara acak karena masih menggunakan rute pengiriman produk yang bermula dari gudang perusahaan menuju ke retailer, kembali ke gudang lagi, kemudian menuju ke retailer lagi dan seterusnya. Hal tersebut membuat proses distribusi menjadi tidak efektif dari segi waktu, jarak dan biaya.Penelitian ini dilakukan untuk merancang rute distribusi yang optimal sehingga ada penghematan biaya dari segi distribusi. Dalam penelitian ini, daerah penghubung dijadikan sebagai gudang dan digunakan untuk membagi area distribusi sedangkan penentuan rute optimal dilakukan dengan metode Saving Matrix. Langkah awal adalah meramalkan permintaan yang akan datang dengan metode peramalan, selanjutnya dilakukan penentuan daerah penghubung dan pengerjaan dengan metode Saving Matrix. Berdasarkan dari perhitungan, wilayah pemasaran terbagi menjadi 2 (dua) area distribusi dan 7 (tujuh) rute distribusi yang optimal. Area pertama terbagi menjadi 3 rute dengan jarak tempuh  211.9 km dan biaya distribusi sebesar Rp. 559.627,00. Area kedua terbagi menjadi 3 rute dengan jarak tempuh 1032.67 km dan biaya distribusi sebesar Rp.936.946,00. Rute tambahan 1 rute dengan jarak tempuh 74.6 km dan biaya distribusi sebesar Rp. 280.887,00. Hasil dari perhitungan diketahui penghemat biaya sebesar Rp. 244.370,00 setiap harinya.
PENERAPAN METODE SWOT DAN BCG GUNA MENENTUKAN STRATEGI PENJUALAN Anggrianto, M.; Parwati, C. Indri; Sidarto, Drs.
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengecoran logam dewasa ini persaingannya cukup ketat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya industri pengecoran logam yang ada di desa Ceper dan sekitarnya. PT. Baja Kurnia merupakan salah satu industri pengecoran logam yang menghasilkan produk antara lain hydrant dan valve. Mengingat banyaknya pilihan tempat untuk pesanan bagi para pelanggan, maka PT. Baja Kurnia harus dapat menentukan strategi penjualan untuk meningkatkan hasil produksinya.Metode yang digunakan adalah SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Kemudian dengan metode Boston Consulting Group untuk menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan.Hasil dari perhitungan dengan metode BCG didapatkan tingkat pertumbuhan pasarnya PT. Baja Kurnia sebesar 13.38% dan PT. Teknik Utama 10.4%, sedangkan tingkat pangsa pasar relatif PT. Baja Kurnia adalah 1.11 dan, PT Teknik Utama adalah 0.89. dan untuk produk Valve didapat tingkat pertumbuhan pasar PT. Baja Kurnia sebesar 5.01%,Dan PT. Teknik Utama sebesar 6.57. Sedangkan tingkat pangsa pasar relatif PT. Baja Kurnia adalah 1.29 dan PT. Teknik Utama 0.77. Berdasarkan hasil analisa hasil matrik BCG, pada produk hydrant dan valve PT. Baja Kurnia memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi pertumbuhan pangsa pasarnya rendah yang berada pada posisi cash cow. Kata Kunci : Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman, Boston Consulting  Group
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN PENERAPAN METODETAGUCHIDAN 5S Muhaimin, Muhaimin; Sodikin, Imam; Sidarto, Sidarto
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD.Murah Barokah dalam meningkatkan kualitas dan mempertahankan kepecayaan konsumen, maka perusahaan tersebut mempunyai sistem produksi yang baik dengan proses terkendali. Hal ini berhubungan dengan proses produksi dan kecepatan produksi. Untuk bersaing dalam pasar sekarang ini, perusahaan harus selalu berusaha meningkatkan efisiensi dan memfokuskan diri pada minimalisasi cacat serta pemborosan dari keseluruhan proses produksi. Dimana produk cacat harus diminimalkan dengan usaha yang harus dilakukan secara berkesinambungan, salah satunya dengan menerapkan metode Taguchi. dan penerapan metode 5S.Penerapan metode Taguchi dimaksudkan untuk mencari komposisi bahan baku/material terbaik yang memberikan pengaruh paling signifikan dalam pembuatan paving blok untuk mendapatkan produk yang berkualitas bagus dengan menggunakan Signal to Noise Ratiodan penarapan metode 5S.Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: komposisi semen dan pasir memberi kontribusi 34% dan faktor air  memberikan kontribusi 33%, kombinasi faktor optimum dengan menggunakan komposisi semen 1 ember :12 ember pasir, faktor air 5 liter.  Penggunaan metode Taguchi dapat mengetahui proses pembuatan pada kualitas produk paving blok karena nilai thitung berada diluar dari wilayah kritis ttabel, dinyatakan bahwa eksperimen konfirmasi lebih baik dari pada eksperimen kondisi awal. Selanjutnya Penerapan 5S+1H dan fishbone diagramdiperusahaan UD. Murah Barokah dengan cara melakukan perbaikan-perbaikan maka dapat meminimalisasi pemborosan-pemborosan yang terjadi dilantai produksi untuk peningkatan kecepatan proses dari proses pembuatan produk paving blok.Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Taguchi, Metode 5S, Diagram Fishbone
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSISSERTA SERVICE QUALITY Pohandry, Arie; Sidarto, Sidarto; Winarni, Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. 88DB Indonesia cabang Yogyakarta kesulitan untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama. Pelanggan baru yang merupakan target PT. 88DB Indonesia cabang Yogyakarta menolak penawaran pelayanan yang diberikan dan pelanggan lama melakukan komplain serta pemutusan kontrak. PT. 88DB indonesia cabang Yogyakarta sebaiknya melakukan evaluasi terhadap tingkat kepuasan pelanggan atas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode Customer Satisfaction Index untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis untuk mengetahui atribut yang belum memuaskan pelanggan. Untuk mengurutkan atribut yang belum memuaskan pelanggan dilakukan pengukuran selisih tingkat kepuasan dengan tingkat kinerja menggunakan metode Service Quality.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelanggan merasa cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan tetapi belum maksimal. Hal ini dapat terlihat dari hasil pengujian tingkat kepuasan pelanggan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) yakni sebesar 67,93 %. Pada pengujian dengan menggunakan metode Importance Performance Analysist (IPA) terdapat 9 atribut pelayanan yang masuk kedalam kuadran I yang artinya ada 9 atribut yang belum memuaskan pelanggan dan pelayanannya belum maksimal. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan metode Service Quality urutan perbaikan atribut dimulai dari atribut nomor 4 (SEO optimazed pages) karena memiliki nilai negatif paling besar. Kata kunci : Kepuasan pelanggan, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance performance Analysis (IPA), Service Quality.
PENERAPAN QUALITY CONTROL CIRCLE PADA PROSES FINISHING DAN ASSY PART DUCT AIR INTAKE GUNA MEMINIMASI BIAYA PRODUKSI Bachtiar, Nurhuda; Parwati, C. Indri; Susetyo, Joko
Jurnal Rekavasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal REKAVASI
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality Control Circle (QCC) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan para karyawan tetap PT. Takagi Sari Multi Utama (PT. TSC) dalam menyalurkan ide dan gagasan guna mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan kerja. Dalam implementasinya sering terdapat beberapa kelemahan atau kekurangan yang dapat mengakibatkan hasil yang dicapai kurang optimal. Hal ini yang mendasari dilakukannya penelitian mengenai implementasi QCC dalam usahanya untuk mengurangi biaya produksi akibat pemborosan dari berbedanya layout kerja proses finishing dan assy untuk part duct air intake. Tujuan dari penelitian ini selain untuk mendapatkan solusi guna meminimalisir pemborosan dan menentukan besarnya penghematan yang didapat, tetapi bisa dijadikan referensi bagi anggota gugus dalam hal penyajian data, metode pengambilan data dan penentuan circle time baru. Hal tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam implementasi QCC. Manfaat dari penelitian ini adalah didapatkannya solusi dalam meminimalisir pemborosan dengan cara menggabungkan proses finishing dan assy part duct air intake menjadi satu layout kerja di departemen produksi. Hasil yang didapat dari penggabungan kedua proses tersebut antara lain penghematan penggunaan box packing, penghematan kebutuhan man power, penghematan dari berkurangnya waktu menganggur dan biaya simpan part duct air intake. Total penghematan yang didapat sebesar  Rp27.958.603,84.Kata Kunci : Quality Control Circle (QCC), Duct Air Intake, Finishing, Assy, Penghematan
Peningkatan Penjualan Bakpia Pathok 25 Yogyakarta dengan Analisis SWOT dan AHP Pamungkas, Sapto Budi; Winarni, Winarni; Asih, Endang Widuri
Jurnal Rekavasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri rumah tangga Bakpia Pahtok 25 adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan makanan khas Yogyakarta. Hasil produksi berupa bakpia yang memiliki dua varian rasa, seperti kacang hijau dan kumbu hitam. Industri tersebut memproduksi bakpia dalam jumlah yang banyak sesuai dengan permintaan pelanggan. Dalam menghadapi ketatnya persaingan Industri bakpia di Yogyakarta, perusahaan harus berjuang keras untuk meningkatkan penjualan bakpia agar memberikan keuntungan yang maksimal. Hal yang perlu dilaksanakan adalahmelakukan perbaikan serta analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan.Pada penelitian ini, analisis faktor internal dan eksternal perusahaan dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oportunities, Threats) dan AHP (Analitical Hierarchy Process). Metode SWOT digunakan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal perusahaan sedangkan metode AHP digunakan untuk pengambilan keputusan dari banyak kriteria.Peramalan penjualan produk bakpia menunjukkan bahwa penjualan tersebut akan meningkat sebesar 2,29% untuk penjualan satu tahun ke depan, dari 63.846 dos menjadi 65.344 dos. Peningkatan penjualan tersebut didukung dengan penggunaan metode analisis SWOT dan AHP. Analisis SWOT memperlihatkan nilai positif dari kedua sumbu (X,Y). Titik perpotongan kedua sumbu terletak pada kuadran I, sehingga dalam analisis SWOT menggunakan strategi agresif. Analisis AHP digunakan untuk mendukung strategi diluar strategi agresif, sehinggadiperoleh alternatif perbaikan sarana sebesar 54% (seperti memodernisasi proses produksi agar kualitas mutu terjamin), alternatif perbaikan lingkungan sebesar 28% (seperti ruang tunggu dan ruang parkir diperbaiki) dan alternatif perbaikan menejemen pabrik sebesar 18% (seperti keramah-tamahan dan kemampuan bahasa).Kata kunci: Peningkatan penjualan, SWOT, AHP
Analisis Metode 5-S dan Metode RCM pada Sistem Maintenance guna Meningkatkan Keandalan pada Mesin Minami (Studi Kasus PT. Betawimas Cemerlang) Sianturi, David Christian; Wisnubroto, P.; Winarni, Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekavasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Betawimas Cemerlang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Salah satu faktor penunjang dalam proses produksi adalah kegiatan perawatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Perawatan mesin yang dilakukan PT. Betawimas Cemerlang berupa preventive maintenance, yaitu tindakan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya downtime pada mesin. Namun, pada kenyataanya kegiatan preventive maintenance yang dilakukan oleh PT. Betawimas Cemerlang belum terlaksana dengan baik sesuaidengan yang diharapkan, yaitu: mesin tidak mengalami kerusakan, terutama pada saat jam produksi. Penelitian ini menganalisis perawatan mesin minami, faktor-faktor penyebab terjadinya breakdown pada mesin minami dan kondisi keandalan mesin minami menggunakan metode 5-S, Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian ini menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) yang terbesar yaitu 140 pada teknis perekatan dengan efek kegagalan cetakan kusut/berantakan dan mudah lepas. Keandalanmesin minami sebesar 0,828/82,8% selama tahun 2012, serta sistem maintenance PT. Betawimas Cemerlang dapat melakukan kegiatan perawatan berdasarkan prinsip metode 5-S dan tindakan perawatan berdasarkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) yang diusulkan (on- condition task agar terciptanya lingkungan kerja yang efektif dan efisien dalam kegiatan perawatan pada PT. Betawimas Cemerlang).Kata kunci: 5-S, RCM, FMEA

Page 1 of 16 | Total Record : 151