cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PIJAR
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Merupakan jurnal dengan akses terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Jurusan PMIPA FKIP Universitas Mataram, memuat artikel ilmiah baik berupa: 1. HASIL PENELITIAN. 2. LAPORAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT,3. KAJIAN PUSTAKA.Terbit setiap 6 bulan sekali (Maret dan September), mencakup pengkajian ilmu dan pengajaran dalam bidang MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Redaksi menerima tulisan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, baik dari kalangan universitas maupun dari luar universitas
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2012)" : 8 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA AKAN KONSEP-KONSEP KIMIA DENGAN PENERAPKAN PADUAN METODE DEMONSTRASI DAN METODE KOOPERATIF LT Siahaan, Jeckson; Muti’ah, Muti’ah; Dwirani S., Baiq Fara
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan metode demonstrasi-kooperatif LT dalam pembelajaran matakuliah Kimia Dasar pada topik stoikhiometri dan kesetimbangan kimia. Tujuan penelitian ini untuk  menguji keefektifan paduan metode demonstrasi dan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe LT dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Kimia Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan kelas kontrol (pembelajaran menggunakan metode konvensional) dan kelas eksperimen (menggunakan metode demonstrasi-kooperatif LT). Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa penerapan metode demontrasi-kooperatif tipe learning together (demonstrasi-kooperatif LT) dapat meningkatkan aktivitas yang ditunjukkan oleh terwujudnya persiapan belajar, partisipasi antar individu, partisipasi yang berkualitas, keseriusan, bekerja sama, saling ketergantungan positif, mengutamakan interaksi tatap muka/tidak individualistis, tanggungjawab individu, kemampuan memotivasi kelompok, kemampuan mengambil kesimpulan dari berbagai pendapat dalam kelompoknya.  Secara kuantitatif nilai hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan metode demonstrasi-kooperatif LT adalah sebesar 72,67 dan metode konvensional sebesar 61,19. Dari hasil uji statistik diperoleh bahwa t-hitung > t-tabel (a =0,05), sehingga Ho ditolak. Kesimpulan yang diperoleh dari penel;itian ini adalah  terdapat perbedaan yang signifikan keefektifan antara  metode konvensional dan metode demonstrasi-kooperatif tipe LT  dalam meningkatkan kualitas dan hasil belajar Kimia Dasar  Kata kunci: Metode demonstrasi – kooperatif tipe learning together, stoikiometri, kesetimbangan kimia
JADIKAN DIRI GURU INSPIRATIF MELALUI LESSON STUDY Handayani, Baiq Sri
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sosok guru yang mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dan perubahan paradigma pendidikan adalah guru inspiratif. Guru inspiratif merupakan guru yang melahirkan daya tarik dan spirit perubahan terhadap diri siswa serta mampu mendisain pembelajaran yang inspiratif. Kriteria guru inspiratif minimal mempunyai tiga kompetensi yaitu: kompetensi profesional, komptensi sosial dan kompetensi personal. Lesson study (LS) merupakan suatu pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip kolegalitas. Mengkaji pembelajaran secara kolaboratif dalam kegiatan LS dapat memberikan makna yang sangat berarti bagi guru dalam meningkatkan kompetensi guru sehingga terbentuk guru inspiratif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta memberikan inspirasi bagi sesama guru dan siswa. Tulisan ini merupakan kajian terhadap implementasi lesson study sebagai salah satu cara membentuk guru inspiratif. Dengan harapan bahawa guru termotivasi untuk menjadikan diri mereka guru inspiratif melalui kegiatan lesson study. Kata kunci: Guru Inspiratif, Lesson Study  Abstract: A teacher who is able to survive in the face of challenge and change the paradigm of education is inspiring teacher. Inspiring teacher is a teacher who gave birth to the attraction and the spirit of the changes to the student and to be able to design an inspiring learning. Criteria inspiring teacher has a minimum of three competencies: professional competency, social competency and personal competence. Lesson study (LS) is a professional educator development through assessment and ongoing collaborative learning based on the principle of collegiality. Assessing collaborative learning in LS activity can provide a very significant meaning for the teachers to improve the competence of teachers to form the inspiring teacher to improve student learning outcomes and provide inspiration for fellow teachers and students. This paper is a review of the implementation of lesson study as a way to form an inspiring teacher. With the hope that free teachers themselves are motivated to make inspiring teachers through lesson study. Key Words: Inspiring teacher, lesson study
Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Empat Konsep Esensial Kesetimbangan Kimia Muti’ah, Muti’ah
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang analisis miskonsepsi mahasiswa pada empat aspek esensial pada kesetimbangan kimia. Subyek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unram. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes tentang kesetim-bangan kimia yang memuat empat aspek, yaitu stoikhiometri, tetapan kesetimbangan, kesetimbangan yang melibatkan hukum gas ideal, dan pergeseran kesetimbangan/ prinsip Le Chatelier’s pada sistem kesetimbangan heterogen.Berdasarkan analisis miskonsepsi mahasiswa pada empat aspek esensial kesetimbangan kimia, yaitu: konsep mol dan stoikhiometri (30,10%), tetapan kesetimbangan (22,85%), konsep kesetimbangan yang melibatkan gas ideal (78,55%) dan pada konsep pergeseran kestimbangan/ prinsip Le Chatelier’s pada reaksi heterogen (70,78%). Miskonsepsi pada aspek stoikhiometri terutama adalah kegagalan dalam mengkonversi hubungan gram-mol-liter (14,3%), perhitungan zat-zat yang terlibat dalam reaksi (28,6%) dan mengidentifikasi pereaksi berlebih (71,4%). Miskonsepsi pada aspek tetapan kesetimbangan adalah pernyataan persamaan Kc (17,1%), penggunaan satuan mol dalam menghitung nilai Kc (28,6%). Miskonsepsi pada aspek kesetimbangan yang melibatkan gas ideal adalah kegagalan dalam menghitung jumlah mol berdasarkan persamaan gas ideal   (82,9%), dan mengartikan hukum tersebut (74,2%). Miskonsepsi pada aspek pergeseran kesetimbangan/prinsip Le Chatelier’s adalah melibatkan zat padat pada perhitungan Kc (57,1%), pengaruh zat padat pada kesetimbangan (82,8%),  pengaruh gas NH3 (68,6%), dan pengaruh gas inert N2 padfa V,T tetap sebesar 80%.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi mahasiswa dalam memahami topik kesetimbangan kimia adalah aspek prinsip Le Chatelier, reaksi kesetimbangan yang melibatkan gas ideal, stoikhiometri dan tetapan Kc Kata kunci: Miskonsepsi mahasiswa,empat topik esensial, kesetimbangan kimia
NUTRISI DI AWAL PERKEMBANGAN Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dari segi jumlah dan jenisnya sangat penting dalam membantu proses tumbuh kembang pada bayi, dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, bayi akan tumbuh sesuai usia tumbuh kembang dan meningkatkan kualitas hidup. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. ASI merupakan makanan utama bayi setelah dilahirkan. Seiring pertambahan usia dan perkembangan tubuhnya, pemberian ASI saja tidak cukup, setelah 6 bulan bayi harus mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai umur, yang dilakukan bertahap, disesuaikan dengan sistem pencernaannya, sehingga kandungan gizi pada makanan yang diberikan dapat diserap secara optimal.Kata-kata kunci: Nutrisi, perkembangan Abstract. Numbers and kinds of nutrition was needed for baby development and growth process. If need of the nutrition enough, the baby will growing accord with the age development and grow and increasing the quality of live. Nutrient deficiency in the early development will effect for quality of live next year.  ASI is a main nutrition for baby post natal. After 6 month ASI was not enough for baby that is they must intake of add nutrition of ASI accord with the age and accordingly to digestive system with the result that the nutrient of nutrition can be absorption.   Key words: nutrition, developmment
KALKULUS DIFERENSIAL DAN INTEGRAL OLEH FERMAT Hayati, Laila; Ujianita Romdhini, Mamika
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Dalam kuliah kalkulus modern, materi tentang pendifferensialan (turunan fungsi) dan konstruksi garis singgung terhadap suatu kurva diberikan terlebih dahulu daripada materi integral dan penentuan luas daerah di bawah suatu kurva. Hal ini berlawanan dengan urutan sejarah perkembangannnya. Penentuan luas daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva telah ditemukan pada zaman kuno. Dalam tulisan ini membahas awal konstruksi garis singgung dan penentuan luas daerah yang dibatasi oleh suatu kurva yang pertama kali dibahas oleh Fermat. Kerja Fermat telah memberikan dasar bagi konsep kalkulus modern, khususnya pendifferensialan dan integral. Selain itu, Fermat dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam teori bilangan, antara lain dengan Fermat’s Little Theorem dan Fermat’s Last Theorem.Kata kunci: konstruksi garis singgung, luas daerah, differensial, dan integral, teori fermat. Abstrak. In modern calculus course, the material on derivative of the function and the construction of the tangent to the curve given first than the material on the integral and determining the area under a curve. This is contrary to the historical development. Determination of the area has been limited by several curves have been found in ancient times. In this paper discusses the start of construction of the tangent line and determining the area bounded by a curve that was first discussed by Fermat. Work Fermat has provided the basis for the concept of modern calculus, especially derivative and integral. In addition, Fermat is known as a person who has a remarkable ability in number theory, among others, by Fermats Little Theorem and Fermats Last Theorem.Keywords: construction of a tangent, wide areas, derivative and integral, Fermat Theory.
PERBEDAAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN PEMBERIAN ADVANCE ORGANIZER PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X Harjono, Ahmad
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Paradigma baru pempelajaran menyediakan peluang para siswa dengan aktif terlibat  dalam proses pempelajaran dan strategi pembelajaran yang sesuai dapat meningkatkan aktivitas dan  bersama-sama meningkatkan pemahaman. Penggunaan struktur tertentu dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Satu strategi adalah kooperatif struktur think-pair-share, menetapkan prosedur untuk memberi para siswa lebih waktu untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu. Penelitian dirancang untuk mengintegrasikan strategi pembelajaran (struktur think-pair-share dan ekspositori) dengan pemberian advance organizer untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh utama dan interaksi strategi pembelajaran dan advance organizer terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dan pretest-posttest nonequivalent control group dengan faktorial 2 x 2. Subjek penelitian adalah para siswa SMA 7 Mataram NTB kelas X tahun pelajaran 2010/2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada interaksi antara strategi pembelajaran dan advance organizer terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X. Kata Kunci: think-pair-share, ekspositori, advance organizer, hasil belajar Abstract. The new paradigm of learning provide opportunities to students actively involved in the process of learning and appropriate learning strategies can enhance the activity and mutual help increase understanding. The use of a particular structure is designed to influence the pattern of student interaction. One strategy is to structure cooperative learning think-pair-share, has established procedures to explicitly give students more time to think, respond, and help each other. The study was designed to integrate learning strategies (cooperative structure of the think-pair-share and expository) by providing advance organizers to improve student learning outcomes physics class X. The purpose of this study was to determine the main effect and interaction of learning strategies and the provision of advance organizers to learning outcomes physics class X. This research uses quasi-experimental design of pretest-posttest nonequivalent control group design with a factorial 2 x 2. Research subjects were high school students 7 Mataram West Nusa Tenggara Province in class X semester 2010/2011 school year. The results of this study indicate that there is  interaction between learning strategies dan advance organizers to learning outcomes of physics strudent class X. Keywords: think-pair-share, expository, advance organizers, learning  outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION) PADA MATERI POKOK FUNGSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIIIA SMPN 18 MATARAM TAHUN AJARAN 2010/2011 Megasari, Tania; Sripatmi2, Sripatmi; Kurniati, Nani
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Berdasarkan pengalaman saat melaksanakan PPL di SMPN 18 Mataram, aktivitas belajar siswa sangat rendah dan berdampak pada rendahya prestasi belajar matematika. Hal ini dikarenakan pembelajaran di kelas berpusat pada guru dan siswa hanya menerima informasi saja. Siswa aktif bermain namun pasif dalam kegiatan belajar. Guna mengatasi permasalahan tersebut, dicoba penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMPN 18 Mataram yang berjumlah 26 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa dikatakan meningkat apabila terjadi peningkatan skor aktivitas dari skor sebelumnya dan minimal berkategori tinggi, prestasi belajar dikatakan meningkat apabila terjadi peningkatan nilai rata – rata siswa dari nilai rata – rata sebelumnya dan minimal mencapai nilai 55. Hasil penelitian menunjukan aktivitas dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Skor aktivitas siswa untuk setiap pertemuan dari siklus I, II dan III berturut – turut yaitu 3,5; 6,2; 9,9; 8,0; 11,4; 12,6 dan pada siklus III aktivitas siswa berkategori sangat tinggi. Nilai rata – rata siswa pada siklus I, II, dan III berturut – turut yaitu 41,10; 54,42; 58,42. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition) pada materi pokok Fungsi dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMPN 18 Mataram tahun ajaran 2010/2011. Kata kunci : model pembelajaran kooperatif, pendekatan AIR, aktivitas, prestasi.  Abstract. Mathematics learning achievement of SMPN 18 student is low caused a lack of student activities. These information obtained from observations at PPL activity in SMPN 18. Learning problem is learning centered teacher. Student was only received information from teacher. Auditory Intellectualy and repetition (AIR) opproach implemented to solve learning problem. This research pruposed to improve student achievement and learning activities of 26 students of 8th grater on SMPN 18. Teaching research was implemented in 3 cycles. Result indicators of teaching research implementation were improvement of student learning activities of student learning activities based on activity level, improvement of the average score, and minimum of result score is 55. Final research result is learning student has been improved. Student activities level is every cycle is 3,5; 6,2; 9,9; 8,0; 11,4; 12,6. The third cycle of student activities level is highest. Average score of learning result in cycles are 41,10; 54,42; 58,42. According to final research result, the AIR implementation improved student achievement and learning activities for 8th grater student of SMPN 18 in Function material. Those conditions were implemented on 2010/2011 session. Keyword: cooperative learning model, AIR approach, activity, achievement.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS CTL PADA MATERI POKOK CAHAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KURIPAN Yunita, Erni; Wahyudi, Wahyudi; Rahayu, Satutik
Jurnal PIJAR Vol 7, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis CTL pada materi pokok cahaya dan mengetahui pengaruh penerapan perangkat pembelajaran tersebut terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas VIII. Penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan menggunakan metode penelitian R&D. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuripan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikan 5%. Rata-rata nilai N-Gain diperoleh melalui data posttest dan pretest. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa penerapan perangkat pembelajaran berbasis CTL yang telah dikembangkan pada materi pokok cahaya berpengaruh terhadap peningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII. Kata Kunci: Pengembangan, Perangkat Pembelajaran Berbasis CTL, Prestasi Belajar.Abstract. The aims of this research is to develop CTL based instructional instrument on light concept  and to know the effect of CTL based instructional instrument’s application to increase eighth years student physics achievement. The design is a quasi-experimental research and used R&D method. Research subject was eighth years students at Junior High School 1 Kuripan. Data were analyzed using t test at significant level 5%. The average value of N-Gain obtained through pretest and posttest data. This indicates that the application of CTL based instructional instrument on light concept has effect to increase eighth student physics achievement.  Keywords: Development, CTL Based Instructional Instrument, Learning Achievement.

Page 1 of 1 | Total Record : 8