cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 259 Documents
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI AREN (ARENGA PINNATA MEER) DI KAMPUNG SAKAQ TADA KECAMATAN MOOK MANNAR BULANTN KABUPATEN KUTAI BARAT dan Abdul Kholik Hidayah, Yosia Yesi
AGRIFOR Vol 13, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.552 KB) | DOI: 10.31293/af.v13i2.869

Abstract

Financial Analysis of Aren Farming (Arenga pinnata Meer) In Sakaq Tada Village, Mook Mannar Bulantn Sub District, West Kutai Regency.  This study aims to determine the cost of production , receipts or income and assess the feasibility of rubber farmers farming , identify problems and solutions . As consideration for the benefits to farmers in developing farming rubber plantation sector in the major commodities , materials enter the local government , particularly the technical agencies involved in the creation of programs and policies as well as consideration for researchers to further examine the issues related to this study. The research was conducted in the months of March to May 15, 2013 , where the research object in farming communities in the village of Aren by Tada Sakaq Mook Mannar District of West Kutai Bulant intensively seeking the sugar plant as its main commodity as well as the agency or agencies that can provide the data in this study. Sampling method , with respondents who have been determined ( purposive sampling ) the precession rate of 32 % , ie, 40 samples of respondents , taken 8 respondents representing each group . The data and information collected through questionnaire interview manufacture , documentation studies , observations in the field , then classified and tabulated according to type and production costs of the farm receipts purpose of this study , after the financial analyzed. The results obtained from this study are : ( 1 ) . Palm farm management in the community in the village of Tada Sakaq Mook Mannar District of West Kutai Bulant development to date has been running in its 10th year , has earned a profit of Rp . 27,811,200 , -/year , it is calculated based on the area of land per acre , ( 2 ) . In the palm farm management which covers 1 ha , it is known that the production costs incurred each year until the 10th year of Rp . 20,788,800 , - , ( 3 ) . Net Present Value ( NVP ) it can be seen that the cultivation of rubber at the interest rate of 8% , 12 % , 14 % and 18 % > 0 viable in the period beginning in the 15th , ( 4 ) . In line with the value of the Net Benefit Cost Ratio , which have > 1 year at the age of 15 plants ( 8 % interest rate , 10 % , 12 % , 14 % and 18 % ) , ( 5 ) . Gross value Net Benefit Cost Ratio calculated interest rate of 8% , 10 % , 12 % , 14 % and 18 % , indicating > 1 viable start year 9 , ( 6 ) . IRR calculation shows that rubber farming viable in the 9 -year concession period up to the 15.60 % discount rate , or interest rates below 16 % , ( 7 ) . In the financial aspect , palm cultivation is quite interesting because the value of Net B / C ratio > 1 and IRR values are still above the market rate , so that the management can still be developed .
PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL KUTAI Rahmah, Rahmah; Rayatin, Yaya; Aipassa, Marlon Ivanhoe
AGRIFOR Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.328 KB) | DOI: 10.31293/af.v18i2.4298

Abstract

Kondisi masyarakat di sekitar TN Kutai perlu mendapat perhatian karena bisa berpengaruh terhadap kondisi TN Kutai baik langsung maupun tidak langsung.Data pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat sekitar kawasan bisa menjadi rujukan untuk pengelolaan TN Kutai yang lestari dan memperhatikan masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat desa sekitar TN Kutai; (2) Mengetahui kontribusi pendapatan dari hasil hutan terhadap pendapatan totalmasyarakat desa sekitar TN Kutai. Lokasi penelitian merupakan desa yang penduduknya bermukim di sekitar Taman Nasional Kutai SPTN Wilayah II dan ada informasi awal tentang pemanfaatan sumber daya hutan oleh penduduk.Lokasi penelitian adalah 5 desa di sisi barat TN Kutai yaitu Desa Menamang Kanan dan Desa Menamang Kiri di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Desa Mawai Indah, Desa Beno Harapan dan Desa Himba Lestari di Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini adalah accidental sampling.Responden adalah kepala rumah tangga yang dipilih secara acak tersebar di areal pemukimandengan intensitas sampel 10%.Pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat berupa pengambilan tumbuhan dan satwa liar (TSL) bernilai ekonomis tinggi antara lain ulin, meranti, payau, kijang dan kancil. Lokasi pengambilanTSL sangat dekat dengan kawasan TN Kutai. sehingga dikhawatirkan mengancam kelestarian kawasan TN Kutai. Pendapatan dari hasil hutandan kontribusi terhadap pendapatan total responden dari yang tertinggihingga paling rendah adalah : (1) Desa Himba Lestari sebesar Rp36.700.000,- (70,04%); (2) Desa Beno Harapan sebesar Rp26.550.000,- (26,81%); (3) Desa Mawai Indah sebesar Rp27.000.000,- (25,27%); (4) Desa Menamang Kanan sebesar Rp6.700.000,- (4,89%). Desa Menamang Kiri tidak ada pendapatan dari hasil hutan.
RATTAN DIVERSITY ON THE SANGKULIRANG MANGKALIHAT KARST AREA, EAST KUTAI AND BERAU DISTRICT Wiyanata, Atma Wahyu
AGRIFOR Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.96 KB) | DOI: 10.31293/af.v17i1.3315

Abstract

Keragaman Rotan Di Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat Kabupaten Kutai Timur Dan Kabupaten Berau. Kawasan karst Berau ? Kutim (Sangkulirang Mangkalihat) merupakan bentang alam kompak dan tidak terpisahkan. Berada dalam dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, berdasarkan RTRWP Kalimanatan Timur tahun 2016 kawasan bentang alam karst Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur seluas 307.337 ha tersebar di hutan lindung dan lkawasan budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keragaman jenis tanaman rotan pada kawasan karst Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau. Areal penelitian ditentukan secara purposive dan sistematik sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, Jumlah jenis rotan yang tertinggi dari enam lokasi penelitian terdapat pada lokasi Biatan Ulu dengan jumlah 8 jenis dengan jumlah individu/ha 744 dan jenis yang sedikit ditemukan terdapat pada lokasi Tondoyan dengan Gergaji, dengan masing- masing  jumlah 4 jenis dengan jumlah individu/ha Tondoyan 87 individu dan Gergaji 193 individu.Kata Kunci : Karst, Keanekaragaman, Sangkulirang Mangkalihat, Rotan
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KAILAN ( BRASSICA OLERACEAE L ) Akas Pinaringan Sujalu, Silvester, Marisi Napitupulu,
AGRIFOR Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.08 KB) | DOI: 10.31293/af.v12i2.353

Abstract

The rised aims to investigate the influence of chicken  manure and urea fertilizer on growth and yield of kailan (Brassica oleraceae L ) varietas acephala DC.The experiment was conducted using randomized Block Design 9 RBD) with 4 x 4 factorial experiment consisted of 3 ( three) replications. The first in chicken  manure four levels : p0 : 0 g plot -1(control), p1: 500 g plot-1 equivalent to 500 g ha-1, p2 : 1000 g plot-1 equivalent of 1 ton ha-1 and p3 : 1500 g plot-1 equivalent to 1.5 tons ha-1. Urea Manure 4 second level : n0; 0 plot-1(control), n1: 2,5 g plot-1 equivalent to 25 kg ha-1, n2: 5 g plot-1 equivalent to 50 kg ha-1 and n3 : 7,5 g plot-1 equivalent to 75 kg ha-1.                The result showed : (1) that chiken manure application significantly affected plant growth and production, except for plant height age of 10 days, p3 treatment dose ( 1500 g plot-1) showed the lowest weight of plant per hectare of 8,02 tons ha-1, (2) The results showed that administration of urea significantly affected growth and yield, plant heigt except age 10 and 20 days and the average number of leat age 10 days, n3  treatmant with a dose (7,5 plot-1) showed the highest weight of plants per hectare , 15,48 tons ha-1, n0 treatment (0 g plot-1) showed the lowest weight of plants per hectare, 11,57 tons ha-1 and (3). Interaction of chicken manure and urea fertilizers provide a very real effect on all parameters, but did  not significantly affect plant height average age of 10 and 20 days and the average number of leat age 10 days. Interaction p3n3 showed the greatest weight of plant per hectare 22.70 tons ha-1, whereas p0n0  showed the smallest weight of plant per hectare of 6,45 tons ha-1.
TINJAUAN TEORITIS HUTAN KEMASYARAKATAN DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN Kholik Hidayah, Abdul
AGRIFOR Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v2i3.10

Abstract

Tinjauan Teoritis Hutan Kemasyarakatan dalam Perspektif Kebijakan
PERTUMBUHAN KAPPAPHYCUS ALVAREZII PADA TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PERANCIS, SANGATTA SELATAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Haryasakti, Anshar
AGRIFOR Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.576 KB) | DOI: 10.31293/af.v16i1.2583

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) pada tingkat kedalaman yang berbeda di Perairan Teluk Perancis Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pertambahan berat rumput laut (Kapphaphycus alvareziii) terbesar diperoleh pada kedalaman 100 cm yaitu sebesar 10.870 gr, kedalaman 150 cm yaitu sebesar 9.240 gr, dan terkecil diperoleh pada kedalaman 200 cm sebesar 7.724 gr.
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN (PONGO PYGMAEUS MORIO) BERDASARKAN SARANG PADA RESORT MAWAI-MUARA BENGKAL SPTN WILAYAH II TAMAN NASIONAL KUTAI. POPULATION ESTIMATES BASED ON NESTS ORANGUTANS (PONGO PYGMAEUS MORIO) IN KUTAI NATIONAL PARK IN RESORT MAWAI - MUAR Taufan Tirkaamiana, Alqaf, Legowo Kamarubayana, dan
AGRIFOR Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.656 KB) | DOI: 10.31293/af.v15i1.1774

Abstract

Estimasi Populasi Orangutan berdasarkan sarang (Pongo pygmaeus morio) di Taman Nasional Kutai di Resort Mawai-Muara Bengkal. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Kutai Resort Mawai-Muara Bengkal, Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan, mulai bulan Maret hingga Mei 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kepadatan individu populasi Orangutan. Arti penting dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai keberadaan populasi Orangutan di Taman Nasional Kutai yang terkait langsung dengan keberadaanya sebagai habitat mereka sehingga dimasa depan informasi ini akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan yang secara langsung relevan dengan Pelestarian Orangutan di Taman Nasional Kutai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transek dengan koleksi data langsung, yaitu dengan menghitung sarang Orangutan di lapangan. Data juga dikumpulkan dengan menggunakan metode tidak langsung, yaitu dengan mendapatkan informasi yang diberikan oleh petugas teknis kehutanan, dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kerapatan sarang Orangutan di areal penelitian sebanyak 313 sarang Orangutan/km2, dan kerapatan individu populasi Orangutan sebanyak 0,39 Orangutan/km2.Keberadaan Orangutan tergantung dengan kondisi kawasan dan ketersediaan pohon pakan.Upaya untuk melestarikan spesies hewan ini adalah dengan menjaga habitat mereka dimana mereka tinggal, Taman Nasional Kutai menjadi habitat Orangutan.
INCREASED PRODUCTION OF MUSTARD (BRASSICA JUNCEA L.) WITH APPLICATION CAPILLARY-IRRIGATION SYSTEM Amprin, Amprin; Suryanto, Joko
AGRIFOR Vol 18, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.729 KB) | DOI: 10.31293/af.v18i1.4105

Abstract

Increased Production of Mustard (Brassica juncea L.) with Application Capillary-Irrigation System. Application of capillary irrigation system on mustard is expected to increase the crop productivity. The aims of this study was to calculate the use of water of mustard with application capillary irrigation using  wick and flanneland to determine the best combination of irrigation capillary tools of capillarity system. The design of this study used two factors and three replications. The first factor was wick materials (S), consistings two level: the flannel wick (S1), and stove wick (S2). The second factor was the dosage sawdust (M), consists two level: 0 % of sawdust (M1), and 50 % of sawdust (M2).The research results showed that total water use of M1S1 is 169.7 ml and M1S2 is 107,91 ml, M2S1 is 198.4 ml, and M2S2 is 151.76 ml. The best combination of this research obtain on M2S1, the second cultivating media, the soil by using soil with silty clay loamtexture which mixed50 % of sawdust and the wick of flannel.
PARAMETER-PARAMETER CURAH HUJAN YANG MEMPENGARUHI PENAKSIRAN INDEKS EROSIVITAS HUJAN DI SRI AMAN, SARAWAK ., Karyati
AGRIFOR Vol 14, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.778 KB) | DOI: 10.31293/af.v14i1.1103

Abstract

The soil erosion in some areas can be serious and may continue for such a period that most fertile soil may be lost. Rainfall is the main factor that may result soil erosion.  The rainfall erosivity factor used in the Universal Soil Loss Equation (USLE) is ability of rainfall to cause soil erosion.  However, there is insufficiency of information available on the estimation of rainfall erosivity index and its rainfall parameters in Sarawak.  The aims of this study were to estimate rainfall erosivity index based on Bols Formula and to examine the rainfall parameters influencing its estimation in Sri Aman, Sarawak, East Malaysia.  The climate data such as monthly rainfall, monthly raindays, and maximum rainfall for the last 27 years (1983-2009) were collected from Meteorology Department Malaysia (Sarawak Branch).  The annual rainfall erosivity index during the analysed period was the highest in 1995 (4194.10) and the lowest in 2006 (1832.37).  The highest and lowest values of annual rainfall had also recorded in these years (425.81 cm in 1995 and 236.43 cm in 2006).  The average annual rainfall, raindays, maximum rainfall, and rainfall erosivity index were 336.50 cm, 227 days, 11.23 cm, and 2929.18, respectively.  The average rainfall erosivity index on monthly basis showed that the maximum value was 348.31 in January and the minimum value was 169.00 in June.  The estimation of annual rainfall erosivity index was very influenced by rainfall parameters, namely, annual rainfall, annual raindays, and maximum rainfall.  The information on rainfall erosivity index is useful as a basis for planning and designing appropriate soil and water conservation practices in Sarawak.
PENGELOLAAN KONFLIK DAN PEMETAAN BLOK PEMANFAATAN BERSAMA MASYARAKAT DI KHDTK LOA HAUR, KALIMANTAN TIMUR Rifadi, ELfa; Sumaryono, Muhammad; Rujehan, Rujehan
AGRIFOR Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.602 KB) | DOI: 10.31293/af.v18i2.4359

Abstract

Sebagai bagian kawasan yang terletak di KPA Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, KHDTK Hutan Pendidikan dan Pelatihan (HPP) Loa Haur memiliki potensi dan ancaman yang sama dalam hal penebangan liar, penambangan liar, kebakaran dan perambahan. Perambahan diantaranya telah menimbulkan konflik kepentingan dalam pemanfaatan ruang di KHDTK Loa haur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi pengelolaan konflik dan menyediakan strategi pengelolaan bersama masyarakat dalam KHDTK Loa HPP Loa Haur. Penelitian dilakukan dalam 5 (lima) tahapan, yaitu pengumpulan peta dasar dan citra SPOT 6 interpretasi citra, pendataan perambahan, identifikasi kebijakan pengelolaan, pengelolaan konflik dan kelembagaan KTH. Pengelolaan konflik diantara dilakukan melalui grup diskusi yang terarah yang dilengkapi dengan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang tersedia.  Dihipotesakan bahwa konflik dapat diubah menjadi satu kesepakatan yang dapat dipetakan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam bentuk peta blok pemanfaatan ruang bersama masyarakat.  Penelitian ini memberi hasil bahwa jumlah lahan yang dimanfaatkan sebanyak 20 lokasi lahan, dengan luas 43,58 ha dan rata-rata 2,18 ha. Jumlah lahan yang teridentifkasi pernah dimanfaatkan dan lalu ditelantarkan dan tanpa identitas adalah lebih banyak. Diindikasikan lahan-lahan tersebut disimpan (land bank) untuk motif ekonomi dari isu kandungan batubara di KHDTK HPP Loa Haur. Komoditi tanaman yang diusahakan adalah dari jenis karet dan buah-buahan (durian, lai dan rambutan). Jenis  potensial untuk dapat dikembangkan dalam pemanfaatan ruang bersama masyarakat adalah Gaharu, Kopi dan Kakao. Jenis kelembagaan yang diperlukan untuk mendukung program Kemitraan Kehutanan adalah Kelompok Tani Hutan. Disamping itu, Forum Komunikasi KTH perlu diinisiasikan untuk membuka ruang komunikasi antara petani dengan pengelola sehingga menstimulasi kemajuan program ke depan.

Page 1 of 26 | Total Record : 259