cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Palma
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 238 Documents
Produk Ekstrusi Berbahan Tepung Jagung, Tepung Beras dan Konsentrat Protein Krim Kelapa KAROUW, STEIVIE
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Buletin Tanaman Palma
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui sifat kimia, fisik dan tingkat kesukaan terhadap produk ekstrusi dari campuran tepung jagung, tepung beras dan konsentrat protein krim kelapa (KPKK). Perbandingan tepung jagung dan tepung beras yaitu 100:0; 90:10 dan 75:25. Konsentrat protein krim kelapa yang ditambahkan berturut-turut 2,5%, 5,0% dan 7,5%. Hasil formulasi selanjutnya diproses menggunakan single screw extruder. Analisis dilakukan untuk mengetahui sifat kimia, fisik dan kesukaan terhadap produk ekstrusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan KPKK terbukti meningkatkan kadar protein, lemak dan derajat pengembangan, sedangkan kadar karbohidrat dan indeks penyerapan air turun dengan bertambahnya KPKK.  Berdasarkan uji tingkat kesukaan, produk ekstrusi yang paling disukai panelis adalah formula  E, hasil olahan dari campuran 75% tepung jagung, 25% tepung beras dan 5,0% KPKK. Formula E mengandung  kadar  air 5,83%, lemak 2,09%, protein 17,86%, abu 2,45% dan karbohidrat 71,49%, derajat pengembangan 1,86%, kekerasan 40,14 N dan indeks absorbsi air  5,43 g air/g bahan.
Karakteristik Morfologi dan Potensi Produksi Aren Genjah Kutim Tenda, Elsje; Maskromo, Ismail
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Buletin Tanaman Palma
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aren adalah salah satu jenis palma yang penyebarannya sangat luas di Indonesia, antara lain  Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  karakter morfologi dan mengevaluasi potensi produksi   tanaman aren Genjah di Kutai Timur. Metode pengamatan yang digunakan  adalah metode observasi dengan lokasi contoh dipilih secara sengaja. Pengamatan dilakukan terhadap populasi aren tipe Genjah di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sehingga varietas aren ini disebut sebagai Aren Genjah Kutim. Karakter morfologi yang diamati meliputi karakter vegetatif, generatif dan komponen buah. Selain itu, diamati produksi nira selama 3 tahun berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua karakter vegetatif aren Genjah Kutim memiliki keragaman yang rendah, sedangkan karakter generatif memiliki keragaman yang tinggi pada karakter jumlah mayang betina, lilit tangkai mayang betina dan panjang rangkaian mayang jantan. Sifat Genjah dan pohon yang pendek serta umur mulai berproduksi sekitar 5-6 tahun pada aren Genjah Kutim,  menjadi nilai tambah tanaman aren ini. Potensi produksi benih pohon induk aren Genjah Kutim sebanyak 4032 butir/pohon,   dapat digunakan untuk pengembangan  aren seluas 12 – 13 ha. Produktivitas  aren Genjah Kutim cukup tinggi  dengan hasil nira berkisar 12,4 l – 15,57  l/mayang/hari  atau rata-rata 14,2 l/mayang/hari, dengan kadar gula 12,38%  dan lamanya  penyadapan > 2,5 bulan/mayang. Pohon induk  aren Genjah Kutim telah diseleksi sebanyak 26 pohon sebagai sumber benih.
The Effect of Gamma Irradiation on Viability and Chromosome of Pollen sugarpalm Pandin, Donata S
Buletin Palma Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata, Merr) including open-pollinated plants which has a chromosome number 2 n = 26 spread to almost all parts of Indonesia. Just like coconut, palm sugar is also a versatile crop such that the entire plant can be used either for food or non-food purposes. This research was conducted at the Breeding Laboratory of Indonesia Coconut and Other Palms Research Institute in Manado, the National Nuclear Energy Agency of Indonesia (BATAN) Jakarta, and the Laboratory of Plant Biology Research Center of Biological Resources and Biotechnology (PPSHB), Bogor Agricultural University. The study aims to determine the effect of gamma irradiation on chromosome of sugar palm pollen. The results showed that irradiation treatment at different doses cause changes in the chromosome number of sugar palm pollen, and degradation of sugar palm pollen viability.  Without irradiation, pollen viability was 36.70% and decreased to 5:08% at a dose of 150 Gy. The higher the irradiation dose the more unviable pollens observed. The lethal dose of Gamma irradiation for sugar pal pollen was  > 200 Gy but at doses of 50-150 Gy, sugar palm pollen can still germinate. Observations on the chromosomes, indicated that the number of chromosomes decreased with increasing irradiation dose, compared with the chromosomes in the pollens that were not irradiated (n = 13).
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit [Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm] Alouw, Jelfina C.; Hosang, Meldy L.A.
Buletin Palma Vol 17, No 2 (2016): Desember, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n2.2016.97-104

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, West Papua Province, have inflicted serious leaflets damage that only the midrib of the frond remains as reported by The Provincial Estate Crop Agency. The objectives of the research were to determine insect pest causing the leaf damage and its damage level on the oil palm plantations of West Papua Province.  The research was conducted in June 2016 at the oil palm estate of PT Yongjing Investindo and PT. Medco Papua Hijau Selaras, West Papua.  Field observation and identification in the laboratory showed that the causative agent is Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae).  S. nubila known as the main pest attacking coconut palm (Cocos nucifera) in several locations in Eastern Indonesia, has invaded oil palms and causing severe damage, 20 to 100% of leaflet damage. Natural enemies found in the Sexava-attacking areas including crow, ant (Oecophylla smaragdina), praying mantids (Orthopthera: Mantidae), and egg parasitoid (Leefmansia bicolor).This is the first report on the invasion of S. nubila to oil palm plantation. Serious attention is urgently needed to prevent further economic yield losses due to the pest on oil palm plantations in West Papua Province. ABSTRAKKelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Papua Barat berdasarkan luas areal dan produksinya. Ribuan hektar tanaman kelapa sawit yang berumur sekitar 25 tahun dilaporkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Papua Barat mengalami kerusakan berat, yaitu daunnya tinggal lidi-lidi.  Diduga kerusakan tersebut akibat serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama dan tingkat kerusakannya pada pertanaman kelapa sawit di Provinsi Papua Barat.  Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2016 di perkebunan kelapa sawit milik PT. Yongjing Investindo dan PT. Medco Papua Hijau Selaras. Kegiatan survei dilakukan untuk mendapatkan sampel serangga hama dan mengestimasi tingkat kerusakannya, serta mengoleksi jenis musuh alami yang berasosiasi dengan target hama, dilanjutkan dengan kegiatan laboratorium untuk mengkonfirmasi hasil identifikasi hama dan jenis musuh alaminya. Hasil survei menunjukkan bahwa  penyebab kerusakan pada kelapa sawit di PT Yongjing Investindo dan PT. Medco Papua Hijau Selaras, Papua Barat adalah belalang Sexava nubila Stal. (Orthoptera: Tettigoniidae).  S. nubila merupakan hama kelapa (Cocos nucifera) yang sudah lama ada di beberapa daerah di Papua Barat.  S. nubila merusak  daun kelapa sawit dengan tingkat kerusakan mencapai  20-100% sehingga kerusakannya dikategorikan sangat merusak. Musuh-musuh alami S. nubila yang banyak ditemukan di lapangan adalah burung gagak, semut rangrang (Oecophylla smaragdina), belalang sembah (Orthopthera: Mantidae), dan parasitoid telur (Leefmansia bicolor).  Hasil penelitian ini merupakan  laporan pertama tentang serangan hama S. nubila pada tanaman kelapa sawit.  Perlu upaya  serius dan tindakan pengendalian yang segera  untuk menghindari kerugian ekonomi yang besar pada pertanaman sawit di Papua Barat. 
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KOMPOSIT PATI SAGU MOLAT-PEKTIN [CHARACTERISTICS OF EDIBLE FILM FROM COMPOSITE OF MOLAT SAGO STARCH-PECTIN] Polnaya, Febby J; Alfons, Natalia D. J.; Souripet, Agustina
Buletin Palma Vol 20, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n2.2019.111-118

Abstract

The utilization of starch-base ingredients, such as sago starch for the manufacture of edible films, is still growing. The nature of the film produced from starch material is still not optimal, hence research is needed to improve its utilization. Starch composites with other ingredients, such as pectin, are expected to grow their properties. The study aimed to characterize the properties of edible film produced from molat sago starch-pectin composites, including thickness, tensile strength, elongation, solubility, transparency, and water vapor transmission rate. The study was conducted from July to August 2017 at Food Chemistry and Biochemistry Laboratory, Pattimura University, Ambon, and Food Engineering Laboratory, Gadjah Mada University, Yogyakarta. The design used was a non-factorial completely randomized design of the treatment of composite sago-pectin starch, with five levels of treatment (3: 0; 2.75:0.25; 2.5:0.5; 2.25:0.75 and 2:1 (g/g)). Based on the results of the analysis of diversity, the treatment of composite sago-pectin starch affects the changes in the mechanical, physical, and barrier characteristics of the edible film. Increasing the concentration of pectin (0-1%) in the film solution decreases the elongation of the film, but increases the properties of thickness, tensile strength, solubility, transparency, and the rate of water vapor transmission. The treatment of sago-pectin starch composites 2:1 can improve the physical and mechanical properties of edible films, although it has a high value of solubility and water vapor transmission rate.ABSTRAKPemanfaatan bahan dasar pati-patian, seperti pati sagu untuk pembuatan edible film masih terus berkembang. Sifat film yang dihasilkan dari bahan pati-patian masih belum optimal. Diperlukan penelitian untuk dapat meningkatkan pemanfaatannya. Komposit pati dengan bahan lainnya, seperti pektin diharapkan dapat meningkatkan sifat-sifatnya. Tujuan penelitian adalah mengkarakteristik sifat-sifat edible film yang dihasilkan dari komposit pati sagu molat-pektin, meliputi ketebalan, kuat tarik, elongasi, daya larut, transparansi dan laju transmisi uap air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017 di Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan, Universitas Pattimura, Ambon, dan Laboratorium Rekayasa Pangan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan adalah komposit pati sagu molat-pektin, dengan lima taraf perlakuan (3:0; 2,75:0,25; 2,5:0,5; 2,25:0,75 dan 2:1 (g/g)). Berdasarkan hasil analisis keragaman, perlakuan komposit pati sagu molat-pektin berpengaruh terhadap perubahan sifat-sifat mekanik, fisik dan barrier edible film. Meningkatnya konsentrasi pektin (0-1%) pada larutan film menurunkan elongasi film, tetapi meningkatkan sifat-sifat ketebalan, kuat tarik, daya larut, transparansi, dan laju transmisi uap airnya. Perlakuan komposit pati sagu molat-pektin 2:1 dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik edible film walaupun daya larut dan nilai laju transmisi uap airnya tinggi.
OPTIMASI PRODUKSI VIRGIN COCONUT OIL DENGAN METODE DIRECT MICRO EXPELLING [PRODUCTION OPTIMIZATION OF VIRGIN COCONUT OIL BY DIRECT MICRO EXPELLING METHOD] Pradhana, Adhitya Yudha; Maskromo, Ismail; Utomo, Nugroho; Manaroinsong, Engelbert; Karouw, Steivie; Barlina, Rindengan
Buletin Palma Vol 20, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n2.2019.91-99

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) production with dry extraction oils such as copra is time consuming and resulting in quality. The purpose of this study was to optimize the production of VCO using the Direct Micro Expelling-Flat Bed Dried (DME-FBD) method. This research was carried out at the Indonesian Palm Crops Research Institute (IPCRI) on January - March 2019 in the coconut processing unit of the postharvest laboratory using two coconut varieties, namely Mapanget Tall (MTT) and Salak Green Dwarf (SGD), each with 10, 11, and 12 months harvest period. The experimental design used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 repetition. The results showed that the yield of VCO oil from coconut 11 months old of MTT was 18.39% (16 nuts/L VCO) with optimum DME-FBD temperature of approximately 40-88°C on plate and 36?72°C on grated coconut meat. VCO obtained from MTT coconut has a quality of 0.07% water content, free fatty acid 0,0017%, fresh aroma coconut, non-rancid with a value of 4.50, a distinctive of coconut oil taste of 4.10, and clear color of 4.30 accordingly with SNI 7381: 2008 and export quality requirements of APCC. Almost the same quality was obtained from SGD coconut with 11 months of harvest with a water content of 0.06%, free fatty acids 0.0018%, a fresh aroma of coconut with a value of 4.30, a distinctive of coconut oil taste of 4.00, and clear color 4.10.ABSTRAKProduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan ekstraksi kering seperti kopra membutuhkan waktu lama dan metode yang digunakan kurang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan optimasi produksi VCO dengan menggunakan metode Direct Micro Expelling-Flat Bed Dried (DME-FBD). Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2019 di unit pengolahan kelapa laboratorium pascapanen, Balai Penelitian Tanaman Palma menggunakan dua varietas kelapa, yaitu kelapa Dalam Mapanget (DMT) dan kelapa Genjah Salak (GSK), masing-masing dengan umur panen 10, 11, dan 12 bulan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan rendemen minyak VCO tertinggi dari kelapa DMT umur 11 bulan, sebesar 18,39% (16 butir/L VCO) dengan suhu optimum sekitar 40-88°C di pelat dan 35-72°C pada kelapa parut, sedangkan rendemen VCO kelapa GSK umur 11 bulan sebesar 16,38%, tetapi dengan jumlah buah 26 butir untuk mendapatkan 1 liter VCO, dengan suhu optimum sekitar 42-94°C di pelat dan 36-72°C pada kelapa parut. VCO yang diperoleh dari kelapa DMT mempunyai kualitas kadar air 0,07%, asam lemak bebas 0,0017%, aroma khas kelapa segar, tidak tengik dengan nilai 4,50, rasa normal, khas minyak kelapa 4,10, dan warna jernih 4,30 yang sesuai dengan SNI 7381:2008 dan syarat mutu ekspor APCC. Kualitas yang hampir sama diperoleh dari kelapa GSK dengan umur panen 11 bulan dihasilkan kadar air 0,06%, asam lemak bebas 0,0018%, aroma segar khas kelapa, tidak tengik dengan nilai 4,30, rasa khas minyak kelapa 4,00, dan warna jernih 4,10. 
SUBSTITUSI LEMAK SUSU DENGAN VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP MUTU ES KRIM [THE SUBSTITUTION OF MILK FAT WITH VIRGIN COCONUT OIL TO ICE CREAM QUALITY] Trivana, Linda; Wungkana, Jerry
Buletin Palma Vol 20, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n2.2019.101-109

Abstract

In order to increase the diversity of coconut oil utilization, a study on the substitution of milk fat in premium ice cream grade with virgin coconut oil (VCO) has been done. The aim of this experiment is to obtain information about the effects of the substitution on pH, overrun, and sensory properties of premium ice cream. This research was conducted in the laboratory of Indonesian Center for Agricultural Post Harvest Research and Development on the period of April-June 2015. Premium ice cream with five different ratios of of milk fat and VCO (1:0), (1:1), (2:1), (1:2), (0:1) were made. The ice cream production involves mixing, pasteurization, homogenation, aging and freezing. The sensory result shows the non-dependent effect of ratio of 1:1 against 100% milk fat ice cream on all aspects of sensory except on roughness. Therefore, the best ratio for the substitution is at 1:1 ratio. The size of the ice crystals can be reduced by the addition of emulsifier. The pH of theice cream was found around 6.82-6.90. The Overrun value F0 (milk fat: VCO 1:0) and F2 (milk fat: VCO 1:1) accordance SNI (01-3713-1995) standards for household scale (30-50%), and overrun value F1 (milk fat:VCO 2:1) accordance for industy scale (70-80%).ABSTRAKUntuk meningkatkan diversitas dalam pemanfaatan minyak kelapa, telah dilakukan penelitian substitusi lemak susu dalam produk es krim premium dengan minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi lemak susu dengan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap karakteristik sensori, pH, dan overrun es krim. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil, Balai Besar Pascapanen pada bulan April-Juni 2015. Es krim dengan kandungan lemak minimal 12% dibuat dengan komposisi lemak susu: VCO (1:0), (1:1), (2:1), (1:2), (0:1). Proses pembuatan es krim meliputi 5 tahap, yaitu pencampuran bahan, pasteurisasi, homogenisasi, pematangan (aging), dan pembekuan. Hasil analisis sensori (tekstur, penampakan, dan kecepatan leleh), overrun, dan pH es krim diperoleh rasio lemak susu: VCO 1:1 memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap es krim dengan 100% lemak susu untuk semua parameter yang diamati, kecuali pada organoleptik tekstur ?kasar oleh kristal es?. Oleh karena itu, lemak susu dapat digantikan dengan lemak nabati (VCO) dengan perbandingan 1:1 pada pembuatan es krim. Kristal es pada es krim dapat diatasi dengan penggunaan penstabil yang sesuai. Hasil analisis pH es krim diperoleh pH 6,82-6,90. Nilai overrun pada perlakuan F0 (lemak susu: VC0 1:0) dan F2 (lemak susu:VCO 1:1) sesuai dengan syarat mutu es krim berdasarkan SNI 01-3713-1995 untuk skala rumah tangga 30-50% dan F1 (lemak susu: VCO 2:1) sesuai skala industri 70-80%. 
PRODUKTIVITAS VARIETAS KELAPA DALAM KELAMBI UJUNG KUBU SPESIFIK LAHAN RAWA PASANG SURUT [PRODUCTIVITY OF KELAMBI UJUNG KUBU TALL COCONUT VARIETY AS MATERIA FOR DEVELOPMENT OF COCONUT ON TIDAL LAND] Mahayu, Weda Makarti; Santosa, Budi; Tenda, Elsje Tineke; Pandin, Donata S; Maskromo, Ismail
Buletin Palma Vol 20, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n2.2019.69-81

Abstract

Tidal land is an alternative land that can be cultivated and functioned as productive agricultural land to respond the main challenge of agricultural sector to increased production which is limited land. Nowadays, the contribution of adaptive high yielding varieties of coconut palm in tidal land is inferior and unable to meet national needs. Therefore, it is necessary to evaluate the accessions of coconut palm that grow adaptively, high yield and stable in tidal land to answer the existing problems. This research was conducted in 2015-2018 in Ujung Kubu Village, Tanjung Tiram District, Batubara Regency, North Sumatra Province using observation method, characterization and yield stability test. Kelambi Ujung Kubu coconut has 648.3 g (38.06%) coir weight, 344.3 g (20.22%) coconut water, 249.4 g (14.64%) shell and 467.2 g (27.08%) fruit flesh. Result showed that the copra production is Kelambi Ujung Kubu 3.05 tons of copra/ha/year with good stability. The potential of Kelambi Ujung Kubu coconut production is 68.250 seed/year, this amount can meet the requirement of seeds for coconut development or rejuvenation of 341 ha/year. Kelambi Ujung Kubu Tall coconut has superior characters, namely high production, high oil content, high protein, high lauric acid and adaptive on tidal land. Kelambi Ujung Kubu variety can be utilized as a good genetic material for the development or rejuvenation of Tall coconut plants in tidal swampy area.ABSTRAKLahan rawa merupakan salah satu lahan alternatif yang dapat diolah dan difungsikan sebagai lahan pertanian produktif dalam menjawab tantangan utama yang dihadapi sektor pertanian terkait peningkatan produksi seperti masalah ketersediaan lahan pertanian. Hingga saat ini, ketersediaan varietas unggul kelapa yang adaptif dan berproduksi tinggi di lahan pasang surut masih sangat terbatas dan belum bisa memenuhi kebutuhan Nasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi aksesi kelapa yang tumbuh adaptif, berproduksi tinggi dan stabil di lahan sub optimal tersebut untuk menjawab permasalahan yang ada. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2015-2018 di  Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan metode observasi, karakterisasi dan uji stabilitas hasil. Kelapa Kelambi Ujung Kubu dalam satu butir memiliki berat sabut 648,3  g (38,06%), air kelapa 344,3 g (20,22%), tempurung 249,4  g (14,64%) dan daging buah 467,2 g (27,08%). Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa potensi produksi kelapa Dalam Kelambi Ujung Kubu sebesar 3,05 ton kopra/ha/tahun dengan stabilitas produksi yang baik. Potensi produksi benih kelapa Dalam Kelambi Ujung Kubu adalah 68.250 butir/tahun, jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan benih untuk pengembangan atau peremajaan kelapa seluas 341 ha/tahun. Keunggulan kelapa Dalam Kelambi Ujung Kubu yaitu memiliki produksi tinggi, kadar minyak tinggi, protein tinggi, asam laurat tinggi dan adaptif pada lahan pasang surut. Kelapa Dalam Varietas Kelambi Ujung Kubu dapat digunakan sebagai materi ganetik dalam pengembangan tanaman kelapa Dalam di lahan rawa pasang surut.
Feromon dan Pemanfaatannya Dalam Pengendalian Hama Kumbang Kelapa Oryctes rhinoceros (Coleoptera: Scarabaeidae) Alouw, Jelfina C
Buletin Palma No 32 (2007): Juni, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n32.2007.12-21

Abstract

Feromon berperan dalam monitoring populasi hama sebagai bagian penting dalam pengendalian hama secara terpadu serta dapat digunakan dalam pengendalian hama yang berwawasan lingkungan. Penggunaan feromon dalam pengendalian hama Oryctes rhinoceros sudah dilakukan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa feromon agregasi sintetik dapat menangkap kumbang O. rhinoceros betina lebih banyak dibanding kumbang jantan. Ratarata jumlah kumbang yang terperangkap pada lokasi dengan tingkat serangan ringan adalah 5,6 ekor/ha/bulan sedangkan pada lokasi dengan tingkat serangan berat mencapai 27 ekor/ha/bulan.
Pemanfaatan Blondo sebagai Starter dalam Pembuatan Yogurt MANDEI, JUDITH HENNY
Buletin Palma Vol 16, No 1 (2015): Juni, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n1.2015.66-76

Abstract

ABSTRAK Blondo yang diperoleh sebagai hasil samping dari VCO mengandung bakteri Lactobacillus sp. sehingga dapat digunakan sebagai kultur starter dalam pembuatan yogurt. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan blondo dan starter lainnya sebagai starter dalam pembuatan yogurt.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai November 2013 di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado dan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Perikanan dan  Ilmu Kelautan Unsrat Manado. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: fermentasi VCO, pemisahan blondo,  isolasi, identifikasi bakteri asam laktat (BAL), pembuatan kultur starter, pembuatan yogurt dan pengujian mutu yogurt.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, perlakuan adalah jenis starter yaitu; starter langsung dari blondo,  isolat (homofermentatif dan heterofermentatif) hasil isolasi blondo, kultur murni (campuran  L. bulgaricus dan S.  thermophilus), dan kultur campuran kering yang mengandung L. bulgaricus, L. acidophilus dan S. thermophilus, dengan  ulangan tiga kali. Parameter yang diuji adalah mutu yogurt (total BAL, abu, protein, lemak, total asam laktat, padatan  susu non lemak, penampakan, bau, rasa,  konsistensi), dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh dari blondo dengan waktu fermentasi 1 hari tidak teridentifikasi adanya BAL homofermentatif maupun  heterofermentatif, dan  isolat yang diperoleh dari blondo dengan waktu fermentasi 2 hari teridentifikasi adanya BAL homofermentatif, diduga adalah bakteri L. delbruecki  subsp. bulgaricus dan L. casei, sedangkan  isolat yang diperoleh dari blondo dengan waktu fermentasi 3 hari teridentifikasi adanya BAL heterofermentatif, diduga L. fermenti. Starter aktif  yang dibuat langsung dari blondo dengan konsentrasi 15, 20, dan 25% bisa dimanfaatkan sebagai starter yogurt, menghasilkan yogurt yang memenuhi syarat mutu SNI 2981:2009, dan secara organoleptik disukai panelis.Kata kunci: Kelapa, blondo, starter, yogurt. Utilization of Blondo as a Starter in Processing of Yoghurt ABSTRACT Blondo is a by product from VCO process contains which Lactobacillus sp. bacteria that can be used as starter culture in the processing of yoghurt. The research aimed to utilize blondo and other starter as a starter of yoghurt processing. The research was conducted from February to November 2013 in the Laboratory of Research and Standardization Industry Manado and Laboratory of Microbiology Faculty of Fisheries and Marine Sciences at Sam Ratulangi University  Manado.  The study was conducted in several stages, which are: fermentation of VCO, blondo separation, isolation, identification of lactic acid bacteria (LAB), the starter sultures processing, producing and quality test of yoghurt. Research used completely randomized design, treatments based on starter types are; starter directly from blondo, isolates (homo-fermentative and heterofermentative) from blondo, pure culture (a mixture of L. bulgaricus and S. thermophilus), and dry mixed culture containing L. bulgaricus, L. acidophilus and S. thermophilus, three times repetition. The tested parameters were the quality of yoghurt (total LAB, ash, protein, fat, total lactic acid, non-fat milk solids, appearance, odor, flavor, consistency), and organoleptic. The results on isolates obtained from blondo showed that one day fermentation time did not show any homofermentative and heterofermentative lactid acid bacterias. Two days fermentation time showed homofermentative lactid acid bacterias assumed L. delbruecki subsp. bulgaricus and L. casei, while 3 days of fermentation  provided heterofermentative Lactic acid bacterias assumed L. fermenti. Actived starter made directly from blondo with  concentration 15, 20, and 25% can be used as a of yoghurt starter, producing yoghurt which complied the quality requirements of SNI 2981: 2009, and preferred by panelists.Keywords: Coconut, blondo, starter, yoghurt.

Page 1 of 24 | Total Record : 238