cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Komunikasi dan Media
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PREFERENSI MEDIA MASYARAKAT JABODETABEK DAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Harahap, Halomoan
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 21, No 1 (2017): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2017.210104

Abstract

Media utama yang digunakan masyarakat dalam mencari informasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi mereka memilih media tersebut
POLA PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI Imran, Hasyim Ali
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.518 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2013.170101

Abstract

Dengan dilatarbelakangi pemunculaan jenis media baru di lingkungan masyarakat, sehubungan dengan perkembangan TIK, penelitian ini mempelajari fenomena pola aktivitas penggunaannya di kalangan masyarakat. Studinya dilakukan dengan metode survei terhadap 400 responden di empat kota propinsi, yaitu Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Jakarta. Dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa pola aktivitas penggunaan media oleh mayarakat itu, secara empirik memang sudah mengalami perubahan. Namun demikian, perubahan yang muncul sehubungan karena adanya penambahan dua jenis media baru yaitu (internet dan HP) tampak sifatnya baru sebatas pelengkap media konvensional saja. Sementara media konvensional sendiri tampak tetap masih menjadi media yang dominan dalam pola aktivitas penggunaan media masyarakat.
Literasi Internet dan Partisipasi Politik Masyarakat Pemilih dalam Aktifitas Pemanfaatan Media Baru Mudjiyanto, Bambang
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 1 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.903 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2012.160101

Abstract

Masalah pokok penelitian ini yaitu menyangkut pemanfaatan media baru untuk kepentingan melakukan partisipasi politik oleh masyarakat pemilih dan menyangkut keterkaitan partisipasi politik dengan faktor literasi internet masyarakat pemilih. Melalui survey pada 100 responden yang diambil dengan menggunakan tehnik sampling acak sederhana dari populasi pemilih yang terdaftar di KPUD Bengkulu berdasarkan Dapil (sub Dapil) yang terambil secara multi stage simple random sampling, hasil penelitian menunjukkan bahwa menyangkut tipologi partisipasi politik, secara over all responden umumnya merupakan para pengguna internet yang masih apatis. Cukup banyak juga di antaranya yang partisipasi politiknya itu sudah bertipologi spektator. Sementara partisipasi politik bertipologi Gladiator hampir tidak ada dan bahkan tidak satupun yang sudah bertipologi politik pengkritik. Berkaitan dengan variable literasi internet, temuan menunjukkan secara over all, sebagian besar responden masih memiliki literasi internet rendah. Sementara mereka yang sudah memiliki literasi internet sedang, jumlahnya sudah cukup banyak juga. Namun, mereka yang sudah memiliki literasi internet tinggi, jumlahnya hampir tidak ada. Kemudian, berhubungan dengan keterkaitan partisipasi politik dengan faktor literasi internet, berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan di antara kedua variabel memiliki hubungan signifikan pada df 4 α  0,05. Akan tetapi pada ukuran keeratan melalui rumus kontingensi Pearson, hubungan tersebut sifatnya sangat lemah
EVOLUSI TEORI KETERGANTUNGAN SISTEM MEDIA MENJADI TEORI INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI Mahmudah, Dede
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 2 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.8 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2011.150207

Abstract

This article deals with a matter of evolution theory in the study of science communications. Object of theory discussed is Media System Dependency Theory which introduced by Ball-Rokeach. This article is focused to overview: 1). History of Media System Dependency Theory emergence. 2) Development phase of this theory; 3). Challenge for this MSD theory: Critique and Change of Time, and 4). From MSD toward  Communication Infrastructure Theory (CIT).Artikel ini mencoba membahas persoalan evolusi teori dalam studi ilmu komunikasi. Teori yang dijadikan objek bahasan adalah teori ketergantungan sistem media (MSD) dari Ball-Rokeach. Fokus persoalan yang dibahas dalam tulisan ini mencakup : 1) Riwayat Kemunculan Teori MSD; 2) Fase Perkembangan Teori MSD 3) Tantangan terhadap teori MSD: Kritik dan Perubahan Waktu dan 4) Dari MSD Menuju Communication Infrastructure Theory (CIT).
REPRESENTASI ASPIRASI PUBLIK DALAM MEDIA CETAK Analisis Konten Terhadap Aspirasi Pembaca Terkait Isu Dana Aspirasi dalam Rubrik Suara Anda Harian Media Indonesia Edisi Juni 2010 Nugroho, Aryo Cahyo
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 1 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.316 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2011.150103

Abstract

This paper will examine publics aspirations in Suara Anda Rubrication, Media Indonesia newspaper in June 2010, related to ‘the aspiration fund issues’. This research using ‘positivistic paradigm’, with ‘quantitative research approach’ through ‘content analysis method’. Problem in this research is how the readers aspirations representation related to ‘the aspiration fund issues’ in Suara Anda Rubrication, Media Indonesia, Edition June 2010? The purpose of this study is to find out how the media through the columns represent the aspirations of the readers related to the issues of aspirations fund proposed by Parliament party. Based on the findings and analysis showed that in a number of letters which were facilitated by the Media Indonesia, can be found that writers in ‘the reader letter’ also appears highlighting some issues that are linked to the main issue itself, the issues of ‘aspirations funding’. In this appointment, apparently carried out by following their own reasoning, as they wishes. The main issues that attached, there are Anti-Golkar Issues, anti-corruption issues, and Some issues that label or granting specific labeling of the DPR and Golkar. Related to the conclusions, that can be drawn from the exposure of the contents of ‘the letter reader’ author. From nine conclusion, the biggest part is the author concludes that they are upset with Golkar  related to aspiration fund issues. Among the authors there also can be conclude that they were angry and disappointment with the members of Parliament.   Tulisan ini akan mengkaji aspirasi publik dalam Rubrik Suara Anda Suratkabar Media Indonesia Edisi Juni 2010 Terkait Isu Dana Aspirasi dimaksud. Terkait dengan hal ini, penelitian menggunakan paradigma positivistik dengan pendekatan penelitian kuantitatif melalui metode content analysis. Masalah dalam penelitian ini yakni: “Bagaimana Representasi Aspirasi Pembaca Terkait Isu Dana Aspirasi dalam Rubrik Suara Anda Harian Media Indonesia Edisi Juni 2010? Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana media melalui rubriknya merepresentasikan aspirasi pembaca terkait persoalan dana aspirasi yang diusulkan pihak DPR. Berdasarkan temuan dan analisis penelitian menunjukkan bahwa dalam sejumlah surat pembaca yang difasilitasi oleh Harian Media Indonesia ini, dapat ditemukan bahwa para penulis surat pembaca itu, melalui suratnya juga tampak ada upaya untuk mengangkat sejumlah isu yang sifatnya dikait-kaitkan dengan isu utama itu sendiri, yakni isu dana aspirasi. Dalam pengangkatannya, tampaknya dilakukan dengan mengikuti nalar mereka masing-masing, sesuai keinginannya. Isu utama yang sifatnya dilekatkan pada isu dana aspirasi tadi, di antaranya adalah seperti pengangkatan Isu Anti Golkar, Isu anti korupsi, dan bahkan sampai pada isu yang sifatnya melebel atau pemberian cap-cap tertentu terhadap DPR dan Golkar. Terkait dengan gambaran kesimpulan yang dapat ditarik dari paparan isi surat pembaca yang dibuat para penulis surat pembaca, diketahui terdapat sebanyak sembilan yang dimunculan para penulis itu. Dari sembilan kesimpulan ini, maka bagian terbesar penulis itu menyimpulkan bahwa mereka kecewa terhadap Golkar terkait persoalan dana aspirasi ini. Di antara penulis ada juga yang dapat diimpulkan bahwa mereka itu marah terhadap DPR dan terhadap anggota DPR. Selain itu, ada juga penulis yang kecewa terhadap anggota DPR.
RISET PENGGUNAAN MEDIA DAN PERKEMBANGANNYA KINI Karman, Karman
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.093 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2013.170106

Abstract

ABSTRACTTheory of Uses-and-gratifications (U & G) is one of theories used by most of media usage studies. This theory gives an attention on what people do with media. Formely, that theory was develoved by Kazt and Gurevic. Recently, it has develoved siginificantly, specially on its gratifivations concept. This significant development was influenced by the develpment of new media (internet). This article studied about state of the art of the theory within last 13 years. The result showed that the theory was fuctioned as single or core theory in most studies. Sometimes, several studies used other theory for example Media Dependency Theory. Although those two theories were different to each other in their elements (assumption and concept), but they have a similarity in the term of the study object (audience), and in theoretical tradition (social-psychological). Its gratification concept has a propensity to be miscellaneous. Moreover, media that met with an audience’s need have been developing from traditional into new media (internet), even into certain application. Past research approach was generally quantitative by surveying, and sometime qualitative approach to enrich data. Additionally, most surveys were conducted by internet (online surveys). Keywords: Uses; Gratifications; MediaABSTRAKUses-and-gratifications (U & G) merupakan salah satu teori yang banyak digunakan dalam penelitian tentang penggunaan media. Teori ini memberikan perhatian pada apa yang dilakukan khalayak terhadap media. Teori yang awalnya dikembangkan Kazt dan Gurevic memiliki banyak perkembangan khususnya pada konsep gratifikasinya. Perkembangan yang pesat ini muncul setelah berkembangnya media baru atau internet. Tulisan ini mengkaji state of the art teori tersebut pada 13 tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa teori tersebut sering dijadikan teori inti dalam kajian penggunaan media. Adakalanya beberapa penelitian memadukan teori tersebut dengan Teori Media Dependency. Kendatipun berbeda dalam hal asumsi dan konsepnya, kedua tersebut memiliki kesamaan dalam hal titik fokusnya yang memusatkan kajian pada khalayak, dan sama dalam hal tradisi teorinya yaitu sosio-psikologis. Konsep gratifikasi teori ini cenderung semakin beragam. Media yang memenuhi kebutuhan khalayak mengalami perkembangan dari media tradisional ke media baru (internet), bahkan ke aplikasi tertentu. Pendekatan penelitian yang digunakan umumnya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei (acapkali didukung juga dengan pendekatan kualitatif). Survei yang dilakukan umumnya sudah lazim dilakukan secara online. Kata-kata Kunci: Penggunaan; Gratifikasi, Media
RISET DESAIN DALAM METODOLOGI PENELITIAN Mulyadi, Mohammad
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 1 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.299 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2012.160106

Abstract

Research design is one of the stages that must be passed or made in order that research achieved its objectives.  Research  design  is  a  work  plan  to  make  a  construction  that  every  question  can  be answered.  In  conducting  the  study,  a  researcher  must  have  a  research  paradigm  that  explains researcher’s view in understanding a problem, and the testing criteria as the basis for answering the research  problem.  In  general,  the  research  paradigm is  classified  into  two  groups:  quantitative research (positivist) and qualitative research (phenomenology / postpositivist).  Quantitative approach based on the positivist paradigm, namely how to getto the truth of empirical science by using human senses and keeping track of the outside perspective. Meanwhile, a qualitative approach is based on theparadigm of phenomenology, which states that the essence of meaning or truth can be gained through human interaction; and hence it is not value free. Some designs are typically used in social research is explanatory,  that  examine  the  relationship  or  influence  between  the  hypothesized  variables: descriptive,  which  is  the  research  that  gives  a  clearer  picture  about  social  situations,  and experimental,  the  trials  or  experiments  to  test  the hypothesis  in  conditions  where  one  or  several variables can be controlled. Riset desain merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui atau dibuat oleh seorang peneliti agar penelitan yang akan dilakukan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Riset desain adalah  sebuah  rencana  kerja  dengan  membuat  sebuah  konstruksi  agar  setiap  pertanyaan  dapat ditemukan  jawabannya.  Dalam  melakukan  penelitian,  seorang  peneliti  tentu  memiliki  paradigma penelitian yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti memahami suatu masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian. Secara umum, paradigma penelitian diklasifikasikan  dalam  dua  kelompok  yaitu  penelitian  kuantitatif  (positivis)  dan  penelitian  kualitatif (fenomenologi/postpositivis).  Pendekatan  kuantitatif  didasari  oleh  paradigma  positivis,  yaitu bagaimana  cara  mendapatkan  kebenaran  dalam  ilmu  pengetahuan  secara  empiris  dengan menggunakan  indera  manusia  dan  melacak  dari  sudut  pandang  luar.  Sementara  itu  pendekatan kualitatif  didasari  oleh  paradigma  fenomenologi,  yang  menyatakan  bahwa  esensi  makna  atau kebenaran  dapat  diperoleh  melalui  interaksi  manusia;  oleh  karena  itu  tidak  bebas  nilai.  Beberapa desain  yang  biasanya  digunakan  dalam  penelitian sosial  adalah  eksplanasi,  yaitu  menguji  hubungan atau  pengaruh  antar-variabel  yang  dihipotesiskan;  deskriptif,  yaitu  merupakan  penelitian  yang memberi gambaran yang lebih jelas tentang situasi-situasi sosial; dan eksperimental, yaitu percobaan atau eksperimen untuk melakukan tes hipotesis dalamkondisi di mana satu atau beberapa variabelnya dapat dikontrol.
PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PADA “PLIK NANGGULAN 2” Poentarie, Emmy
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 17, No 2 (2013): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.549 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2013.170204

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena masih sedikitnya masyarakat desa yang memanfaatkan fasilitas internet yang telah tersedia di desa sasaran program USO. Permasalahannya difokuskan pada Bagaimana strategi komunikasi dalam implementasi program USO pada “PLIK Nanggulan 2” di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan Strategi yang diterapkan PLIK “Nanggulan 2” dalam pengimplementasian program USO berkaitan dengan persoalan penentuan tujuan komunikasi; segmentasi khalayak; penyusunan dan metode penyampaian pesan; pemilihan media; dan peranan komunikator. Berkaitan dengan penentuan tujuan komunikasi, PLIK Nanggulan 2 menetapkan tujuan mereka ke dalam empat formasi, yaitu menginformasikan; menumbuhkan kesadaran; mengajak dan mendidik masyarakat; dan berupaya memelihara partisipasi masyarakat setempat secara berkelanjutan. Mengenai segmentasi khalayak, sasaran utamanya para pelajar ( pendukung aktif). Prioritas keduanya para petani dan peternak yang masih berusia produktif dan belum familiar terhadap akses internet. Menyangkut penyusunan dan metode penyampaian pesan, terkait dengan penyusunan, dilakukan dengan mengacu pada sifat both  side issue di mana tidak hanya hal-hal positif saja yang disampaikan, tetapi hal-hal yang sifatnya negatif juga disampaikan. Sementara terkait dengan metode penyampaian pesan, PLIK Nanggulan 2 melakukannya dengan menerapkan metode canalizing dengan cara menerjunkan para relawan lokal dan perangkat desa seperti para Dukuh. 
AKTIFITAS KOMUNIKASI MASYARAKAT MELALUI SITUS JEJARING SOSIAL Hartono, Yuli
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 15, No 2 (2011): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.081 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2011.150203

Abstract

With the phenomenal background, activity of a members in public communication through the use of internet in social networking sites. This study focuses in the problem of how communication community activity through social networking sites. With survey refers to activity concept by Levy Katz, and uses concept by Gurevitch and Hass, the research results shows that: variety of custom activities communication in community member when online, through social networking sites, covering 16 different activities.  The quantity of activity  cover most of the seven types of activities, includes: "dating with friends"; "to see other peoples profiles"; "commenting on statements of others in the site"; "convey a steam"; "find old friends"; "invite / accept other people to be friends "and" upload own photos ". The direction of communication activities via social networking site accounts, have variation, includes four types of guidance. The most direct target by respondent is every person who can access throught social networking sites. Respondent prepare a lot of alternatives as  a modus of communication activities thorugh social networking sites, but without making one modus that dominate the activity.  Dengan latar belakang fenomenalnya aktifitas komunikasi anggota masyarakat melalui penggunaan situs jejaring sosial dalam medium internet, penelitian ini terfokus pada permasalahan bagaimana Aktifitas Komunikasi masyarakat melalui situs jejaring sosial. Dengan survey yang mengacu pada konsep aktiftitas Levy dan konsep penggunaan Katz, Gurevitch dan Hass, penelitian menunjukkan bahwa : ragam kebiasaan beraktifitas komunikasi anggota masyarakat saat online melalui situs jejaring sosial, meliputi 16 jenis aktifitas. Kuantitas aktifitas paling banyak yaitu mencakup tujuh jenis aktifitas meliputi : "dating dengan teman"; "melihat-lihat profil orang lain"; "mengomentari pernyataan orang lain dalam situs"; "menyampaikan uneg-uneg"; "mencari teman lama"; "mengundang/menerima orang lain jadi teman"; dan "upload foto diri sendiri". Arah aktifitas komunikasi melalui akun situs jejaring sosial itu memiliki variasi yang meliputi empat jenis pengarahan. Sasaran yang paling banyak diarahkan responden adalah ’setiap orang’ yang dapat mengakses situs jejaring sosial. Responden menyiapkan banyak alternatif sebagai modus untuk beraktifitas komunikasi melalui situs jejaring sosial namun tanpa menjadikan salah satu moduspun yang mendominasi mereka untuk beraktifitas. 
Representasi Perempuan Pada Teks Kekerasan Dalam Rumah Tangga Mahmudah, Dede
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 16, No 2 (2012): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.447 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2012.160204

Abstract

This  research  is  to  identify  women’s  representation in  the  rubric  text  about  women  abuseses  in households of “Nah Ini Dia” in The Poskota. This research is a discourse analysis which uses critical paradigm, through qualitatif appoarch. The choice of rubric sample is used with purposive technique. The  analysis  that  is  used  is  critical  discourse  analysis  combine  with  Sara  Mills  methodological analysis. After the analysis is done, the regained conclusion is that in the rubric of “Nah Ini Dia” ,the subject  position  is  mainly  dominated  by  men,  while  women  are  always  in  the  object  position.  The writer positions himself as a man, so that the readers are directed to interpret the content of the text from a man’s point of view. As the result, the rubric text becomes bias in representing women. Women are  only  depicted as  the  triggering factor to  domestic  abuses  done  by  men.  This  context  commonly happens  in  Indonesian  society,  in  which  women  are  identically  addressed  as  victims  of  domestic abuses.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengidentifikasi  representasi  perempuan  pada  teks  pemberitaan kekerasan  terhadap  perempuan  dalam  rumah  tangga  dalam  teks  rubrik  “Nah  Ini  Dia”  di  harian  Pos Kota.  Penelitian  ini  merupakan  analisis  wacana  dengan  menggunakan  paradigma  kritis,  melalui pendekatan  kualitatif.  Pemilihan  sampel  rubrik  dilakukan  menggunakan  teknik  purposive.  Analisis yang  digunakan  adalah  analisis  wacana  kritis  yang  dipadukan  dengan  metode  analisis  Sara  Mills. Setelah  dilakukan  analisis  diperoleh  kesimpulan  bahwa  dalam  rubrik  “Nah  Ini  Dia”  tersebut,  posisi subjek cenderung di dominasi oleh laki-laki, sedangkan perempuan selalu diposisikan sebagai objek. Penulis  memposisikan  dirinya  sebagai  laki-laki,  sehingga  teks  berita  yang  ditampilkan  pun mengarahkan pembaca untuk menafsirkan teks berita dalam artikel tersebut dari sudut pandang lakilaki.  Teks  rubrik  tersebut  menjadi  bias  dalam  merepresentasikan  perempuan.  Perempuan  hanya digambarkan sebagai pemicu tindakan kekerasan dan akhirnya menjadi korban KDRT yang dilakukan oleh  laki-laki.  Konteks  ini  pun  terlihat  dalam  kehidupan  bermasyarakat  di  Indonesia,  dimana perempuan selalu identik sebagai korban KDRT.

Page 1 of 15 | Total Record : 143