cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 69 Documents
PEMANTAUAN RESPON KLINIS PENDERITA EPILEPSI GRAND MALL PADA LANSIA (Geriatri ) YANG MENDAPAT TERAPI FENITOIN DI APOTEK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ”X” Malang aprilianti, rakhmadani gadis; sekti, beta herilla
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v7i2.274

Abstract

Pendahuluan Angka prevalensi penderita epilepsi aktif berkisar antara 4-10 per 1000 penderita epilepsi (Beghi dan Sander, 2008). Bila jumlah penduduk Indonesia berkisar 220 juta, maka diperkirakan jumlah penderita epilepsi baru 250.000 per tahun. Rata-rata prevalensi epilepsi 8,2 per 1000 penduduk. Prevalensi epilepsi pada bayi dan anak-anak cukup tinggi, menurun pada dewasa muda dan pertengahan, kemudian meningkat lagi pada kelompok usia lanjut (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI, 2011). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui persentase respon penderita epilepsi tipe grand mall lanjut usia yakni respon toksik berupa hiperplasia gusi, ruam kulit, vertigo, nistagmus, mual, sukar berbicara, ataksia. Penelitian ini bersifat observasional berdasarkan hasil kuesioner pasien epilepsi di apotek rawat jalan Rumah Sakit ”X” Malang pada bulan April – Oktober tahun 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk melihat gambaran presentasi respon penderita epilepsi tipe grandmall. Instrumen penelitian berupa lembar pengambilan data dan kuesioner. Data akan dianalisis dan di dskripsikan berdasarkan hasil kuesioner. Hasil Berdasarkan hasil penelitian sekitar 27,06 % responden menjawab Ya terjadi efek samping penggunaan fenitoin, sedangkan responden yang menjawab (Tidak) atau responden yang tidak muncul efek samping sesuai dengan kuisioner yaitu (78,94%). Berdasarkan hasil penelitian efek samping yang muncul paling banyak pada responden adalah pusing yaitu terjadi pada 7 responden, efek samping yang juga banyak muncul pada responden diantaranya sempoyongan, berputarnya bola mata secara cepat an sukar bicara yaitu masing masing terjadi pada 6 responden
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PERSEPSI DENGAN KEIKUTSERTAAN PRENATAL YOGA PADA IBU HAMIL Parwati, Ni Wayan Manik; Wulandari, Idah Ayu
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v7i2.270

Abstract

Pendahuluan. Kehamilan merupakan suatu proses yang fisiologi bagi seorang wanita, tetapi tidak semua proses kehamilan dapat berjalan dengan normal, karena selama kehamilan terjadi adaptasi anatomi, fisiologi dan biokimiawi yang terus meningkat sejalan dengan usia kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan design analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 124 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis bivariat dengan uji korelasi Chi Square. Hasil dan analisis: Analisis bivariat antara pendidikan dan persepsi, memiliki hubungan yang signifikan dengan keikutsertaan dalam prenatal yoga, semua variabel memiliki nilai p value < 0,001. Diskusi. Pendidikan, persepsi, memiliki hubungan yang signifikan dengan keikutsertaan dalam prenatal yoga.
HUBUNGAN POLA PENGOBATAN GAGAL GINJAL KRONIK TERHADAP KEPATUHAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI INSTALASI HEMODIALISA RUMAH SAKIT “X” MALANG sekti, beta herilla
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v7i2.272

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronik (PGK) didefinisikan sebagai abnormalitas struktur dan fungsi ginjal yang terjadi > 3 bulan yang berimplikasi pada kesehatan. Data di Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2014 jumlah pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis mengalami peningkatan sejumlah 28,882 dibandingkan pada tahun 2010 sejumlah 14,833 (Persatuan Nefrologi Indonesia, 2014). Tujuan penelitian ini memperoleh data pola pengobatan pasien hemodialisa terhadap kepatuhan minum obat di Rumah Sakit “X”Malang. Penelitian ini bersifat observasional berdasarkan hasil kuesioner pasien penyakit ginjal kronik di Instalasi Hemodialisa Rumah Sakit “X” Malang pada bulan April – September tahun 2019. Metode yang digunakan adalah korelatif untuk mengatahui Hubungan Pola Pengobatan Gagal Ginjal Kronik Terhadap Kepatuhan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisa. Instrumen penelitian berupa lembar pengambilan data dan kuesioner Morisky Medication Adherence (MMAS-8). Data akan dianalisis dan di dskripsikan berdasarkan kriteria MMAS-8. Berdasarkan hasil uji Chi-square jumlah obat yang diterima responden dengan kepatuhan minum obat responden didapatkan (p=0.02) hal ini menunjukan terdapat hubungan jumlah obat terhadap kepatuhan.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT (Studi di Rumah Sakit Panti Nirmala dan Rumah Sakit Militer di Malang) ANSYORI, ANIS
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v7i2.268

Abstract

Rumah Sakit Panti Nirmala merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta di Malang, adalah Rumah Sakit yang sudah terakreditasi , melayani semua lapisan masyarakat yang memerlukan jasa pelayanan Rumah Sakit. Sedangkan Rumah Sakit Militer merupakan satu-satunya rumah sakit militer di Malang sudah terakreditasi , adalah Rumah Sakit, disamping melayani Militer juga melayani masyarakat umum. Terdapat banyak kesamaan karakteristik maupun kinerja dari kedua rumah sakit diatas, sehingga ingin diketahui apakah ada perbedaan kepuasan yang diperoleh oleh pelanggan diantara kedua rumah sakit tersebut dengan tolok ukur kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor kualitas pelayanan (dimensi keandalan, daya tangkap, kepastian, empati, bukti fisik) terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang dan Rumah Sakit Militer di Malang. Dan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan pasien rawat inap di kedua rumah sakit tersebut serta perbandingan Dimensi Mutu kedua Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pasien rawat inap di kedua rumah sakit. Sebelum kuesioner disebar,dilakukan uji coba kepada 30 orang pasien untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner. 200 orang pasien dari kedua rumah sakit dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknis statistik regresi dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di kedua rumah sakit. Namun tingkat kepuasan yang terbentuk ternyata tidak seluruhnya dibentuk dari kelima aspek atau atribut dari dimensi mutu. Untuk RS Panti Nirmala, kepuasan pasien terutama didapat dari kontribusi aspek reliability dan empathy. Sedangkan bagi RS Militer, kepuasan pasien didapat dari kontribusi aspek tangible, empathy dan responsibility. Selain itu, terdapat kemiripan karakterestik diantara pasien rawat inap dikedua Rumah Sakit. Kemiripan tersebut dalam hal karakteristik umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Kemiripan karakterestik responden ini berdampak kepada kemiripan persepsi dari responden tersebut dalam menilai pelayanan Rawat inap dari kedua Rumah Sakit, hal ini dapat dilihat dari kesamaan persepsi terhadap variabel tangible, reliability, assurance, emphaty dan responsibility. Kecuali aspek responsibility kedua Rumah Sakit memiliki penilaian yang sama dari responden terhadap aspek Tangible, Reliability, Assurance, dan Emphaty
PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI STADIUM I Widyarani, Linda
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI STADIUM I
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP QUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES Ubaidillah, Zaqqi
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kepatuhan pada penatalaksanaan pilar DM dan pengetahuan yang lebih baik, merupakan salah satu kunci dalam memperbaiki atau mempertahankan Health Related Quality of Life (HRQOL). Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan klien DM dalam penatalaksanaan pilar DM dengan (QoL) atau kualitas hidup. Metode : metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan cross sectional study dan teknik sampling purposive sampling. Hasil Penelitian : Analisis dengan uji Spearman – Rank 0,988 (p=
LAYANAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SD NEGERI PAGENTAN 5 SINGOSARI KABUPATEN MALANG Kasimbara, Rachma Putri
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Dalam penyerapan pelajaran dengan nyaman, baik, produktif dan dewasa harus diiringi oleh penciptaan kualitas perbaikan kesehatan dan gizi peserta didik. Salah satu faktor yang bisa menciptakannya adalah kesehatan para peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana aturan kerja Usaha Kesehatan Sekolah di SD N PAGENTAN 5 Singosari Kabupaten Malang. (2) Bagaimana keterlibatan anggota sekolah dalam pelayanan usaha kesehatan sekolah di SD N PAGENTAN 5 Singosari. (3) Bagaimana koordinasi dan kerja sama yang dilakukan sekolah dalam usaha kesehatan sekolah di SD N PAGENTAN 5 Singosari. Penelitian ini dilaksanakan di SD N PAGENTAN 5 Singosari. Metode Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif berlandaskan pada kejadian natural atau alami.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pola kerja usaha kesehatan sekolah di SD N PAGENTAN 5 Singosari (a) Kegiatan sehari-hari di usaha kesehatan sekolah telah dilakukan sesuai dengan acuan (b) Murid dan guru juga dijadwal untuk menjaga UKS (c) Prosedur penggunaan UKS (d) Pengembangan program. (2) Partisipasi warga sekolah dalam pelayanan UKS di SD N PAGENTAN 5 Singosari, warga sekolah sangat aktif mengikuti kegiatan UKS. (3) Koordinasi dan kerjasama dilakukan pihak Sekolah dalam pelayanan UKS di SD N PAGENTAN 5 Singosari meliputi: (a) Puskesmas (b) PMI (c) BNN (d) Dinas Kesehatan (e) Dinas Pertanian (f) Kantin Binaan. Kesimpulan Aturan kerja Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SD N PAGENTAN 5 Singosari berjalan sesuai visi, misi, dan tujuan UKS. Usaha Kesehatan Sekolah SD N PAGENTAN 5 Singosari meliputi: jadwal piket, program UKS, tata cara pelayanan dan tata tertib, standart operasional pelaksanaan. Dengan adanya aturan kerja tersebut, petugas UKS dan Kepala Sekolah yakin bahwa pelayanan usaha kesehatan sekolah akan berkembang dan maju. Keikutsertaan warga sekolah antusias terhadap pelayanan yang dilaksanakan oleh petugas usaha kesehatan sekolah seperti jumat sehat, donor darah, sosialisasi kesehatan. Usaha Kesehatan Sekolah SD N PAGENTAN 5 Singosari menjalin hubungan kerjasama dan kordinasi dengan beberapa pihak atau instansi dari luar diantaranya: (a) Puskesmas Singosari. (b) Palang Merah Indonesia (PMI). (c) Badan Narkotika Nasional tingkat Kabupaten. (d) Dinas Pertanian untuk masalah taman boga. (e) Dinas Kesehatan. Jalinan hubungan kerjasama yang cukup lama dan baik menjadikan UKS SD N PAGENTAN 5 Singosari dipercaya oleh beberapa instansi luar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan disetiap tahun.
COPING MECHANISM MAHASISWA BARU DALAM MENGHADAPI PROGRAM PENGENALAN KEHIDUPAN KAMPUS DI POLTEKKES RS dr.SOEPRAOEN MALANG priasmoro, dian pitaloka
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v7i2.249

Abstract

Introduksi Program Pengenalan Kehidupan Kampus adalah suatu kegiatan yang terprogram dan dikelola dengan baik yang bertujuan agar mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan tinggi yang akan mereka jalani selama studi. Beberapa penelitian mengungkapkan mahasiswa baru yang akan menjalani program pengenalan studi mengalami kecemasan dan melakukan tindakan pengalihan yang bermacam-macam atau disebut coping mechanism. Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping mechanism mahasiswa baru dalam menghadapi program pengenalan kehidupan kampus di Poltekkes RS dr.Soepraoen Malang. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi keperawatan yang menjalani program pengenalan kehidupan kampus sejumlah 170. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa baru yang menjalani program pengenalan kehidupan kampus sejumlah 119 yang diambil secara stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan di Poltekkes RS dr.Soepraoen Malang Pada bulan Agustus 2018. Hasil penelitian menujukkan coping mechnism mhasiswa baru hampir seluruhnya adaptif sebanyak 118 orang (99,2%) dan sebagian kecil maladaptif sebanyak 1 orang (0,8%). Diskusi Hal ini kemungkinan disebabkan karena usia, pola asuh, pekerjaan orang tua, dan jenis kelamin responden. Kesimpulan Dari hasil diatas pihak institusi dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan dukungan sehingga mahasiswa akan menyikapi sumber stresor secara lebih adaptif.
PERBEDAAN TANGGUNG JAWAB ANAK DAN ORANG TUA DALAM PENGELOLAAN DIABETES ANAK DENGAN DM TIPE 1 DI KOTA MALANG Ispriantari, Aloysia; Priasmoro, Dian Pitaloka
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DM tipe1 merupakan salah satu penyakit kronis terbanyak yang terjadi pada anak-anak. Pengelolaan diabetes pada anak sangatlah kompleks sehingga membutuhkan dukungan dari orang tua untuk melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua dalam pengelolaan diabetes anak dengan DM tipe 1. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif komparatif dan dilakukan di IKADAR Kota Malang pada Desember 2017. Sampel berjumlah 19 anak dan 19 orang tua yang diambil secara purposive sampling. Variabel yang diukur adalah tanggung jawab pengelolaan diabetes dengan menggunakan instrumen Diabetes Family Responsibility Questionnaire (DFRQ). Untuk melihat perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil yang didapatkan adalah skor DFRQ anak 35,6 ± 7,3 dan skor DFRQ orang tua 37,9 ± 7,7. Berdasarkan uji t tidak berpasangan didapatkan p (0.346) > 0.05 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua dalam pengelolaan diabetes anak dengan DM tipe 1. Anak dan orang tua memiliki persepsi yang sama bahwa orang tua lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan diabetes anak. Berdasarkan hasil di atas, diharapkan perawat dapat sebagai penengah komunikasi bagi orang tua dan anak dalam pembelajaran pengelolaan diabetes anak serta mempersiapkan anak untuk mengelola diabetesnya secara mandiri.
Hubungan Usia Menarche dengan kejadian Menopuse pada ibu menopause Usia 40-55 Tahun Di Posandu Lansia Mawar di Kec. Poncokusumo Kab. Malang Purwati, Anik
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Poltekkes RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Menarche (Haid pertama) merupakan haid yang pertama kali terjadi perdarahan pada dinding rahim dan yang dikenal dengan istilah darah haid. Haid pertama tanda kesiapan biologis, dan tanda siklus masa subur telah dimulai. Menarche adalah menstruasi yang dialami pertama kali oleh seorang perempuan. Sedangkan Menopause merupakan suatu kondisi dimana menstruasi berhenti secara permanen. Pada kondisi ini terjadi penurunan sekresi estrogen oleh folikel ovarium sehingga menimbulkan respon peningkatan sekresi gonadotropin dari hipofise, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinising Hormone). Folikel yang tersisa tidak lagi sensitif terhadap peningkatan FSH dan LH ini, sehingga kadar estradiol tetap rendah, hal ini mengakibatkan menstruasi terhenti. Perubahan pada saat menopause dapat berupa penurunan produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesterone dari indung telur. Keluhan menopause sangat bervariasi pada wanita. Menopause berhubungan dengan menarche, semakin dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul, sebaliknya makin lambat menarche terjadi makin cepat terjadinya menopause. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu-ibu menopause berjumlah 49 orang, dan sampelnya adalah sebagian ibu-ibu yang mengalami menopause yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik metode purposive sampling berjumlah 46 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, analisis data secara bivariat dengan uji statistik menggunakan Rank Spearman. Dari hasil uji statistik Rank spearman didapatkan hasil p value = .000 dengan nilai signifikansi 0,05 karena nilai p < 0,05 ( .000 < 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan usia menarche dengan kejadian menopause pada ibu menopause usia 40-55 tahun di Posyandu Mawar Kecamatan Poncokusuma Kab. Malang. Kata Kunci: Usia Menarche, Kejadian Menopause, Ibu Menopause Usia 40-55 Tahun