cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IQTISHADIA
ISSN : 19790724     EISSN : 25023993     DOI : -
Core Subject : Economy,
IQTISHADIA, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of Islamic Business and economics areas. It covers Islamic management, Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA" : 10 Documents clear
MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN PENGUNGKAPAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DAN MALAYSIA Nugraheni, Peni; Yuliani, Rahma Dwi
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2501

Abstract

The  high growth of the Islamic financial institution raises the qustion of the extent of their social responsibility towards the environment. Especially Islamic values attached to these institutions provide the demand to further contribute to the life of the community. This study aims at analyzing the influence of corporate governance mechanism toward Islamic Social Reporting (ISR) Disclosure in Islamic banking in Indonesia and Malaysia. These two countries have Muslim majority population and the high growth of Islamic financial institutions development. ISR disclosure is important to perform the accountability of Islamic bank to the accordance of Islamic principles and the environment. The paper uses corporate governance mechanism as factor to evaluate its influence toward ISR disclosure. The population in this study is all Islamic banks in Indonesia and Malaysia, which publish the annual report from 2012 to 2014. The research sample includes 33 data from 11 Islamic banks in Indonesia and 39 data from 13 Islamic banks in Malaysia. The technique that used in this study is panel regression with random effect model. Based on the analysis, the research finds that only the number of member and meeting of nomination and remuneration committee affecst positively toward ISR disclosure, while the dual position and number of meeting of sharia supervisory board, the institutional  and foreign ownership do not have influence toward ISR disclosure.Perkembangan lembaga keuangan syariah memunculkan pertanyaan sejauh mana tanggung jawab social mereka terhadap lingkungan. Nilai-nilai Islam yang melekat padalembaga ini memberikan tuntutan sejauh mana kontribusi mereka pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance terhadap pengungkapan Islamic social reporting (ISR) dalam perbankan Islam di Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini memiliki penduduk mayoritas Muslim dan pertumbuhan lembaga keuangan Islam yang cukup pesat. Pengungkapan ISR merupakan hal yang penting untuk menilai akuntabilitas bank syariah terhadap kesesuaiannya dengan syariah dan terhadap lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah bank umum syariah di Indonesia dan Malaysia yang memenuhi kriteria menerbitkan laporan tahunan dari 2012 hingga 2014. Sampel penelitian meliputi 33 data dari 11 bank syariah di Indonesia dan 39 data dari 13 bank syariah di Malaysia. Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan regresi panel dengan efek acak. Berdasarkan hasil pengujian, penelitian ini menemukan bahwa hanya jumlah anggota dan jumlah rapat komite remunerasi dan nominasi yang berpengaruh positif terhadap pengungkapan ISR, sementara rangkap jabatan dan jumlah anggota DPS, kepemilikan institusional dan asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan ISR.
PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAHAH, MUSYARAKAH, DAN BIAYA TRANSAKSI TERHADAP PROFITABILITAS BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH Agza, Yunita; Darwanto, Darwanto
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2550

Abstract

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah is a financial institution that distribute and collect the fund. BPRS prefers to provide financing in micro, small, and medium enterprises. The purpose of this study is analyze the effect of dominant financing in BPRS, murabaha, musharaka, and transaction costs on profitability of the BPR empirically. Financing and transaction costs tend to increase while the profitabilitas fluctuates and tends to decrease every year. This research uses quantitative method  with secondary data. The data collection techniques used are literature study and documentation. Secondary data retrieved  from monthly reports of Statistik Perbankan Syariah which can be accessed through the official website of Otoritas Jasa Keuangan and Bank Indonesia. The method in this research is multiple linear regression with ordinary least squares (OLS) by transforming one of the variable into first difference. The empirical results shows that Murabahah financing, Musharakah financing, Transaction Costs significantly effect on profitability (ROA) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah lembaga keuangan dengan fungsi menyalurkan dan penghimpunan dana. BPRS lebih mengutamakan pembiayaan bagi UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh pembiayaan yang mendominasi pada BPRS yaitu Murabahah dan Musyarakah, serta Biaya transaksi yang dikeluarkan terhadap Profitabilitas BPRS. Pembiayaan murabahah, musyarakah, dan biaya transaksi cendrung mengalami peningkatan sedangkan profitabilitas pada BPRS mengalami fluktuatif dan cenderung menurun setiap tahunnya. Penelitian adalah penelitian kuantitatif yang mempergunakan data sekunder. Metode pengumpulan data pada penelitian adalah studi kepustakaan dan dokumentasi. Data penelitian diambil dari laporan bulanan statistik perbankan syariah yang diakses melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Regresi Linier Berganda dengan pendekatan ordinary least square (OLS) serta melakukan transaformasi salah satu variabel kedalam bentuk pembeda pertama (first difference). Hasil estimasi menunjukkan bahwa pembiayaan Murabahah, Musyarakah, dan Biaya Transaksi memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabiltas (ROA) Bank Pembiayaan Bank Rakyat Syariah.
METODE SPIN-OFF DAN TINGKAT PROFITABILITAS: STUDI PADA BANK UMUM SYARIAH HASIL SPIN-OFF Al Arif, M Nur Rianto; Dewanti, Endah Putri
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2316

Abstract

The Law No. 21 of 2008 about Islamic banking, requires every Islamic business unit to spin-off if they have met the criterion. There are two spin-off’s methods can be selected by Islamic banks. The purpose of this research is to analyze the effect of spin-off method to profitability. The profitability indicator that used in this study is the return on asset. This study is using panel regression with random effect model. The result showed that spin-off method doesn’t have a significant impact on the Return On Asset (ROA) Islamic Banks from spin-off effect. Only BOPO and Non-Performing Finance (NPF) had a significant effect on Return On Asset (ROA). These results indicate that the Islamic business units that want to do the spin-off can choose one of two methods of the spin-off. The decision depends on the internal condition of Islamic business unit and the internal policies of conventional commercial banks.Undang-undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah mewajiban setiap unit usaha syariah untuk melakukan pemisahan apabila telah memenuhi kriteria. Terdapat dua metode pemisahan yang dapat dipilih oleh bank syariah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh metode pemisahan terhadap tingkat profitabilitas. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah empat bank syariah hasil pisah. Indikator profitabilitas yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah rasio return on asset. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini regresi panel dengan model efek acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pemisahan tidak berdampak pada tingkat profitabilitas di bank umum syariah hasil pemisahan, hanya tingkat efisiensi operasional (BOPO) dan tingkat pembiayaan bermasalah (NPF) yang berdampak pada tingkat profitabilitas.. Hasil ini mengindikasikan bahwa unit usaha syariah yang ingin memisahkan diri dapat memilih metode pemisahan. Keputusan tergantung pada kondisi internal dari unit usaha syariah dan kebijakan internal dari bank induk konvensional.
Service Qualitypada Pelayanan Nasabah Perbankan Syariah (Studi Kasus Pada Bank BNI Syariah Kudus) Wijayanti, Ratna Yulia; Andriyanto, Irsyad
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menguji ada pengaruh kehandalan, jaminan, wujudfisik,empati dan daya  tanggap,terhadap kepuasan nasabah BNI Syariah Kudus.Variabel independen dalam penelitian ini adalah kehandalan, jaminan, wujudfisik,empati, dandaya  tanggap. Sedangkan variabel dependennya adalah kepuasan nasabah.Sampel diambil sebanyak 94  nasabah dengan teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan questioner. Adapun  pengolahan data menggunakan analisis regresi dengan menggunakan bantuan software SPSS Versi 17.Dari hasil analisis diperoleh hasil temuan penelitian bahwa kehandalan, jaminan,wujud fisik, empati dan daya tanggap baik secara parsial maupun simultan memberikan  pengaruh  yang  signifikan  terhadap  kepuasannasabah. Implikasi dari hasil temuan ini adalah adanya usulan kepada BNI Syariah Kudus khususnya untuk selalu meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya dengan menggunakan model SERVQUAL (dengan dimensi kehandalan, jaminan, wujud fisik, empati, dan daya tanggap)This study aimed to examine the influence of reliability, assurance, tangible, empathy and responsiveness, toward BNI Syariah Kuduscustomer satisfaction. The independent variables used in this study are reliability, assurance, tangible, empathy, andresponsiveness. While the dependent variable is customer satisfaction. Samples taken as many as 94 customers with accidental samplingtechnique.Data collection through interviews and questionnaire. Data was analyzed using multiple regression analysis supported by SPSS 17 software. From the analysis results obtained research findings that reliability, assurance, physical facilities, empathy and responsiveness both partially and simultaneously provide a significant effect on customer satisfaction. The implication of this finding is the suggestion to BNI Syariah Kudus especially to always improve the quality of service to its customer by using SERVQUAL model (with dimension of reliability, guarantee, physical facility, empathy, and responsiveness).
Studi Komparasi Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah dan Konvensional di Sumatera Barat Hamidi, Masyhuri
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2318

Abstract

Rural Banks (BPR) have an important role in supporting the Indonesian economy through the provision of financial access to the society and micro, small and medium enterprises. Indonesia has implemented a dual-banking system as its banking system - Islamic banking and conventional banking systems - and BPR are possible to select each of the system to be implemented. In the rapid development of the financial industry Islamic and conventional BPR must be able to compete with other financial institutions like non-bank financing companies. So that, there is an importance to examine the success factor of BPR with the different systems in order to strengthen their position in its industry. This study aims to examine the factors that determines the performance of rural banks (BPR) and make a comparison between the BPR with Islamic and conventional systems in the West Sumatra province. To test the performance of rural banks various financial ratios based on the CAMEL framework are used, including ratio of Capital Adequacy, Asset Quality, Management, Earnings and Liquidity. The method used is quantitative method by using one-way ANOVA and Multiple Linear Regression to the panel data of Islamic and conventional BPR in 2011-2015 period. The results show that there are differences in the factors that determines the performance of Islamic and Conventional BPR.Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia melalui penyediaan akses keuangan untuk masyarakat ekonomi lemah dan usaha mikro, kecil dan menengah. Indonesia telah mengimplementasikan dual-banking system sebagai sistem perbankannya yaitu sistem perbankan syariah dan sistem perbankan konvensional dan BPR juga dimungkinkan untuk memilih masing-masing sistem tersebut. Ditengah pesatnya perkembangan industri keuangan saat ini BPR syariah dan konvensional harus mampu bertahan dari persaingan yang diberikan lembaga keuangan lainnya seperti perusahaan pembiayaan non-bank. Untuk itu perlu diketahui apa saja faktor yang menjadi penentu kesuksesan BPR dan bagaimana perbedaan karakteristik yang menjadi penentu kesuksesan BPR dengan sistem yang berbeda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang menjadi penentu kinerja bank perkreditan rakyat (BPR) serta melakukan komparasi antara BPR dengan sistem syariah dan konvensional di Provinsi Sumatera Barat. Untuk menguji kinerja BPR tersebut digunakan berbagai rasio keuangan berdasarkan framework CAMEL yang meliputi rasio Capital Adequacy, Asset Quality, Management, Earnings dan Liquidity. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan one-way ANOVA dan Multiple Linear Regression terhadap data panel dari BPR syariah dan BPR konvensional di Provinsi Sumatera Barat dalam rentang waktu 2011-2015. Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan faktor-faktor yang menjadi penentu kinerja BPR Syariah dan BPR Konvensional.
Determinan Dana Pihak Ketiga Bank Syariah di Indonesia: Model Vector Autoregresive Harahap, Darwis
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2432

Abstract

One of the performance indicators in Islamic banking industry is a third party fund. This study aims to analyze the determinant factors of the third party funds in the Indonesian Islamic banking industry. The method that used in this study is vector auto regressive (VAR). The variables in this study are capital adequacy ratio (CAR), non-performing financing (NPF), and financial to deposit ratio (FDR) as a benchmark of the financial performance of Islamic banking. The results of causality test results shows that the CAR does not affect LDPK, while LDPK affects CAR. NPF relationship with LDPK equally doesnt had an affects. Co-integration Test Results do not find co-integration equation, so there is no long-term relationship between the variables LDPK, CAR, NPF and FDR. Relationships occur only in the short term. The result of Vector Auto Regressive (VAR) test of impulse response function (IRF), variable shock causes disturbance variable itself and other variables in different variations. Salah satu indikator kinerja dari industri perbankan syariah ialah dana pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang memengaruhi dana pihak ketiga pada industri perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode vector auto regressive (VAR). Variabel yang dipergunakan ialah rasio kecukupan modal (CAR), tingkat pembiayaan bermasalah (NPF), dan tingkat likuiditas (FDR) sebagai acuan kinerja keuangan dari industri perbankan syariah. Hasil uji kausalitas menunjukkan bahwa CAR tidak mempengaruhi LDPK. Sementara LDPK mempengaruhi CAR. Hubungan NPF dengan LDPK sama-sama tidak mempengaruhi. Hasil Uji Kointegrasi tidak ditemukan persamaan kointegrasi maka tidak terdapat hubungan jangka panjang antara variabel LDPK, CAR, NPF dan FDR. Hubungan yang terjadi hanya dalam jangka pendek. Hasil Analisis Vector Auto Regessive (VAR) dengan Analisis impulse response function (IRF) goncangan variabel menyebabkan ganguan variabel itu sendiri dan variabel lain dalam berbagai variasi.
Analisis Solutif Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah di Bank Syariah: Kajian Pada Produk Murabahah di Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh Ibrahim, Azharsyah; Rahmati, Arinal
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2319

Abstract

This article aims to study the triggering factors of financing problems in BMI Banda Aceh and the policies taken to resolve the issues. In particular, the article also examines the effectiveness of applying these policies in reducing financing problems in BMI Banda Aceh. This research is expected to be a framework or model for other Islamic banks that have similar problems. The data was collected using an in-depth interview and documentation study. In analyzing data, this article utilized descriptive analysis method with qualitative approach. The findings show that finacing problems at BMI were triggered by 1) customers, 2) internal bank, and 3) fictitious factors. BMI applied a comprehensive policy to solve the problems starting from prevention to the culmination. The resolving techniques consist of ‘on the spot’, summons, billing, restructuring, collateral selling and written off, and penalty charging. In addition, BMI has also applied internal policy to the case that was not regulated by the financial authority such as the establishment of Remedial Team that was specifically formed to handle financing problems.Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah di Bank Muamalat Indonesia (BMI) Banda Aceh dan kebijakan yang diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Secara khusus, artikel ini juga mengkaji keefektifan kebijakan tersebut dalam mereduksi pembiayaan bermasalah di BMI Banda Aceh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi framework atau model bagi bank syariah lain yang memiliki permasalahan yang sama. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pembiayaan murabahah bermasalah berasal dari 1) nasabah, 2) internal bank dan 3) faktor fiktif. Kebijakan yang diterapkan sangat komprehensif mulai dari pencegahan sampai dengan penyelesaian. Teknis penyelesaian dilakukan dengan metode on the spot, somasi, penagihan, restrukturisasi, penjualan jaminan, dan melakukan write off serta adanya penetapan terhadap denda. Selain itu, BMI juga mempunyai pola-pola kebijakan internal yang secara langsung tidak diatur secara detail oleh otoritas keuangan seperti pembentukan tim remedial yang khusus menangani pembiayaan bermasalah.
STUDI EKSPLORASI PENERAPAN ETIKA BISNIS PADA PERBANKAN SYARI’AH DI INDONESIA Ningsih, Ekawati Rahayu
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2443

Abstract

The purpose of this paper is to analyze and discuss what ethical things that have been applied as standard in sharia banking business practice in Indonesia, especially in practice. Object and setting the location of research on Syariah Banking in Kudus, Pati and Jepara with a research sample of 27 customers and 7 managers of Bank Syariah. Based on the study of business ethics theory, the results of the authors analysis on the syariah banking practices that are shown by the sample found results: first, sharia bankers have been able to face friendships with consumers and stakeholders. Secondly, bankers have good personal morality and are not responsible for complicated matters, especially when there are regulatory changes from the parent bank. Third, bankers have less individual interest (self interest) in him. The authors hope that this paper can be a source and reference both philosophically and good practice for regulators and practitioners of syariah banking so that the operational banking syariah in Indonesia to be better and professional. Limitations in this study are limited samples and population areas that are too narrow so that less generalize and still have to be tested again.Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk menganalisis dan membahas nilai-nilai etika apa sajakah yang selama ini diterapkan sebagai standar dalam praktik bisnis perbankan syariah di Indonesia, terutama dalam mengatasi permasalahan operasional teknis dilapangan berbasis pada studi ekplorasi. Obyek dan setting lokasi penelitiannya pada Perbankan Syari’ah di Kabupaten Kudus, Pati dan Jepara dengan sampel penelitian sebanyak 27 orang nasabah dan 7 manajer Bank Syari’ah. Berdasarkan kajian teori etika bisnis, hasil analisis penulis pada praktik perbankan syari’ah sebagaimana yang di tunjukkan oleh sampel ditemukan hasil: pertama, para bankir syariah telah mampu bersikap friendship dengan para konsumen maupun stakeholder. Kedua, para bankir telah memiliki personal morality yang bagus tetapi kurang bertanggung jawab pada masalah-masalah yang rumit, terlebih ketika ada perubahan regulasi dari bank induknya. Ketiga, para bankir kurang memiliki ketertarikan individual (self interest) dalam dirinya. Penulis berharap agar tulisan ini dapat menjadi sumber dan rujukan baik secara filosofis maupun praktik baik bagi regulator maupun praktisi perbankan syari’ah agar operasional perbankan syari’ah di Indonesia menjadi lebih baik dan profesional. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah keterbatasan sampel dan wilayah populasi yang telalu sempit sehingga kurang men-generalisasi temuan dan masih harus di uji kembali.
PENGARUH BELANJA PEMERINTAH DAN PEMBIAYAAN BANK SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI: STUDI KASUS DATA PANEL PROVINSI DI INDONESIA Terminanto, Ade Ananto; Rama, Ali
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2320

Abstract

Indonesia’s economy grows persistently with positive growth when developed countries are otherwise. In the meantime, government expenditure increases gradually in order to boost economic growth of the country. In literatures, the impact of government fiscal policy to the outputs or national income varies, as well as the impact of banking sector including Islamic banking sector. Therefore, this study aims to empirically analyze the impact of government expenditure and Islamic banking financing for economic growth by utilizing panel data of 33 provinces in Indonesia during 2010-2015. Besides that, the number of investment and employment were included as explanatory factors for regional economic growth in the study. Methodologically, common, fixed and random effects were employed to estimate coefficient of the independent variables. The study finds that government expenditure, Islamic banking financing, investment and number of employments have significant-positive influence to regional economic growth in Indonesia. Therefore, government’s fiscal policy as well as Islamic banking financing contributed to the economic growth.Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang konsisten secara positif di saat negara-negara maju mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus. Di sisi lain, pengeluaran pemerintah cenderung meningkat dari waktu ke waktu dengan maksud untuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, berdasarkan studi empiris kebijakan fiskal yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pendapatan nasional menunjukkan kesimpulan yang beranekaragam. Begitupula dengan pengaruh sektor perbankan termasuk di dalamnya sistem perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah dan pembiayaan bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan data panel 33 provinsi di Indonesia untuk periode 2010-2015. Selain itu, tingkat investasi dan tenaga kerja dimasukkan sebagai faktor explanatori untuk pertumbuhan ekonomi regional. Metode common effect, fixed effect, dan random effect digunakan untuk mengestimasi nilai pengaruh variabel-variabel independen. Penelitian ini menemukan bahwa belanja pemerintah, pembiayaan banks syariah, investasi dan jumlah tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Indonesia. Dengan demikian, kebijakan fiskal pemerintah dan kegiatan intermediasi perbankan syariah berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.
The Impact of Good Corporate Governance, Company Size nn Corporate Social Responsibility Disclosure: Case Study of Islamic Banking in Indonesia Qoyum, Abdul; Mutmainah, Lu’liyatul; Setyono, Joko; Qizam, Ibnu
IQTISHADIA Vol 10, No 1 (2017): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v10i1.2549

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure is very important for Islamic banking, especially in the long term. CSR disclosure is expected can improve the reputation of the company, thus the performance of the company can increase. CSR disclosure is very close with the implementation of Good Corporate Governance in the company. The objectives of this research is to analyze the influence of the elements of good corporate governance (GCG) and company size on corporate social responsibility (CSR) disclosure by using Islamic Social Reporting (ISR) index. There are 10 Islamic banks in Indonesia as the sample of the research, from 2011 to 2014, then there are 40 annual reports that are determined through purposive sampling.Method of this research uses content analysis to evaluate CSR disclosure by using ISR index, whereaspanel regressionis employed to know the influence the elements of GCG (commissioners’ board, independent commissioners, shariah supervision board, and directors’ board) and company size on the CSR disclosure. The regression analysis suggest that the proportion of independent board of commissioners has negative effect on the CSR disclosure in Islamic banking. This research finding shows that independent commissioner is not able in providing maximum supervision on the company, which is affected by the lack of quality, and the dual job of independent commissioners at another company. While, company size has positive impact on the CSR disclosure, due to the strict regulation and society perception. This research finding may serve as an important input for the regulator to regulate properly related to the number of independent commissioner, its qualification and Islamic Social Reporting as a tool in disclosing their CSR.Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) sangat penting bagi perbankan syariah, terutama dalam jangka panjang. Pengungkapan CSR diharapkan dapat meningkatkan reputasi perusahaan, sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat. Pengungkapan CSR sangat dekat dengan penerapan Good Corporate Governance di perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh elemen tata kelola perusahaan (GCG) dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menggunakan indeks Islamic Social Reporting (ISR). Ada 10 bank syariah di Indonesia dari tahun 2011-2014 yang menjadi sampel penelitian, maka ada 40 laporan tahunan yang ditentukan melalui purposive sampling. Metode penelitian ini menggunakan content analysis untuk mengevaluasi pengungkapan CSR dengan menggunakan indeks ISR. Sedangkan regresi panel digunakan untuk mengetahui pengaruh unsur GCG (dewan komisaris, komisaris independen, dewan pengawas syariah, dan dewan direksi) dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR. Analisis regresi menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris independen memiliki pengaruh negatif terhadap pengungkapan CSR di perbankan syariah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris independen tidak mampu memberikan pengawasan yang maksimal terhadap perusahaan. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya kualitas yang dimiliki, dan rangkap jabatan yang dimiliki oleh komisaris independen di perusahaan lain. Sedangkan, ukuran perusahaan berdampak positif terhadap pengungkapan CSR, karena ketatnya regulasi dan persepsi masyarakat. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan penting bagi regulator untuk mengatur dengan benar terkait dengan jumlah komisaris independen, kualifikasi dan ISR sebagai alat dalam mengungkapkan CSR mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 10