cover
Contact Name
Anita Intan Nura Diana
Contact Email
anita@wiraraja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmiahmitsu@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Sumenep-Pamekasan Km 5 Patean Sumenep 69451
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja)
ISSN : 26859173     EISSN : 23390719     DOI : 5876
Jurnal Ilmiah MITSU ISSN 2339-0719 adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu teknik. Artikel-artikel yang dipublikasikan di jurnal Teknik meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). Jurnal Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep. Jurnal Teknik menerima manuskrip atau artikel dalam bidang teknik dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional.
Articles 81 Documents
PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT DAN LINTASAN OVERHEAD CRANE SEBAGAI BEBAN DINAMIS LONGITUDINAL-TRANVERSAL Mardilan, Dean Arya W.; Koespiadi, Koespiadi
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.189 KB) | DOI: 10.24929/ft.v7i1.681

Abstract

Bangunan atas gedung memiliki luas total bangunan  1,450 m2 dan terdiri dari 7 lantai. Perencanaan ulang bangunan ini dimaksudkan untuk mengetahui kapasitas bahan utama yang digunakan pada struktur bangunan, terutama gelagar lintasan crane serta struktur komposit yang digunakan. Perhitungan pembebanan dilakukan secara manual dengan acuan PPIUG, dan perhitungan statikanya menggunakan program Autodesk Robot Structural Analysis Professional 2012, serta pendimensian/kontrol kapasitas elemen baja dilakukan secara manual dengan acuan SK-SNI 03-1729-2015. Metode penggambaran menggunakan software AutoCAD 2014. Hasil perhitungan perencanaan diantaranya kuda-kuda menggunakan profil siku ganda 50 x 100 x 10, gording menggunakan profil CNP 150 x 65 x 20 x 3.2, penggantung gording menggunakan besi beton Ø 10 mm dan ikatan angin menggunakan besi beton  Ø 16 mm,  sambungan kuda-kuda  menggunakan baut jenis A325 dengan Ø 12 mm, crane yang direncanakan adalah EOT crane dengan kapasitas angakat 100 kN, gelagar lintasan crane menggunakan profil WF 700 x 300 x 13 x 24, struktur balok dan kolom menggunakan profil WF 600 x 300 x 12 x 17, angker menggunakan besi beton Ø12 mm. Sedangkan pada perencanaan beton bertulang menggunakan fc? 30 MPa, fy 240 MPa, tebal pelat lantai 15 cm menggunakan tulangan utama Ø12 ? 85, sedangkan untuk pelat leufel tulangan lapangan yang digunakan adalah Ø12 ? 80 dan  untuk   tangga  menggunakan  tulangan utama Ø16 ? 100  mm. Untuk pondasi, pada pile cap digunakan tulangan utama D22 ? 100 mm.
PENGGUNAAN METODE STAD UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN READING COMPREHESION DAN PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR Andiriyanto, achmad
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 4 No 1 (2016): JURNAL ILMIAH MITSU
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.48 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.206

Abstract

Metode pembelajaran kooperatif bukan suatu yang  hal baru. Metode ini sudah bertahun-tahun digunakan para pendidik dalam berbagai bidang studi dan dalam berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Penggunaan metode kooperatif  diharapkan dapat memberikan variasi pembelajaran yang effektif dan dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam pembelajaran bahasa inggris. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode STAD sebagai metode pembelajaran terutama dalam aspek pengembangan reading comprehension dan mengetahui tingkat motivasi siswa dengan menggunakan metode STAD. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan rancangan melalui empat tahap yaitu; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) Observasi dan (4) refleksi serta menngunakan pre-test dan pos-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan metode Student Team ? Achievement Division (STAD) berhasil mewujudkan tujuan penelitian. Keberhasilan dinyatakan atas dasar kesimpulan bahwa penggunaan metode STAD memberikan dampak intruksional berupa; peningkatan kemampuan reading comprehension hal ini dapat diketahui dengan adanya peningkatan aktifitas belajar siswa dalam kegiatan kelas. Antara lain keaktifan bertanya dan menjawab pertanyaan guru, mengungkapkan pendapat serta bekerjasama dalam berdiskusi dan presentasi, serta ditunjukkan dengan hasil ketuntasan belajar siswa yang pada awalnya 30%, pos-test pada siklus I yaitu sebesar 63% dan  pos-test pada siklus II sebesar 95% hal ini bearti antara siklus I dan II mengalami peningkatan sebesar 32%. Hal ini menunjukkan indikator keberhasilan penelitian ini sudah terpenuhi dan penggunaan metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar reading comprehension siswa.
PROGRAM PERHITUNGAN PELAT LANTAI BETON PADA KONDISI ELASTIS DAN KAKU DENGAN PROGRAM VISUAL BASIC Muslim, Muslim; Deshariyanto, Dwi; Fansuri, Subaidillah
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 4 No 1 (2016): JURNAL ILMIAH MITSU
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.534 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.203

Abstract

Pelat beton memiliki peranan penting dalam struktur bangunan gedung bertingkat, berkembangnya pertumbuhan pembangunan membutuhkan kinerja yang cepat dan akurat, untuk mempermudah dalam perhitungan pelat lantai beton  dan  menghemat waktu pekerjaan,  sehingga dibutuhkan program perhitungan pelat lantai beton. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk menambah aplikasi baru dalam dunia kesipilan dan  membuat program perhitungan pelat  lantai beton pada semua jenis tumpuan secara mandiri dengan hasil perhitungan yang lebih cepat dan akurat.Program ini dibuat dengan bahasa pemrograman visual basic v 6.0, konsep perhitungan program yang dibuat berdasarkan tatacara perhitungan struktur pelat beton bertulang   pada SNI 03-2847-2002, serta studi literatur. dari beberapa sumber lain.Program perhitungan pelat lantai beton ini diberi nama SQP (System Quickon Plate). Program SQP dilengkapi dengan fasilitas penanganan kesalahan dalam proses pemasukan data serta memiliki tampilan yang mudah untuk digunakan dan dipahami. Perhitungan dari program SQP sama dengan perhitungan manual yang mengacu pada SNI 03-2847-2002 dan buku BALOK DAN PELAT BETON BERTULANG,Ali Asroni 2010.
PENGARUH PERILAKU TENAGA KERJA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KESELAMATAN KERJA KONSTRUKSI DI SUMENEP Z, Nurul Qadharia; Harun, Mohammad; Prayudi, Dhani Andika
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 4 No 1 (2016): JURNAL ILMIAH MITSU
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.926 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.205

Abstract

Di proyek konstruksi setiap kegiatan mempunyai tingkat resiko keselamatan kerja. Perilaku tenaga kerja dan tingkat pendidikan mempunyai potensi mempengaruhi keselamatan kerja.  Tujuannya yaitu untuk mengetahui tingkat pendidikan (X2) yang berpengaruh pada perilaku tenaga kerja (X1), dengan keselamatan kerja (Y). Kesehatan tenaga kerja perlu diperhatikan. Perlindungan kesehatan tenaga kerja ini akan meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan melalui kuisioner. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder, baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Analisis yang digunakan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Responden yang dijadikan pengukuran adalah para tukang, pekerja,kepala tukang dan mandor. Penyebaran kuisioner di 5 lokasi proyek.Berdasarkan hasil analisa, perilaku tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap keselamatan kerja (R = 0,668). Sedangkan pada tingkat pendidikan tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap keselamatan kerja (R=0,062). Upaya mencegah kecelakaan pada pekerjaan  konstruksi dimulai dengan rencana kerja yang  aman dan pikiran yang sehat untuk pedoman setiap kegiatan yang akan dikerjaan. Oleh sebab itu para pekerja pakailah perlengkapan yang  pemerintah telah mengeluarkan suatu peraturan tentang keselamatan kerja khusus untuk sektor konstruksi.
PENANGGULANGAN ABRASI PANTAI DI DESA GERSIK PUTIH KECAMATAN GAPURA Syafi'i, Moh; Chayati, Cholilul
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 4 No 1 (2016): JURNAL ILMIAH MITSU
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.282 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.202

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang terpanjang nomor dua di dunia. Namun dari banyaknya pulau yang berada di Indonesia tidak semua pantainya terjaga dengan baik sehingga banyak mengalami kerusakan, salah satu penyebab terjadinya abrasi pantai. Abrasi pantai yaitu penggerusan yang terjadi di daerah pesisir yang di akibatkan oleh arus gelombang air laut dalam jangka waktu yang cukup lama dan juga diakibatkan oleh prilaku manusia kurang baik. Permasalahan seperti telah di Desa Gersik Putih Kecamatan yang mengekibatkan masuk air laut ke lahan pegaraman dan pemukiman penduduk.Sebenarnya di Desa Gersik Putih telah terdapat tumpukan-tumpukan batu di pinggir pesisirnya, tetapi tumpukan batu tersebut tidak mampu untuk menahan arus gelombang air laut. Maka dari itu perlu di desain kontruksi bangunan pantai yang sesuai dengan keadaan pantai Gersik Putih yang berupa bangunan pantai Revetment.Dari hasil penlitian dan pembahasan didapat nilai sedimentasi pantai sebesar 6238,659 m3/hari, tinggi bangunan setinggi 3,15 m, lebar puncak bangunan 0,9 m, tinggi toe protection 0,5 m, dan lebar toe protection 5 m.Diharapkan desain kontruksi bangunan pantai ini dapat diterapkan oleh pemerintah terkait. Demi ketenangan dan kenyaman penduduk Desa Gersik Putih dalam menghadapi abrasi pantai selama ini.
ANALISIS PERANCANGAN KONSTRUKSI STRUKTUR GEDUNG THE GRAND ROYAL C1 HOTEL SUMENEP Rahem, Abdul
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 4 No 1 (2016): JURNAL ILMIAH MITSU
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.834 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.201

Abstract

Pembangunan yang semakin meningkat hingga kepelosok kota yang terus berkembang seperti Kabupaten Sumenep serta kepadatan penduduk yang mengikis ketersediaan lahan menuntut pengembang properti terus berinovasi, salah satunya melalui pengembangan multi-story building. Pada tahap perencanaan struktur gedung, perlu dilaksanakan studi literatur untuk mengetahui hubungan antara susunan fungsional gedung dengan sistem struktural yang akan digunakan, Sistem-sistem beton dibentuk dari berbagai elemen struktur beton dapat diklasifikasi dengan (1) pelat, (2) balok, (3) kolom, (4) dinding, dan (5) pondasi. Pemecahan masalah dalam analisis ini menggunakan metode pengumpulan data dengan pengamatan pada rencana lokasi pembangunan dan wawancara untuk mengetahui fungsi dan detail tapak gedung.Perencanaan strukturpada skripsi ini direncanakan menggunakan SistemRangkaPemikulMomen Menengah(SRPMM) padazonasigempawilayahKabupaten Sumenep. Hasil analisis struktur mendapatkan bahwa gaya geser searah sumbu y (bidang pendek) cukupberpengaruh pada tulangan geser, namun tidak untuk sumbu x (bidang panjang) sehingga portal bidang searah sumbu x menggunakan sengkang minimal. Beban gaya aksial pada kolom cenderung besar untuk kolom tengah sehingga digunakan untuk menentukan jumlah tulangan.Penerapan multi-story building sangat mungkin dilakukan mengingat Kabupaten Sumenep memiliki beban gempa yang cukup kecil. Diharapkan penelitian lanjutan dapat dilakukan mencakup pondasi dan rencana anggaran biaya sehingga bisa menjadi satu-kesatuan yang lengkap.
PERBANDINGAN ANTARA STRUKTUR RANGKA DENGAN STRUKTURGABLE PEMBANGUNAN RENOVASI GEDUNG TEKNOLOGI MEKANIKUPT. BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN SUMENEP Andriani, Dewi Yulistiana; Nura Diana, Anita Intan
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Mitsu
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.049 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.164

Abstract

Pembangunan  renovasi  gedung  teknologi  mekanik menggunakan tipe struktur baja gable. Tipe struktur baja lain  yaitu  struktur  atap  rangka  juga  dapat  digunakan pada  pembangunan  gedung  ini.  Struktur  gable   dan struktur rangka memiliki keunggulan dalam menahan beban-beban   atas   pada   bangunan.   Kedua   struktur tersebut  menggunakan  profil  baja yang  berbeda, sehingga biaya yang dibutuhkan juga memiliki selisih perbandingan.Pengolahan data untuk perhitungan struktur menggunakan perhitungan manual yaitu dengan metode kesetimbangan titik simpul untuk struktur rangka dan metode cross untuk perhitungan struktur gable. Untuk perhitungan desain struktur digunakan metode LRFD. Perhitungan  anggaran  biaya dilakukan dengan  cara unit price atau perhitungan anggaran biaya yang didasarkan dari harga satuan sesuai keputusan bupati tahun 2014.Hasil  perhitungan  struktur  diperoleh  penggunaan profil baja WF 150x75x5x7 pada struktur gable dan penggunaan profil baja kuda-kudadouble siku L50.50.5. Total anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan struktur gable diperoleh sebesar Rp 214.173.400,01,-, sedangkan yang dibutuhkan untuk pekerjaan struktur rangka diperoleh sebesar Rp 160.215.612,00,-. Jadi, perbandingan   biaya   antara   struktur   gable   dengan struktur     rangka     memiliki     selisih     sebesar     Rp 53.957.788,02,-.Kata Kunci  :    Struktur, Rangka, Gable, Biaya
EVALUASI ANGKUTAN PERDESAAN DI KABUPATEN SUMENEP DARI SEGI TRAYEK, SARANA DAN PRASARANA (STUDI KASUS JALUR SUMENEP – KALIANGET) Sahara, Dara Adistia; Jasuli, Darma; Farajd, Abdul Muthalib
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Mitsu
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.739 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.163

Abstract

Minimnya     perhatian     pemerintah     KabupatenSumenep menyebabkan angkutan perdesaan trayek Sumenep ? Kalianget tidak berkembang sehingga peneliti mengkaji  dan    mengevaluasi  angkutan  perdesaan  dari segi  trayek,  sarana  maupun  prasarana  guna meningkatkan kualitas angkutan. Metode yang digunakan adalah  metode  deskriptif  kuantitatif.  Data  yang digunakan adalah data survey lapangan dan data dinas.Hasil  penelitian  menunjukkan  dari  75  angkutan yang beroperasi diantaranya 30 angkutan layak, 24 tidak layak, dan 21 tidak diketahui. Rute operasi angkutan adalah Pasar Anom Baru ? Kalianget dan Pasar Bangkal? Kalianget. Angkutan tidak singgah di terminal Arya Wiraraja serta tidak ada  informasi  trayek. Hasil analisa kuesioner dari pelayanan keamanan 39,08% cukup memuaskan, 100% sopir tidak menggunakan tanda pengenal  dan  67,82% tidak  terdapat  informasi  trayek. Dari pelayanan keselamatan 44,83% cukup memuaskan,100% kondisi sopir sehat dan 97,70% sopir piawai mengemudikan  angkutan.  Dari  pelayanan  kenyamanan33,33% kurang nyaman, 41,38% sirkulasi udara dalam angkutan kurang baik, 35,63% angkutan kurang bersih, dan   88,51%   tempat   duduk   cukup   memadai.   Dari pelayanan keterjangkauan 58,62% tarif angkutan murah,35,63% cukup  mudah  menyetop  angkutan  dan  64,37% angkutan menjangkau tujuan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan  maka  disimpulkan bahwa dari segi trayek rute angkutan perdesaan trayek Sumenep ? Kalianget masih perlu dikembangkan untuk menjangkau semua  pusat  kegiatan  di  wilayah  Sumenep,  dari  segi sarana angkutan perdesaan trayek  Sumenep ? Kalianget juga  belum    memenuhi    Standar  Pelayanan  Minimal (SPM) angkutan perdesaan dan harus dibenahi dari segi fisik, selain itu dari segi prasarana, terminal Arya Wiraraja tidak dimanfaatkan dengan maksimal.Kata kunci   :    Rute, Sarana, Prasarana
PREFERENSI MASYARAKAT DESA PINGGIRPAPAS KABUPATEN SUMENEP TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH Fansuri, Subaidillah; Nura Diana, Anita Intan
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Mitsu
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.438 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.161

Abstract

Seiring bertambahnya penduduk akan memperparahkondisi lingkungan desa Pinggirpapas dikarenakan apabila jumlah penduduk semakin bertambah, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi sampah yang pada akhirnya sampah tidak dapat dianggap menjadi masalah yang ringan, dimana sampah mengakibatkan gangguan terhadap lingkungan manusia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ada di Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 280 responden. Analisis data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan analisis statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Chi-Square.Berdasarkan hasil analisis menggunakan bantuan SPSS diperoleh rekapitulasi jawaban responden antara responden   yang   menjawab   Ya   dan   Tidak   secara berurutan  yaitu  46,53% dan  53,47%.  Responden  yang menjawab Tidak terhadap semua pertanyaan terkait preferensi   masyarakat  terhadap   pengelolaan  sampah lebih besar dibandingkan dengan responden yang menjawab Ya. Selisih antara responden yang menjawab Ya dan Tidak adalah sebesar 6,95%. Hasil analisis chi- square adalah terdapat hubungan yang signifikan antara masyarakat yang menjawab Ya dan Tidak, dengan kecenderungan masyarakat menjawab Tidak sebanyak 17 pertanyaan, sedangkan kecenderungan masyarakat menjawab  Ya  sebanyak  9  pertanyaan.  Tidak  terdapathubungan yang signifikan antara masyarakat yang menjawab Ya dan Tidak, dengan kecenderungan masyarakat menjawab Tidak 5 pertanyaan, sedangkan kecenderungan masyarakat menjawab Ya sebanyak 2 pertanyaan.Kata kunci   :    Preferensi, Sampah, Pinggirpapas
KAJIAN TEKNIS SALURAN DRAINASE DI KECAMATAN KOTA SUMENEP (STUDI ULANG TERHADAP DIMENSI EXISTING DAN DEBIT RANCANGAN DI JL. URIP SUMOHARJO - JL. MH. TAMRIN KECAMATAN KOTA SUMENEP ) Purwanti, Yuni Nia; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmiah MITSU Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Mitsu
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.16 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.162

Abstract

Drainase  kota  merupakan   sesuatu  yang  sangatpenting karena untuk mengalirkan air yang berlebihan dari permukaan tanah atau dari dalam tanah, sehingga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan  suatu daerah. Drainase diperlukan untuk mencegah supaya tanah tidak mendapat air lebih banyak dari yang diperlukan  karena precipitasi,  kelebihan  air  irigasi  bocoran  atau  karena letak muka air tanah yang   dangkal. Masalah drainase kota / daerah tertentu nampaknya menjadi permasalahan yang serius , terutama pada kota-kota yang sudah dan sedang berkembang sesuai dengan fungsi sebagai ibukota ataupun  pusat  perekonomian  daerah.  Faktor  topografi dan kondisi geologi yang kurang menguntungkan pada beberapa lokasi tempat pengambilan air sehingga dapat mempengaruhi imbangan air misalnya pada beberapa aliran sungai, kondisi air tanah di beberapa lokasi pengairan lahan.Dari   hasil   perhitungan   didapat   untuk   kondisi existing saluran drainase Jln.Urip Sumoharjo  dengan b= 0.4 m, H = 1 m, h = 0.5 m, w = 0.15 m, dan debit 0.291 m3/det.   Tidak   mampu   menampung   debit   maksimum sebesar 0.405 m3/det, sehingga perlu direncanakan ulang untuk PUH 5 tahun dan PUH 10 tahun. Dari hasil hitungan rencana untuk PUH 5 tahun didapat H = 0.81, b= 0.8 m, h = 0.66, w = 0.15 m dengan debit 1.601 m3/det lebih besar dari debit rancangan sebesar 0.405 m3/det, sehingga dapat dikatakan saluran mampu menampung debit air yang masuk, sedangkan hasil hitungan rencana untuk PUH 10 tahun didapat H = 0.95 m, b = 0.8 m, h =0.73, w = 0.22 m dengan debit 1.788 m3/det lebih besar dari  debit  rancangan  sebesar  0.431  m3/det,  sehingga dapat dikatakan saluran mampu menampung debit air yang masuk ke saluran. Sedangkan saluran di Jln.MH.Thamrin untuk kondisi existing  dengan b = 2 m, H = 1.12 m, h = 0.86 m, w = 0.258 m, masih cukup mampu menampung debit air yang masuk ke saluran sampai pada PUH 5 tahun dan PUH 10 tahun. Dimana kemampuan  debit  saluran  sebesar  3.102  m3/det  lebih besar dari debit rancangan PUH 5 tahun sebesar 0.788 m3/det dan PUH 10 tahun sebesar 0.828 m3/det.Kata kunci   :    Drainase, Debit, Dimensi Saluran