cover
Contact Name
Dyah Lupita Sari
Contact Email
Dyah.lupita@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
Jsdk.hiupnvyk@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Published by UPN Veteran Yogyakarta
ISSN : 20857853     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan(JSDK) is a scientific journal published twice a year (June and December). JSDK is to publish research articles within the field of diplomacy, security, and strategic studies, including peace and conflict resolution, foreign policy, regional studies, and international political economy.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
ANCAMAN TERORISME ISLAMIC STATE OF IRAQ AND SYRIA (ISIS) PASCA FASE “KHILAFAH” Renitha Dwi Hapsari, Prihandono Wibowo dan
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengelaborasi eksistensi dan strategi terorisme ISIS pasca perang Baghouz. Sejak Perang Baghouz pada Maret 2019, beberapa pemimpin negara mengumumkan kemenangan atas ISIS sekaligus mengumumkan berakhirnya ?khilafah? ISIS yang pernah dideklarasikan tahun 2014. Namun  pasca fase tersebut, ISIS mengklaim kelompoknya masih eksis dan mampu melakukan operasi serangan lintas negara. ISIS justru menggencarkan operasi gerilya maupun terorisme di berbagai negara lintas benua. Hal ini menggambarkan bahwa potensi ancaman terorisme kelompok tersebut masih menjadi persoalan serius bagi keamanan dunia internasional. Oleh karena itu, eksistensi ISIS pasca fase ?khilafah? dan trend potensi ancaman terorisme kelompok tersebut signifikan untuk dikaji, baik dalam dunia akademis maupun bagi pengambil kebijakan dalam bidang keamanan. Terdapat temuan menarik dalam tulisan ini. Pertama, ISIS masih eksis dan mendapat dukungan dari ?mujahidin? lintas negara. ISIS bertransformasi dari ?quasi-state? menjadi kelompok ?teroris.? Kedua, penggunaan strategi franchise dan lone wolf terrorism oleh ISIS menonjol pasca kelompok tersebut kehilangan penguasaan teritori. Ketiga, ISIS masih dominan menggunakan media sosial dan internet untuk kepentingan konstruksi propaganda dan komunikasi. Hasil tersebut didasarkan atas triangulasi data, yaitu data yang berasal dari dokumen yang disirkulasikan oleh ISIS dan afiliasinya pasca Perang Baghouz,  hasil wawancara, serta konfirmasi dengan data independen.Kata-kata Kunci : ?khilafah? ISIS, kombinasi strategi, ancaman terorisme
KEPUTUSAN AMERIKA SERIKAT RENEGOSIASI SOUTH PACIFIC TUNA TREATY (SPTT) Shobrina, Ria Alfa
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menganalisa pengambilan keputusan pemerintah AS untuk renegosiasi South Pacific Tuna Treaty (SPTT) tahun 2016. Pemerintah AS sudah secara resmi menyatakan menarik diri dari SPTT, namun merubah keputusannya dengan bersedia untuk renegosiasi dengan pihak Pasifik Selatan. Padahal sebelumnya AS dan Kepulauan Pasifik terlibat sengketa perjanjian karena tidak sepakat mengenai beberapa ketentuan dalam perjanjian. Belum ada literatur yang membahas tentang renegosiasi SPTT. Namun, telah ada literatur mengenai beberapa renegosiasi perjanjian yang dilakukan oleh AS. Beberapa literatur tersebut membahas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan renegosiasi harus dilakukan. Di antaranya karena perjanjian sudah tidak relevan akibat faktor perubahan lingkungan, faktor sosial, faktor ekonomi, dan faktor pemimpin. Belum ada yang membahas renegosiasi berdasarkan alasan dan kepentingan aktor yang terlibat, mengapa mereka melakukan renegosiasi SPTT. ntuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori Two-level game. Temuan tulisan ini menunjukkan bahwa SPTT bukan hanya sekedar perjanjian perikanan dengan keuntungan ekonomi, tetapi lebih dari itu, SPTT harus direnegosiasi karena perjanjian tersebut juga mencakup kepentingan konservasi, diplomatik, dan strategis AS di Pasifik Selatan.Kata Kunci: Perjanjian Tuna, Renegosiasi, Amerika Serikat, Kepulauan Pasifik
NEGARA, PASAR, DAN KEAMANAN ENERGI Loy, Nikolaus
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan energi telah menjadi salah satu isu kritis dalam poliitk internasional sejak tahun 1970-an. Saat ini penguatan isu ini didorong oleh kombinasi antara peningkatan konsumsi energi, dampak lingkungan, penurunan produksi migas dan posisi penting energi dalam sector militer dan politik. Menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara menjamin keamanan energi, perspektif geo-politik dan pasar mengajukan jawaban dan preskripsi yang berbeda. Dengan menggunakan studi literatur, artikel ini mendiskusikan argumen-argumen mendasar kedua perspektif tentang keamanan energi. Artikel ini menyimpulkan bahwa perbedaan dalam preskripsi berasal dari pandangan geo-politik dan pasar tentang posisi energi. Pendukung geo-politik menempatkan energi sebagai komoditas strategis yang merupakan elemen mendasar dalam keamanan nasional dan kekuatan militer. Pendukung pasar, sebaliknya, berargumen bahwa energi adalah komoditas yang dapat diperdagangkan secara bebas oleh individu dan perusahaan. Meskipun demikian, keamanan energi dapat dijamin melalui kombinasi antara pendekatan geo-politik dan mekanisme pasar. Negara dibutuhkan untuk menjamin keamanan investasi energi, keamanan sumber energi, jaringan infrastruktur produksi dan distribusi energi. Pada saat yang sama, perusahaan swasta mampu memberikan sumbangan penting dalam pengembangan teknologi dan energi terbarukan. Kata kunci: Keamanan Energi, Geo-politik dan Pasar.
THE STRATEGIES OF COCA-COLA’S EXPANSION IN THE GLOBALIZATION ERA Suprapto, Nanda Pradhana
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi ekspansi perusahaan Coca-Cola di era globalisasi. Tulisan ini berfokus pada perusahaan Coca-Cola karena mereka telah terbukti berhasil sebagai salah satu merek yang paling dikenal di pasar global. Makalah ini mengidentifikasi strategi dari tiga CEO ketika perusahaan tersebut berkembang secara global. Penelitian ini menggunakan studi literature untuk memahami strategi ekspansi yang diterapkan Coca Cola di era globalisasi. Strategi-strategi ini termasuk penguatan brand, distribusi jaringan, peningkatan sumber daya manusianya dan juga perhatian terhadap budaya lokal di setiap negara tempat Coca-Cola beroperasi. Strategi-strategi ini membantu perusahaan Coca-Cola menjadi sangat kompetitif di pasar global dan mengalahkan sebagian besar pesaingnya.Kata Kunci : Ekspansi Coca-Cola, Strategi, Globalisasi, Pasar Global.
RESOLUSI KONFLIK BATAS WILAYAH (BACKSTOP) IRLANDIA UTARA DENGAN REPUBLIK IRLANDIA DALAM BRITISH EXIT dan Windy Dermawan, Rizka Maharani, Akim,
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik batas wilayah yang terjadi di Irlandia Utara dan Republik Irlandia dalam British Exit (Brexit), atau yang dikenal dengan backstop, merupakan konflik yang terjadi di United Kingdom dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengaji isu ini, karena belum ditemukannya solusi untuk menguntungkan pihak yang terlibat. Dengan adanya Brexit, United Kingdom akan keluar dari keanggotaan Uni Eropa dan terlepas dari regulasi Uni Eropa dalam menjalankan aspek-aspek kerja sama. Irlandia Utara dan Republik Irlandia yang merupakan dua negara dengan satu wilayah yang sama akan memiliki perbedaan regulasi serta cukai dalam arus masuk dan keluar barang atau jasa. Oleh karena itu, Uni Eropa berupaya untuk mencanangkan adanya backstop yang menimbulkan perbedaan pendapat dengan United Kingdom serta tidak terlepas dari kepentingan dari Republican dan Loyalist yang berada di Irlandia Utara. Konflik yang terjadi dalam isu ini terdapat aspek kapitalpolitik, konflik intrastate, dan internationalized conflict. Dalam menganalisis ini menggunakan manajemen resolusi konflik melalui pendekatan resolusi konflik, mekanisme resolusi konflik, dan alat bantu analisis konflik. Deskripsi kualitatif dan studi literatur digunakan sebagai metode penulisan, serta penulis berpendapat bahwa untuk menyelesaikan konflik ini dibutuhkan negosiasi di antara United Kingdom dan Uni Eropa mengenai Brexit dan backstop, serta power-sharing di antara Republican dan Loyalist. Tujuan penulisan artikel ini adalah pemaparan mengenai resolusi konflik dalam batas wilayah kedua negara di dalam fenomena Brexit.Kata Kunci: Brexit, European Union Customs Union, Republican, Loyalist
FROM THE BALLOTS TO THE BEACHES: ASSESSING THE RELATIONSHIP BETWEEN DEMOCRACY AND TOURISM Kuncoro, Hestutomo Restu
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 12, No 1 (2020): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun hubungan antara demokrasi dan stabilitas, serta antara stabilitas dan pariwisata, telah terjalin dengan baik, makalah-makalah ilmiah yang dengan kuat memeriksa hubungan antara demokrasi dan pariwisata sangat langka. Artikel ini berupaya mengatasi masalah ini dengan memeriksa korelasi antara tingkat demokrasi dan tingkat pengembangan pariwisata. Untuk itu, artikel ini mencoba menggunakan regresi berganda untuk melihat korelasi antara keduanya, dan interpretasi hasil dilakukan secara kualitatif menggunakan perbandingan studi kasus. Demokrasi sebagai variabel independen diwakili oleh Indeks Demokrasi Unit Intelijen Economist, sedangkan pengembangan pariwisata sebagai dependen diwakili oleh Travel and Tourism (T&T) Competitiveness Index, Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum). Dua regresi terpisah dijalankan. Yang pertama adalah regresi berganda dengan T&T Index sebagai variabel dependen dan Indeks Demokrasi sebagai variabel independen. Yang kedua adalah regresi multivariat dengan Indeks Demokrasi sebagai variabel independen, dan Indeks T&T dipecah menjadi empat belas komponen untuk melayani sebagai variabel dependen; regresi ini digunakan untuk menguji sifat sebenarnya dari hubungan tersebut. Regresi pertama menunjukkan korelasi kecil (r = 0,18) tetapi signifikan secara statistik (p <0,001) antara Indeks Demokrasi dan Indeks T&T. Regresi kedua menunjukkan bahwa Indeks Demokrasi memiliki korelasi yang signifikan secara statistik (semua p <0,001) dengan semua komponen Indeks T&T, dan sebagian besar korelasi positif kecuali untuk daya saing harga (r = - 0,237). Efek dari Indeks Demokrasi kecil pada sebagian besar variabel dependen kecuali untuk Keterbukaan Internasional (r = 0,401), Kesiapan ICT (r = 0,328), Sumber Daya Manusia dan Pasar Tenaga Kerja (0,315), dan Layanan Pariwisata dan Infrastruktur (0,395). Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang kuat antara demokrasi dan pariwisata karena rezim demokratis cenderung memiliki karakteristik yang bermanfaat bagi pengembangan pariwisata. Hasilnya menuntut penelitian lebih lanjut yang lebih rumit untuk mengungkapkan sifat sebenarnya dari hubungan mereka.Kata Kunci: Demokrasi, Pariwisata, Travel and Tourism Competitiveness Index.
Globalisasi, Migrasi, Dan Keamanan Nasional Malaysia: Satu Tinjauan Literatur Misran, Firdaus; Roslam, Aini Fatihah
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migration issue is not merely draw attention to Malaysia but also to every sovereign state(s) in today’s globalized world. The Issue of migration has been regard as prime subject that able to threat national security and vis-à-vis state relations. Thus with the understanding of research main terminology such as globalization, migration and national security, the study is set to explore factors that lies toward the mobilization of foreign migrants to Malaysia, while becoming the actual threat to state national security. The study been conducted in qualitative method via content analysis approach. Secondary data were retrieved and collected from printed and also reliable online sources that fit for academic reference. The preliminary result indicate that globalization encourage the mobilization of illegal foreign migrants that later posit an actual threat to Malaysian national security. 
Peran National Resource Defence Council (NRDC) Dalam Melestarikan Lingkungan Laut Di Amerika Serikat Purnamasari, Cory Kusuma
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Studi Diplomasi Dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses the role of the Natural Resources Defense Council (NRDC) in preserving the marine environment in the United States. The US itself is a country that has a large sea area and the economy that comes from the sea is quite high and influential. The presence of sea damage that occurred long ago until  now  have  hindered  the  surrounding  ecosystem.  Environmental  issues include: sewage, oil spills, garbage, overfishing, ocean acidification, sea water content of the poor. The existence of the sea issues attract the federal government to make a policy, not only the government but activists and environmental groups also help preserve the marine environment in the US. Environmental organizations that becoming a major role in this thesis is NRDC. Their roles in preserving the ocean in the US include: catalyzing changes in the system, the monitoring service programs, and implementation services. In this thesis also discussed about the obstacles and achievements NRDC in doing any roles in the US.
Pembangunan Perdamaian Berkelanjutan Di Burundi Pasca Perang Sipil 1993-2006 Fajriyah, Isrotul
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burundi is one of the poorest countries in the world that suffered from prolonged ethnic conflict. Conflict between Hutu and Tutsi has brought this country into genocide on 1972 and 1993 that led into 12 years of civil war. Peacemaking effort to end violent conflict in Burundi has gone through three main phases involving regional and international organisations. As result of this peace process, the parties have signed Arusha Peace and Reconciliation Agreement on 28 August 2000. This agreement directly addressed the issue of ethnicity in Burundi and devised a power- sharing arrangement. However, peace is a fragile thing so it’s important to build strong foundation for ensuring its sustainability. Peacebuilding efforts are necessary to bring post-conflict recovery and prevent the outbreak of civil war in the future. The role of international community is also needed to support post-conflict peace-building in Burundi.
Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Rangka Pengembangan Mata Kuliah Konsentrasi Di Prodi Ilmu Hubungan Internasional Issundari, Sri; Rachmawati, Iva
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research will map out the problems faced by the Department of International Relations in the application of concentration courses namely Diplomacy Negotiation and also Defence and Security, while offering models cooperative model for developing of student’s competence. Based on the results of a questionnaire distributed among students in 2012 showed that the concentration courses of diplomacy negotiation and defense & security studies were not interesting for students to learn as they were boring and saturate. This condition is considered derived from learning model that has not involving students actively in the lecturing process, whereas the course of concentration is very important to support the competence of students after graduation. This research will mapping out the problems in the course of concentration course through FGD (Focus Group Discussion) and analyze of Design of Learning (Rancangan Sistem Pembelajaran). This study will also try out a model of learning through cooperative models as a solution to increase the active participation of students in the class. Cooperative learning method uses game system, in which there is also a space for learners to participate in determining the course of the game. Students take responsibility to organize  learning process. The method used in this research is a classroom action research methods. Parameters used to determine the method of learning is through testing students' perceptions in cooperative learning methods in the classroom.