cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Performans Itik Tegal Betina dengan Sistem Pemeliharaan Intensif dan Semi Intensif di KTT Bulusari Kabupaten Pemalang Adi, Agam Pradipta; Sunarti, Dwi; Muryani, Rina Muryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.518 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif pada performans itik Tegal berupa komposisi dan konsumsi nutrien, konversi pakan dan produksi telur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018 di peternakan rakyat Desa Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 2265 ekor itik Tegal betina dari 13 peternak itik di KTT Bulusari yang terdiri dari 6 peternak dengan sistem pemeliharaan semi intensif dan 7 peternak dengan sistem pemeliharaan intensif. Itik Tegal dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang menginterprestasikan suatu data dari sampel penelitian yang dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi pakan dan HDP itik Tegal betina yang dipelihara  secara intensif sebesar 7,09 dan 57,57%, sedangkan  itik yang dipelihara secara semi intensif adalah sebesar 1,43 dan 58,84%.  Sistem pemeliharaan semi intensif lebih menguntungkan karena lebih sedikit pakan dapat memproduksi secara optimal.
Pengaruh Frekuensi dan Periode Pemberian Pakan terhadap Bobot Relatif Organ Limfoid Ayam Buras Super Arfanda, Ahmat Ikhsan; Suprijatna, Edjeng; Isroli, Isroli
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.967 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.306-311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu-waktu dimana ayam membutuhkan pakan melalui perbaikan manajemen pakan dengan frekuensi (F) dan periode (P) pemberian pakan. Penelitian ini menggunakan 252 ekor ayam buras super umur 1 hari dengan bobot awal rata – rata 37,88 ± 1,89 gram. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil. Penelitian menggunakan rancangan split plot, dimana main plot berupa frekunsi pemberian pakan (1 kali/hari, 2 kali/hari dan 3 kali/hari) dan sub plot berupa periode pemberian pakan (14jam, 16jam dan 18jam) sehingga seluruhnya terdapat 36 kombinasi perlakuan. Parameter yang diukur meliputi bobot relatif organ limfoid (timus, limpa, bursa fabricius dan hati). Data yang diperoleh diamati keragamannya pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada pengaruh frekuensi dan periode pemberian pakan terhadap bobot relatif limpa, timus dan bursa fabrisius. Kesimpulan penelitian ini bahwa frekuensi dan periode pemberian pakan tidak meningkatkan bobot relatif organ limfoid.
Formulasi Susu Pengganti dan Evaluasi Pengaruhnya terhadap Performa Anak Domba Kembar Sudarman, Asep; Fatmiati, Harun; Khotijah, Lilis
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.282 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.14.3.228-236

Abstract

The purpose of this experiment was to formulate and evaluate milk replacer on the production performance of twin lambs from before weaning to one month after weaning. Three pairs of twin lambs aged two weeks with a body weight of 3.83 ± 0.4 kg were divided into two groups, each consisting of three lambs. The treatments applied were PSI = lamb given mother's milk and PMR = lamb given milk replacer. Pre-weaning dry matter consumption data were analyzed descriptively and other data were analyzed using the T-test. The results showed that the dry matter consumption lambs that were given milk replacers in pre-weaning was 164.18 ± 31.25 g/head/day with the largest proportion coming from milk replacers (61.4%). PSI group lambs had dry matter and energy consumption after weaning, daily gain before and after weaning, and body weight when weaned were significantly higher (P <0.05) than the PMR group lambs. However, the ratio of feed conversion and body weight at 90 days in the two groups of lamb were not significantly different. All lambs were healthy and no one died. It is concluded that formulated milk replacer provides production performance in lambs that are equivalent to lambs fed with mother's milk.
PENGARUH PERBEDAAN SUHU PEMELIHARAAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER PERIODE FINISHER Rini, S. R.; Sugiharto, Sugiharto; Mahfudz, L. D.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.387-395

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas fisik (pH, drip loss, WHC dan warna) daging ayam broiler broiler antara dua suhu pemeliharaan (suhu nyaman (23 - 24 ?C ) dan suhu tinggi (35-36 ?C). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 ekor ayam jantan periode finisher (umur 21 hari) dengan rata- rata berat awal 1,17 g ± 0,03 (CV = 2,94%), dengan 10 ternak dibesarkan pada suhu yang nyaman (23- 24 ?C) dan 10 ternak lainnya dibesarkan dalam suhu tinggi (35-36 ?C ). Pada hari ke-35, ayam broiler disembelih dan diambil sampelnya. Sampel daging diambil dari dada. Uji t test independen digunakan dalam penelitian ini untuk dapat melihat perbedaan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik daging pada perbedaan pemeliharaan antara broiler yang dipelihara pada suhu yang nyaman (23-24 ?C) dan broiler dipelihara pada suhu tinggi (35-36 ?C) secara signifikan berbeda nyata (P<0,05) pada pH, drip loss, WHC dan warna mat (L * = lightness dan a * = kemerahan), tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05 ) pada warna kekuningan (b *) daging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ayam broiler yang dipelihara pada suhu tinggi memiliki kualitas fisik yang lebih rendah daripada ayam broiler yang dipelihara pada suhu yang nyaman.
PENDAPATAN PEDAGANG AYAM KAMPUNG PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA BENGKULU Sutriyono, Sutriyono; Setianto, J.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.440-447

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pendapatan pedagang ayam kampung di pasar tradisional di Kota Bengkulu, yaitu  Pasar Panorama dan Pasar Minggu. Sebelas respoden pedagang ayam kampung dipilih dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, pengisian kuisioner dan pengamatan langsung;  meliputi karakteristik responden, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan penerimaan. Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dihitung pendapatan, R/C, dan dilakukan analisis regresi berganda linier untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pedagang ayam kampung tertinggi Rp 4.175.390,- per bulan dan terendah Rp 1.023.917,- per bulan dengan rata-rata  Rp 2.389.626,- per bulan, dengan nilai R/C >1. Dari analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan Y= -705323+10,64X1+17.789,28X2-229,57X3+148,57X4-2,89X5. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah 0,985 atau 98,5%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa biaya pakan, jumlah ayam dibeli, harga beli ayam, harga jual ayam, dan transportasi menentukan pendapatan sebesar 98,5%, dan 1,5% ditentukan oleh faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan uji t diperoleh hasil bahwa jumlah ayam dibeli, harga beli ayam, dan harga jual ayam mempengaruhi pendapatan pedagang ayam, sedangkan biaya pakan dan transportasi tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang ayam kampung di Pasar Tradisional Kota Bengkulu.
TOTAL BAKTERI DAN FUNGI SERTA KANDUNGAN NUTRISI DARI AMPAS KELAPA YANG DIBERI EKSTRAK DAUN KERSEN DENGAN LAMA PENYIMPANAN BERBEDA Karina, A. E.; Pujaningsih, R. I.; Yudiarti, T.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.359-367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh dari pemberian ekstrak daun kersen pada ampas kelapa terhadap total bakteri, total fungi serta kandungan nutrisi pada lama penyimpanan yang berbeda. Ekstrak daun kersen diekstraksi menggunakan metode sokletasi. Konsentrasi ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 50%. Ampas kelapadiberi 2 perlakuan yaitu T0 tidak ditambah ekstrak daun kersen dan T1ditambah ekstrak daun kersen dengan perbandingan 1 : 10 (v/w) serta diberi perlakuan lama penyimpanan masing-masing M0 (lama penyimpanan minggu ke -0), M2 (lama penyimpanan minggu ke-2) dan M4 (lama penyimpanan minggu ke ? 4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah total bakteri, total fungi dan kandungan  nutrisi.  Perlakuan pemberian ekstrak daun kersen berbeda nyata (P < 0,05) terhadap total fungi, total bakteri, kadar lemak kasar, dan kadar protein kasar. Sedangkan lama penyimpanan berbeda nyata (P<0,05) terhadap  kadar air,  kadar abu dan serat kasar ampas kelapa. Ekstrak daun kersen yang ditambahkan pada ampas kelapa mampu mengurangi pertumbuhan fungi, namun tidak dapat mengurangi pertumbuhan bakteri serta tidak dapat mempertahankan kandungan nutrisi ampas kelapa selama penyimpanan.
BOBOT RELATIF DAN PANJANG USUS HALUS AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM MENGGUNAKAN CANGKANG TELUR MIKROPARTIKEL DENGAN SUPLEMENTASI PROBIOTIK LACTOBACILLUS SP. Satimah, S.; Yunianto, V.D.; Wahyono, F.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.396-403

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum menggunakan cangkang telur mikropartikel dan probiotik Lactobacillus sp. pada ayam broiler terhadap bobot relatif dan panjang usus halus serta bobot karkas ayam broiler. Ternak yang digunakan ayam broiler strain New Lohmann MB 202 umur 14 hari sebanyak 160 ekor dengan rata-rata bobot badan 407,65 ± 16,51 g. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing 8 ekor). Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = ransum dengan protein 21%, T1 = ransum dengan protein 18%, T2 = T1 + tepung cangkang telur mikropartikel, T3 = T1+ Lactobacillus sp. 1,2 ml dan T4 = T2+ Lactobacillus sp. 1,2 ml. Parameter yang diukur meliputi bobot relatif usus halus, panjang usus halus dan bobot karkas. Data dianalisis ragam dan dilakukan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan protein 18% menggunakan cangkang telur mikropartikel ditambah Lactobacillus sp. berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot relatif duodenum, panjang duodenum dan bobot karkas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu pemberian ransum dengan protein 18% menggunakan tepung cangkang telur mikropartikel ditambah Lactobacillus sp. 1,2 ml (T4) dapat meningkatkan bobot relatif dan panjang duodenum serta bobot karkas ayam broiler.
TIGA PILAR USAHA TERNAK : BREEDING, FEEDING, AND MANAGEMENT Amam, Amam; Harsita, P. A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.431-439

Abstract

Usaha ternak tidak bias terlepas dari konsep ?segi tiga emas? yaitu breeding, feeding, and management. Penelitian ini bertujuan untuk menguji asumsi klasik terhadap konsep ?segi tiga emas? usaha ternak melalui pendekatan expost facto research, sehingga dapat memperbarui tinjauan literatur. Penelitian dilakukan pada usaha ternak sapi perah di Kawasan Peternakan Sapi Perah Nasional (KPSPN) Kabupaten Malang, JawaTimur. Responden adalah semua peternak sapi perah yang tergabung di dalam kelembagaan peternak KUB (Kelompok Usaha Bersama) Tirtasari Kresna Gemilang yang beranggotakan 174 orang. Data dianalisis menggunakan metode PLS (Partial Least Square) dengan Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ternak sapi perah dipengaruhi oleh breeding, feeding, and management sebagai pilar utama sebesar 86%, sedangkan sisanya sebesar 14% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat di dalam model. Kesimpulan dari penelitian yaitu terdapat tiga pilar utama usaha ternak sapi perah, yaitu breeding, feeding, and management.
KUALITAS SEMEN SAPI BRAHMAN PADA PERSENTASE TRIS KUNING TELUR YANG BERBEDA Novita, R.; Karyono, T.; Rasminah, Rasminah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.351-358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas semen sapi Brahman pada persentase tris kuning telur yang berbeda.  Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Inseminasi Buatan (BIB) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel dan dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2017. Penelitian Kualitas Semen Sapi Brahman pada Presentasi Tris Kuning Telur yang Berbeda menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial 6 perlakuan dan 4 kali ulangan.  Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah K1 : 5% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K2 : 10% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 mi, K3 : 15% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K4 : 20% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K5 : 25% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml, K6 :  30% Tris Kuning Telur + Spermatozoa 1 ml.  Data yang diperoleh hasil dari pengaruh perlakuan diolah dengan metode analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ.  Hasil penelitian kualitas semen sapi Brahman pada persentase tris kuning telur yang berbeda menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Persentase Viabilitas Spermatozoa, Motilitas Individu, Konsentrasi Spermatozoa dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05)  terhadap Persentase Abnormalitas Spermatozoa.  Persentase tris kuning telur yang berbeda memberikan hasil terbaik pada perlakuan K4 (20%) tris kuning telur pada parameter viabilitas spermatozoa, motilitas individu dan konsentrasi spermatozoa.
PENGARUH STEP DOWN PROTEIN DAN PENAMBAHAN ACIDIFIER PADA PAKAN TERHADAP PERFORMANS AYAM BROILER Huda, S.; Mahfudz, L. D.; Kismiati, S.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 14, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.14.4.404-410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level step down dengan pemberian acidifier pada berbagai protein pakan terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penelitian ini menggunakan 210 Day Old Chicken (DOC) Unsexed dengan rata-rata bobot badan 44,34 ± 0,14 g dan pakan dengan level protein yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, sehingga ada 21 unit percobaan dengan jumlah 10 ekor ayam tiap unit. Perlakuan yang diterapkan yaitu step down protein dengan level 22%, 18% dan 16% dengan pemberian acidifier 1,2%/100 gram pakan. Parameter yang diamati penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar protein pakan (stepdown protein) 4 ? 6% dengan penambahan acidifier 1,2%/100g berpengaruh nyata (P<0,05) menurunkan konsumsi pakan serta pertambahan bobot badan, dan berpengaruh nyata meningkatkan konversi pakan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu stepdown protein 4% dan 6% dengan penambahan acidifier 1,2%/100 gram pakan belum mampu untuk menghasilkan performa terbaik untuk ayam broiler.

Page 1 of 34 | Total Record : 336