cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nexus Kedokteran Komunitas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
PROFIL HIPERTENSI PASIEN PUSKESMAS EROMOKO 1 BERDASARKAN JENIS KELAMIN Andiena, Fawzia; Serafine Hermanto, Felishia; Rafi? Dzakiyyah, Fitriana; Puspita Afianindha, Frestiken; Windi Nur Islami, Frieska; Iskandar, Iwan; Sudarsono, Joko
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia, yaitu 25,8%, berdasarkan data Riskesdas 2013. Di Jawa Tengah sendiri hipertensi menempati proporsi terbesar dari seluruh penyakit tidak menular yang dilaporkan sebesar 64,83% menurut Profil Kesehatan Kabupaten/Kota tahun 2017. Kejadian hipertensi berdasarkan data profil Puskesmas Eromoko I tahun 2018 didapatkan mencapai 1852, angka tertinggi pada penyakit rawat jalan. Di samping itu, didapatkan hanya sebanyak 8,81% yang berobat secara teratur. Dari data tersebut menunjukkan bahwa hipertensi merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi pada pasien Puskesmas Eromoko I.  Metode: Penelitian observasional tipe deskriptif, dilakukan dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan menggambarkan pola distribusi hipertensi berdasarkan populasi. Menggunakan data sekunder bersumber dari profil kesehatan Puskesmas Eromoko I. Hasil: Diperoleh dari data puskesmas selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2016,2017, dan 2018 mengenai jumlah penderita hipertensi pada pasien Puskesmas Eromoko I. Kesimpulan : Terdapat hubungan sebab-akibat antara hipertensi dengan jenis kelamin. Kata Kunci: hypertension; simpus; essential; gender
CORRELATION BETWEEN EXERCISE AND SLEEP QUALITY OF BANK SECURITY GUARD AT SURAKARTA Saputri, Rindy; Kiyatno, .; Suryawan, Arif
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 4, No 2 (2015): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Security guard often experience sleep disturbances, especially insomnia due to the changing of sleep pattern. This sleep disturbance causes a decrease sleep quality on security guard. Exercise can prevent the decrease of sleep quality. This research aimed to determine the correlation between exercise and sleep quality of banks security guard in Surakarta. Methods: This was an observational analytic research with crosssectional design, which was held on November 2014 with security guard at Surakarta as the research subjects. Sampling method used simple random sampling. The dependent variable was sleep quality which was measured by questionnaire. The independent variable was exercise. The variable was measured by time accumulation of exercise in a week. It was categorized into exercise (?150 minutes/week) and non exercise (<150 minutes/week). Thirty eight research subjects was analyzed using Spearman correlation test. Result: The Spearman correlation test analysis showed a statistically significant strong correlation between exercise and sleep quality. Exercise had contribution 44.9% to improved sleep quality (R= 0.67; R2= 0.44; p=0.000). Conclusion: Exercise has strong positive correlation with sleep quality of bank security guard. Security officers who do exercise have better sleep quality. Key Words: Security guard, Sleep quality, Exercise. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DISMENOREA TERHADAP PERILAKU PENANGANAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNS SURAKARTA Sugiantoro, Muhammad Iqbal; Raden, Abkar; Edwin, Erick
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 1, No 2 (2012): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Dysmenorrhea occured in 72,4% women where 15,4% of them suffered severe dysmenorrhea that may hinder the person doing activity or work. Behavioral treatment of dysmenorrhea can help the person to reduce the symptoms that may hinder or inhibit a person?s activity. Knowledge is an important determinant for the individual to behave. This study aims to know the relationship between knowledge level of dysmenorrhea to behavioral treatment of dysmenorrhea. Methods: This study was analytical observational with cross sectional approach, and used primary data. These sample were first, second, and third grade students of Medicine Faculty of Sebelas Maret University who suffered dysmenorrhea. Sixty four Samples taken by purpossive random sampling methods. All samples were given questionnaire to measure the knowledge level and behavioral treatment of dysmenorrhea. Data analysis using Chi Square test. Results: The result showed 53% sample?s kowledge level of dysmenorrhea were good and 47% were less. From behavioral treatment of dysmenorrhea sample?s ,we get 62% samples treated with his own and 38% went to doctor. From the analysis Chi Square test p= 0,001 and OR= 3,04. Conclusions: Based on result of the study can be concluded that there is a relationship between knowledge level of dysmenorrhea to behavioral treatment of dysmenorrhea. Student with good knowledge level of dysmenorrhea has 3,04 chance to go to the doctor treating dysmenorrhea. Keywords: Knowledge Level of Dysmenorrhea, Behavioral Treatment of                            Dysmenorrhea  
HUBUNGAN SANITASI RUMAH DENGAN ANGKA BEBAS JENTIK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN BANYUANYAR SURAKARTA ., Sumardiyono; Danarto, Adji; Bagus Yudhistira, Rafael; Kusuma Wardani, Erinda; Bintan Nuriana, Auliya; Nooratisya, Aisyah; Rizki Ramadhan, Alfin
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit DBD merupakan masalah kesehatan yang terdapat di Banyuanyar. Tingkat sanitasi dipercaya memiliki hubungan dengan kejadian DBD di Banyuanyar.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian kasus kendali. Pengambilan sampel dilakukan dengan acak, data diolah dengan menggunakanan uji chi square.Hasil: hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan nilai p= 0,001 yang berarti p<0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan jamban sehat dan kejadian balita stunting di kelurahan banyuanyar.Simpulan: Faktor ? faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian DBD adalah jentik pada bak mandi kain yang menggantung. Sebaliknya faktor yang tidak mempengaruhi adalah keberadaan jentik pada tempat minum burung dan keberadaan kontainer bekas.Kata kunci: Home sanity, Incidency of DBD, Larvae of Aedes Aegypti
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BBLR PADA KEHAMIAN ATERM DI PUSKESMAS SRAGEN PADA TAHUN 2018 Ma?rifatul, Ummu; Tjung, Vivienne; Patadungan, Windy; Vira, Yuan; Luthfiyah, Zalfa; Adnyana OM, Nengah
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Bayi dengan BBLR memiliki tingkat kematian neonatus yang tinggi. Angka kejadian BBLR yang ditemukan dari data Puskesmas Sragen pada Tahun 2018 sebesar 24 (4,6%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko tertinggi yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR pada kehamilan aterm di Puskesmas Sragen pada tahun 2018. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Hasil: Pada 24 sampel BBLR yang didapatkan, faktor risiko multipara (62,5%) memiliki proporsi yang lebih besar pada kejadian BBLR. Kesimpulan: Analisis bivariat chi square menunjukkan ibu dengan risiko tinggi memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR. Perhitungan Risiko Relatif (RR) menunjukkan faktor risiko PEB memiliki peluang yang tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR.Kata Kunci : LBW, Multipara, Severe preeclampsia
THE ASSOCIATION BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND NECK CIRCUMFERENCE WITH SLEEP QUALITY Arum, Wuryan Dewi Miftahtyas; Wiboworini, Budiyanti; Kusumawati, Ratna
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 3, No 2 (2014): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Backgrounds: Sleep disorders can affect on decreased concentration and academic achievement, sleepy while driving, risk behavior, depression, social interaction disorder, and bad health. Obesity is closely related to sleep-related breathing disorder that can affect on declining sleep quality as well. Body mass index (BMI) and neck circumference are simple screening to determine obesity. This research aims to know the association between BMI and neck circumference with sleep quality. Methods: This was an analytic observational research with cross sectional design in Buran Village, Tasikmadu, Karanganyar. Fifty six subjects 22-50 years of age were selected by using accidental sampling. BMI and neck circumference were obtained by anthropometric measurement. Sleep quality was obtained by PSQI questionnaire. Data were statistically analyzed using Spearman test and Mann-Whitney test. Results: The Spearman analysis indicated that there was no significant association between BMI and sleep quality (p = 0.070) as well as neck circumference and the sleep quality (p = 0.781). Mann Whitney analysis indicated that there was a significant association between psychological condition and sleep quality (p < 0.001). Conclusions: There are no significant associations between BMI and sleep quality as well as neck circumference and sleep quality. Psychological condition has significant correlation with sleep quality. Keywords: BMI, neck circumference, sleep quality
ANALISIS SURVEILAN KASUS INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PLUPUH 2 SRAGEN Anugrah Hanami Putra, Rifqi; Nurul Aulia D, Salmaa; Aria Anjasmara, Stefanus; Kahfi Alif W, Sutan; Satiadarma, Tiffany; ., Paryanti; ., Sumardiyono; Adnyana OM, Nengah
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi ISPA di Indonesia berada di tingkat 9.3 %. Sementara di Provinsi Jawa Tengah, prevalensi penyakit ISPA sebanyak 8,7%.  Sebanyak 25% kasus ISPA terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun dan pada usia di atas 5 tahun prevalensi ISPA sebanyak 10%. Insiden lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan periode Januari-Desember 2018 dengan kejadian ISPA.  Metode: Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja dari Puskesmas Plupuh 2 Sragen dari Laporan program P2 ISPA Puskesmas Plupuh 2 Sragen selama tahun 2018. Sampel diambil dari data program P2 ISPA Puskesmas Plupuh 2 Sragen dengan dilakukannya perekapan pada data.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Januari adalah bulan dengan angka kejadian ISPA tertinggi, prevalensi kejadian ISPA tertinggi pada anak berusia dibawah lima tahun, dan distribusi tertinggi pada jenis kelamin laki?laki. Kesimpulan: ISPA merupakan penyakit paling sering yang terdapat di Puskesmas Plupuh 2. Usia balita lebih sering terkena ISPA dibandingkan usia dewasa. Sementara itu distribusi jenis kelamin terhadap ISPA lebih disebabkan pengaruh aktivitas. Januari merupakan periode(waktu) dimana ISPA paling sering terjadi. Kata kunci: ARI, age, period of time, gender
HUBUNGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI Muhammad Nugroho, Fandi; Fikrifauzi Alimmahiransyah, Gusti; Deltino Bandaso, Hansel; Arafiasetyanto Prihadi, Ihsany; Ravelia Tiffany Subroto, Devina; Maharani, Yeni; S. R, Endang; Hayati, Sri; ., Sumardjo
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada tahun 2019, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir di Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali ditemukan 16 kasus DBD dengan 3 diantaranya meninggal dunia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan jentik nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali.Metode : Penulis melakukan survei jentik untuk melihat Angka Bebas Jentik (ABJ) jumlah responden yang pada tempat penampungan air di rumahnya terdapat jentik nyamuk dan menderita DBD sebanyak 8 responden,  ada jentik nyamuk tetapi tidak menderita DBD sebanyak 62 responden, tidak ada jentik nyamuk tapi menderita DBD sebanyak 0 responden, tidak ada jentik nyamuk dan tidak menderita DBD sebanyak 125 responden. Fisher Exact Test digunakan sebagai uji alternatif Chi Square untuk tabel silang (kontingensi) 2 x 2 dengan ketentuan, sampel kurang atau sama dengan 40 dan terdapat sel yang nilai harapan (E) kurang dari 5. Uji Fisher Exact juga dapat digunakan untuk sampel kurang dari 20 dalam kondisi apapun (baik terdapat sel yang nilai E-nya kurang dari 5 ataupun tidak). Asumsi dari uji ini adalah data yang akan diuji mempunyai skala pengukuran nominal.Hasil : Diperoleh hasil p < 0.0001 pada Fisher Exact Test.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keberadaan jentik memiliki hubungan yang bermakna dengan terjadinya penyakit DBD di Kecamatan Sawit, Boyolali.Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever, Aedes aegypti, Mosquito Larvae, Sawit Subdistrict
SURVEILANS KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS BOYOLALI I Ananda Safira, Difa; Nova K, Elisabeth; Sugarcia, Emillie; Nabilla M, Ersha; Munawaroh, Siti; Alifah, Noor
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 1 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia, dimana jumlah kasus yang dilaporkan pada tahun 2019  sebanyak 13. 683 kasus. Kota boyolali terjadi peningkatan insidensi penyakit DBDMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder tentang demam berdarah di Puskesmas Boyolali I. Data primer juga digunakan dalam penyelidikan epidemiologi (PE).Hasil: Didapatkan hasil sesuai teori kecuali untuk prevalensi jenis kelamin Kesimpulan: Berdasarkan pengolahan analisis data penderita DBD yang terdaftar di Puskesmas Boyolali I memiliki mayoritas usia 0-14 tahun yang merupakan usia sekolah. Tidak ditemukan prevalensi dalam jenis kelamin, dan penderita banyak ditemukan di desa/kecamatan Banaran. DBD sebanyak 69,2%. Gejala klinis terbanyak adalah demam, mual muntah, pendarahan, dan pembesaran hati.Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever, Health Risk, Fever, Epidemiology
HUBUNGAN ANTARA JENTIK NYAMUK DENGAN ANGKA KEJADIAN DBD DI KECAMATAN CEPOGO Faisol Mubaroh, Achmad; Himawan, Adnan; Ryan Bayu Saputra, Agung; Zulfikar Murad, Ahmad; Rizka Putri, Amanda; ., Sutartinah; Alifah Yunita, Noor
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 7, No 2 (2018): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus,dan famili Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hubungan antara jentik ? jentik nyamuk dengan kejadian DBD di Kecamatan Cepogo, Boyolali. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross-sectional dengan populasi dalam penelitian ini adalah semua perwakilan dari anggota keluarga kecamatan cepogo. Cara pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat untuk mengetahui distribusi tiap variabel yang diteliti dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan ? = 0,05. Hasil: Didapatkan hasil p value = 0,281. Hasil menunjukkan tidak ditemukannya pengaruh yang signifikan dari jentik ? jentik nyamuk dengan kejadian DBD di Kecamatan Cepogo.Kesimpulan: Tidak ditemukannya pengaruh yang signifikan dari jentik ? jentik nyamuk dengan kejadian DBD di Kecamatan Cepogo. Penelitian selanjutnya sebaiknya mengambil lebih banyak sampel, menggunakan metode quisioner untuk memperoleh informasi lebih banyak, dan memperpanjang waktu penelitian agar hasil di dapat mencermikan keadaan di populasi dengan lebih akurat.Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever, mosquito larvae, family members

Page 1 of 29 | Total Record : 284