cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkm@ui.ac.id
Editorial Address
"G301 Building G 3th Floor Faculty of Public Health Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424"
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : 10.21109
Core Subject : Health,
Kesmas: National Public Health Journal is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol. 6 No. 1 Agustus 2011" : 7 Documents clear
Determinan Kinerja dan Kompetensi Bidan di Provinsi Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan Hutapea, Ronald
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.707 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.116

Abstract

Kinerja sesungguhnya dari seorang bidan ditentukan oleh beberapa faktor yang berpengaruh sejak masa pendidikan bidan yang ditempuhnya. Banyak variabel yang dapat saling mempengaruhi untuk membentuk kemampuannya dalam menjalankan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem bertujuan untuk menetapkan korelasi dari beberapa variabel yang terdapat dalam ke-4 komponen pendidikan bidan yakni input, process, output, dan outcome. Dengan cara survei, sebanyak 261 responden dari 4 provinsi yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur diminta untuk menilai kinerja bidan. Selanjutnya, suatusurvei mendalam diadakan terhadap 107 bidan untuk meneliti korelasi dari sejumlah variabel yang mempengaruhi proses pendidikannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kinerja bidan dengan semua aspek dalam sistem pendidikannya. Analisis statistik juga menunjukkan korelasi yang nyata antara kinerja bidan di tempat kerjanya dengan beberapa variabel antara lain sistem rekrutmen, latar belakang sekolah, dan motivasinya. Dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan bidan dewasa ini telah cukup efektif dalam menghasilkan bidan-bidan yang kompetendan termotivasi. Disarankan pula agar pendidikan bidan di masa mendatang dapat mempersiapkan bidan-bidan kita untuk meningkatkan kompetensinya dalam menghadapi liberalisasi jasa dalam pasar tenaga kerja dunia yang semakin bebas.Kata kunci: Pendidikan kebidanan, kinerja, kompetensi, liberalisasiAbstractPerformance in the work place for midwives are determined by several factors in the beginning of their professional education and training. A number of variables interact significantly, resulting in their competence to perform their tasks. This research, based on system approach, aims to determinethe correlation and validity of several predictors in 4 components of their midwive education i.e input, process, output and outcome. Using survey methodology, 261 respondents from 4 provinces, North Sumatra, WestKalimantan, South Sulawesi, and East Nusa Tenggara participated in this survey to rate the midwive’s performance. Further on, an indepth survey have been imposed on 107 midwives to study the correlation of some of their background variables. Research result shows significant correlationbetween midwives performance with all aspects of their education systems. Statistical analysis also shows that midwives performance in the workplace correlates with their recruitment system, training background, and motivation. In conclusion, performances of midwives are perceived to be satisfactory,showing correlation with their motivation and competence. It also suggest that the present training system have been considerably effective to produce competent and motivated midwives. Suggestion for future midwives in training is to prepare themselves for global competence in preparationfor service liberalization in the world free market.Key words: Midwive education, performance, competence, liberalization
Hubungan Kadar Timbel dalam Darah dengan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Petugas Pintu Tol Jagorawi Malaka, Tan; Iryani, Meiri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.922 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.117

Abstract

Penelitian tentang hubungan antara kadar timbel dalam darah dengan anemia yang tercermin dalam kadar hemoglobin dan hematokrit pada petugas pintu tol Jagorawi Jakarta. Landasan teori penelitian ini adalah hasil pemantauan kualitas udara Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dimana kadar timbel di udara ambien melebihi Baku Mutu Lingkungan (BML) danadanya petunjuk literatur bahwa timbel memiliki pengaruh negatif terhadap sistem hemopoitik pada manusia. Seratus orang pekerja terpilih untuk penelitian ini. Sebanyak 12% dari pekerja yang merupakan subjek pada penelitian ini tergolong anemia berdasarkan kadar hemoglobin darah dan 10% anemia berdasarkan nilai hematokrit. Kadar timbel darah yang didapatkan pada penelitian ini adalah 20,1 ± 1,1μgr% dengan maksimum 22,9μgr%; dengan kadar hemoglobin sebesar 15,2 ± 1,5gr% minimum 9,9gr%; nilai hematokrit sebesar 45,2 ± 4,4%, minimum 30%. Seluruh subjek memiliki nilai Pb darah di atas 10 μgr% termasuk 16 wanita dalam usia subur. Secara umum tidak ditemukan asosiasi yang bermakna antara kadartimbel darah terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit. Asosiasi yang tidak bermakna antara kadar timbel darah terhadap kadar dan abnormalitas hemoglobin dan hematokrit bersesuaian dengan hasil studi peneliti lainnya yang menyatakan bahwa hubungan bersifat tidak bermakna padakadar Pb darah di bawah 40 μgr%.Kata kunci: Timbel dalam darah, hemoglobin, hematokrit, baku mutu lingkunganAbstractA study on the association of lead in blood and haemoglobin and hematocrit value as a measure of anaemia among toll booth workers at Jagorawi Jakarta, has been conducted. The rational of the study is that high aerial lead content has been reported by the Jakarta environmental authority and health literature indicates that lead is toxic to human hemopoeitic system. The toll booth workers are exposed to air pollutants in their day to day work. One hundred workers, randomly selected, participated in the study. On the haemoglobin concentration, 12% of the study subjects were categorized as anaemia, while on hematocrit values 10% were considered as anaemia. Blood lead concentrations found in this study were 20,1 ± 1,1 (mean ± SD) μgr% and the maximum value was 22,9μgr%. The haemoglobin values were 15,2 ± 1,5gr% with a minimum of 9,9gr%, while the hematocrit values were 45,2 ± 4,4% with a minimum of 30%. All blood lead values were above 10μgr% including 16 women of child-bearing age. In general, no association was found between blood lead and haemoglobin and hematocrit values. This discovery is in line with other studies which found that there is no meaningful association between blood lead and anaemia when the blood lead concentrations were below 40 μgr%.Key words: Blood lead, haemoglobin, hematocrit, environmental qualitystandards
Peranan Pemberdayaan Perempuan dan Analisis Gender pada Penentuan Kebijakan Pengentasan Malnutrisi Anak di Indonesia Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.187 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.112

Abstract

Indonesia masih menghadapi masalah malnutrisi pada anak. Untuk menanggulanginya pemerintah telah melakukan berbagai upaya, diantaranya program kesehatan ibu dan anak serta pemberian makanan tambahan bagi anak dari keluarga yang rentan. Meskipun demikian, kasus malnutrisi anak di Indonesia tidak berkurang secara bermakna. Tulisan ini bertujuan membahas penyebab malnutrisi yang masih menjadi masalah besar dengan mengkaji dari sudut pandang gender. Studi ini dilakukan berdasarkan kajian kepustakaan dan analisis dokumen. Analisis gender terhadap kasus malnutrisi dilakukan dengan menggunakan Harvard Framework serta Moser and Liverpool Guideline. Studi ini memperlihatkanbahwa kasus malnutrisi anak di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan ekonomi, termasuk tingkat pendidikan dan kesetaraan gender. Dalam perspektif gender, malnutrisi anak merupakan akibat dari kurangnya hak kepemilikan sumber daya bagi perempuan dalam keluargadan masyarakat. Beban kerja berat perempuan dalam keluarga yang mempengaruhi kondisi kesehatan juga akhirnya berdampak pada kondisi gizi anak. Oleh karena itu, berbagai strategi yang dilakukan untuk meningkatkan status gizi anak harus mengandung nilai-nilai kesetaraan gender.Kata kunci: Malnutrisi anak, kesetaraan gender, perempuan, status giziAbstractIndonesia still faces child malnutrition problem almost in all regions in the country. The government has done efforts to address the problem, such as mother and child health program in ministry of health and nutrition program through supplementary feeding for venerable group. However, the casesdos not decrease significantly. This paper looks at why child malnutrition is still a big problem in the country by exploring trhough gender perspectives in addressing the problem. This study is based on literature and documents analysis. The gender analysis toward child malnutrition case is conductedthrough the framework of Harvard and Moser and Liverpool guideline for analysis gender and health. This study reveals that child malnutrition cases in Indonesia are strongly influenced by sociocultural and economic factors in the country, including education attainment and gender equality. Fromgender’s perspective, child malnutrition is as a result of lack of control over the resources within the family and the community. Also, triple role of women within the family affects on women health wellbeing and the child nutrition status. Therefore, the strategies to improve child nutrition status should incorporate gender equality values.Key words: Child malnutrition, gender equality, women, nutrition status
Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Gunung Merapi: Studi Kasus di Desa Umbulharjo, Sleman Permanasari, Happy Ade; Sunarto, Sunarto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.225 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.118

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah provinsi yang rawan bencana terutama Gunung Merapi. Untuk meminimalkan korban bencana dikembangkan program kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana gunung merapi melalui desa siaga. Tujuan penelitian ini mengetahui pelaksanaan kegiatandan penerapan program kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana gunung merapi di Desa Siaga Umbulharjo. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian studi kasus dengan analisis kualitatif. Subjek yang diteliti adalah pelaku pelaksanaan kegiatan pada pelaksanaan desa siaga, sedangkan objek penelitian adalah situasi sosial dalam pelaksanaan kegiatan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, member check, dan triangulasi.Pelaksanaan kegiatan sudah baik, pembiayaan sudah cukup, pelatihan-pelatihan sudah baik, sosialisasi, sarana-sarana yang ada, kinerja kader, dan peran Puskesmas baik. Namun, keberhasilan pelaksanaan kegiatan kesiapsiagaan tersebut belum diikuti dengan keberhasilan pelaksanaan desasiaga. Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang desa siaga. Pelaksanaan kegiatan kesiapsiagaan sudah baik, tetapi tidak diikuti dengan pelaksanaan desa siaga secara umum.Kata kunci: Kesiapsiagaan, bencana gunung merapi, desa siagaAbstractYogyakarta Province is a disaster-prone province, especially the mountain trim. Disaster preparedness is essential to minimize the disaster victims so formed the community program on disaster preparedness through Desa Siaga of Mount Merapi alert. To determine the activity and how the implementationof community disaster preparedness programs Mount Merapi onthe implementation of Desa Siaga in the Umbulharjo Village alert This study was a descriptive study using a case study research design with qualitative analysis. Subjects in the study was the perpetrator of the community in dealing with disaster preparedness merapi mountain on implementation of desa siaga with the object of research is the social situation in the implementation of preparedness merapi mountain. Resource persons determined by the method of purposive and snowball effect if necessary. The collection of data by way of nonparticipatory observation, indepth interviews, documentation, member check, and triangulation. Implementation of the activities of disaster preparedness in the face of the mountain communities have nice views of the trim is already sufficient financing, training, training has been good from the parties involved, socialization, existing facilities, the performance of cadres, and the role of good health. The success of the implementation of disaster preparedness in the face of the mountain communities are not followed by smoothing the successful implementation of the desasiaga, seen from many people who do not know what a desa siaga. Implementation of the activities of disaster preparedness in the face of the mountain communities have a good trim but it is not followed by the implementationof desa siaga in general.Key words: Preparedness, mount merapi disaster, desa siaga
Analisis Faktor Determinan Permasalahan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Zahtamal, Zahtamal; Restuastuti, Tuti; Chandra, Fifia
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.786 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.113

Abstract

Masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia kini adalah status kesehatan masyarakat yang rendah, antara lain ditandai dengan angka kematian ibu dan bayi yang tinggi serta masih banyak indikator pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang belum ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan dengan permasalahan pelayanan KIA. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional, data faktor predisposisi dikumpulkan dari 550 orang responden yang tersebar di 4 kabupaten/kota dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya,data faktor determinan yang lain dikumpulkan dengan wawancara pada informan antara lain kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dan kepala subdinas kesehatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi yang berhubungan dengan pelayanan KIA yaitu sikap responden, pengaruh orang yang memutuskan pemilihan pelayanan kesehatan dalam keluarga, serta pengetahuan responden terkait pelayanan KIA. Diketahui juga bahwa masih banyak kepercayaan masyarakat terkait aspek KIA yang belumsesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Faktor pemungkin yang berhubungan dengan pelayanan KIA antara lain distribusi tenaga kesehatan masih belum merata, kualitas ketenagaan pemberi pelayanan KIA belum ideal, dan sarana pendukung pelayanan belum memadai. Faktor pendorong yang berhubungan dengan pelayanan KIA antara lain belum ada kebijakan daerah sebagai acuan, dana pendukung pelayanan belum memadai serta kuantitas kegiatan yang seharusnya dilakukan secara lintas sektoral masih banyak yang belum terealisasi dan belum optimal.Kata kunci: Kesehatan ibu dan anak, permasalahan pelayanan, pelayanan kesehatanAbstractThe current issue of health in Indonesia is the low status of public health, among others, characterized by high rates of maternal and infant mortality and many indicators of maternal and child health (MCH) services that have not been ideal yet. This study aims to determine the factors associated with problems of MCH services. This design used in this research is cross sectional. Predisposing factor data were collected from 550 respondents who were scattered in four districts using a questionnaire. Furthermore, another determinant factor data were collected by interviewing the informants, among others, chief of district health department, Head of Sub Office ofFamily Health. The results showed that the predisposing factors associated with MCH services is the attitude of the respondent, the influence of people who make decisions in family health care, respondents’ knowledge related to MCH services. Please also note that there are still many aspects of MCH related public trust that has not been in accordance with the values ofhealth. Enabling factors associated with MCH services including the distribution of health workers is still not equitable, quality of MCH service workforce has not been ideal and service support facilities have been inadequate. Reinforcing factors associated with MCH services, among others, the lack of regional policy as a benchmark, the fund has not been adequate support services, the quantity of activities that should be done across sectors is still much that has not been realized and is still not optimal.Key words: Mother and child health, service problem, health care
Analisis Pemilihan Makanan pada Remaja di Kota Padang, Sumatera Barat Azrimaidaliza, Azrimaidaliza; Purnakarya, Idral
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.226 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.114

Abstract

Konsumsi makanan seseorang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, faktor budaya, ketersediaan pangan, tingkat pendidikan, dan gaya hidup. Pengenalan berbagai jenis makanan tertentu sejak usia dini oleh keluarga mempengaruhi remaja dalam memilih makanan yang tergambar dari rasasuka atau tidak suka terhadap makanan secara kuat. Sekolah Menengah Atas (SMA) Adabiah merupakan salah satu sekolah swasta ternama yang ada di Kota Padang dan lokasi SMA tersebut cukup strategis berada di pusat Kota Padang. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya di SMA Adabiah tahun 2008 didapatkan sebesar 16% siswa mempunyai status gizilebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan makanan pada siswa SMA Adabiah Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel siswa kelas 1 dan 2 yang berjumlah 111 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari semua jenis makanan, responden paling menyukai buah-buahan (86,5%) dan paling tidak suka pada makanan sumber protein nabati (63,1%). Faktor-faktor yang berhubungan secara bermakna dengan pemilihan makanan adalah alergi terhadap pemilihan makanan sumber protein hewani, remaja pria terhadappemilihan buah-buahan, dan aroma makanan terhadap pemilihan makanan pokok. Oleh karena itu, perlu dilakukan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai konsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang.Kata kunci: Konsumsi makanan, pemilihan makanan, remaja, status giziAbstractFood consumption was associated to economic, culture, education and life style. Introducing variety of food in early age influences teenager in choosing food. Food preferences was the degree of like or dislike for food. Adabiah Senior High School is one of famous schools in Padang, located in center of Padang town which is very strategic. In this school, last researchindicated that 16% students were overweight. The aim of this research is to know factors related with student food preferences at Adabiah school in Padang. A cross sectional study was conducted with 111 samples. The result showed that 86,5% of respondents like fruits very much, while 63,1%dislike non-animal protein Factors related with food preferences were allergy to animal protein, boys for preferences of fruits and food smell for preferences of main food. Our suggestion are health education to teenager about variation and balance of food consumption for their nutritional and health status.Key words: Food consumption, food preference, teenager, nutrition status
Kajian Keselamatan Kebakaran pada Lima Sekolah Dasar di DKI Jakarta Lestari, Fatma; Fikawati, Sandra; Syafiq, Ahmad; Sukmaningtias, Anisa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 Agustus 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.24 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i1.115

Abstract

Kebakaran gedung di Indonesia merupakan masalah besar. Untuk mengkaji keselamatan kebakaran, telah dilakukan penelitian kualitatif di sekolah-sekolah dasar negeri (SDN) di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta. Tiga SDN di Jakarta Selatan (SDN Pondok Labu 11 Pagi, SDN Pondok Labu 12Pagi, dan SDN Pondok Labu 15 Pagi) dan 2 SDN di Jakarta Timur (SDN Kramat Jati 16 Pagi dan SDN Kramat Jati 18 Pagi) dipilih sebagai sampel secara purposif. Empat komponen keselamatan kebakaran yang diatur regulasi (sarana proteksi kebakaran, akses mobil pemadam kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, dan Manajemen Keselamatan KebakaranGedung (MKKG) dikaji secara kualitiatif dengan mewawancarai orangorang yang bertanggung jawab dan mengamati semua komponen keselamatan kebakaran. Ditemukan bahwa di semua SDN tidak ada sarana proteksi kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran serta tidak ada sarana penyelamatan jiwa termasuk nomor telepon darurat, tempatberhimpun sementara, lampu darurat, dan petunjuk arah keluar. Namun, ada 3 SDN (SDN Pondok Labu 11 Pagi, SDN Kramat Jati 16 Pagi, dan SDN Kramat Jati 18 Pagi) yang memiliki akes jalan mobil pemadam kebakaran ke sekolah, tetapi semua SDN hanya memiliki 2-4 pintu keluar. MKKG belum dilaksanakan di semua SDN. Disimpulkan bahwa keselamatan kebakaran di sekolah-sekolah dasar sangat buruk karena hampir semua komponen keselatan kebakaran belum diimplementasikan.Kata kunci: Keselamatan kebakaran sekolah, keselamatan dan kesehatan sekolah, sekolah dasarAbstractFire on building is a major problem in Indonesia. To assess fire safety, a qualitative research has been conducted in elementary schools in DKI Jakarta. Three state elementary schools (SDNs) in South Jakarta (i.e. SDN Pondok Labu 11 Pagi, SDN Pondok Labu 12 Pagi, and SDN Pondok Labu 15 Pagi) and two SDNs in East Jakarta (i.e. SDN Kramat Jati 16 Pagi and SDN Kramat Jati 18 Pagi) were selected purposively as samples. Four regulatedfire safety components (i.e. fire protection system, fire truck access, life safety system, and Building Fire Safety Management) were assessed qualitatively by interviewing responsible persons and observing all fire safety components. It was found that in all the SDNs there were no fire protectionsystem such as portable fire extinguisher and hydrant available and no life safety system has been implemented including emergency phone number, assembly point, emergency lamp, as well as safety signs. However, there were three SDNs (i.e. SDN Pondok Labu 11 Pagi, SDN Kramat Jati 16 Pagi, and SDN Kramat Jati 18 Pagi) had fire truck access to schools, but all SDNs had only 2 to 4 exit doors. In all SDNs, Building Fire Safety Management has not been implemented. It is concluded that the fire safety in elementary schools was very bad as almost all the four components of the fire safety have not been completely implemented.Key words: School fire safety, school safety and health, elementary school

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Issue 3, August 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Issue 2, May 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Issue 2, 2020 - SPECIAL ISSUE Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Issue 1, February 2020 Volume 13, Issue 4, May 2019 Volume 13, Issue 3, February 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Issue 2, November 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Issue 1, August 2019 Volume 13, Issue 2, November 2018 Volume 13, Issue 1, August 2018 Volume 12, Issue 4, May 2018 Volume 12, Issue 3, February 2018 Volume 12, Issue 2, November 2017 Volume 12, Issue 1, August 2017 Volume 11, Issue 4, May 2017 Volume 11, Issue 3, February 2017 Volume 11, Issue 2, November 2016 Volume 11, Issue 1, August 2016 Vol. 10 No. 4 May 2016 Vol. 10 No. 3 February 2016 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 2 November 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 More Issue