cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkm@ui.ac.id
Editorial Address
"G301 Building G 3th Floor Faculty of Public Health Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424"
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : 10.21109
Core Subject : Health,
Kesmas: National Public Health Journal is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance health of the public through scientific approach applying variety of technique. This focus includes area and scope such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " vol. 1 No. 3 Desember 2006" : 8 Documents clear
Determinan Indeks Massa Tubuh Remaja Putri di Kota Bukit Tinggi, Tahun 2006 Santy, Rini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.277 KB)

Abstract

Di Indonesia, pada 1999-2003, remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). akibat asupan energi yang kurang adalah 35 – 40% dan sekitar 50% remaja putri menderita status gizi kurang (IMT < 18,5 kg/m2). Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran epidemiologi. IMT remaja putri dan berbagai faktor yang berhubungan Rancangan studi yang digunakan adalah rancangan potong lintang ( cross sectional ). Populasi adalah remaja putriberusia 16-18 tahun yang tinggal di Buki Tinggi dan sampel adalah 156 siswi kelas III SLTA (SMA, MA, dan SMK) usia 16 – 18 tahun yang terpilih dari 11 sekolah yang diamati. Analisis data dilakukan secara multivariate dengan metoda logistic regression ganda. Hasil penelitian (1) Rata-rata IMT remja putri adalah 20,69 kg/m2 + 2,63. (2) Proporsi siswi dengan IMT<18,5 kg/m2 adalah 19,9% yang meliputi 14,1% kekurangan gizi ringan dan 5,8% kekurangan gizi berat.(3) Rata-rata asupan energi remaja putri adalah 1694 kalori dan. rata-rata kontribusi terhadap total energi protein (11,8%), lemak (26,7%) dan karbohidrat (58,7%). (4) Rata-rata asupan energi dibanding AKG meliputi total energi (77%), protein (93,6%). Variabel yang berhubungan secara bermakna dengan IMP pada remaja meliputi total energi, kebiasaan makan dan citra tubuh dengan IMT remaja putri dengan variabel utama adalah total energi.Kata Kunci : IMT, kekurangan energi kronik, remaja putriAbstractIn Indonesia, in period of 1999 – 2003, abot 35 – 40% women in productive age of 15 – 19 are at risk of Chronic Energy Deficiency (KEK) becouse of in-sufficient consumption of energy. This research is aimed at obtaining the description of nutritional status of girls in Bukittinggi and factors related to it. The re-search that was conductec in period of February tol March 2006 used the design of cross sectional. The study population is the girls studied are represented by the third-grade female students of senior high schools of 16 –18 who are categorized as a late teenager who is very close to pregnant period. The sample consist of 156 female student that was selected by systematic random sampling at 11 schools. The results show that the BMI of the girls is 20.69 kg/m2 ± 2.63 on average. The proportion of students having BMI<18.5 kg/m2 is 19.9% all of which is distributed to 14.1% of light level of malnutrition and 5.8% for heavy level of malnutrition. Intake per day is 1694 calorie on average with protein contributed to intake is 11,8%, fat 26,7% dan carbohydrat 58,7%. Intake energy compared with Recommended Dietary Allowence (RDA) are total energy consumption 77%, protein 93,6%, lemak 65,3% and carbohydrat 84,7%. There is a significant relation between energy consumption, eating habit, body image, by BMI. Variable energy consumption is the dominant variable influencing BMI.Keywords : BMI, chronic energy deficiency, teenagers
Faktor Kesehatan Reproduksi Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Kota Sukabumi Tahun 2005-2006 Saraswati, Etna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.304

Abstract

Di Indonesia, bayi berat badan rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal . Di Propinsi Jawa Barat dilaporkan 6,4% bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg. Tujuan penelitian adalah mengetahui berbagai faktor kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan kejadian. Penelitian yang menggunakan disain kasus kontrol ini dengan menggunakan formulir kohort ibu hamil di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Kasus adalah bayi dengan BBLR yang lahir pada tahun 2005 sampai Juni 2006, sedangkan kontrol adalah bayi bukan BBLR yang lahir pada periode yang sama. Pengambilan variabel independen dilakukan melalui wawancara dengan ibu bayi pada kunjungan rumah dan telaah dokumen melalui kohort ibu, kartu pemeriksaan kehamilan atau KMS ibu hamil. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa jarak kelahiran, status anemia, ukuran LILA , kenaikan berat badan <10 kg, status ibu bekerja, dan proporsi pengeluaran konsumsi non pangan berhubungan secara bermakna dengan kejadian BBLR. Penelitian ini juga menemukan interaksi antara variabel jarak kelahiran dengan status anemia. Kata kunci: Kesehatan reproduksi, BBLR, kasus kontrol.AbstractIn Indonesia, Low Birth Weight (LBW) is main factor related to perinatal and neonatal mortalities. In West Java province, it was reported that the proportion of LBW (less than 2500 grams) was 6.4%. The objective of this study is to understand reproductive health factors related to LBW. The study was conducted in Sukabumi City with case-control design using pregnant mothers cohort data available at Sukabumi City Health Office. Cases are LBW infants born in the period of January 2005-June 2006, while controls were non-LBW infants born in the same period. Data on independent variables were collected through interview with mothers at their homes and document review including mother cohort data, pregnancy card or pregnant mothers healthy card ( Kartu Menuju Sehat). The study shows that birth spacing, anemia status, upper arm circumference, weight gain more less 10 kilograms, working status, and proportion of non food expenditure significantly associated with LBW. The study also find an interaction between birth spacing and anemia status. Keywords: Reproductive health, Low Birth Weight, case-control
Hubungan Pertambahan Berat Badan Selama Kehamilan dengan Berat Lahir Bayi di Sukaraja Bogor Tahun 2001- 2003 Turhayati, Elmy Rindang
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.442 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.310

Abstract

Di Indonesia, pertambahan berat badan selama kehamilan umumnya rendah (<10 kg), padahal pertambahan berat badan tersebut merupakan indikator pertubuhan janin yang penting. Di Kabupaten Bogor, prevalensi ibu hamil penderita Kurang Energi Kronis (27.6%) adalah tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertambahan berat badan selama kehamilan dan hubungannya dengan berat badan bayi baru lahir. Penelitian dengan disain potong lintang ini dilakukan pada 270 sampel ibu hamil yang melahirkan cukup bulan (>37 minggu), mengunakan metoda Regresi Logistik. Ditemukan proporsi bayi lahir dengan berat 2500-2999 gram adalah 47.8%. Rata-rata berat lahir adalah 3015 gram. Proporsi ibu dengan pertambahan berat badan selama kehamilan < 9 kg adalah 48.9 %. Rata-rata pertambahan berat badan selama kehamilan sebesar 9.1 kg. Variabel yang berhubungan secara bermakna bermakna dengan be-rat lahir adalah pertambahan berat badan selama kehamilan (p=0.000, OR 7.28, 95% CI OR; 4.25-12.46), dan asupan energi (p=0.000, OR 5.15, 95% CI; 2.976-8.913). Juga ditemukan interaksi antara asupan energi dengan pertambahan berat badan selama kehamilan. Kata kunci : Pertambahan berat badan selama kehamilan, berat badan bayi.AbstractIn indonesia, body weight gain among pregnant mother is low (<10 kg), even the body weight gain is an inportent indicator for embryo grouth. In district of Bogor, the pervalen of pregnen mother who safer from chronical energy deficiency (27.6%) is height The objective of this syudy is to know the mean of body weight gain among pregnant mother during the pregnancy and it relationship with her new born baby weight. The studi design used is crosssectional study design with sample size of 270 pregnent mother who deliverd during gestation period more than 37weeks, Analysis method used in this study is multiple regression method. The study result shows the proportion of 2500-2999 gram baby weight is 47.8%; The mean newborn beby weight is 3015 gram; the pro-portion of mother with body weight gain during pregnancy < 9 kg is 48.9 %. The mean of mother body weight gain during pregnancy is 9.1 kg. The variables related to newborn body weight statisticaly significance are mother body weight gain during pregnancy period, (OR 7.28, 95% CI OR; 4.25-12.46) and ener-gy intake (OR 5.15, 95% CI; 2.976-8.913). It also pointed out the interaction between energy intake and mother body weight gain during pregnecy. Keywords: Pregnant mother body weight gain, newborn baby weight.
Praktik Budaya dalam Kehamilan, Persalinan dan Nifas pada Suku Dayak Sanggau, Tahun 2006 Suprabowo, Edy
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.083 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.305

Abstract

Menurut WHO, kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di berbagai negara di dunia dengan angka kematian rata-rata 400 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu di Kalimantan Barat adalah 442 / 100. 000 kelahiran hidup berada di atas angka rata-rata dunia tersebut. Tujuan umum penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa praktek budaya masyarakat Suku Dayak Sanggau yang berpengaruh terhadap kehamilan, kelahiran, dan nifas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan metoda wawancara mendalam, diskusi kelompok ter-arah, dan observasi. Analisis yang digunakan adalah analisi tema. Penelitian diadakan di wilayah kerja Puskesmas Sanggau pada bulan Mei 2006. dengan informan ibu hamil, ibu nifas, bidan kampung dan ketua adat, dan ibu usia subur. Penelitian menemukan adanya bentuk praktek budaya yang memba-hayakan dan mendukung terhadap kehamilan, persalinan, dan nifas pada masyarakat Suku Dayak Sanggau. Praktek budaya yang membahayakan pada kehamilan : anjuran bekerja keras, mengurangi tidur, mengangkat peranakan. Pada persalinan : pemeriksaan dalam, tempat persalinan di dapur, nyurung, mencari badi melalui balian, pemotongan dan perawatan tali pusat, mengeluarkan tembuni dengan tangan, memandikan bayi dengan air sungai, memberi minum air jahe ditambah tuak. Pada masa nifas: pantang makan, nyandar, dan hubungan seksual pada masa nifas. Praktek yang mendukung adalah pen-dampingan suami saat istri melahirkan, pelayanan bidan kampung yang komperhensif.Kata kunci : Praktek tradisional kehamilan, persalinan , delivery, nifasAbstractAccording to WHO data, maternal mortality is still the main public health problem in many developing countries with mortality rate of 400 per 100.000 live birth. Maternal mortality rate in West Kalimantan Province is 442 per 100 000 live birth, higher than average mortality rate in developing countries. The objective of this study is to identify and analyse cultural practices among Dayak Sanggau tribe relating to pregnancy, birth, and postpartum periods. This study is a qualitative study employing in-depth interview, focus group discussion and observation methods. Analysis method employed in this study is the-matic analysis. Study was conducted in Sanggau Community Health Center work area in May 2006 with pregnant mothers, postpartum mothers, village midwife, head of cultural committee, and women at reproductive age. The study found that there were cultural practices which can either harm or support healthy and safe pregnancy, delivery, and postpartum periods among the researched community. Harmful cultural practices during pregnancy period include messages related to hard working, less sleeping time, and inappropriate uterus massage; during delivery: non sterile intravaginal examination, unclean place of birth (in the kitchen), nyurung, finding badi through balian, non sterile umbilical cord cutting, and non sterile placenta extraction by hand, taking river water for baby bathing, and give ginger water with local alcoholic beverage (tuak) to infant; during postpartum period: fasting, nyandar, and sexual intercourse at postpartum period. The supportive practices include husband’s company during delivery and comprehensive service from village midwife. Keywords : Traditional practice, pregnancy, delivery, post partum
Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Beban Biaya Obat Pasien Rawat Inap Program Askeskin, di Cirebon Tahun 2005 Susilawati, Lucya Agung; Thabrany, Hasbullah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.942 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.306

Abstract

Askeskin membayar klaim pengobatan rumah sakit untuk penduduk miskin dengan tarif yang ditetapkan. Namun, resep obat tidak terdaftar yang tidak boleh dibebankan pada pasien justru menjadi beban rumah sakit. Inisiatif pimpinan RSUD Gunung Jati menyediakan dana pendamping menjadi beban secara fi-nansial. Pada tahun 2005, rujukan pasien rawat inap kelas III, meningkat 153 % dan beban pasien luar kota meningkat 331 %. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi beban RS menutupi biaya perawatan, khususnya obat non DPHO yang tidak dapat diklaim ke Askes. Penelitian me-nggunakan Sumber data catatan medik, catatan klaim dan studi kualitatif wawancara mendalam. Ditemukan bahwa pasien luar yang dirawat di SMF bedah menghabiskan dana dua kali lebih besar daripada pasien yang berasal dari Cirebon dan dirawat di SMF non Bedah. Lama pasien dirawat berbanding lurus dengan besar biaya yang menjadi beban rumah sakit. Penelitian ini juga menemukan visi dan persepsi institusi terkait tentang tanggung jawab pemda yang tidak-sinkron. Hal ini menyebabkan dana pelayanan kesehatan pasien miskin di RSUD Gunung Jati tidak tersedia. Disarankan untuk membentuk forum bersama antara pemda terkait di wilayah III Cirebon guna menangani tanggung jawab pendanaan kesehatan masyarakat miskin dan mekanismenya. Juga diperlukan sosialisasi efektif tentang obat DPHO kepada dokter di rumah sakit.Kata kunci : Asuransi kesehatan, DPHO, askeskin.AbstractAskes—the health insurance corporation—pay hospitals according to predetermined prices, but the hospital must finance the costs of those non-covered drugs and medical supplies prescription because of prohibition of charging the poor. In Gunung Jati Hospital, funding for the poor from local governments which is the responsibility of local governments is not available. The hospital should finance the gap which in turn putting high financial burden to the hospi-tal. Askeskin removes financial barriers to access inpatient care producing an increase of 153% of the third class hospital inpatient from the level of 2004. The objective of this study is to know the factors related to the high financial burden to the hospital in order to finance non covered drugs and medical supplies. The study used survey method complemented by in depth interview in the qualitative part of the study. This study concludes that the average costs of non-covered services are more than twice more expensive among patients coming from out of Cirebon and hospitalized in surgical wards. In addition, length of stay positively correlated with higher burden to the hospital. Inconsistencies and misunderstanding among policy makers regarding vision and mission of caring the poor resulting to no allocation of fund to the hospital. The researchers suggest that a forum is established to delineate local government responsi-bility and funding for non-covered services to complement the national program of Askeskin. In addition, effective communication to physicians to prescribe from formularium would reduce the financial burden of the hospital.Keywords : Health insurance, DPHO, medicaid
Penggunaan Obat yang Tidak Rasional pada Balita dengan Diare di Kalangan Bidan, di Kabupaten Sumedang Tahun 2006 Wahyudin, Uyu; Besral, Besral
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.307

Abstract

Pengobatan diare pada balita di Puskesmas Kabupaten Sumedang dilaksanakan di Poli KIA yang sehari-harinya ditangani oleh bidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan bidan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan dalam penggunaan obat secara rasional pa-da balita diare akut non spesifik. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 109 bidan yang berasal dari 18 puskesmas yang dipilih secara random. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan pengamatan terhadap resep yang ditulis oleh bidan untuk balita penderita diare akut non spesifik. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat kepatuhan bidan adalah 69,7%. Hasil analisis regresi logistik ganda memperlihatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan adalah adalah pengetahuan dan sikap bidan terhadap obat rasional dan supervisi dari atasan. Penelitian ini juga menda-patkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan persepsi orang tua balita terhadap obat rasional dengan kepatuhan bidan dalam penggunaan obat rasional. Dalam rangka mengatasi ketidakrasionalan pengobatan diare akut non spesifik, maka Puskesmas harus berupaya meningkatkan pengetahuanbidan terhadap penggunaan obat rasional, melakukan supervisi, dan meningkatkan penyuluhan kepada pasien tentang penggunaan obat rasional. Kata kunci: Obat rasional, diare, bidanAbstractDiarrhea medication among children under five years old at primary health care, sub-province of Sumedang is performed at Mother and Child Polyclinic which is handled by a midwife everyday. This research purpose to obtain the description of compliance level of midwives and its factors related of midwives compliance in the usage of rational drugs among children with non specific acute diarrhea. Research used cross-sectional design with samples size were 109 midwives which were come from 18 primary health care , which were selected randomly.To measure the compliance, the observation was performed of prescriptions that written by midwives to children with non specific acute diarrhea. This research result showed that compliance level was 69,7%. Result analysis of multiple logistic regression showed that related factors were knowledge and midwives attitude of usage of rational drugs and supervision. This research also showed the association between knowledge and parent’s perception of children under five years old of rational drugs and compliance level of midwives in the usage of rational drugs. It is suggested that primary health care should increase midwives knowledge in usage of rational drugs, doing supervision and improve socialization the usage of rational drugs to patient.Keywords: Rational drugs, diarrhea, midwive
Determinan Indeks Massa Tubuh Remaja Putri di Kota Bukit Tinggi, Tahun 2006 Santy, Rini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.844 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.308

Abstract

Di Indonesia, pada 1999-2003, remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). akibat asupan energi yang kurang adalah 35 – 40% dan sekitar 50% remaja putri menderita status gizi kurang (IMT < 18,5 kg/m2). Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran epidemiologi. IMT remaja putri dan berbagai faktor yang berhubungan Rancangan studi yang digunakan adalah rancangan potong lintang ( cross sectional ). Populasi adalah remaja putriberusia 16-18 tahun yang tinggal di Buki Tinggi dan sampel adalah 156 siswi kelas III SLTA (SMA, MA, dan SMK) usia 16 – 18 tahun yang terpilih dari 11 sekolah yang diamati. Analisis data dilakukan secara multivariate dengan metoda logistic regression ganda. Hasil penelitian (1) Rata-rata IMT remja putri adalah 20,69 kg/m2 + 2,63. (2) Proporsi siswi dengan IMT<18,5 kg/m2 adalah 19,9% yang meliputi 14,1% kekurangan gizi ringan dan 5,8% kekurangan gizi berat.(3) Rata-rata asupan energi remaja putri adalah 1694 kalori dan. rata-rata kontribusi terhadap total energi protein (11,8%), lemak (26,7%) dan karbohidrat (58,7%). (4) Rata-rata asupan energi dibanding AKG meliputi total energi (77%), protein (93,6%). Variabel yang berhubungan secara bermakna dengan IMP pada remaja meliputi total energi, kebiasaan makan dan citra tubuh dengan IMT remaja putri dengan variabel utama adalah total energi.Kata Kunci : IMT, kekurangan energi kronik, remaja putriAbstractIn Indonesia, in period of 1999 – 2003, abot 35 – 40% women in productive age of 15 – 19 are at risk of Chronic Energy Deficiency (KEK) becouse of in-sufficient consumption of energy. This research is aimed at obtaining the description of nutritional status of girls in Bukittinggi and factors related to it. The re-search that was conductec in period of February tol March 2006 used the design of cross sectional. The study population is the girls studied are represented by the third-grade female students of senior high schools of 16 –18 who are categorized as a late teenager who is very close to pregnant period. The sample consist of 156 female student that was selected by systematic random sampling at 11 schools. The results show that the BMI of the girls is 20.69 kg/m2 ± 2.63 on average. The proportion of students having BMI<18.5 kg/m2 is 19.9% all of which is distributed to 14.1% of light level of malnutrition and 5.8% for heavy level of malnutrition. Intake per day is 1694 calorie on average with protein contributed to intake is 11,8%, fat 26,7% dan carbohydrat 58,7%. Intake energy compared with Recommended Dietary Allowence (RDA) are total energy consumption 77%, protein 93,6%, lemak 65,3% and carbohydrat 84,7%. There is a significant relation between energy consumption, eating habit, body image, by BMI. Variable energy consumption is the dominant variable influencing BMI.Keywords : BMI, chronic energy deficiency, teenagers
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kematian Pasien Penyakit Jantung Koroner di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Tahun 2004 Gobel, Fatmah A.; Mahkota, Renti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 3 Desember 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.726 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i3.303

Abstract

Menurut estimasi WHO, sekitar 50% dari 12 juta penduduk dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor prognosis pasien PJK dapat diubah dan dikendalikan, dan memungkinkan untuk mencegah kematian akibat PJK. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor prognosis yang berhubungan dengan terjadinya kematian pasien PJK di PJN Harapan Kita Tahun 2004, menggunakan data sekunder (data rekam medik pasien). Variabel-variabel yang diteliti meliputi variabel independen (jaminan pembayaran, asal daerah/kawasan, penyakit penyerta hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia dan riwayat PJKsebelumnya) dan variabel kovariat (umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan). Desain epidemiologi yang digunakan adalah analitik kasus kontrol dengan jumlah kasus 130, kontrol 260 (1 : 2). Kasus adalah pasien PJK yang meninggal dibuktikan dengan ringkasan pasien meninggal, kontrol adalah pasien yang keluar hidup. Data di analisis multivariat. Hasil penelitian, jaminan pembayaran dan asal daerah/kawasan berhubungan dengan terjadinya kematian pasien. Pasien dengan pembayaran pribadi dan yang berasal dari Jawa berisiko lebih tinggi untuk meninggal daripada pasien dengan jaminan pembayaran Askes dan yang berasal dari luar Jawa. Masyarakat disarankan menjadi peserta asuransi kesehatan atau jaminan pemeliharaan kesehatan lain. Penelitian lain perlu mempertimbangkan keganasan penyakit sehingga hubungan antara faktor prognosis dan kematian dapat lebih jelas untuk setiap tahap penyakit.Kata kunci: Prognosis, penyakit jantung koroner, logistik regresiAbstractAccording to WHO estimate, about 50% people died each year on the world caused by heart and arterial diseases. There are many prognostic factors of heart diseases that could be changed and controlled; therefore this disease is preventable regarding the mortality. This study aimed to understand prognostic fac-tors related to mortality among coronary heart disease. The source of data is secondary data patient medical record at Harapan Kita National Heart Centre in 2004. The independent variables were health insurance, place of origin, hypertension, diabetes mellitus, dislipidemia, and previous history of CHD while covariate variables were age, gender, education, and occupation. The study design is case-control study with 130 cases and 260 controls (1:2). Cases weredeath CHD patients confirmed by death summary record, controls were survivor patients. Data were analyzed in multivariate ways. The study results shows that health insurance and place of origin were associated to patient’s mortality. Patients without insurance have higher risk to die then patients with Askes health insurance. Patients came from Java island have higher risk to die then those who came from outside Java. Public is recommended to be member ofhealth insurance. Other research need to be conducted by considering the severity of the diseases and therefore the relationship between prognostic factors and outcome could be clearer for each stage of disease.Keywords: Prognostic, coronary heart disease, logistic regression

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Issue 3, August 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Issue 2, May 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Issue 2, 2020 - SPECIAL ISSUE Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Issue 1, February 2020 Volume 13, Issue 4, May 2019 Volume 13, Issue 3, February 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Issue 2, November 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Issue 1, August 2019 Volume 13, Issue 2, November 2018 Volume 13, Issue 1, August 2018 Volume 12, Issue 4, May 2018 Volume 12, Issue 3, February 2018 Volume 12, Issue 2, November 2017 Volume 12, Issue 1, August 2017 Volume 11, Issue 4, May 2017 Volume 11, Issue 3, February 2017 Volume 11, Issue 2, November 2016 Volume 11, Issue 1, August 2016 Vol. 10 No. 4 May 2016 Vol. 10 No. 3 February 2016 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 2 November 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 4 Mei 2015 Vol. 9 No. 3 Februari 2015 Vol. 10 No. 1 Agustus 2015 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 9 No. 1 Agustus 2014 Vol. 8 No. 8 Mei 2014 Vol. 8 No. 7 Februari 2014 Vol. 8 No. 6 Januari 2014 Vol 9 No. 2 November 2014 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 8 No. 5 Desember 2013 Vol. 8 No. 4 November 2013 Vol. 7 No. 9 April 2013 Vol. 7 No. 8 Maret 2013 Vol. 7 No. 7 Februari 2013 Vol. 7 No. 6 Januari 2013 Vol. 7 No. 11 Juni 2013 Vol. 7 No. 10 Mei 2013 Vol 8. No. 3 Oktober 2013 Vol 8. No. 2 September 2013 Vol 8. No. 1 Agustus 2013 Vol 7. No. 12 Juli 2013 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 7 No. 5 Desember 2012 Vol. 7 No. 4 November 2012 Vol. 7 No. 3 Oktober 2012 Vol. 7 No. 2 September 2012 Vol. 7 No. 1 Agustus 2012 Vol. 6 No. 6 Juni 2012 Vol. 6 No. 5 April 2012 Vol. 6 No. 4 Februari 2012 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 6 No. 3 Desember 2011 Vol. 6 No. 2 Oktober 2011 Vol. 6 No. 1 Agustus 2011 Vol. 5 No. 6 Juni 2011 Vol. 5 No. 5 April 2011 Vol. 5 No. 4 Februari 2011 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 5 No. 3 Desember 2010 Vol. 5 No. 2 Oktober 2010 Vol. 5 No. 1 Agustus 2010 Vol. 4 No. 6 Juni 2010 Vol. 4 No. 5 April 2010 Vol. 4 No. 4 Februari 2010 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 4 No. 3 Desember 2009 Vol. 4 No. 2 Oktober 2009 Vol. 4 No. 1 Agustus 2009 Vol. 3 No. 6 Juni 2009 Vol. 3 No. 5 April 2009 Vol. 3 No. 4 Februari 2009 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 3 No. 3 Desember 2008 Vol. 3 No. 2 Oktober 2008 Vol. 3 No. 1 Agustus 2008 Vol. 2 No. 6 Juni 2008 Vol. 2 No. 5 April 2008 Vol. 2 No. 4 Februari 2008 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 2 No. 3 Desember 2007 Vol. 2 No. 2 Oktober 2007 Vol. 2 No. 1 Agustus 2007 Vol. 1 No. 6 Juni 2007 Vol. 1 No. 5 April 2007 Vol. 1 No. 4 Februari 2007 Vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 vol. 1 No. 3 Desember 2006 Vol. 1 No. 2 Oktober 2006 Vol. 1 No. 1 Agustus 2006 More Issue