cover
Contact Name
Dedi Mulyadi
Contact Email
d3dimulya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
riset.geotek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal RISET Geologi dan Pertambangan
ISSN : 01259849     EISSN : 23546638     DOI : -
Core Subject : Science,
RISET (Indonesian Journal of Geology and Mining) welcomes article submissions dealing with Geology; Applied Geophysics; Mining.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2008)" : 5 Documents clear
Karakteristik Bijih Kromit Barru, Sulawesi Selatan Purawiardi, Rustiadi
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.688 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.3

Abstract

The Structure geology of Barru
Benefit of Channel Availability In An Underground Coal Gasification Laboratory Soetjijo, Harijanto
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.598 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.8

Abstract

Keunggulan dari keberadaan alur gasifikasi pada percobaan gasifikasi batubara bawah tanah diselidiki di laboratorium. Percobaan dilakukan dengan menggunakan sebuah reaktor simulasi berbentuk persegi panjang yang terbuat dari besi. Dalam studi ini ada dua percobaan yang dilakukan yaitu: percobaan pertama tanpa adanya alur gasifikasi dan percobaan kedua dengan sebuah alur gasifikasi didalam reaktor. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jumlah gas CO2 adalah dalam kisaran (4,6-11,4)% dan (11,6-14,4)%; gas CO dalam kisaran (0,3-4,0)% dan (1,2-6,8)%; gas H2 dalam kisaran (0,1-2,5)% dan (1,6-3,2)%; gas C3H8 dalam kisaran (0,0-0,6)% dan (0,2-0,9)%; gas CH4 dalam kisaran (0,0-2,2)% dan (0,4-3,0)%, gas CnHm adalah dalam kisaran  (0,0-0,0)% dan (0,0-0,4)% untuk percobaan pertama dan kedua berturut-turut. Nilai kalori gas adalah dalam kisaran (81-343)kcal/m3 dan (263-516)kcal/m3 berturut-turut. Kisaran dari pengembangan temperatur pada saat proses gasifikasi berjalan menunjukkan bahwa pada percobaan pertama, kisaran temperatur gasifikasi T1 pada adalah (335-565)oC; dan T2 adalah dalam kisaran (110-240)oC. Dilain pihak, T1 untuk percobaan kedua adalah dalam kisaran (550-705)oC dan T2 dalam kisaran (160-628)oC. Selain itu  pada percobaan pertama, pola perubahan temperatur T1 dan T2 mempunyai kecenderungan menurun, sedangkan pada percobaan kedua, pola temperatur T1 dan T2 tersebut mempunyai kecenderungan meninggi seiring dengan jalannya proses gasifikasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya alur gasifikasi pada percobaan kedua memungkinkan reaksi-reaksi gasifikasi berjalan lebih efisien dibandingkan dengan reaksi-reaksi yang terjadi pada percobaan pertama tanpa alur didalamnya. 
Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Menentukan Daerah Prioritas Rehabilitasi di Cekungan Bandung Narulita, Ida; Rahmat, Arif; Maria, Rizka
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3167.796 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.9

Abstract

Sistem pengolahan data spasial dengan memanfaatkan sistem informasi geografi digunakan untuk menentukan daerah prioritas rehabilitasi di cekungan Bandung. Rehabilitasi lahan diperlukan untuk mengurangi degradasi fungsi hidrologi yang sedang terjadi. Peta tingkat kekritisan air dihasilkan melalui analisis spasial (tumpang susun (overlaying),tumpang tindih (intersecting) serta operasi scoring) pada topografi, peta tataguna lahan, peta tanah dan peta distribusi hujan. Daerah prioritas rehabilitasi di cekungan Bandung ditentukan dengan cara menumpang susunkan peta tematik tingkat kekritisan resapan air dengan hasil pemodelan airtanah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan menggunakan analisis spasial dalam Sistem Informasi Geografi dapat ditentukan daerah prioritas rehabilitasi di cekungan Bandung. Daerah prioritas rehabilitasi di cekungan Bandung adalah hulu Majalaya, hulu Soreang, Lembang, Tanjungsari, Cimahi (Batujajar) dan daerah sekitar Gununghalu. Rehabilitasi yang disarankan untuk mengurangi degradation hidrologi adalah perbaikkan tutupan lahan di hulu daerah problematik.
Fasies dan Lingkungan Pengendapan Formasi Campurdarat di Daerah Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur Siregar, M. Safei
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.325 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.10

Abstract

Formasi Campurdarat yang tersebar di bagian selatan daerah Trenggalek-Tulungagung telah diselidiki berkaitan dengan fasies, lingkungan dan model pengendapannya. Empat (4) fasies karbonat dapat dikenali dalam formasi ini. Fasies packstone terdiri dari tiga subfasies yaitu subfasies nodular packstone, subfasies algal foraminifera packstone dan subfasies milliolid packstone berkembang dalam lingkungan terumbu belakang, lagon dan saluran pasang. Fasies floatstone diendapkan pada lingkungan terumbu belakang dan inti terumbu. Fasies rudstone ditafsirkan terbentuk pada dataran terumbu. Fasies boundstone yang membentuk inti terumbu dibagi menjadi dua subfasies yaitu subfasies bafflestone dan subfasies framestone. Fasies boundstone ini diendapkan pada lingkungan puncak terumbu-terumbu depan. Formasi Campurdarat diperkirakan terbentuk sebagai terumbu penghalang pada umur Miosen Awal dalam mana terumbu belakang berada di selatan dan bagian terumbu depan di sebelah utara.
Pengaruh Perlakuan Amalgamasi Terhadap Tingkat Perolehan Emas dan Kehilangan Merkuri Widodo, Widodo
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 18, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.48 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2008.v18.11

Abstract

Sampel bijih emas hasil dari penambangan secara selektif “pertambangan rakyat” di Waluran, Sukabumi telah digunakan sebagai bahan percobaan amalgamasi. Tujuan percobaan untuk memperoleh pola kecenderungan (trend) pengaruh dari faktor kadar umpan dan perlakuan amalgamasi terhadap tingkat perolehan (recovery) logam emas dan kehilangan merkuri (Hg). Percobaan dilaksanakan berdasarkan disain faktorial 2 level dari 2 faktor. Perlakuan amalgamasi hanya ditekankan pada faktor kadar umpan proses (bijih emas berkadar rendah dan bijih emas berkadar tinggi) dan faktor waktu proses amalgamasi (cara langsung dan cara tidak langsung) sehubungan dengan waktu memasukkan merkuri ke dalam amalgamator. Kedua faktor tersebut ditetapkan sebagai variabel independent, sedangkan tingkat perolehan logam emas dan kehilangan merkuri selama proses amalgamasi ditetapkan sebagai variabel dependent. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa faktor perlakuan amalgamasi sehubungan dengan waktu memasukkan merkuri ke dalam amalgamator cara tidak langsung lebih dominan berpengaruh dibandingkan faktor kadar umpan proses. Dengan cara tersebut, baik untuk bijih emas berkadar rendah maupun yang berkadar tinggi memberikan pola kecenderungan meningkatkan perolehan logam emas dan pola kecenderungan menekan tingkat kehilangan merkuri. Proses amalgamasi dengan cara tidak langsung lebih baik dibandingkan dengan cara langsung, dan mampu meningkatkan perolehan logam emas hingga 14,580 % dan menekan tingkat kehilangan merkuri hingga 3,933 %. Hasil percobaan amalgamasi ini, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam perencanaan percobaan amalgamasi maupun penerapannya dalam industri pertambangan emas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5