cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
TOLERANSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Toleransi (Online ISSN 2407-1595 | Print ISSN 2086-0315), merupakan Media komunikasi Umat Beragama, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri, Sultan Syarif Kasim Riau, semenjak tahun 2009. Jurnal Toleransi terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember. Jurnal Toleransi dalam kajiannya memuat berbagai tulisan yang membahas masalah keagamaan, yang ditulis oleh para ahli, dalam bidangnya masing-masing. Artikel-artikel yang diterbitkan di Jurnal Toleransi diformat sebagai sebuah karya ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan keilmiahannya.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
INDONESIA ZAMRUD KERAGAMAN Upaya Penegelolaan Keragaman Zikri, Ahmad
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v12i1.10630

Abstract

Istilah penting terkait keragaman dalam bahasa Indonesia adalah kebhinnekaan, yang demikian menggambarkan betapa ragamnya bangsa Indonesia. Tulisan ini, ingin mendeskripsikan realitas keragaman tersebut dalam sudut pandang kebudayaan bangsa Indonesia itu sendiri, yang oleh Soekarno disebut sebagai gotong royong. Politik gotong royong yang semula dimaknai oleh penggagasnya, Soekarno, sebagai upaya saling mengisi, membantu, dan berkelindan antar pribadi, justru dipahami sebagai upaya untuk melakukan kejahatan secara bergotong royong, sehingga memunculkan istila “korupsi berjamaah”
PEMBELAJARAN FIQH BERBASIS KEMAJMUKAN Mawarti, Sri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v12i1.10641

Abstract

Kajian dalam Ilmu Fiqh seringkali berada pada posisi benar-salah, halal-haram, dan seterusnya. Sementara hari ini, kita berada pada kontruksi budaya dan kondisi sosial yang sangat majmuk. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk mengembangkan sebuah rumusan fiqh yang dibangun di atas basis kemajmukan itu sendiri, yang mengakui perbedaan serta menempatkan perbedaan tersebut dalam kesederajatan dan toleransi. Dalam bidang fiqh, wawasan multikulturalisme ini harus dibangun secara metodologis dengan cara mengembangkan paradigma tafsir sosial Islam yang mengedepankan pemaknaan-pemaknaan yang dinamis, progresif, dan toleran. Dalam hal ini, fiqh multikulturalis dapat dibangun di atas dasar prinsip mashlahah dengan menggunakan pendekatan maqashid al-syari’ah. Konsekuensinya, nilai-nilai al-Quran yang bersifat universal dipandang sebagai nilai yang bersifat substantif ketimbang nilai yang bersifat lokal-partikular. Karena itu, dengan pendekatan maqashid al-syari’ah, maka nilai keadilan, kemaslahatan, kesetaraan, hikmah-kebijaksanaan dan cintah kasih dianggap sebagai nilai yang paling utama yang akan menjadi sumber dan inspirasi tatkala al-Qur`an menjelaskan ketentuan-ketentuan sebuah kasus hukum tertentu (legal-spesific). Nilai-nilai yang bersifat universal inilah yang lebih relevan untuk dijadikan sebagai basis permusuan fiqh multikulturalis, karena nilai-nilai universal ini mampu menjangkau seluruh aspek kemanusiaan tanpa memandang perbedaan ras, agama, warna kulit, budaya dan sebagainya
PEMBELAJARAN FIQH YANG HUMANIS Analisis terhadap Kurikulum Fiqh MTs Mawarti, Sri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10649

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan akan pentingnya upaya mengembangkan model pembelajaran fiqh yang lebih humanis. Pembelajaran fiqh perlu didorong ke arah yang lebih transformatif, mau melihat perbedaan, menyadari tentang pentingnya pluralitas dalam pemahaman fiqh. Oleh karena itu, pembelajaran fiqh semestinya harus humanis, yaitu meneguhkan kembali kepentingan manusia dalam beribadah. Model pembelajaran fiqh yang humanis diantaranya adalah menekankan akan pembelajaran yang bermakna dan pendekatan dialogis.
MENJADI JATMIKA; Nilai Kejatmikaan pada Perempuan Samin di Kabupaten Bojonegoro Huda, Khoirul
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan peran perempuan Samin dalam ketahanan nilai-nilai kejatmikaan di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa kandungan nilai-nilai ajaran kejatmikaan Samin diantaranya adalah pengendalian diri, beribadah dan menghormati, mawas diri dan menyelaraskan, adanya bencana merupakan cobaan, memegang budi sejati. Sifat pengendalian diri dengan nafsu. Pengendalian diri mengajarkan jangan sampai hidup dengan memprioritaskan kehendak nafsu belaka. Sifat menghormati ke sesama makhluk Tuhan merupakan wujud toleransi. Selain itu, manusai harus mawas diri tehadap lingkungan sekitar. Hidup menyatukan dengan alam menjadi kekhasan dari ajaran ini. Ajaran kejatmikaan berhubungan erat dengan sifat Ketuhanan. Semua cobaan datangnya dari Tuhan. Konsekuensinya yaitu sebagai manusia harus memiliki jiwa kesabaran yang kuat. Pada akhirya akan manusia tersebut akan memiliki budi pekerti yang sejati
Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama Artis, Artis
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 3, No 1 (2011): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v3i1.1070

Abstract

Harmony and tolerance is necessary to be implanted in every human, because humans as social beings not be separated from others. Harmony and tolerance that needs to be fostered not only on inter-cultural but including religion. Every religion has different beliefs, therefore, each religion can maintain and nurture his people to maintain communal harmony and mutual respect and keep the things that sara is to avoid conflicts between religions for the sake of maintaining peace in the frame of national unity and stateless
REWANG: Kearifan Lokal dalam Membangun Solidaritas dan Integrasi Sosial Masyarakat di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Hasbullah, Hasbullah
TOLERANSI Vol 4, No 2 (2012): Juli - Desember 2012
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan bentuk kebijaksanaan yang dimiliki oleh masyarakat yang berlangsung dalam tempoh waktu yang lama. Dalam kearifan lokal terkandung nilai-nilai positif yang menjadi panduan bagi masyarakat dalam bertingkah laku. Rewang sebagai bentuk tradisi yang mengandung kearifan lokal masyarakat Bukit Batu dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan selama berlangsungnya pesta perkawinan. Rewang tidak hanya mengandung unsur gotong royong, melainkan juga terdapat unsur kesetiakawanan sosial (solidaritas sosial), dan integrasi sosial. Para peserta rewang sanggup mengorbankan tenaga, waktu, dan juga uang.
PEMETAAN KERUKUNAN DAN KERAWANAN SOSIAL KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Ilahi, Kurnial; Rabain, Jamaluddin
TOLERANSI Vol 3, No 2 (2011): Juli - Desember 2011
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMETAAN KERUKUNAN DAN KERAWANAN SOSIAL KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Realiti Perpaduan Ummah dan Cabarannya: Analisis Dari Perspektif Pemikiran Islam W.Ali, Kamaruddin bin; Madya, Madya
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 2, No 2 (2010): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v2i2.430

Abstract

Ummah has various connotations which depend on perspectives from various sources. In Islam, ummah has certain element and criteria and especially if related to Islam as “a way of life”. Currently, ummah is facing tough challenges from within and outside. Challenge from within is represented by many perspectives, as well as from outside. Both challenges could not be easily wiped away and at certain level, can damage the ummah if they are not handled carefully. Obviously, challenge from outside is clearer than from within. To know the challenges fundamentally can easily help to find the fair solution. It is indeed a must to differentiate the secondary challenge that is produced by fundamental challenge. Historical perspective could also be examined to see the change that happened from the earlier stage until now in order to observe the solidarity of the ummah themselves throughout the stages. The strength and weakness from fundamental aspect can determine the identity and survival of the ummah in the globalised world. This paper, as it is presented here tries to see, to elaborate and to observe the strength and weakness of ummah fundamentally and its relation to the survival of ummah themselves.   
BERINTERAKSIDENGAN NONMUSLIM” al-Musalimun”; PERSFEKTIF HADIS Arifin, Johar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 1, No 1 (2009): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v1i1.446

Abstract

This paper contains an explanation of the rules of Shari'a perspective Hadith of Prophet Muhammad SAW in interacting with non-Muslim parties in this discussion group focused on the al-Musalimun their peaceful coexistence and not hostile to Islam. This paper tried to investigate how the Prophet interact with respect to the above Qauliyah Sunnah and the Sunnah Fi'liyah, hoping to ward off negative public perception been assumed that the non-Muslim is an enemy that must be fough and was also able to provide a positive contribution to the Government , of Religion, the scholars, traditional leaders and Muslims in general, so it can be realized life in peace, safe, prosperous, spiritual and physical
Pengembangan Kurikulum PAI Madrasah Aliyah Berwawasan Multikultural Akhyar, Akhyar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 5, No 1 (2013): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v5i1.70

Abstract

Social conflict, discrimination, religious conflict, political crisis, economy, culture and education, becoming more frequent. With the presence of religion, the phenomenon of life can be given meaning and moral and transcendental, so as to have its own value. While the structure of the system in the form of religion or system of teachings and rules of functioning enforce social norms, rules, fulfilling the spiritual needs of man and God. But what about the religion (Islam) may be a solution to the conflicts, both horizontally and vertically not place? One way to resolve the conflict and bring peace and love between people, is through education. This is where the importance of islamic educatuion-minded multicultural curriculum development.

Page 1 of 19 | Total Record : 184