cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23383240     EISSN : 25805924     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) merupakan jurnal elektronik open access yang bertujuan untuk mempublikasi hasil-hasil penelitian terbaru dalam area pendidikan khususnya pada bidang pendidikan fisika meliputi asesment pembelajaran, model pembelajaran dan pengembangan perangkat pembelajaran, dan bidang fisika lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK PENGETAHUAN AWAL YANG BERBEDA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 PALU Setiani, Iin; Kade, Amiruddin; Lamba, Hendrik Arung
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 2 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan  pemahaman konsep fisika antara kelas yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kelas yang mendapat strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Palu (2) mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep fisika untuk kemampuan awal siswa yang tinggi dan yang rendah pada kelas VIII SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini menggunakan rancangan Prates-Pascates yang tidak  Ekuivalen, dengan desain faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sample. Sampel penelitian adalah kelas VIII-I sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-J kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara kelas yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan kelas yang mendapat model pembelajaran konvensional yang ditunjukan oleh uji hipotesis dengan nilai signifikan yang diperoleh 0,012 yang berarti tingkat signifikan 0,0012 < 0,05 (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa untuk tingkat pengetahuan awal yang tinggi dan yang rendah yang ditunjukan oleh uji hipotesis dengan nilai signifikan yang diperoleh 0,036 yang berarti tingkat signifikan 0,0036 < 0,05. Perbedaan ini terjadi karena model pembelajaraan kooperatif tipe jigsaw membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.  Pada tingkat pengetahuan awal yang tinggi siswa lebih mudah memahami materi.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA TINGKAT ANALISIS (C4) Afriani, Rifka; Kade, Amiruddin; Supriyatman, Supriyatman
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 7, No 2 (2019): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal fisika tingkat analisis (C4). Penelitian dilakukan di SMA Negeri di Kota Palu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 104 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes seleksi responden, tes essay, dan wawancara. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 9 orang siswa yang diperoleh dari hasil tes seleksi responden. Berdasarkan penelitian, hasilnya menunjukkan pencapaian kompetensi kognitif siswa pada tingkatan analisis belum memberikan hasil yang maksimal, dalam hal ini masih tergolong kategori sangat buruk. Pencapaian pada tingkatan analisis (C4) hanya sebesar  24,26 %. Adapun Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal  adalah kesalahan penafsiran 66.7% dengan kategori tinggi, kesalahan konsep 77.8% dengan kategori tinggi, dan kesalahan strategi 72.7% dengan kategori tinggi.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KONSEP MEKANIKA DI SMA NEGERI 5 PALU Risnawati, Risnawati; Pasaribu, Marungkil; Syamsu, Syamsu
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 3 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar tingkat keterampilan berpikir kritis siswa pada konsep mekanika pada materi gerak. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 5 Palu yang terdiri dari 40 siswa. Data diperoleh melalui lembar jawaban tes keterampilan berpikir kritis siswa dan wawancara. Pemberian tes keterampilan berpikir kritis terdiri atas 10 soal essay untuk menentukan enam responden dengan skor tertinggi, sedang dan rendah yang bertujuan dapat memperoleh data untuk mencakupi keragaman kemampuan yang dimiliki siswa serta dapat menentukan siswa dalam menentukan saat proses wawancara berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada konsep mekanika yang dibatasi pada materi gerak berada pada kategori sedang. 3 subjek dikategorikan sangat kritis, 24 subjek kritis dan 13 subjek kurang kritis. Hal ini diperoleh dari 10 sub-indikator keterampilan berpikir kritis yaitu memfokuskan pertanyaan dengan skor 58.5, menganalisi argumen dengan skor 65, bertanya dan menjawab pertanyaan dengan skor 82.5, mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak dengan skor 64.5, mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi dengan skor 23.5, mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi dengan skor 19, menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi dengan skor 66, membuat dan menentukan hasil pertimbangan dengan skor 55, mendefenisikan istilah dan mempertimbangkan suatu defenisi dengan skor 83.5 dan mengidentifikasi asumsi-asumsi dengan skor 73.5.   Kata Kunci : keterampilan berpikir kritis, konsep mekanika
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK KELAS VIIID SMP KARTIKA XX-6 KENDARI M, Hunaidah; Sukariasih, Luh; Saputra, I Gede Purwana Edi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 7, No 3 (2019): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan penguasaan konsep peserta didik pada pembelajaran IPA, mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains pada pembelajaran IPA, dan mendeskripsikan ketuntasan belajar peserta didik  pada pembelajaran IPA pada materi pokok cahaya dan alat optik kelas VIIID SMP Kartika XX-6 Kendari yang diajar menggunakan model pembelajaran discovery; Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIIID SMP Kartika XX-6 Kendari tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 26 orang. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data penguasaan konsep yang diperoleh dari tes penguasaan konsep dan keterampilan proses sains yang diperoleh dari lembar observasi. Analisis data yang dilakukan statistik deskriptif. Dari hasil analisis data diperoleh: 1) nilai rata-rata penguasaan konsep peserta didik pada siklus I diperoleh nilai rata-rata yaitu 70,07 dengan standar deviasi 9,34 sedangkan pada siklus II nilai rata-rata penguasaan konsep peserta didik yaitu 77,50 dengan standar deviasi 5,55; 2) presentase aspek keterampilan proses sains pada siklus I yaitu 50,55% dengan kategori cukup sedangkan pada siklus II yaitu 73,41% berada pada kategori  baik; 3) presentase ketuntasan belajar secara klasikal peserta didik pada siklus I sebesar 57,92 % sedangkan pada siklus II sebesar 76,69 %, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran discovery terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep peserta didik kelas VIIID SMP Kartika XX-6 Kendari Tahun Ajaran 2018/2019 .
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DEGEST, EXPAND, REVIEW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 PALU Ayunani, Muliawati
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 1 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIIC SMP Negeri 16 Palu. Masalah yang diteliti adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika SMP. Subyek penelitian berjumlah 34 orang siswa kelas VIIIC SMP Negeri 16 Palu. Jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan secara bersiklus, untuk tiap siklus ada 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) observasi (iv) refleksi. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar berupa observasi dan wawancara. Sedangkan data kuantitatif merupakan data hasil belajar yang diperoleh dengan tes. Hasil penelitian pada siklus I, observasi aktivitas guru berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 80,6% dan aktivitas siswa berada pada kategori cukup dengan rata-rata persentase sebesar 76,4%. Hasil penelitian pada siklus II, observasi aktivitas guru berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 91,7% dan aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 90,3%. Hasil wawancara siklus I dan II menunjukkan bahwa siswa senang dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER. Hasil belajar siklus I diperoleh kentutasan belajar klasikal yakni 61,8% dengan jumlah yang tuntas sebanyak 21 orang siswa dan yang belum tuntas 13 orang siswa. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sebanyak 82,4% dengan rincian 28 orang siswa tuntas dan 6 orang siswa yang masih belum tuntas. Berdasarkan  hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIIC SMP Negeri 16 Palu.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR HIPOTETIKAL DEDUKTIF TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BALAESANG PADA MATA PELAJARAN FISIKA Muslimin, Muslimin; Yoga, Wayan; Darmadi, Wayan
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 6, No 3 (2018): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model siklus belajar hipotetikal deduktif merupakan suatu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan sendiri jawaban atas suatu pertanyaan tertentu berdasarkan hasil observasi, dan keterampilan generik sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki siswa dan berkembang bersamaan dengan berlangsungnya proses belajar pada diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh siklus belajar hipotetikal deduktif terhadap keterampilan generik sains siswa kelas X di SMA Negeri 1 Balaesang pada mata pelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental designs dengan desain penelitian the non equivalent, pretest-posttest designs. Sampel penelitian yaitu kelas XB sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 33 orang dan kelas XD sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 34 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan generik sains dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan stastik non-parametrik dan Uji-t pada taraf signifikasi 0,05. Hasil analisis data menunjukan nilai rata-rata kelas eksperimen 8,1 dan kelas kontrol 7,1. Hasil uji-t pada taraf signifikasi 0,05 diperoleh , hasil tersebut menunjukan bahwa , sehingga  di tolak dan  di terima. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh siklus belajar hipotetikal deduktif terhadap keterampilan generik sains siswa pada mata pelajaran fisika.
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM SEDERHANA KONSEP LISTRIK MAGNET UNTUK SISWA SMP DAERAH TERPENCIL Waris, Abdul; Darsikin, Darsikin; Nurjannah, Nurjannah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat praktikum sederhana konsep listrik magnet untuk siswa SMP daerah terpencil. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau dikenal dengan R&D. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dengan skala likert empat yang ditujukan kepada ahli media, guru dan siswa kelas IX SMP Satap Negeri 4 Sindue Tobata, Donggala. Data kualitas produk yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yaitu data kualitatif menjadi kuantitatif. Selanjutnya, mengolah skor rata-rata kualitas menggunakan kriteria kategori penilaian ideal, serta menentukan nilai persentase kualitas. Kualitas produk berdasarkan hasil analisis penilaian ahli media diperoleh persentase keidealan masing-masing alat praktikum. Generator van de graff sebesar 93,75%, elektromanetisasi sebesar 93,75% dan gaya lorentz sebesar 90,75% dikategorikan ?Sangat Baik?. Analisis penilaian guru diperoleh persentase keidealan masing-masing alat praktikum, yaitu generator van de graff sebesar 83,33%, elektromanetisasi sebesar 80,56% dan gaya lorentz sebesar 81,94% dikategorikan ?Sangat Baik?. Sedangkan hasil tanggapan siswa pada uji coba terbatas diperoleh persentase keidealan masing-masing alat praktikum, yaitu generator van de graff sebesar 79,20%, elektromagnetisasi sebesar 79,00% dan gaya lorentz sebesar 78,22% dikategorikan ?Sangat Setuju?. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa alat praktikum sederhana konsep listrik magnet yang dikembangkan layak untuk digunakan. Kata Kunci: Alat Praktikum Sederhana, Listrik Magnet, Daerah Terpencil.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS VIII SMP NEGERI 14 PALU Syaidah, Syaidah; Kamaluddin, Kamaluddin; Syamsu, Syamsu
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 5, No 1 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.166 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palu. Masalah yang diteliti adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fisika. Alternatif pemecahan masalah adalah penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palu, dengan jumlah siswa 25 orang. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan secara bersiklus dan mengacu pada desain penelitian dari model Kemmis & Mc. Taggart, yang meliputi 4 tahap: (i) perencanaan, (ii) pelaksanaan tindakan, (iii) observasi dan (iv) refleksi. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar berupa observasi dan wawancara. Hasil observasi aktivitas siswa dan guru pada siklus I berkategori cukup sedangkan siklus II berada pada kategori baik. Data kuantitatif adalah data hasil belajar yang diperoleh dengan tes. Hasil belajar siklus I diperoleh ketuntasan belajar klasikal 72% dan pada siklus II Ketuntasan belajar klasikal dan daya serap klasikal yang diperoleh pada siklus II telah memenuhi pada indikator kinerja 75%.  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Palu.Kata kunci :,  Learning Cycle 5e, Hasil Belajar Fisika
PENYAJIAN FENOMENA KONTEKSTUAL BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP KALOR PADA SISWA KELAS XB SMA NEGERI 1 MARAWOLA Habibie, Habibie; Wahyono, Unggul; Haeruddin, Haeruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 1 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.711 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa SMA Negeri 1 Marawola dengan penyajian fenomena kontekstual berbantuan komputer dengan metode kooperatif di kelas XB yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, menggunakan video dalam pembelajaran yang memuat materi untuk siklus I yaitu suhu dan pemuaian, dan untuk siklus II yaitu kalor, perubahan wujud dan perpindahan kalor. Hasil penelitian didapatkan selisih kenaikan ketuntasan klasikal sebesar 25,00% dan selisih kenaikan daya serap klasikal 18,63%, aktivitas guru berada pada kategori baik ke sangat baik yaitu dengan selisih rata-rata persentase aktivitas guru 5,84% dan aktivitas siswa berada pada kategori cukup ke sangat baik yaitu dengan selisih rata-rata persentase aktivitas siswa 13,89%. Berdasarkan indikator penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penyajian fenomena kontekstual berbantuan komputer pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa kelas XB SMA Negeri 1 Marawola. Penyajian fenomena kontekstual dengan penggunaan video sesuai dengan siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan sedang. Untuk siswa yang  memiliki kemampuan rendah, penyajian fenomena dengan bantuan bimbingan dan pemberian  informasi mengenai pokok bahasan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KONSEP SUHU DAN KALOR BERBASIS ANDROID Misbach, ST.; Saehana, Sahrul; Darsikin, Darsikin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 7, No 1 (2019): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.627 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan aplikasi android. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE yang meliputi  5 tahap, yaitu Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berjumlah 17 orang. Hasil uji coba dan analisis angket menunjukkan bahwa rata-rata skor penilaian ahli materi sebesar 3,22 dan dikategorikan ?Baik?, rata-rata skor ahli media sebesar 3,28 dikategorikan ?Sangat Baik?, analisis kelayakan oleh guru dengan skor rata-rata sebesar 3,51 dikategorikan ?Sangat Baik? dan hasil analisis penilaian respon siswa diperoleh skor rata-rata sebesar 3,44 dan dikategorikan ?Sangat Setuju?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bahan ajar berbasis android yang dikembangkan layak sebagai media pembelajaran bagi siswa.

Page 1 of 25 | Total Record : 244