cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
PEMBELAJARAN DARI PROSES PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA USAHA BATIK PESANTENAN PATI Sari, Dwi Putri Puspa; Esariti, Landung
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.7.2.%p

Abstract

Usaha berbasis rumah Batik Tulis Pesantenan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan di Kabupaten Pati yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Berdirinya usaha ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ibu rumah tangga muda yang menganggur dengan suami sebagai perantau dan terbukti mampu memberdayakan lebih dari 200 (dua ratus) ibu rumah tangga sebagai pekerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pembelajaran dari proses pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga non-pemerintah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Metode yang digunakan adalah campuran melalui kuesioner terhadap 19 responden dan wawancara secara mendalam dengan narasumber kunci yaitu pemilik dan perintis usaha serta 9 perangkat desa asal pekerja. Teknik analisis dengan cara deskriptif baik data kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini memberikan pembelajaran proses pemberdayaan melalui usaha berbasis rumah sebagai fenomena dalam studi tentang perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik usaha merupakan pihak yang sangat berpengaruh dan penting keberadaannya sehingga aktivitas pemberdayaan ada dan berlanjut hingga sekarang. Ia berperan sebagai inisiator, penggerak, dan fasilitator yang merintis terjadinya proses mulai dari nol sehingga memberikan akses pekerjaan bagi ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu dan keterampilan. Enam sifat yang melekat padanya yakni rasa empati, mampu melihat adanya potensi dan kebutuhan, jiwa kepemimpinan, inisiatif yang tinggi, pemikiran maju dan terbuka, berperan sebagai fasilitator. Selain itu, motif utama keberhasilannya yaitu adanya manfaat ekonomi.
AN INDICATOR CONCEPT FOR MEASURING THE QUALITY OF LIFE IN KAMPUNG KOTA COMMUNITIES IN THE “SMART CITY” Priambudi, Bagus Nuari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.7.2.%p

Abstract

Kampung Kota is the beginning of the city development with all important aspects and has a special regional characteristic. The sustainability of Kampung Kota is affected by physical development around it. The concept of Semarang city development is in line with the concept of smart cities that trending now. One aspect that a city considers being a Smart City is the quality of life. The study of QoL (Quality of Life) has been increasing and has greatly developed in recent years, especially in large cities throughout the country. But it is not yet reviewed for the indicator concept that used as a measure of the quality of life in Kampung Kota communities. In fact, the problems related to the quality of life of the community is so complex. The research aims to study the indicator to measure the quality of life of the community. The method used in this study is quantitative deductive. The study consists of several stages: (1) content validity study, (2) face validity, (3) test reliability and validity; (4) analysis and conclusions. The results show 5 indicators that can be used as a measure of the quality of life of the people of Kampung Kota in Semarang. The indicators of the physic environmental aspects are safety, comfort and the roles of the Neighborhood Association (RT / RW). The indicators of the socio-economic and health aspects are income, environmental health, and availability of public spaces.
FAMILY PLANNING SERVICES AT DENPASAR TOWARD A HEALTHY CITY Ani, Luh Seri; Merdana, I Made; Sumiati, Nyoman
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.7.2.%p

Abstract

One of the goals of urban development is to improve the quality of life of the people, especially in the aspect of health, as found in Denpasar, Bali, which wants to create a healthy city. Denpasar City Development is expected to create and improve health services for the entire community. Improved health infrastructure services are expected to support other government health programs, including the Family Planning Program (KB) as an effort to inhibit the rate of population growth that negatively impacts the economy and environment of a rural and urban area. Through family planning programs people can set the number of children and the desired pregnancy distance, especially for people who live in urban areas. This study aimed to determine contraceptive services in Fertile Age Women (WRA) in urban areas. A cross sectional descriptive survey was conducted on 1,777 women of childbearing age in Denpasar City. Data on family planning users were obtained from the BKKBN family data collection in 2018. The survey data were processed through univariate and bivariate analysis to determine trends in the use of contraceptives in Denpasar. 55.7% of family planning services in Denpasar are in a bad category. Fertile Age Women (WUS) in the city of Denpasar do not have health insurance (41.6%), do not receive family planning information through the media (41.1%), do not get information from health workers (73.5%), do not get field visit from the health workers ( 96.5%) and do not receive counseling services (59.8%). The low utilization of family planning services will affect the quality of life of the community in Denpasar, especially the WUS and become a barrier to achieve a healthy city.
TIPOLOGI STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG TRADISIONAL ATAS AIR MANGGAR DALAM PENGGUNAAN RUANG PERMUKIMAN NELAYAN Ulimaz, Mega; Jordan, Nadia Almira
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.7.2.%p

Abstract

Kampung Atas Air Manggar merupakan salah satu permukiman tradisional yang dilindungi dan dilestarikan di Balikpapan Berdasarkan karakteristik bangunan, kegiatan perekonomian, lokasi geografis dan homogenitasnya menjadikan Kampung Atas Air Manggar memiliki kekhasan dalam struktur sosial. Lingkungan dapat mempengaruhi peluang kehidupan manusia berdasarkan jaringan sosial yang terbentuk dan yang telah terpengaruh oleh faktor spasial yang berbeda. Secara fisik, kampung ini memiliki kemiripan dengan kampung sempadan sungai yang seringkali mendapatkan julukan kampung kumuh. Akan tetapi, perbedaan kegiatan ekonomi di Kampung Atas Air Manggar yang didominasi kegiatan nelayan menjadi dasar tujuan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi struktur sosial masyarakat pada Kampung Atas Air Manggar dalam penggunaan ruang permukiman nelayan. Metode yang digunakan adalah social network analysis dengan perhitungan density dan centrality. Hasil penelitian ini menghasilkan temuan tingkatan density yang menunjukkan bahwa aliran informasi hanya dapat tersampaikan secara langsung dengan cepat pada kurang dari 20% pada tingkat RT. Peranan tokoh sentral memberikan pengaruh dalam aliran informasi sebagai salah satu unsur modal sosial. Tipologi jaringan sosial yang tergolong rendah juga dapat dilihat pada penggunaan ruang permukiman yang  didominasi oleh aktivitas rutin nelayan, pedagang, dan warga. Aktivitas pilihan dan aktivitas sosial bersifat terbatas, serta dipengaruhi oleh ikatan hubungan jaringan sosial yang rendah .
ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR GANG BANJAR KAMPUNG MELAYU SEMARANG TERHADAP BANJIR ROB Mussadun, M; Kurniawati, Wakhidah; Nugraha, Muhammad Fajri
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.7.2.%p

Abstract

Gang Banjar Kampung Melayu berada di kawasan pesisir bagian utara Kota Semarang. Kawasan ini rawan terkena banjir rob, sehingga menjadikan masyarakat melakukan upaya adaptasi dalam menghadapi ancaman banjir rob tersebut. Penelitian ini mengkaji dampak banjir rob, upaya adaptasi masyarakat pesisir Gang Banjar Kampung Melayu dan peran pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif eksploratif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi melalui telaah dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banjir rob berdampak pada lingkungan, sosial dan ekonomi. Kemudian masyarakat melakukan upaya adaptasi, baik bersifat soft (non-fisik) maupun hard (fisik). Pemerintah telah berperan dalam adaptasi fisik, melalui pembangunan rumah pompa, optimalisasi pintu air Kali Semarang, melakukan peninggian jalan dan perbaikan drainase. Namun, pemerintah belum berperan dalam adaptasi non-fisik untuk meningkatkan kapasitas sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 
LEGALITAS DAN PRAKTEK PERENCANAAN TATA RUANG INDUSTRI SHIPYARD PADA SEMPADAN PANTAI DI SAGULUNG, BATAM Suryahusada, Agung Adji Santosa; Wijaya, Holi Bina
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 2: Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.7.2.%p

Abstract

Legalitas lahan mencakup kesesuaian lahan dengan rencana tata ruang, terdapatnya IMB dan regulasi yang sah. Penelitian ini bertujuan mengetahui legalitas industri galangan kapal pada sempadan pantai dan bagaimana praktek perencanaan pembangunan tata ruang yang sebenarnya terjadi di Sagulung. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kajian dokumen. Wawancara dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa legalitas industri dapat berubah sesuai dengan rezim politis dan pelaksanaan rencana tata ruang pada kenyataannya tidak sederhana. Praktek perencanaan tata ruang di Batam sangat dipengaruhi oleh rezim politis yang terjadi pada masa itu. Pada periode 1991-2007 (Orde Baru) tidak ada pihak yang mengkoordinasi terkait tumpang tindih aturan tata ruang. Tindakan koordinasi dilakukan ketika rezim Demokrasi (2008-sekarang) Hal ini ditunjukkan dengan tindakan paduserasi oleh Tim Paduserasi yang bekerjasama dengan stakeholder tingkat daerah hingga pusat.
KAJIAN KONTRIBUSI UMKM BERBASIS RUMAH ECENG GONDOK MELALUI PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP PENDAPATAN PELAKU USAHA DI KAWASAN RAWAPENING Sianturi, Onixtin Octarina; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.988 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.118-126

Abstract

Rawapening merupakan danau semi alami dengan luas 2.670 hektare yang terletak di 4 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Sekitar 80% dari permukaan air di Rawapening ditumbuhi tanaman eceng gondok yang menyebabkan kondisinya semakin parah akibat penurunan daya tampung. Eceng gondok juga menyimpan potensi bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis rumah. Meskipun kerajinan eceng gondok berbasis bahan alam dan cenderung tradisional, namun adanya dukungan internet dalam hal kemudahan komunikasi, transaksi jual beli, dan penyebaran informasi sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi HBE eceng gondok di sekitar Rawapening berbasis internet terhadap pendapatan pelaku usaha. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif berdasarkan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE non digital yaitu 75% dengan pendapatan Rp1.414.585. Berbeda kondisi, rata-rata kontribusi HBE terhadap pendapatan pelaku HBE digital yaitu 81% dengan pendapatan Rp5.162.500.
SEBARAN EMISI CO2 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENATAAN RUANG AREA INDUSTRI DI KABUPATEN KENDAL Labiba, Dina; Pradoto, Wisnu
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.177 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.164-173

Abstract

Kabupaten Kendal adalah wilayah yang memiliki peran sebagai salah satu pusat aktivitas industri di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sumber emisi CO2 dari sektor industri serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan emisi tersebut sebagai dasar acuan dalam merumuskan implikasi kebijakan penataan ruang aktivitas industri di Kabupaten Kendal berdasarkan konsep low carbon city. Analisis dilakukan terhadap sembilan aktivitas industri skala besar yang besar tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Kendal yaitu Kecamatan Kaliwungu, Boja dan Kangkung. Hasil dari analsisis terhadap kadar intensitas produksi emisi CO2 aktivitas industri menunjukkan bahwa industri PT. Sinar Bahari Agung di Kecamatan Kangkung memiliki menghasilkan emisi CO2 tertinggi. Sementara itu untuk hasil dari analisis potensi pertumbuhan pertumbuhan emisi CO2 dilihat dari faktor penghambat dan pemicu pertumbuhan emisi tersebut, menunjukkan bahwa hingga tahun 2031 pertumbuhan emisi CO2 sektor industri di Kabupaten Kendal akan terus mengalami peningkatan. Implikasi kebijakan penataan ruang yang dapat diterapkan adalah penambahan areal ruang terbuka hijau. Penambahan ruang terbuka hijau diprioritaskan pada aktivitas industri pada aktivitas industri PT. Sinar Bahari Agung dan PT. Rimba Partikel Indonesia. Selain itu, implikasi kebijakan lainnya yang dapat diterapkan ialah dengan membatasi pertumbuhan aktivitas industri di wilayah bagian selatan Kabupaten Kendal serta pengoptimalan pemanfaatan lahan industri dengan penerapan Industrial Symbiosis.
DAMPAK TRANSPORTASI DARING TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DI KOTA SEMARANG Subianto, Muhammad Hendardi; Rakhmatulloh, Anita Ratnasari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.752 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.127-134

Abstract

Ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sebuah kota. Kemajuan teknologi memberikan salah satu alternatif moda transportasi yang kemudian disebut dengan transportasi daring. Transportasi daring memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan pergerakan. Kehadiran transportasi daring ini meembuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sebagai operator atau pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kehadiran transportasi daring terhadap penyerapan tenaga kerja dan kemungkinan terdapatnya peningkatan kesejahteraan yang dilihat dari pendapatan pengemudinya. Metode analisis yang digunakan yaitu menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, transportasi daring menyerap 2% tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Adanya transportasi daring dapat meningkatkan pendapatan pengemudi transportasi daring sebesar 28,86%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa transportasi daring memberikan dampak kecil pada penyerapan tenaga kerja namun secara keseluruhan tenaga kerja yang terserap mempunyai peningkatan kesejahteraan.
PENGEMBANGAN HOMESTAY BERBASIS MASYARAKAT PADA KAMPUNG HOMESTAY BOROBUDUR Wedatama, Abid Affandi; Mardiansjah, Fadjar Hari
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.389 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.135-143

Abstract

Candi Borobudur merupakan destinasi wisata yang termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991 yang memberikan potensi pengembangan aktivitas ekonomi serta pariwisata. Masyarakat Dusun Ngaran 2 Desa Borobudur memanfaatkan potensi pariwisata dengan melakukan pengembangan homestay berupa Kampung Homestay Borobudur yang hingga saat ini mencapai 27 homestay dengan melibatkan elemen masyarakat dan para pengelola homestay Dusun Ngaran 2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan eksploratif untuk menjelaskan proses pengembangan homestay serta analisis triangulasi dan penarikan kesimpulan untuk mengetahui peran masyarakat dan teknologi informasi di dalamnya.  Pengembangan homestay yang berbasis pada masyarakat ini melibatkan dua aspek kegiatan yaitu peningkatan mutu pelayanan dan penyedia kegiatan pariwisata. Selain itu, terdapat juga peran teknologi informasi yang digunakan untuk sistem pemesanan yang terkomputerisasi pada media booking.com atau melalui situs yang dibangun khusus oleh pengurus homestay pada www.kampunghomestayborobudur.com sebagai bagian dari pengembangan aktivitas pariwisata, ekonomi dan teknologi untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.

Page 1 of 12 | Total Record : 119