cover
Contact Name
Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si
Contact Email
anna@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
quagga.prodibio@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Quagga
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 19073089     EISSN : 26155869     DOI : -
Core Subject : Education,
The Quagga Journal (p-ISSN 1907-3089; e-ISSN 2615-5869) is a journal managed by the Biological Education Study Program, Faculty of Teachers Training and Education Universitas Kuningan (FKIP UNIKU). This journal is issued twice a year (January and July) publishing articles from analytical studies and studies in the fields of educational and biological sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN EVERY ONE IS A TEACHER HERE PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN ARGUMENTASI DAN PRESTASI MAHASISWA BIOLOGI (TINGKAT I ) FKIP UNIKU Lismaya, Lilis
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya jenis strategi pembelajaran yang digunakan dalam KBM namun kurang dapat membangun karaker mahasiswa FKIP sebagai calon guru, salah satunya dalam kemampuan berargumentasi. Oleh karena itu, perlu adanya suatu strategi belajar yang mampu menumbuhkan kemampuan berargumentasi mahasiswa, sehingga diharapkan dengan penerapan strategi every one is a teacher here ini meningkatkan prestasi mahasiswa khususnya dalam KBM dan menumbuhkan keberanian mereka dalam mengemukaan pendapat mereka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan strategi every one is a teacher here terhadap peningkatan kemampuan berargumentasi dan prestasi mahasiswa biologi (tingkat 1) FKIP UNIKU. Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah seluruh mahasiswa tingkat 1 biologi FKIP UNIKU tahun ajaran 2011-2012 sebanyak 2 kelas. Sedangkan sampel yang diambil secara purposive sampling adalah 1 kelas ekperimen. Adapun metode yang digunakan adalah kuasi ekperimen dengan desain pre test-post test design dan jenis penelitian kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistic parametric (uji Z), karena data berdistribusi normal. Dari pengolahan tes akhir melalui uji Z pada taraf signifikasi 1% diperoleh hasil Z hitung = 9,63 dan Z daftar = 2,58 maka Z hitung>Z daftar. Dengan demikian H1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan strategi “Every One is a Teacher  Here” terhadap hasil belajar dan kemampuan berargumentasi mahasiswa Biologi tingkat  I FKIP UNIKU.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUALBERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA KONSEP MONERA DI SMA NEGERI 1 KUNINGAN Lismaya, Lilis
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Pembelajaran Konstektual Berbasis Masalah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Masa Pelajaran Biologi Konsep Monera di SMA Negeri 1 Kuningan “. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya jenis strategi pembelajaran yang digunakan dalam KBM namun kurang dapat memberdayakan sisiwa. Oleh karena itu, perlu adanya suatu strategi belajar baru yang dapat mendorong sisiwa mengkonstuksi pengetahuan mereka sendiri serta mampu menjadikan sisiwa siap menghadapi masalah-masalah nyata yang ada dalam kehidupan mereka yaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran kontekstual berbasis masalah, sehingga diharapkan dengan adanya strategi pembelajaran tersebut dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran konstektual berbasis masalah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada konsep monera si SMA Negeri 1 Kuningan. Dalam penelitian ini penulis mengambil populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuningan semester 1 tahun ajaran 2005-2006 sebanyak 7 kelas dengan jumlah 276 siswa. Sedangkan sampel penelitian yang diambil secara purposive sampling adalah 2 kelas, yaaitu kelas X3 dan X5 dengan masing-masing kelas sebagai kelas eksperimen, dan jumlah masing-masing kelas 40 siswa. Jadi jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan satu perlakuan dan jenis penelitian kuantitatif. Data yang diperoleh disanalisis dengan menggunakan uji statistik parametrik ( uji z ), karena data berdistribusi normal. Dari pengolahan data tes akhir melalui uji Z pada tarad signifikansi 1% diperoleh hasil Zhitung=13 dan Zdaftar=2,58 maka Zhitung>Zdaftar.Begitu pula melalui uji proposi diperoleh hasil Zhitung=10,83 dan Zdaftar=2,58 sehingga Zhitung>Zdaftar. Dengan demikian H1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran konstektual berbasis masalah terhadap prestasi belajar siswa kelas X pada konsep monera di SMA Negeri 1 Kuningan.        
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Rahma Widiantie, Lilis Lismaya dan
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkuliahan pada umumnya belum memfasilitasi mahasiswa calon guru biologi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan belum dapat membantu mahasiswa meningkatkan penguasaan konsep terutama materi biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep spesiasi mahasiswa calon guru biologi melalui pembelajaran berbasis masalah.  Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian The Matching-only Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa calon guru biologi semester VI yang sedang menempuh mata kuliah Evolusi, dibagi menjadi kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran problem solving dan kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen dengan indeks N-Gain 0,47 dan kelas kontrol 0,30 yang keduanya termasuk kategori sedang, penguasaan konsep mahasiswa juga mengalami peningkatan dengan indeks N-Gain kelas eksperimen 0,37 termasuk dalam kategori sedang dan kelas kontrol 0,19 termasuk dalam kategori rendah. Hasil uji t menunjukkan hipotesis diterima, artinya bahwa terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa calon guru. Hasil analisis keterampilan berpikir kritis adalah kelas eksperimen temasuk dalam kategori cukup baik dengan rata-rata prosentase 59% dan kelas kontrol termasuk dalam kategori kurang dengan rata-rata prosentase 43%. Hasil analisis penguasaan konsep mahasiswa kelas eksperimen menunjukkan 93% mahasiswa kelas eksperimen tuntas dalam belajar, sedangkan kelas kontrol menunjukkan 71% mahasiswa tuntas dalam belajar. Penguasaan konsep mahasiswa menunjukkan mahasiswa kelas eksperimen cukup baik dalam memahami, mengaplikasi, menganalisis dan mengevaluasi konsep, sedangkan kelas kontrol termasuk dalam kategori kurang. Pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi model pembelajaran alternatif yang digunakan oleh dosen untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep mahasiswa. Keyword: Keterampilan Berpikir Kritis, Penguasaan Konsep, Pembelajaran Berbasis masalah
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BIOKIMIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DIPADU VEE DIAGRAM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MAHASISWA DENGAN KEMAMPUAN AKADEMIK ATAS DAN BAWAH Handayani, Handayani; Setiawati, Ina
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan Keterampilan Proses Sains (KPS) dan pemahaman konsep melalui pembelajaran Biokimia menggunakan model inkuiri dipadu dengan vee diagram terhadap, pada mahasiswa akademik atas dan bawah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental faktorial 2x2 nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini mengambil sampel mahasiswa Program Studi Biologi tingkat I yang berjumlah 38 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menggunakan uji ANAVA. Dari penelitian ini ditemukan: (1) ada perbedaan pembelajaran Inkuiri melalui vee diagram dan tanpa vee diagram terhadap pemahaman konsep Biokimia dan keterampilan proses sains, (2) ada perbedaan mahasiswa dengan kemampuan akademik atas dan mahasiswa dengan kemampuan akademik bawah terhadap pemahaman konsep Biokimia dan keterampilan proses sains, dan (3) tidak ada interaksi antara pembelajaran Inkuiri melalui vee diagram dan tanpa vee diagram dengan kemampuan akademik mahasiswa terhadap pemahaman konsep Biokimia dan keterampilan proses sains. Kata Kunci: inkuiri, vee diagram, keterampilan proses sains, pemahaman konsep.
PROFIL KETERAMPILAN PROFESIONAL DAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DALAM MENERAPKAN CO-PBL PADA PRAKTEK PENGAJARAN MICRO DI UNIVERSITAS KUNINGAN Nurlaelah, Ilah; Setiawati, Ina
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  profil keterampilan profesional dan keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru biologi dalam menerapkan problem based learning yang dipadu dengan cooperative learning dalam kegiatan praktek pengajaran mikro (Microteaching) di Universitas Kuningan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, untuk mengukur kemampuan professional dan keterampilan dasar mengajar selama kegiatan microteaching berlangsung digunakan lembar observasi dan rubrik. Analisis data penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan uji uji statistic t-test dan uji Wilcoxon menggunakan SPSS 17. Peningkatan keterampilan professional dan keterampilan dasar mengajar dapat diketahui melalui perhitungan gain. Hasil uji wilcoxon didapat hasil Sig. (2-tailed) 0.001 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan profesional awal dan keterampilan profesional akhir setelah proses pengajaran menggunakan model problem based learning yang dipadu dengan cooperative learning. Hasil Uji t-tes didapat hasil Sig. (2-tailed) 0.001 artinya terdapat perbedaan yang signifikan pula pada keterampilan dasar mengajar awal dan akhir setelah proses pengajaran tersebut. Hasil perhitungan gain pada keterampilan professional mahasiswa dan keterampilan dasar mengajar diinterpretasikan meningkat dengan kategori peningkatan sedang, artinya keterampilan mahasiswa calon guru dapat terlatih ketika mereka melakukan pembelajaran menggunakan model problem based learning yang dipadu dengan cooperative learning, diantaranya 73 % mahasiswa calon guru dapat merencanakan pembelajaran dengan sangat baik, 60 % mahasiswa dapat mengevaluasi dengan sangat baik, 80% mahasiswa calon guru sudah dapat menguasai kemampuan sosial budaya yang baik. 80 % mahasiswa menguasai keterampilan dalam mengajar kelompok kecil dengan baik. Kata Kunci: Keterampilan profesional, keterampilan dasar mengajar, problem based learning, cooperative learning. 
ANALISIS PROFIL KEMAMPUAN BERARGUMENTASI GURU DAN MAHASISWA CALON GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL TOULMIN’S ARGUMEN PATTERN (TAP) DAN UPAYA PERBAIKANNYA Setiawati, Ina; Nurlaelah, Ilah
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di lapangan diketahui bahwa kemampuan berargumentasi mahasiswa  calon guru dalam pembelajaran microteaching belum banyak berkembang, seperti yang dipaparkan oleh Nurlaelah et al. (2014), diketahui rendahnya profil berargumentasi mahasiswa calon guru ditunjukkan oleh rendahnya keterampilan dasar mengajar yaitu memberi penguatan konsep (30%) dan keterampilan profesional pada indicator penguasaan materi (30%) secara umum mahasiswa calon guru masih kurang mampu dalam merespon solusi pemecahan permasalahan dari siswa ketika pembelajaran microteaching.  Hal ini bukan kesalahan para guru sepenuhnya, namun dapat menjadi salah satu kegagalan dari pendidikan sebelumnya yang pernah guru dapatkan yaitu LPTK. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis profil kemampuan berargumentasi guru dan mahasiswa calon guru dalam pembelajaran biologi dan upaya perbaikan yang dapat dilakukan LPTK, target penelitian ini meliputi mendapatkan informasi kemampuan berargumentasi guru dan mahasiswa calon guru dalam pembelajaran biologi serta mengupayakan perbaikan terhadap kualitas kemampuan berargumentasi pada mahasiswa calon guru di LPTK khususnya di FKIP Universitas Kuningan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik clusstering, dimana data diperoleh dengan menggunakan rubric argumentasi  dan argumentasi partisipan di petakan menggunakan model Toulmin’s Argumen Pattern (TAP) kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian umumnya kemampuan partisipan berada pada level 2 yaitu mampu men­gungkapkan klaim dengan alasan (warrant) tetapi masih jarang yang mengungkapkan dukungan (backing) terhadap klaimnya, dan belum ada sanggahan. terdapat sekitar 10 % guru dan 17 % mahasiswa calon guru yang mencapai level 3 kemampuan argumentasinya, sedangkan hanya sekitar 6% mahasiswa calon guru yang mencapai level 4. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam perbaikan kemampuan berargumentasi pada mahasiswa calon guru, salah satunya program IDEAS, inovasi kurikulum, strategi pembelajaran yang berfokus  bagaimana argumen  dimodelkan, serta penggunaan masalah/isu socioscientific  dalam pembelajaran. Kata kunci: profil keterampilanan berargumentasi, model Toulmin’s Argumen Pattern (TAP)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT(STM) TERHADAP KEMAMPUAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 1 DARMA Angraeni, Nikeu; Hindriana, Anna Fitri; Satianugraha, Haruji
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PEDAGOGI CONTENT KNOWLEDGE DI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN KARAKTER: SEBUAH STUDY META-SYNTHESIS Abidin, Zaenal
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah studi meta-synthesis, studi ini mencoba untuk menganalisis PCK yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Studi penelitian yang digunakan adalah desains studi kualitatif. Review literature menggunakan data base ERIC dengan menggunakan kata kunci pedagogical content knowledge.pdf dan google dengan kata kunci pedagogical content knowledge.pdf dan character education.pdf. Jurnal yang diperoleh disortir dan diambil jurnal PCK yang berkaitan dengan sains dan pendidikan karakter atau hasil belajar. Dari 200 jurnal PCK sains, akhirnya diambil 15 jurnal yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan karakter untuk dianalisis lebih lanjut. Penelitian umumnya menggunakan guru in-service sebagai partisipan. Instrument yang digunakan umumnya wawancara. Desain penelitian yang digunakan umumnya kualitatif. Penelitian PCK yang menyangkut pendidikan karakter secara khusus hampir tidak ditemukan. Namun demikian ada beberapa penelitian PCK yang mengaitkan dengan hasil belajar berupa karakter tertentu. Karakter yang ditelaah diantaranya adalah karakter kreatif dan rasa ingin tahu (satu jurnal); karakter confidence & meaning fullness; affective, perceived control, cognitive belief teacher, efficacy state; sikap guru; social responsibility & self actualization; solving skill. Temuan menunjukkan PCK guru menjadi syarat perlu, namun tidak menjadi syarat cukup untuk meningkatkan karakter peserta didik, dan PCK dapat mempengaruhi tindakan siswa dalam hal ini minat/motivasi dan prestasi.Kata kunci : Pedagogi Content Knowledge (PCK), Pendidikan Karakter, Meta-Synthesis
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (Problem Based Learning) DENGAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA NEGERI 2 KUNINGAN Junaedi, Edi; junaedi, edi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The title of this research is “The Difference of Solving Problem Ability Between Students Using Problem Based Learning (PBL) Model and Modified Free Inquiry Model at Environment Pollution Concept in the Tenth Class of SMAN 2 Kuningan”. The background of this research is the lack of students ability in solving the problem because the teacher seldom evaluated the students based on the ability of solving the problem. The other reason of this reseach is to know the better model for increasing the students ability in solving the problem. The purpose of this research is to know the difference of solving problem ability between students using PBL model and Modified Free Inquiry model at environment pollution concept in the tenth class of SMAN 2 Kuningan. The research used quasi experiment method in two experiment classes consisted of the experiment class using Modified Free Inquiry model. The research was implemented to 62 students of the tenth class in SMA N 2 Kuningan. They were devided into 31 students of experiment class using PBL model and the other 31 students of experiment class using Modified Free Inquiry model. The ability of solving the problem was measured by using essay tes consisted of solving problem sbility sums. The tes was given on pretes and postest. The average gain score of pretest and postest result on both of experiment classes showed that the PBL experiment class is 5,04 and MFI experiment class is 2,00. The hypothesis was based on gain score by using t test and showed that the value result of t account is 34,65 and t table with freedom degree of 60 is 2,66. It means that the value of t account is > t table, so there is significant difference between learning PBL model and MFI model to ability of students in solving the problem at environment pollution concept in the tenth class of SMAN 2 Kuningan. The power of PBL model is pressed at the involving problem, while the MFI model is pressed at the inquiry process. Because the problem given by the teacher to the students was not hard in the class of MFI, it caused the low response of the students to the importance of the problem in MFI class is low. Key words : solving problem ability, problem based learning, modified free inquiry 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FREE INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Ramayanti, Indra; Lismaya, Lilis
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 12 | Total Record : 119