cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
-
Phone
+62411888524
Journal Mail Official
jurnaldeskomvisunm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daeng Tata, Parang Tambung, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TANRA: Journal of Visual Communication Design, Faculty of Art and Design, Makassar State University
ISSN : 24076066     EISSN : 27154629     DOI : https://ojs.unm.ac.id/tanra/about/contact
Core Subject : Art,
Jurnal TANRA ini diterbitkan 3 kali diterbitkan untuk mengembangkan keilmuan dan keprofesian desain komunikasi visual dengan segala aspek keilmuannya. Desain komunikasi visual, desain komunikasi visual dan komunikasi, desain komunikasi visual dan teknologi informasi. Artikel yang dikelola dengan proses Ulasan Double Blind Peer dengan akses terbuka atau dapat didowload secara penuh. Jurnal TANRA diterbitkan dalam bidang Seni, dan Desain, diterbitkan tiga kali dalam publikasi.
Articles 45 Documents
DIVERSIFICATION STRATEGY OF WAJO SILK CONCENTRIS WEAVING Karta, Karta; Said, Abdul Azis; Cahyadi, Dian
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 6, No 3 (2019): The Event of Research Results as an Effort to Preserve Local Native Art and Cult
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengkang silk weaving has stagnated in production due to the dynamics of similar product invasion at lower prices and related to fashion tastes that are constantly changing, and product diversification efforts as a marketing strategy have also been adopted. But the results are less encouraging. Learn from this experience and research has been carried out regarding various blockages that are factors. So try concentric diversification strategic efforts to overcome these problems in the form of dummy-analog in the form of studies in this study. This study aims to conduct a review related to these strategic steps. It is hoped that direction will be obtained so that the Sengkang silk industry can survive the onslaught in the free market era (MEA). The method used is data collection, assessment modeling and system development, and evaluation of finished products.
Sabbe Synthesist: Diskursus Motif Dasar Pengembangan Sarung Sutera Sengkang sebagai Identitas dan Potensinya dalam Industri Kreatif Rumi, Jalaluddin
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 2 (2017): Vernacularies Local Potencies Trought Art & Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sabbe Synthesist:The Basic Motif Development Discourse of Silk Sarong-Sengkang as the Identity and its Potency in the Creative Industry.  Lipa? Sabbe as called of silk sarong as the identity in Bugis-Wajo people, has been entrenched on life of Sengkang people long time ago, especially at Tosora in the beginning of its development. From a gedogan by walida (old loom) as traditional technic, till Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM, semi-modern loom) and Alat Tenun Mesin (ATM, modern loom) in the textile industry, represents an exploration of the development in society around toward the modernization; in its initial has a deep meaning as the life philosophy. Through a literacy and documental study and also participatory observation by three months in Lajokka, Tanasitolo, the silk yarn itself has been particularly influenced by India and Chinese about sixteenth century, and embodying oneself in Nusantara: in Palembang till cultivating in South Sulawesi (Bugis and Mandar) based on a local genius of historical human then having own-special character. The peculiarity in variety of the basic motif that has developed in such a way to respond the creative industry, in its position has reduced the basic value and meaning of lipa? sabbe motif itself. The distribution stressing on speed production on the other, alters the weavers in Sengkang to only follow the market and the consumer desire without thinking more about the character of lipa? sabbe in which during the time has held the primary potency in trade road before creative industry coming in. Thereby lipa? sabbe as the identity of creativity needs a discourse analysis with social and cultural scrutinization in order to the creative economy development of the weavers, actuator, and observer of lipa? sabbe, particularly in Sengkang as the one of the silk sarong center in Indonesia relating to the creative industry commodity.  Abstrak. Sabbe Synthesist:Diskursus Motif Dasar Pengembangan Sarung Sutera Sengkang sebagai Identitas dan Potensinya dalam Industri Kreatif. Lipa? Sabbesebagaimana sarung sutra sebagai sebuah identitas pada masyarakat Bugis-Wajo, telah mengakar sejak lama dalam kehidupan masyarakat di Sengkang, khususnya di Tosora pada awal perkembangannya. Darigedogan dengan walida sebagai teknik tradisional, hingga Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan Alat Tenun Mesin (ATM) dalam industri tekstil,merupakan eksplorasi pengembangan masyarakat sekitar atas modernisasi; yang pada dasarnya memiliki makna mendalam sebagai sebuah falsafah hidup. Dari studi literasi dan dokumen serta obervasi partisipatif selama tiga bulan di Lajokka, Tanasitolo, benang sutera sendiri adalah pengaruh terutama dari India dan Cina pada sekitar abad XVI, dan dikembangkan sendiri di Nusantara: di Palembang hingga selanjutnya dibudidayakan di Sulawesi Selatan (Bugis dan Mandar) sesuai dengan local genius manusia masa lalu sehingga memiliki karakter tersendiri. Kekhasan dalam keragaman motif dasar yang kemudian dikembangkan sedemikian rupa untuk merespon industri kreatif, pada posisinya mereduksi nilai dan makna dasar dari motif lipa? sabbe itu sendiri. Distribusi yang menitikberatkan pada kecepatan produksi di sisi lain, merubah para penenun di Sengkang lebih mengikuti pasar dan keinginan konsumen tanpa memikirkan lagi karakter lipa? sabbe yang selama ini telah menjadi potensi utama dalam jalur perdagangan sebelum masuknya industri kreatif kini. Dengan demikian bahwa lipa? sabbesebagai identitas kekreatifanmemerlukan analisis diskursus dalam kajian sosial budaya guna pengembangan ekonomi kreatifpara penenun, penggiat, dan pemerhati lipa? sabbe, terutama di Sengkang sebagai salah satu pusat sarung sutera di Indonesia terkait pola komoditi industri kreatif. 
KEMAMPUAN MENGGAMBAR PERSPEKTIF MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2017 PADA PRODI PENDIDIKAN SENI RUPA FSD UNM Tono, Riki Umar; Karta, Karta; Djirong, Agussalim
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 5, No 2 (2018): Attract Art Scientific Contour Lines and Design in Industrial Age 4.0
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh data yang akurat mengenai (1) Bagaimana kemampuan menggambar perspektif Mahasiswa Seni Rupa kelas A angkatan 2017 pada Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM. (2) Apa faktor pendukung dan penghambat terhadap Mahasiswa Seni Rupa kelas A angkatan 2017 pada Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM dalam menggambar perspektif. Jenis penelitian ini adalah deskriptifif kualitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 71 orang, sampel penelitian sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Begaimana kemampuan menggambar perspektif Mahasiswa Seni Rupa kelas A angkatan 2017 pada Prodi Pendidikan Seni Rupa FSD UNM yaitu kategori cukup baik. (2) untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat terhadap Mahasiswa angkatan 2017 kelas A pada prodi Pendidikan Seni rupa FSD UNM.
VIDEO ANIMASI 2 DIMENSI TENTANG BANK SAMPAH PADA KOTA DENPASAR Yusa, I Made Marthana; Kurniawan, I Putu Ari
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 3 (2017): TANRA: Enlightment The Future of Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi salah satu permasalahan di pemukiman padat penduduk seperti Kota Denpasar. Sampah menyebabkan kerusakan ekologi lingkungan, bencana alam, bahkan mendatangkan wabah penyakit bagi penduduk. Dampak negatif sampah tersebut memberikan pandangan ke masyarakat bahwa sampah hanya memiliki nilai yang buruk. Namun, jika sampah dapat dikelola dengan baik dan benar?difasilitasi oleh Bank Sampah yang tersebar di kota Denpasar?hasil olah sampah dapat memberikan nilai ekonomis bagi nasabah Bank Sampah. Pengetahuan ini yang seharusnya disebarkan dan dipahami oleh masyarakat, agar menjadi motivasi sosial dan ekonomi bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan dan penanggulangan dampak negatif sampah. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sebuah video iklan layanan masyarakat tentang Bank Sampah pada Kota Denpasar berbasis animasi 2 dimensi. Animasi 2 dimensi dipilih oleh penulis karena memiliki kelebihan dalam menyampaikan serta menjelaskan informasi yang rumit menjadi wujud yang lebih sederhana dalam bentuk media visual serta audio. Dari hasil penelitian dan analisis dalam perancangan video tersebut, didapatkan data bahwa masyarakat memberikan respon yang baik terhadap video iklan layanan masyarakat berbasis animasi 2 dimensi tersebut, baik dari segi penyampaian informasi, maupun segi desain visual dari video tentang Bank Sampah pada Kota Denpasar. ----------------If not managed properly, garbage will become one of the problems in densely populated settlements such as Denpasar City. Garbage causes environmental ecological damage, natural disasters, and even bring disease outbreaks for residents. The negative impact of such waste gives a view to the community that the waste only has a bad impact. However, if garbage can be managed well and properly-facilitated by Bank Sampah spread in Denpasar city-result of garbage management can give economic value for customer of Bank Sampah. This knowledge should be disseminated and understood by the community, to be a social and economic motivation for the community to participate in the prevention and mitigation of the negative impact of waste and garbage. In this research, the design of a public service video about Bank Sampah in Denpasar City based on 2 dimensional animation. 2-dimensional animation is chosen by the authors because it has advantages in conveying and explaining complicated information into a simpler form in the form of audio and visual media. From the results of research and analysis in the design of the video, the data obtained that the community provide good response to video advertising service based on 2 dimensional animation, both in terms of information delivery, as well as visual design of video about Bank Sampah in Denpasar.
THE ABILITY OFTHE STUDENTS OF CLASS X DEPARTMENT OFFICE ADMINISTRATION IN DRAWING PENCIL COLOR WITH MEDIA ILLUSTRATION IN SMK NEGERI 2 BELOPA Basri, Andi Hasan; Subiantoro, Benny; Tangsi, Tangsi
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 6, No 2 (2019): Measurement Learning Outcomes in Art and Design Education
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) The ability of X class students Department of Administration Office SMK Negeri 2 Belopa in Drawing Illustration with color pencil media. (2) Obstacles encountered in the process of Drawing Illustration with colored pencil media in the class X student Department of Administrative Office at SMK Negeri 2 Belopa. This research is included in the type of evaluative research on the qualitative level, with data collection techniques such as observation, test, and documentation. The subjects of this study are the students of class X of the Department of Administration Office at SMK Negeri 2 Belopa amounted to 24 people. The results of this study indicate that: (1) Drawing Ability Illustration with color pencil media at grade X students Department of Administration Office at SMK Negeri 2 Belopa less, that is average value 58. Based on Standard Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM), hence the result of the ability above has not reached, the established KKM is 70. While the result of the ability of Illustration Drawing with colored pencil media is only 58. (2) Constraints faced by students, namely the lack of attention of students in following the learning and interest of students in the lesson of art and culture, principles of drawing, and lack of mastery of students in the aspect of mastery of technique/media.
Instrumen Penilaian Karya Seni Rupa (Kriya Keramik) Hasnawati, Hasnawati; M., Yabu
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 2 (2017): Vernacularies Local Potencies Trought Art & Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to produce assessment instruments in art learning that can be used as a guidance for assessment by teachers of art and culture in junior high. This type of research is development research. The flow of this research begins with analyzing the needs of teachers on artistic scoring techniques in junior high schools, planning research on the development of art assessment instruments, identifying types of artwork based on content standards, developing indicators of achievement based on basic competencies, determining the types of artworks created by assessment instruments, create a grid of assessment instruments, develop an assessment instrument. Technique of collecting data is done by observation, interview, documentation, and questionnaire. Data analysis was done by qualitative and quantitative descriptive analysis technique. Based on the results of research that has been done, it is known that the assessment instrument developed in this study is a valuation instrument for the work of applied art of local culture is the work of ceramic craft. The steps undertaken in developing assessment instruments are by looking at the curriculum, content standards, developing indicators of achievement, and composing instrument grids and developing assessment instruments.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen penilaian dalam pembelajaran seni rupa yang dapat dijadikan sebagai pedoman penilaian oleh guru-guru seni budaya di SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Alur penelitian ini dimulai dari menganalisis kebutuhan guru mengenai teknik penilaian seni rupa di SMP, merencanakan penelitian pengembangan instrumen penilaian seni rupa, mengidentifikasi jenis karya seni rupa berdasarkan standar isi, mengembangkan indikator ketercapaian berdasarkan kompetensi dasar, menentukan jenis karya seni rupa yang dibuatkan instrumen penilaian, membuat kisi-kisi instrumen penilaian, mengembangan isntrumen penilaian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah instrumen penilaian untuk karya seni rupa terapan budaya lokal yaitu karya kriya keramik. Langkah-langkah yang dilakukan dalam mengembangkan instrumen penilaian adalah dengan mencermati kurikulum, standar isi, mengembangkan indikator ketercapaian, dan menyusun kisi-kisi instrumen serta mengembangkan instrumen penilaian.
Struktur Media Pembelajaran Dalam Perspektif Desain Komunikasi Visual Said, Abdul Azis; Cahyadi, Dian; Arifin, Irfan
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 2 (2017): Vernacularies Local Potencies Trought Art & Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk merancang/membuat prototype software media pembelajaran multimedia. Metodologi yang diterapkan adalah ?metodologi riset desain? yang mencakup tiga tahapan yaitu: analisis, sintesis, dan evaluasi. Pada proses analisa, dilakukan identifikasi dan analisa materi ajar setiap bagian materi ajar untuk menyesuaikan kompetensi standar, flow chart, story board, dan sketsa ide visual, serta identifikasi faktor-faktor utama yang berkaitan dengan teknik dan produksi media tersebut. Pada proses sintesa, dilakukan pembuatan model tampilan halaman dan komposisi rancangan grafis statis dan animasi pada layer-layer Adobe Flash, organisasi basis data, dan kompilasi basis data (interactive programming) untuk perancangan software system dengan menggunakan sistem sekuriti. Evaluasi dilakukan dengan uji coba/tayang dan verifikasi produk berdasarkan identifikasi masalah dan tujuan pembelajaran (kompetensi dasar yang diharapkan), yang selanjutnya dilakukan perbaikan/penyempurnaan perancangan grafis statis dan animasi sesuai rekomendasi/masukan dari hasil evaluasi. Manfaat hasil penelitian adalah mempermudah pengajar di Perguruan Tinggi dalam proses pembelajaran terhadap mata kuliah yang diampu, serta dapat pula dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkannya.
PERANCANGAN KATALOG KULINER KHAS KOTA MAKASSAR Hasan, Munawir; Aswar, Aswar; Wijaya, Indra Baso
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 5, No 2 (2018): Attract Art Scientific Contour Lines and Design in Industrial Age 4.0
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk membuat suatu media informasi mengenai kuliner khas kota makassar.  Kumpulan  data  dalam perancangan berupa  metode  pengumpulan data  primer  dan sekunder yang berupa observasi dan wawancara ke toko-toko kuliner   khas yang ada di kota makassar  serta dokumentasi. Konsep desain dalam perancangan adalah higenis dan modern, dari konsep tersebut dihasilkan gambaran ilustrasi bahan makanan dan ilustrasi wisatawan. hasil dari perancangan ini diharapkan dapat memberikan informasi serta semangat kepada mereka yang sedang mencari tempat kuliner yang ada di kota makassar.
PENGGUNAAN DAUN NANAS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KERTAS SENI BERWARNA Addin S, M Djazman
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 5, No 1 (2018): Meaningfull in Design Education
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pineapple plantations are common in Indonesia. The plantation provides a lot of waste both processed pineapple fruit and waste from the pineapple tree which is the result of post-harvest. The waste has not been optimized to obtain products that have high economic value. One of these wastes in the form of a pineapple leaf natural fiber containing 69.6 to 71% of the basic materials. The natural fibers have the potential to be processed into paper although in general the fibers used for paper materials derived from plants hard. In this research, the color art paper made from pineapple leaves using auxiliary materials NAOH, TiO2, and tapioca. Physical appearance art paper produced from this research can still compete with the art of paper on the market.
LAGU-LAGU PENGANTAR TIDUR MASYARAKAT BUGIS BERBASIS AUGMENTED REALITY Subhan, Muhammad Azham; Cahyadi, Dian; Aswar, Aswar
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 4, No 3 (2017): TANRA: Enlightment The Future of Design
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan media informasi terkait lagu-lagu pengantar tidur masyarakat Bugis yang disertai lustrasi serta makna lirik lagu masyrakat Bugis berbasis Augmented Reality. Menggunakan metode waterfall. Diharapkan melalu penelitian ini dapat memberikan (1) Informasi (2) Promosi (3) Publikasi Budaya Suku Bugis