cover
Contact Name
Kasmad Ariansyah
Contact Email
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bulletin of Post and Telecommunications
ISSN : 16930991     EISSN : 24431524     DOI : -
Buletin Pos dan Telekomunikasi a.k.a Bulletin of Posts and Telecommunications is scientific communication media that is currently managed and published by the R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, Ministry of Communications and Information Technology. The Bulletin was first published on 2003 by the R & D Center for Post and Telecommunications, Department of Transportation. Since 2006, After re-organization of the Indonesian Ministries by new elected government, the journal management was moved under the R & D Center for Post and Telecommunications, Ministry of Communications and Information and then since 2010 it has been managed and published by R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, MCIT, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2016): June 2016" : 7 Documents clear
Peramalan pengguna pitalebar di Indonesia [Forecasting of Broadband Users in Indonesia] Aziz, Azwar
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.2 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.140103

Abstract

Negara Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk merealisasikan potensi pitalebar, mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk 253 juta orang dan pengguna internet 88,1 juta orang pada tahun 2014. Di sisi lain sektor komunikasi (salah satunya termasuk telekomunikasi) merupakan satu-satunya sektor yang secara konsisten memberikan kontribusi pertumbuhan terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar dua angka (double digit). Kemudian peran penting pemerintah adalah selalu mengantisipasi dalam membuat regulasi telekomunikasi, salah satu nya untuk mempercepat penggelaran prasarana pitalebar, seperti menerbitkan Peraturan Presiden RI. Nomor 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indonesia 2014 – 2019.  Secara riil pembangunan jaringan pitalebar di Indonesia masih dilakukan di kota-kota besar, mengingat pengguna telekomunikasi sebagian besar berada di kota-kota besar. Selain itu perangkat hanset atau handphone, ketersediaan di pasaran masih terbatas dan harganya masih mahal. Kajian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan menghitung peramalan dan kualitatif, dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung ke lapangan kepada perusahaan Telkom, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat. Selanjutnya hasil penelitian ini diperoleh lima faktor yang mempengaruhi penggunaan pitalebar yaitu jumlah penduduk, produk domestik bruto, pendapatan per kapita, laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi, dan laju penetrasi. Selain itu, hasil pitalebar menunjukkan pengguna pitalebar lima tahun kedepan selalu meningkat.*****Indonesia has a tremendous opportunity to implement the potential of broadband, as Indonesia has a population of 253 million people and 88.1 million Internet users in 2014. On the other hand, the communication sector (one of them including telecommunications) is the only sector that is consistently contributed to the growth of Gross Domestic Product (GDP) as many as two numbers (double-digit). Then the important role of government is always anticipating in arranging telecommunications regulation, one of them is accelerating the deployment of broadband infrastructure, such as issuing Presidential Regulation  Number 96 Year 2014 on Indonesian Broadband Plan 2014 - 2019. In fact, the development of broadband network in Indonesia is still carried out in major cities, considering the telecommunications users are mostly located in large cities. In addition, handset devices or mobile phones, the availability on the market is still limited and the price is still expensive. This study uses a quantitative research methodology to calculate forecasting and qualitatively, by means of observation or direct observation to the field to the company Telkom, Telkomsel, XL Axiata and Indosat. The results of this study showed five factors that influence the use of broadband i.e population, gross domestic product, per capita income, economic growth and inflation, and the rate of broadband penetration. Beside that, the results show that for the next five years, broadband users is increasing.
Front Cover BPostel, Redaksi
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8953.076 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.%x

Abstract

Kajian teknologi High Altitude Platform (HAP) [Study of High Altitude Platform (HAP) technology] Gultom, Amry Daulat; Yuniarti, Diah
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.656 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.140102

Abstract

High Altitude Platform (HAP) merupakan solusi alternatif untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur terestrial maupun satelit. HAP merupakan pesawat ataupun balon udara yang ditempatkan pada ketinggian 20-50 km di atas permukaan bumi. Kelebihan yang utama dari HAP adalah kemudahan dalam penempatan, fleksibilitas, biaya operasionalnya rendah, delay  propagasi rendah, sudut elevasi lebar, cakupan yang luas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi HAP untuk komunikasi pita lebar dan perkembangannya di Indonesia. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengolah data literatur yang didapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat potensi teknologi HAP untuk komunikasi pita lebar dengan lebar pita 2x300 MHz di band 27,9-28,2 GHz dan 31-31,3 GHz. Namun, belum ada peraturan yang mengatur alokasi frekuensi untuk HAP secara khusus di Indonesia.*****High Altitude Platform (HAP) has been developed as an alternative solution in order to overcome limitation of terrestrial and satellite communication system. HAP is an aircraft or balloon situated on 20-50 km above the earth. Main advantages of HAP are flexibility in deployment, low propagation delay, wide elevation angle and broad coverage. The research is conducted to gather HAP potential for broadband communication and its development in Indonesia. Analysis is conducted by descriptive analysis from literature study gather. The research result shows that in Indonesia, there is potential of HAP technology for broadband communication with 2x300 MHz bandwidth within 27,9-28,2 GHz and 31-31,3 GHz. Yet, there are no specific regulations managing frequency allocation for HAP in Indonesia.
Preface BPostel, Redaksi
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.897 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.%x

Abstract

Evaluasi kualitas website universitas XYZ dengan pendekatan webqual [Evaluation of XYZ university website quality based on Webqual approach] Napitupulu, Darmawan Baginda
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.685 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.140105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas website Universitas XYZ dengan pendekatan WebQual. WebQual adalah sebuah pendekatan pengukuran kualitas website melalui persepsi pengguna berdasarkan tiga dimensi yaitu usability, information quality dan services interaction quality. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas XYZ dimana jumlah sampel diambil sebanyak 216 responden secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan kuesioner berbasis WebQual 4.0 yang dianalisis dengan IPA (Importance Performance Analysis) untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yang merupakan gap antara kepentingan dan kinerja. Hasil uji validitas dan reliabilitasmenunjukkan keseluruhan item kuesioner valid dan reliabel karena telah memenuhi persyaratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 item yang dianalisis dengan metode IPA dikelompokkan ke dalam kuadran I (3 item), kuadran II (9 item), kuadran III (7 item) dan kuadran IV (3 item). Item yang dianggap penting dan perlu segera ditingkatkan terletak pada kuadran I yaitu kemudahan berkomunikasi melalui web, ketersediaan informasi yang cukup detail serta rasa aman dalam menyampaikan data pribadi. Hasil analisis korelasi ganda juga menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dan dependen dalam penelitian ini.*****This study aimed to evaluate the quality of XYZ University website with WebQual approach. WebQual is an approach of measuring the quality of a website through user perception based on three dimensions of usability, information quality and service interaction quality. The population in this study was all students at XYZ University, where the number of samples taken about 216 respondents by purposive sampling. The method survey is used with WebQual 4.0 questionnaire-based that was analyzed by IPA (Importance Performance Analysis) to determine the level of customer satisfaction that is the gap between importance and performance. Validity and reliability result showed the whole item questionnaire was valid and reliable because it has met the requirements. The results showed that of the 22 items were analyzed by IPA grouped into quadrant I (3 items), quadrant II (9 items), quadrant III (7 items) and quadrant IV (3 items). The items that are important and needs to be improved are ease of communicating via the web, the availability of sufficient information and detail to convey a sense of security of personal data (quadrant I). Multiple correlation analysis results also showed a very strong relationship between the independent and dependent variables in this study.
Beban biaya telekomunikasi yang dikeluarkan masyarakat pengaruh dari adopsi teknologi [Telecommunication costs incurred expenses society effect of technology adoption] Ariyanti, Sri
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.382 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.140104

Abstract

Salah satu Rencana Pita Lebar Indonesia tahun 2014 – 2019 yaitu dapat memberikan akses bergerak  di wilayah pedesaan  menjangkau 52% pupulasi dengan data rate mencapai 1 Mbps.  Agar layanan pita lebar dapat terjangkau oleh masyarakat luas, maka harga layanan pita lebar ditargetkan paling tinggi sebesar 5% dari rata-rata pendapatan bulanan pada akhir tahun 2019.  Rencana pita lebar dengan target minimal data rate tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya perubahan teknologi.  Teknologi yang mendukung terpenuhinya data rate tersebut antara lain teknologi 3.5G dan 4G LTE.  Dalam rangka upgrade teknologi, perlu adanya biaya yang cukup besar yang dikeluarkan oleh operator.  Biaya tersebut sangat mempengaruhi besar biaya yang akan dibebankan kepada pelanggan.  Oleh karena itu dalam penelitian ini mengkaji seberapa besar biaya yang ditanggung pelanggan seluler setelah adanya teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biaya yang dibebankan kepada masyarakat sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Rencana Pita Lebar Indonesia. Teknik peneltiian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif yang dianalisis dengan ekonometrika.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data penegeluarna telekomunikasi rumah tangga maupun data ARPU, biaya yang dibebankan kepada pelanggan sudah memenuhih persyaratan yang telah ditetapaka oleh rencana pita lebar Indonesia yaitu kurang dari 5%. *****One of the Indonesia Broadband Plan in 2014 – 2019 is that it can be provided mobile data reaching 52% rural areas with data rate up to 1 Mbps. In order to be affordable, so that maximum price is 5% of the average monthly income at the end of 2019.  That data rate cannot be achieved without upgrading the technology. The technology of 3.5G and 4G are among others technology that can support high data rate.  In order to upgrade technology, it needs a considerable cost from mobile operators, while it can influence the cost that will be charged to the customer. Therefore, this paper studied how much the cost for data users after adopt new technology. This study aimed to know whether social cost is appropriate to Indonesia Broadband Plan. This research used a quantitative approach with econometrics analysis. The result showed that based on data of Household Expenditure with Budget for Telecommunications and ARPU, the cost charged to the customer has been complied with Indonesia Broadband Plan is less than 5 %.
Variable step closed-loop power control with space diversity for low elevation angle High Altitude Platforms communication channel [Langkah variabel kontrol daya tertutup dengan keragaman ruang untuk sudut elevasi rendah pada kanal komunikasi HAPs] Iskandar, Iskandar; Kurniawan, Adit; Ernawan, Mohamad Erick
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.812 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2016.140101

Abstract

This paper proposes variable step closed loop power control algorithm combined with space diversity to improve the performance of High Altitude Platforms (HAPs) communication at low elevation angle using Code Division Multiple Access (CDMA). In this contribution, we first develop HAPs channel model which is derived from experimental measurement. From our experiment, we found HAPs channel characteristic can be modeled as a Ricean distribution because the presence of line of sight path. Different elevation angle resulting different K factor value.  This value is then used in Signal to Interference Ratio (SIR) based closed loop power control evaluation. The variable step algorithm is simulated under various elevation angles with different speed of mobile user. The performance is presented in terms of user elevation angle, user speed, step size and space diversity order. We found that the performance of variable step closed-loop power control less effective at low elevation angle. However our simulation shows that space diversity is able to improve the performance of closed loop power control for HAPs channel at low elevation angle.*****Kajian ini mengusulkan suatu algoritma kontrol daya langkah variabel loop tertutup dikombinasikan dengan keragaman ruang untuk meningkatkan kinerja komunikasi High Altitude Platforms(HAPs) pada sudut elevasi rendah menggunakan Code Division Multiple Access (CDMA). Kami berkontribusi untuk mengembangkan model kanal HAPs yang berasal dari pengukuran eksperimental sebelumnya. Dari percobaan tersebut, kami menemukan karakteristik kanal HAPs yang dapat dimodelkan sebagai distribusi Ricean karena kehadiran jalur tanpa penghalang. Eksperimen menunjukkan bahwa perbedaan sudut elevasi menghasilkan perbedaan nilai factor K. Nilai ini kemudian digunakan dalam Signal to Interference Ratio (SIR) berbasiskan evaluasi kontrol daya loop tertutup. Algoritma langkah variabel disimulasikan dibawah sudut elevasi yang berbeda dengan kecepatan yang berbeda dari pengguna vobile. Kinerja tersebut disajikan dalam hal sudut elevasi pengguna, kecepatan pengguna, ukuran langkah dan ketertiban ruang keanekaragaman. Kami menemukan bahwa kinerja langkah variabel kontrol daya loop tertutup kurang efektif pada sudut elevasi rendah. Namun simulasi kami menunjukkan bahwa ruang keragaman mampu meningkatkan kinerja kontrol daya loop tertutup untuk kanal HAPs di sudut elevasi rendah.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7