cover
Contact Name
Kasmad Ariansyah
Contact Email
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bulletin of Post and Telecommunications
ISSN : 16930991     EISSN : 24431524     DOI : -
Buletin Pos dan Telekomunikasi a.k.a Bulletin of Posts and Telecommunications is scientific communication media that is currently managed and published by the R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, Ministry of Communications and Information Technology. The Bulletin was first published on 2003 by the R & D Center for Post and Telecommunications, Department of Transportation. Since 2006, After re-organization of the Indonesian Ministries by new elected government, the journal management was moved under the R & D Center for Post and Telecommunications, Ministry of Communications and Information and then since 2010 it has been managed and published by R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, MCIT, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 3 (2011): September 2011" : 6 Documents clear
Transmit Power Optimisation in Wireless Network Terziu, Besnik
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1486.338 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090301

Abstract

Transmit power optimisation in wireless networks based on beamforming have emerged as a promising technique to enhance the spectrum efficiency of present and future wireless communication systems. The aim of this study is to minimise the access point power consumption in cellular networks while maintaining a targeted quality of service (QoS) for the mobile terminals. In this study, the targeted quality of service is delivered to a mobile station by providing a desired level of Signal to Interference and Noise Ratio (SINR). Base-stations are coordinated across multiple cells in a multi-antenna beamforming system. This study focuses on a multi-cell multi-antenna downlink scenario where each mobile user is equipped with a single antenna, but where multiple mobile users may be active simultaneously in each cell and are separated via spatial multiplexing using beamforming. The design criteria is to minimize the total weighted transmitted power across the base-stations subject to SINR constraints at the mobile users. The main contribution of this study is to define an iterative algorithm that is capable of finding the joint optimal beamformers for all basestations, based on a correlation-based channel model, the full-correlation model. Among all correlated channel models, the correlated channel model used in this study is the most accurate, giving the best performance in terms of power consumption. The environment here in this study is chosen to be Non-Light of- Sight (NLOS) condition, where a signal from a wireless transmitter passes several obstructions before arriving at a wireless receiver. Moreover there are many scatterers local to the mobile, and multiple reflections can occur among them before energy arrives at the mobile. The proposed algorithm is based on uplink-downlink duality using the Lagrangian duality theory. Time-Division Duplex (TDD) is chosen as the platform for this study since it has been adopted to the latest technologies in Fourth Generation (4G) wireless communication systems. Monte Carlo simulation results and discussions are also provided to complement the analysis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Digital Dividend pada Spektrum Frekuensi Radio Televisi Digital Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.477 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090306

Abstract

Spektrum frekuensi radio merupakan sumberdaya yang bersifat eksklusif, terbatas dan bernilai ekonomis sehingga pengaturannya harus diatur secara cermat. Dalam penggunaannya, alokasi spektrum frekuensi radio pada penyelenggaraan penyiaran merupakan penggunaan spektrum frekuensi radio yang paling boros. Hal ini dapat dilihat dengan kanal yang ada hanya mampu menyiarkan satu siaran ditambah dengan kanal guard-band sebagai penjaga kualitas siaran yang tidak bernilai ekonomis. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Permenkominfo No. 39/PER/M.KOMINFO/10/2009 tentang Kerangka Dasar Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free to-Air) sebagai era memasuki digitalisasi siaran, sehingga kanal yang ada dapat terpakai secara efisien. Dengan adanya digitalisasi tersebut, menambah penyelenggara konten siaran dan merubah peruntukan kanal UHF yang dapat dialokasikan untuk non-siaran. Kanal ini memiliki keuntungan dengan penurunan Capex Telekomunikasi sebesar 33%. Pada penelitian ini mencoba mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan Digital Dividend pada spektrum frekuensi radio televisi digital. Dengan menggunakan studi kualitatif dan teknik Focus Group Discussion kepada penyelenggara siaran dan penyelenggara telekomunikasi, penelitian ini mendapatkan bahwa faktor penentu dalam penggunaan digital dividen secara umum adalah masalah regulasi dan pengalokasian kanal.
Evaluasi Penggunaan Frekuensi Pada Penyelenggaraan Radio Komunitas Aziz, Azwar; Admaja, Awangga Febian Surya
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.896 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090302

Abstract

Kajian evaluasi ini membahas tentang penggunaan frekuensi pada penyelenggaraan radio komunitas. Dalam penggunaan kanal frekuensi yang terbatas untuk radio komunitas dan juga karena ketidaktahuan dari masyarakat atau penyelenggara radio komunitas tentang peraturan yang berkaitan dengan penggunaan frekuensi khusus radio komunitas sehingga menyebabkan banyaknya penggunaan frekuensi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Kajian ini berusaha memaparkan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam penggunaan frekuensi radio komunitas dengan cara pendekatan kualitatif kepada penyelenggara radio komunitas dan dilakukan wawancara mendalam. Dalam kajian ini dihasilkan bahwa banyaknya permasalahan dikarenakan kurangnya pengetahuan penyelenggara dalam hal peraturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan radio komunitas.
Evaluasi Pemanfaatan Kode Pos Wahyuningsih, Sri; Suryanto, Joko
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.246 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090304

Abstract

Kode Pos adalah sederetan angka atau huruf atau gabungan angka dan huruf yang dituliskan di belakang nama kota untuk memudahkan penyortiran, penyampaian kiriman, dan keperluan lain. Undang-Undang No.38 tahun 2009 tentang Pos, mengatur penyelenggaraan layanan pos tidak hanya di PT.Pos Indonesia namun juga penyelenggara Swasta/ Jasa Titipan, BUMD dan Koperasi maka konsekuensinya adalah penulisan kodepos harus dilakukan oleh pengguna dan penyelenggara layanan pos tanpa pengecualian. Untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan Kode Pos dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Kode Pos saat ini,dengan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Evaluasi dilakukan dengan Model Evaluasi Husein Umar,2003 dengan modifikasi dan hasilnya adalah lebih dari lima puluh persen responden menyatakan memanfaatkan namun tidak tahu Kode Pos.
Evaluasi Pemanfaatan Frekuensi 2.4 GHz Dalam Penyelenggaraan Internet Wireless Ariyanti, Sri; Arif, Luhur Pidekso
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.78 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan frekuensi 2.4 GHz sudah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dalam KM No. 2 tahun 2005 dan tanggapan penyelenggara internet wireless agar frekuensi 2.4 GHz dapat dimanfaatkan secara maksimal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan indepth interview terhadap Internet Services Provider (ISP) yang memanfaatkan frekuensi 2.4 GHz, Balai Monitor Frekuensi, Direktorat Pengendalian Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika dan Direktorat Standardisasi Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika. Berdasarkan hasil interview di lapangan, penggunaan frekuensi 2.4 GHz belum sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan dalam KM No.2 tahun 2005. Agar frekuensi 2.4 GHz dapat digunakan secara maksimal maka penggunaan frekuensi 2.4 GHz bebas namun tidak sebebas-bebasnya, adanya pengawasan daya pancar, peralatan yang digunakan disertifikasi terlebih dahulu, optimisasi perangkat, penggunaan frekuensi 2.4 GHz untuk lastmile saja dan perlu dipikirkan pengaturan Frequency Reuse.
Peran UPT Balai/Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Dalam Rangka Pembinaan dan Pengawasan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) Djauhari, Marhum; Sanjaya, Iman
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.858 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090305

Abstract

Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan telekomunikasi khusus berbasis perorangan. Pengawasan terhadap KRAP saat ini dilakukan oleh UPT Balai/Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio. Studi ini mengevaluasi peran UPT Balai/Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio dalam pengawasan administratif maupun teknis, dalam rangka terwujudnya penyelenggaraan KRAP yang tertib perangkat, tertib perizinan, dan tertib komunikasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6