cover
Contact Name
Kasmad Ariansyah
Contact Email
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
kasmad.ariansyah@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Bulletin of Post and Telecommunications
ISSN : 16930991     EISSN : 24431524     DOI : -
Buletin Pos dan Telekomunikasi a.k.a Bulletin of Posts and Telecommunications is scientific communication media that is currently managed and published by the R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, Ministry of Communications and Information Technology. The Bulletin was first published on 2003 by the R & D Center for Post and Telecommunications, Department of Transportation. Since 2006, After re-organization of the Indonesian Ministries by new elected government, the journal management was moved under the R & D Center for Post and Telecommunications, Ministry of Communications and Information and then since 2010 it has been managed and published by R&D Center for Post & ICT Resources and Equipments, MCIT, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 4 (2011): December 2011" : 6 Documents clear
Evaluasi Implementasi Green Ict Pada Penyelenggara Telekomunikasi Di Indonesia Yuniarti, Diah; Ariansyah, Kasmad
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.749 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090404

Abstract

Gartner, sebuah lembaga riset yang fokus dalam bidang teknologi informasi pada tahun 2007 telah merilis statistik yang menyatakan bahwa diperkirakan pembuatan, penggunaan dan pembuangan peralatan ICT memberikan kontribusi sekitar 2% dari emisi global CO2 dan diprediksi pada 2020, emisi CO2 ini akan naik menjadi 6%. Kondisi tersebut mendapat respon positif dari Pemerintah Indonesia, pada G20 Summit di Pittsburgh, presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmen target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai untuk mendapat gambaran mengenai implementasi Green ICT pada penyelenggara telekomunikasi di Indonesia hingga saat ini. Penelitian dilakukan dengan mengadakan in depth interview dengan informan dari PT Bakrie Telecom, PT Telkomsel dan PT Telkom Tbk di empat kota di Indonesia meliputi Jakarta, Medan, Yogyakarta dan Bandung. Dari hasil in depth interview dan kajian literatur, ditemukenali bahwa implementasi Green ICT pada penyelenggara Telekomunikasi telah memberi manfaat bagi perusahaan dalam hal efisiensi biaya yang didapat dari efisiensi bahan bakar, sumber daya dan energi. Kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan, implementasi Green ICT juga telah memberikan dampak positif yaitu menurunnya emisi yang dihasilkan dan terciptanya lingkungan yang lebih sehat. Dampak tersebut juga telah berkontribusi terhadap program pemerintah dalam hal penurunan emisi dan penghematan energi. Akan tetapi masih ditemukenali beberapa kendala seperti belum adanya roadmap Green ICT, mahalnya investasi untuk energi alternatif, belum adanya perusahaan daur ulang dengan biaya yang murah serta kurangnya dukungan masyarakat. Sehingga diharapkan dukungan yang lebih nyata dari pemerintah dalam mengatasi kendala-kendala tersebut.
Pengukuran Kesuksesan Sistem Informasi Manajemen Frekuensi (SIMF) Dengan Model DeLone dan McLean Sanjaya, Iman; Admaja, Awangga Febian Surya
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.661 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah sistem informasi manajemen frekuensi (SIMF) yang dikembangkan di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika dapat dikatakan berhasil atau sukses, dan mempunyai dampak positif terhadap kinerja individu maupun kementerian, dengan menggunakan Model DeLone dan McLean (1992). Dalam penelitian ini digunakan model persamaan struktural berbasis partial least square (PLS), sehingga model ini tidak memerlukan asumsi-asumsi parametrik dari distribusi normal multivariat dan jumlah sampel dapat kecil. Dengan model tersebut hasil penelitian menunjukkan bahwa model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean tidak sepenuhnya terbukti secara empiris dalam kasus pengembangan SIMF di Ditjen SDPPI, karena intensitas Penggunaan SIMF tidak memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap dampak Individu.
Pengaruh Performansi Akibat Interferensi pada Sistem Bluetooth dan WLAN 802.11b Insani, Asep
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.196 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090401

Abstract

Bluetooth merupakan teknologi wireless yang memanfaatkan frekuensi bebas, 2,4 GHz ISM (Industrial, Science, Medicine) untuk komunikasi PAN (Personal Area Network) seperti transfer data antar handphone. Begitupun Wi-Fi juga merupakan teknologi yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz namun dengan cakupan area yang lebih luas dan kecepatan yang lebih tinggi dari Bluetooth untuk LAN (Local Area Network) seperti Hotspot. Penggunaan frekuensi yang sama menyebabkan sistem Bluetooth dan Wi-Fi mengalami interferensi yang akan menyebabkan penurunan perfromansi. Hasil pengukuran menunjukkan sistem Wi-Fi mulai mengalami penurunan throughput sebesar 2,348 Mbps pada jarak 21 m dari access point. Sedangkan sistem Bluetooth mengalami penurunan throughput sebesar 47,914 KBps pada jarak 1 meter dari access point dan jarak antar Bluetooth-nya 50 cm.
Trimmed Equilateral Microstrip Antena dengan Electro-Magnetically Coupled Untuk WLAN 2,4 GHz Saleh, Rahmat
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.547 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090406

Abstract

Antena mikrostrip segitiga sama sisi dengan metode trim dirancang untuk bekerja pada frekuensi wireless LAN 2,4 GHz karena frekuensi ini masih menjadi pilihan utama dibandingkan dengan frekuensi wireless LAN 5,2 GHz. Antena dirancang agar memiliki VSWR d” 2 dan return loss d” 2. Sedangkan pencatuan electro magnetically coupled dipilih untuk memperlebar bandwidth. Pengubahan frekuensi dapat dilakukan dengan metode menghitung ulang panjang sisi patch atau dengan metode trim. Metode trim dipilih karena cara ini terbukti lebih efisien baik pada saat simulasi ataupun pada saat fabrikasi. Dengan metode ini dimensi patch yang diperoleh bisa diperkecil. Dari hasil pengukuran antena fabrikasi didapat bandwidth antena dari 2,3993 GHz -2,48368 GHz. VSWR terendah adalah 1,0845 dan return loss terendah adalah 27,046 dB keduanya terjadi pada frekuensi resonansi 2,444 GHz. Berkas utamapola radiasi antena ini adalah pada sudut 0o. Sedangkan gain yang diperoleh sebesar 4,644 dB pada frekuensi 2,44 GHz.
Konsep Tingkat Kematangan penerapan Internet Protokol versi 6 (Capability Maturity Model for IPv6 Implementation) Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.752 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090402

Abstract

Internet Protocol atau IP merupakan standar penomoran internet di dunia yang jumlahnya terbatas. Di dunia, alokasi IP diatur oleh Internet Assignd Number Authority (IANA) dan didelegasikan ke melalui otoritas masing-masing benua. IP sendiri terdiri dari 2 jenis versi yaitu IPv4 dan IPv6 dimana alokasi IPv4 dinyatakan habis di tingkat IANA pada bulan April 2011. Oleh karena itu, penggunaan IP diarahkan kepada penggunaan IPv6. Untuk melihat bagaimana kematangan suatu organisasi terhadap implementasi IPv6, penelitian ini mencoba membuat sebuah model tingkat kematangan penerapan IPv6. Konsep dasar dari model ini mengambil konsep Capability Maturity Model Integrated (CMMI), dengan beberapa tambahan yaitu roadmap migrasi IPv6 di Indonesia, Request for Comment (RFC) yang terkait dengan IPv6 serta beberapa best-practice implementasi dari IPv6. Dengan konsep tersebut, penelitian ini menghasilkan konsep Capability Maturity for IPv6 Implementation.
Analisis Strategi Peningkatan Layanan Sertifikasi Perangkat Telepon Seluler Andhini, Widya Budi; Siahaan, Lasni Julita
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.004 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090403

Abstract

Standardisasi sebagai unsur penunjang pembangunan mempunyai peran penting dalam usaha optimasi pendayagunaan sumber daya.Peningkatan standarisasi dan sertifikasi perangkat telekomunikasi dilaksanakan secara aktif dalam menjaga terlaksananya interkoneksi, seperti dalam Renstra KemKominfo Tahun 2010-2014. Tujuan kegiatan standardisasi telekomunikasi antara lain menjamin interoperabilitas dan interkonektivitas, mengendalikan mutu perangkat. Untuk meningkatkan penyelenggaraan sertifikasi perangkat, dilakukan kajian yang menggambarkan analisis strategi untuk meningkatkan penyelenggaraan sertifikasi telepon seluler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan format desain deskriptif kualitatif, pendekatan kualitatif matriks SWOT untuk menghasilkan strategi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada narasumber terdiri dari Direktorat Standardisasi Ditjen SDPPI, Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi, Telkom R&D Center, kuesioner kepada pabrikan dan toko handphone. Teknis analisis data menggunakan Model Miles and Huberman, dan analisis SWOT yaitu mengidentifikasi dan menganalisis faktor Strength (kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threat (Tantangan). Hasil pembahasan memperlihatkan strategi masing-masing kolom di matriks SWOT adalah comparative advantage meliputi Roadmap pengembangan lembaga uji, perangkat, SDM; knowledge sharing; mobilization meliputi penyusunan aturan persyaratan teknis perangkat telekomunikasi, sosialisasi, survey; Divestment/ investment : facility sharing, kompetensi SDM, sosialisasi aplikasi online; dan Damage Control meliputi penambahan SDM, uji fungsi/pretest, pertemuan rutin antara Ditstand dan Lembaga Uji.

Page 1 of 1 | Total Record : 6