cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 988 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DITINJAU DARI INTERVENSI GIZI SPESIFIK GERAKAN 1000 HPK DI PUSKESMAS PEGANG BARU KABUPATEN PASAMAN Muthia, Gina; Edison, Edison; Yantri, Eny
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1125

Abstract

AbstrakPeriode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebut dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan dipengaruhi oleh status gizi ibu pada saat pra-hamil, kehamilan dan saat menyusui. Masalah gizi yang dapat terjadi pada masa ini adalah stunting (pendek). Salah satu program yang terdapat dalam Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya mencegah stunting adalah intervensi gizi spesifik. Tujuan: Menganalisis evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting ditinjau dari intervensi gizi spesifik Gerakan 1000 HPK. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pegang Baru menggunakan rancangan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview), observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Komponen yang diteliti adalah input (pembiayaan, SDM, obat-obatan, pedoman dan SPO), process (perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan) dan output (pencapaian indikator gizi spesifik). Hasil: Komponen input; tidak ada dana khusus untuk intervensi gizi spesifik, masih kurangnya tenaga gizi dan belum ada pedoman dan SPO tentang penanganan growth faltering. Komponen proses; perencanaan belum dilakukan secara buttom up dan belum semua intervensi gizi spesifik mempunyai pencatatan pelaporan. Komponen output; balita yang mendapat kapsul vitamin A dan bumil Kurang Energi Kronis (KEK) yang mendapat PMT sudah memenuhi target capaian dan masih ada program intervensi gizi spesifik yang dillaksanakan tidak bisa dievaluasi. Simpulan: Pencegahan stunting melalui program intervensi gizi spesifik belum menurunkan stunting dibawah 20%. 
PERBEDAAN RERATA KEPADATAN POPULASI AEDES SPP SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN OVITRAP DI KELURAHAN KORONG GADANG, KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG Utami Asri, Mutiara Suci; Nofita, Eka; Irawati, Lili
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1171

Abstract

Kepadatan populasi nyamuk di suatu lingkungan menggambarkan potensi penularan DBD. Upaya dalam pengendalian DBD berfokus kepada pengendalian vektor. WHO merekomendasikan penggunaan ovitrap sebagai upaya pengendalian vektor guna mengurangi kepadatan populasi Aedes spp. Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kepadatan populasi larva Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang dengan melakukan survei ke rumah warga di lokasi terpilih. Subjek penelitian ini adalah 100 rumah yang dipilih secara acak dari 5 RW terpilih berdasarkan data kasus DBD, 1 RW dipilih sebanyak 20 rumah dan dipasang 2 ovitrap (dalam dan luar rumah). Analisis data dilakukan menggunakan uji dependent t-test/ paired sample t-test. Hasil: terdapat perbedaan rerata yang signifikan pada kepadatan populasi Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap untuk indikator HI, BI, dan DF dengan nilai p berturut- turut yaitu p=0.028, p=0.026, dan p=0.013 (p<0.05). Simpulan: Ovitrap dapat digunakan oleh masyarakat dalam upaya pengendalian vektor sederhana. Ovitrap mampu menurunkan kepadatan populasi Aedes spp dan risiko penularan DBD.
JUMLAH KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA RONGGA MULUT YANG SEHAT Elkhaira, Rheta; Kasuma, Nila; Putra, Andani Eka
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1134

Abstract

AbstrakSalah satu flora normal yang terdapat di dalam rongga mulut adalah Bakteri Asam Laktat (BAL). Kemampuan BAL antara lain menghasilkan antimikroba, mengatur respons imun host dan menghalangi pertumbuhan bakteri patogen. Keberadaan BAL di rongga mulut sangat penting untuk menjaga kesehatan oral dan mencegah terjadinya penyakit periodontal. Hal ini mendorong perlunya penelitian mengenai jumlah koloni BAL di dalam rongga mulut yang sehat sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi penyakit periodontal. Tujuan: Mengidentifikasi jumlah koloni BAL pada rongga mulut yang sehat. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross- sectional. Subyek penelitian terdiri dari 49 orang dengan gusi yang sehat. Subyek diminta untuk berkumur dengan akuades steril kemudian akuades hasil berkumur ditampung untuk selanjutnya dikultur di media MRS. Setelah diinkubasi selama 48 jam dilakukan penghitungan jumlah koloni bakteri asam laktat yang tumbuh pada media MRS. Hasil: Rerata jumlah koloni BAL kelompok sehat 7,8 x 104 ± 9,4 x 104 CFU/ml. Bakteri yang tumbuh pada media MRS pada penelitian ini semuanya berbentuk bundar, umumnya tepian rata, berwarna putih, mukoid, berukuran kecil dengan elevasi cembung. Beberapa bakteri berwarna krem atau putih keruh, berukuran sedang, tidak mukoid, tepian tidak rata dan elevasi seperti tombol. Simpulan: BAL merupakan flora normal yang keberadaannya penting untuk menjaga rongga mulut yang sehat. 
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL – LIMFOSIT DENGAN SKOR SEQUENTIAL ORGAN FAILURE ASSESMENT PADA PASIEN SEPSIS DI INTENSIVE CARE UNIT RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Ummaimah Epiloksa, Aufa; Efrida, Aufa; Syahrul, Zulfadli
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1150

Abstract

Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa, disebabkan oleh disregulasi respons imun akibat infeksi. Respons fisiologis sistem imun terhadap infeksi adalah dengan peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit atau peningkatan Rasio Neutrofil?Limfosit (RNL). Kerusakan dan kegagalan fungsi organ dapat dimonitor dengan skor Sequential Organ Failure Assesment (SOFA). Tujuan: Mengetahui korelasi antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah studi analitik dengan rancangan potong lintang menggunakan data rekam medis pasien sepsis di ICU RSUP Dr M Djamil Padang tahun 2018. Data RNL dan skor SOFA diambil saat hari pertama dirawat di ICU. Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan data bivariat diuji dengan uji korelasi Pearson. Korelasi dinyatakan bermakna jika p <0,05. Hasil: Uji univariat didapatkan pasien terbanyak adalah laki -laki (77%), rerata usia adalah 50,2 tahun, tipe penyakit dasar terbanyak adalah non-surgical (70%), rerata RNL adalah 16,5±10,6, dan rerata skor SOFA adalah 7,23±3,44. Analisis bivariat meunjukan korelasi positif sangat kuat antara RNL dengan skor SOFA (r =0,982 dan p <0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang.
ANALISIS RENTANG WAKTU PEMERIKSAAN PENDERITA KANKER PAYUDARA DI PELAYANAN KESEHATAN SAMARINDA Rahmadhani, Widia; Bakhtiar, Rahmat; Nugroho, Eko; Irawiraman, Hadi; Duma, Krispinus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1143

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker dan tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan karena banyak penderita kanker payudara yang terdiagnosis saat stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan penderita kanker payudara melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan. Banyak faktor risiko yang berperan dalam mempengaruhi rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan faktor-faktor yang terkait dengan rentang waktu pemeriksaan kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik cross-sectional terhadap 46 penderita kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher. Hasil: Terdapat hubungan antara usia dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,022) dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,000). Faktor risiko lain yang tidak berhubungan adalah keluhan awal, riwayat keluarga kanker payudara, faktor ekonomi, dan pengobatan alternatif. Simpulan: Terdapat hubungan antara usia dan SADARI dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda dan tidak terdapat hubungan antara faktor risiko yang lain dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. 
HYPERTENSION DUE TO RENAL ARTERY STENOSIS Novriyanti, Devi; Pabuti, Aumas; Amelin, Fitrisia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1110

Abstract

Sebagian besar etiologi hipertensi pada anak adalah sekunder dengan kelainan yang mendasari, berbeda dengan dewasa yang biasanya primer. Renovascular hypertension (RVH) terjadi lebih sering pada remaja daripada usia dewasa. Stenosis arteri renalis adalah istilah umum yang merujuk pada lesi vaskuler yang menyebabkan penyempitan arteri renalis sehingga mengganggu aliran darah ke ginjal. Proses untuk mengidentifikasi hipertensi sekunder dan mencari penyebabnya selalu menjadi tantangan pada remaja. Dilaporkan kasus hipertensi akibat stenosis arteri renalis pada remaja perempuan, usia 15 tahun 3 bulan yang didiagnosis berdasarkan gejala klinis, USG doppler dan CT angiografi.
Kembar Siam (Dicephalus Parapagus Dibrachius) Arsil, Rizka; Yanti, Roza Sri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilaporkan kasus bayi kembar siam yaitu Dicephalus Parapagus Dibrachius di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil, Padang, Indonesia. Perempuan 31 tahun dengan didiagnosis G4P3A0H3 gravid preterm 31-32 minggu + polihidramnion + Janin Kembar Siam (Dicephalus, Parapagus, Dibrachius). Pada USG tampak 2 kepala tanpa kelainan, dada menyatu dengan single heart ,tidak tampak sekat atrium, dengan perut menyatu, satu lambung, satu hepar tanpa tampak kelainan,dan sepasang ginjal. Dengan hasil MRI saat kehamilan didapatkan gambaran Twins Dichepal dengan single heart dan single lung sisi kanan, vetebre cervical dan thoracal yang terpisah dan hydronefose serta hidroureter kanan, dan polihidramnion Dilakukan amnioreduksi dilanjutkan dengan perawatan ekspektatif. Pada usia kehamilan 35-36 minggu dilakukan terminasi kehamilan perabdominam, karena pasien mengalami inpartu. Pada 25 September 2017 Lahir bayi perempuan, 3000 gr dengan 2 kepala, satu dada, satu panggul, sepasang tangan dan sepasang kaki. Bayi langsung diintubasi, dilakukan upaya resusitasi bayi. Bayi mengalami gagal nafas dan pada meninggal setelah 2 jam ekstra uterin. Diagnosis prenatal dan prediksi prognosis janin Kembar Siam dapat diketahui dengan USG antenatal. Prognosis kembar Siam berkaitan dengan jenis kembar siam, tingkat penyatuan dan kelainan organ.
Hubungan Kadar Serum Erithropoietin Dengan Transferin Pada Ibu Hamil Anemia Dan Ibu Hamil Normal Satria, Epi; Amir, Arni; Vaulinne, Vaulinne
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab anemia dalam kehamilan yaitu akibat defisiensi besi. Pemeriksaan ertitropoietin dan transferin menjadi alternatif dalam mengidentifikasi anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan kadar serum erithropoietin terhadap transferin pada ibu hamil anemia dan ibu hamil normal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional comparative study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kuranji pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil anemia dan hamil normal dengan jumlah sampel 64 orang pada dua kelompok. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pemeriksaan kadar eritropoietin dan transferin dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand dengan metode ELISA. Uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk dan uji t tidak berpasangan dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar eritropoietin pada ibu hamil anemia yaitu 69,83 ± 20,21 mU/ml, dan 57,81 ± 21,86 mU/ml pada ibu hamil normal (p<0,05). Rerata kadar transferin pada ibu hamil anemia yaitu 203,32 ± 77,66 ng/ml, dan 165,63 ± 65,12 ng/ml pada ibu hamil normal (p<0,05). Terdapat hubungan kadar eritropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia (p<0,05). Spulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan rerata kadar eritropoietin dan transferin pada ibu hamil anemia dan normal. Terdapat hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia, namun tidak terdapat hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil normal.
Efektifitas Ekstrak Jambu Biji Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Tikus Bunting Hasanalita, Hasanalita; Amir, Arni; Defrin, Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu biji merupakan sumber vitamin C. Peranan vitamin C dalam proses penyerapan zat besi membantu mereduksi besi ferri menjadi ferro. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ekstrak jambu biji dengan kadar hemoglobin pada tikus bunting. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan post test only control grup design. Jumlah sampel terdiri 36 ekor tikus putih bunting yang dibagi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan I, II, II yang masing-masing diberi volume oral 1%, 2%, 3% ekstrak jambu biji. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Andalas. Kadar hemoglobin diukur dengan Hb-test. Uji statistik dengan Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 13,956gr/dL, kelompok perlakuan I 12,522gr/dL, kelompok perlakuan II 17,500gr/dL, dan kelompok perlakuan III 16,922gr/dL. Hasil uji antar kelompok, yaitu Kelompok kontrol dengan Perlakuan I, II dan III adalah 0,001. Nilai pengaruh perlakuan kelompok I ke kelompok II 0,931(p>0,05), Kelompok I ke kelompok III 0,258(p>0,05). Kelompok II ke kelompok III 0,387(p>0,05). Ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05). Simpulan studi ini ialah terdapat efektifitas ekstrak jambu biji terhadap kadar hemoglobin pada tikus bunting.
Implementasi Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Terhadap Tatakelola SDM Instalasi Farmasi Rsu Mayjen H.A Thalib Kerinci Tahun 2018 AT, Trianengsih; Hardisman, Hardisman; Almasdy, Dedy
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permenkes 72 tahun 2016 sangat penting di terapkan di setiap Instalasi Farmasi di rumah sakit, sehingga tercapainya peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana implementasi Permenkes No.72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian terhadap tata kelola SDM Instalasi farmasi RSU Mayjen H.A Thalib Kerinci Tahun 2018 dengan menganalisis kualifikasi, persyaratan serta Beban kerja dan kebutuhan SDM di IFRS MHAT. Penelitian ini menggunakan desain Sequential Explanatory menggabungkan kuantitatif dan kualitatif dan penelitian kuantitatif adalah 28 orang, untuk informan pada penelitian kualitatif adalah 9 orang. Waktu penelitian dari Nopember sampai Desember 2018 di RSU Mayjen H.A Thalib Kerinci. Hasil penelitian adalah kualifikasi tenaga TKK masih ada dengan latar belakang SMF, Hasil check list dokumen didapatkan jika pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai 44,4% belum terlaksana sedangkan pelayanan farmasi klinik 63,6% belum terlaksana. Hasil pengamatan work sampling didapatkan hasil jika unit gudang dan rawat jalan memiliki produktivitas sedang, sedangkan untuk unit rawat inap menunjukkan tingkat produktivitas rendah. Kualifikasi, persyaratan serta Beban kerja dan kebutuhan SDM di IFRS MHAT belum sesuai dengan Permenkes 72 tahun 2016.

Page 1 of 99 | Total Record : 988