cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2013)" : 13 Documents clear
Insiden Malaria di Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto Bulan Oktober 2011 sampai Februari 2012 Dwithania, Mareza; Irawati, Nuzulia; Rasyid, Rosfita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMalaria masih merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia karena angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini cukup tinggi. Tingginya insiden malaria pada suatu daerah dapat dipengaruhi oleh parasit, hospes, dan vektor. Sawahlunto sebagai suatu daerah perbukitan memiliki risiko tinggi untuk penyebaran dan penularan penyakit malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui insiden dan distribusi malaria menurut spesies parasit penyebab malaria, derajat infeksi berdasarkan hitung parasit, umur, dan jenis kelamin penderita. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien dengan gejala klinis malaria yang berobat ke Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Talawi dari Oktober 2011 sampai Februari 2012. Data diperoleh dengan pemeriksaan secara mikroskopik sediaan darah tebal dan sediaan darah tipis dari sampel darah tepi yang telah dipulas dengan pewarnaan Giemsa. Hasil penelitian dari 312 sampel terdapat 13 sediaan darah positif malaria. Parasit penyebab malaria yang ditemukan adalah Plasmodium vivax (76,92%), Plasmodium falciparum (15,38%) dan Plasmodium malariae (7,69%). Berdasarkan distribusi derajat infeksi (hitung parasit), semua sampel merupakan infeksi ringan (100%) dan frekuensi tertinggi ditemukan pada umur ≥15 tahun (61,54%) dan jenis kelamin laki-laki (53,85%). Insiden malaria di Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Talawi dominan disebabkan Plasmodium vivax, semua kasus tergolong infeksi ringan, sedangkan distribusi penderita terbanyak pada umur ≥15 tahun dan jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini menunjukkan penurunan kasus dari tahun sebelumnya.Kata kunci: Plasmodium, Anopheles, malariaAbstractMalaria is still a global health problem, including in Indonesia due to its high morbidity and mortality. The high incidence of malaria in an area can be influenced by the parasites, hospes, and vectors. Sawahlunto as an area that is surrounded with many hills has a high risk for the spreading and transmission of malaria. The purpose of this study is to determine the incidence and distribution by species of malaria parasite that causes malaria, the degree of infection by the parasite count in positive malaria preparations, age, and sex of the patients. The research was done to the patients who came to the Sungai Durian and Talawi Public Health Center in October 2011 to February 2012. The data was obtained by microscopic examination of thick and thin blood preparations from peripheral blood samples that had been daubed with Giemsa staining. From 312 samples, there were 13 positive malaria blood preparations. This study found the parasites that caused malaria are P.vivax (76.92%), P.falciparum (15.38%) and P.malariae (7.69%). Based on the distribution of parasite count, age and sex of patients, all of the samples are a mild infections (100%) and the highest frequency was found at age the ≥ 15 years old (61.54%) and in male (53.85%). Most of incidence of malaria at Sungai Durian and Talawi Public Health Center in October 2011 to February 2012 were caused by P.vivax, all cases were classified as mild infection degrees, the highest frequency of malaria parasite was found at age ≥ 15 years old and according to the sex, most found in male. This study showed decrease cases from the previous year.Keywords: Plasmodium, Anopheles, malaria
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Angka Kejadian Diare Akut pada Bayi Usia 0-1 Tahun di Puskesmas Kuranji Kota Padang Rahmadhani, Eka Putri; Lubis, Gustina; Edison, Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk mencapai tumbuh kembang optimal dan terlindungi dari penyakit seperti diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadian diare akut pada bayi usia 0-1 tahun di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bayi usia 0-1 tahun yang berkunjung ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah bayi dengan kelompok usia 0-5 bulan 29 hari sebanyak 69 orang (51,1%) dan usia 6-12 bulan sebanyak 66 orang (48,9%). Dari hasil penelitian didapatkan bayi usia 0-5 bulan 29 hari yang masih mendapat ASI saja sebanyak 41 bayi (30,4%) dan yang sudah mendapat campuran lain selain ASI sebanyak 28 bayi (20,7%). Jumlah bayi usia 6-12 bulan dengan ASI eksklusif sebanyak 34 bayi (25,2%) dan 32 bayi lainnya (23,7%) non ASI eksklusif. Sebanyak 57 bayi (42,2%) pernah diare dan 78 bayi lainnya (57,8%) tidak pernah. Analisis chi square mendapatkan p=0,001 dan hasil ini signifikan (p<0,5). Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan harus ditingkatkan karena mempunyai hubungan dengan angka kejadian diare akut.Kata kunci: Bayi, ASI Exclusif, diareAbstractExclusive breastfeeding is an effort to achieve optimal growth and development and can be protected from diarrhea. The purpose of this study was to determine the relationship of exclusive breastfeeding with the incidence of acute diarrhea in infants aged 0-1 years in the Kuranji Public Health Center Padang. This study conducted a cross sectional observational study. The sample was a baby aged 0-1 years who visited posyandu in the Kuranji Public Health Center working area using simple random sampling. The result showed 41 infants (30.4%) aged 0-5 months 29 days which is still breastfed only and other than breast milk were 28 infants (20.7%). Number of 6-12 months infants are exclusively breastfed as many as 34 babies (25.2%) while the other 32 babies (23.7%) were not exclusively breastfed. A total of 57 infants (42.2%) had suffered from diarrhea and the other 78 infants (57.8%) had never. Chi square analysis got p = 0.001 and the results are significant (p <0.5). Exclusive breastfeeding for 6 months should be improved because it has relation with diarrhea.Keywords:Baby, Exclusive breastfeeding, diarrhea
Jurnal Kesehatan Andalas. 2013; 2(2) Malrotasi dan Volvulus pada Anak Jurnalis, Yusri Dianne; Sayoeti, Yorva; Russelly, Adria
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMalrotasi dan volvulus merupakan kasus gawat darurat dibidang bedah anak yang memerlukan intervensi segera. Malrotasi dan volvulus kebanyakan terjadi pada periode neonatus walaupun pada beberapa kasus dilaporkan terjadi pada usia anak besar bahkan dewasa. Manifestasi klinis berupa muntah hijau dengan atau tanpa distensi abdomen yang berhubungan dengan obstruksi duodenum atau volvulus midgut. Keterlambatan diagnosis dan talaksana dapat mengakibatkan terjadinya nekrosis intestinal, short bowel syndrome, dan ketergantungan pada nutrisi parenteral total. Mortalitas pada neonatus diperkirakan mencapai angka 30% pada sekitar tahun 1950, namun angka mortalitas tersebut semakin menurun mencapai 3% - 5%. Penanganan operatif yang darurat seringkali dibutuhkan untuk mencegah iskemia intestinal atau untuk melakukan reseksi pada lengkung usus yang telah mengalami infark.Kata kunci: malrotasi, volvulus midgut, prosedur Ladd, anakAbstractArial 9 italic Malrotation and volvulus is an emergency case in the field of surgery that requires immediate intervention. Malrotation and volvulus mostly occur in the neonatal period although in some cases have been reported in the age of the children and even adults. The clinical manifestations of vomiting green with or without abdominal distension associated with duodenal obstruction or midgut volvulus. Delay in diagnosis and management can lead to intestinal necrosis, short bowel syndrome, and dependence on total parenteral nutrition. Neonatal mortality rate is estimated at 30% in the 1950s, but the mortality rate has declined approximately 3% - 5%. Handling emergency operative is often needed to prevent intestinal ischemia or to perform bowel resection in the arch that has undergone infarction.Keywords:Malrotation, volvulus, Ladd procedure, children
In Vitro Cytotoxic Study and Detection of Apoptosis on Breast Cancer Cell lines MDA-MB 231 after Exposed to Azadirachta Indica A. Juss (neem) Extract Arisanty, Dessy
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSuatu senyawa obat dapat menjadi kemoterapi kanker adalah dengan cara menskrining terlebih dahulu tumbuhan obat yang berpotensi sebagai obat antikanker. Salah satunya adalah tanaman obat daun nimba (Azadirachta indica L.Juss) yang terbukti secara significant menyebabkan apoptosis pada beberapa jenis sel line kanker. Dalam penelitian ini, ekstrak ethanol dari A. indica dipelajari untuk melihat efeknya pada pertumbuhan sel kanker payudara manusia jenis MDA-MB-231 dengan menggunakan tes untuk proliferasi yaitu MTT assai dan untuk mengetahui perubahan morphologi dari apoptosis selnya dengan menggunakan TUNEL assay Ekstrak daun nimba (A. indica) dapat menurunkan keberadaan jumlah sel kanker dengan cara menghambat perkembangan daripada sel tersebut dan menginduksi proses apoptosis pada sel kanker tersebut. Hasil pemeriksaan MTT assai didapatkan nilai IC50 nya adalah 55 ug / mL. Kematian MDA-MB231 sel yang disebabkan oleh ekstrak daun nimba (A.indica) ditemukan melalui mekanisme apoptosis yang secara morfologinya menunjukan ciri ciri dari kematian secara apoptosis seperti kondensasi dari nucleus, membrane nukleus yang melebur dan akhirnya terjadinya fragmentasi dari DNA. Analisis struktur dalaman sel juga mengungkapkan karakteristik apoptosis yaitu marginasi dari kromosom yang disertai dengan fragmentasi DNA dan selanjutnya akan terbentuk badan apoptotik pada sel kanker yang diinkubasi dengan ekstrak tersebut. Pada penelitian ini juga dijumpai peningkatan jumlah sel apoptosis dari hari 1 sampai hari 3 inkubasi oleh ekstrak nimba. Ekstrak ethanol A.indica mungkin mengandung senyawa bioaktif(s) yang menyebabkan kanker payudara MDA-MNB 231 mengalami kematian sel secara apoptosis. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui mekanisme tumbuhan ini membunuh sel kanker MDA-MB 231.Kata kunci: Studi In vitro, Azadirachta indica, apoptosis, TUNEL assayAbstractA screening is conducted on plants that have potential as anticancer is a promising way for discovering novel chemotherapeutic compound. A medicinal plant neem leaf (Azadirachta indica L.Juss) intake has been shown to induce significant levels of apoptosis in various cancer cells. In this present study, ethanol extract of Azadirachta indica was studied for its effects on growth in MDA-MB 231 human breast cancer cells using assays for proliferation (MTT assay) and mechanisme of cell apoptosis using TUNEL assay. Neem leaf extract decreased cell viability, inhibited cell proliferation, and induced cell apoptosis. Result of MTT assay was 55 μg/mL of neem remarkably reduced cell viability of MDA-MB 231 cells. MDA-MB231 cell death elicited by the extract was found to be apoptotic in nature based the indication of nucleus condensation, shrinkage of nucleus membrane and also DNA fragmentation which are a hallmark of apoptosis. In addition, ultrastructural analysis also revealed apoptotic characteristics which are the presence of chromatin margination and apoptotic bodies in the extract-treated cells. There was an increase in the number of apoptotic cells from day 1 to day 3 post incubation with neem extract. Thus, the results from this study strongly suggest that the ethanol extract of A.indica may contain bioactive compound(s) that caused breast carcinoma, MDA-MNB 231 cell death by apoptosis. It’s needed to do advance research to know more deeply the mechanism this plant on breast cancer cell line MDA-MB.Keywords:In vitro study, Azadirachta indica, apoptosis, TUNEL assay
Hubungan Tekanan Darah Ibu Hamil Aterm Dengan Berat Badan Lahir di RSUP Dr. M. Djamil Padang Andammori, Feby; Lipoeto, Nur Indrawaty; Yusrawati, Yusrawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTinggi rendahnya tekanan darah sistolik dan diastolik dalam kehamilan mempunyai pengaruh terhadap berat badan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tekanan darah ibu hamil aterm dengan berat badan lahir di RSUP dr M. Djamil Padang. Metode penelitian : Penelitian yang dilakukan merupakan survei analitik dengan menggunakan studi komparatif dengan design penelitian Cross Sectional Study. Penelitian menggunakan data sekunder yang diambil dari sub bagian Rekam Medik (Medical Record) RSUP dr. M. Djamil Padang bulan Januari 2010 – Desember 2012 dengan jumlah sampel 34 orang ibu hamil yang tidak hipertensi dan 34 orang ibu hamil yang mengalami hipertensi dalam kehamilannya. Hasil penelitian : Ditemukan rata-rata berat badan lahir bayi yang dilahirkan oleh kelompok ibu yang tidak mengalami hipertensi pada kehamilannya adalah 3.408 (SD 307) gram dan rata-rata berat badan lahir bayi yang dilahirkan oleh kelompok ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilannya adalah 2.799 (SD 413) gram. Dari hasil uji analisis Independent Sample T-test diperoleh hasil ditemukan adanya hubungan tekanan darah ibu hamil dengan berat badan lahir di RSUP dr. M. Djamil Padang p = 0,00 (p < 0,05). Kesimpulan : Pemeriksaan kehamilan secara teratur penting untuk mengantisipasi adanya peningkatan tekanan darah ibu hamil yang dapat berpengaruh terhadap berat bayi lahir.Kata kunci: tekanan darah, berat badan lahir, ibu hamilAbstractHigh and low level of systolic and diastolic blood pressure in pregnancy has impact to birth weight. This research is purposed to identify the relation between aterm pregnant blood pressure and birth weight.Methods : This research is analytical survey which used comparative study with Cross Sectional Study design. This research used secondary data taken from Medical Record in RSUP dr. M. Djamil Padang since Januari 2010 until December 2012 with number of samples are 34 pregnant women who have not hypertension and 34 pregnant women who have hypertension in pregnancy.The results: Research found that average of birth weight from non-hypertension pregnant woman is about 3,408 (SD 307) gr and average of birth weight from hypertension pregnant woman is about 2,799 (SD 413) gr. The result from Independent sample T-test analysis found that there is a relation between blood pressure in pregnancy with birth weight at RSUP dr. M.Djamil Padang p = 0.00 (p<0.05).Conclusion: Regular antenatal care is important to anticipate an increase in maternal blood pressure can affect birth weight.Keywords: blood pressure, birth weight, pregnant women
Hubungan Kadar Ft4 Dengan Kejadian Tirotoksikosis berdasarkan Penilaian Indeks New Castle Padawanita Dewasa di Daerah Ekses Yodium Rusda, Harsa; Oenzil, Fadil; Alioes, Yustini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTirotoksikosis merupakan manifestasi klinis yang terjadi akibat peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Kelebihan yodium merupakan salah satu penyebab terjadinya tirotoksikosis. Ini ditandai dengan hasil pemeriksaan kadar Ekskresi Yodium Urin (EYU) > 199 μg/L. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar FT4 dengan kejadian tirotoksikosis berdasarkan penilaian indeks New Castle pada wanita dewasa di daerah ekses yodium. Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis data yang dikumpulkan secara Cross Sectional Study terhadap 37 wanita dewasa menggunakan metoda total sampling di Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya yang merupakan daerah ekses yodium (median EYU 323,5 μg/L). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan penilaian Indeks New Castle dan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan kadar FT4 dalam serum. Hasil: Analisis univariat didapatkan jumlah penduduk wanita dewasa dengan kadar FT4 meningkat sebanyak 14 persen dan nilai rata-rata 1,71 ng/dl. Penilaian indeks New Castle dalam kategori doubtful 16 persen dan tidak ditemukan penduduk yang termasuk dalam kategori toxic. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-square, didapatkan p value=1. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar FT4 dalam serum dengan kejadian tirotoksikosis pada wanita dewasa di derah ekses yodium. Saran: Perlu dilakukan penyuluhan mengenai asupan yodium kepada masyarakat dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan terhadap pemberian kapsul yodium serta melakukan kontrol kadar EYU secara teratur dan berkala.Kata kunci: FT4, tirotoksikosis, indeks New Castle, wanita, ekses yodium, tiroidAbstractThyrotoxicosis is a clinical manifestation that occurs due to elevated levels of thyroid hormones in the blood. Iodine excess is one of the causes of thyrotoxicosis. This is indicated by the results of urine iodine excretion levels (EYU) > 199 μg/L. Objective: This study aimed to determine the association FT4 levels with thyrotoxicosis incidence based on New Castle index assessment of adult women in iodine excess area.Method: The study was conducted data analysis which collected with Cross Sectional Study against 37 adult females by using total sampling methods in Koto Salak, Dharmasraya regency which is the iodine excess area (median EYU 323,5 μg/L). Data were collected by using interview New Castle Index assessments and blood sampling for examination FT4 levels in blood serum.Result: Univariate analysis of adult women population is 14 percent in increase category of FT4 levels and 1,71 ng/dl of the average value. New Castle index assessment 16 percent in doubtful category and none included in the toxic category. Based on Chi-Square statistics test, showed p value=1.Conclution: There was no significant association between FT4 levels in blood serum with thyrotoxicosis incidence of adult women in iodine excess area.Suggestion: Therefore, it should be informed to the community about iodine intake and this research is hoped can be input for the government policy towards iodine suplementation and control EYU levels regularly and periodically.Keywords: FT4, thyrotoxicosis, New Castle index, women, iodine excess, thyroid
Hubungan Kadar Limfosit Total dengan Prognosis Penyakit pada Penderita Sirosis Hati di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011 Regina, Vyola; Arnelis, Arnelis; Edward, Zulkarnain
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSirosis hati adalah stadium akhir dari penyakit hati kronik berupa proses fibrosis difus yang ditandai dengan perubahan arsitektur normal hati menjadi bentuk nodulus abnormal. Pada penderita sirosis hati ini sering terjadi penyakit infeksi akibat adanya imunosupresi. Hitung kadar limfosit total dapat digunakan untuk menentukan status imunitas penderita sirosis hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar limfosit total penderita sirosis hati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah penderita sebagai sirosis hati yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2011. Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diolah menggunakan uji Chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 83,1% penderita sirosis hati memiliki kadar limfosit total yang rendah. Terdapat hubungan kadar limfosit total dengan berat ringannya penyakit sirosis hati dengan p<0,05. Sebanyak 49,2% infeksi ditemukan pada penderita sirosis hati. Kematian pada penderita sirosis hati akibat penyakit infeksi ditemukan 52,9%.Kata kunci: kadar limfosit total, sirosis hatiAbstractLiver Cirrhosis is the end stage of chronic liver disease in the form of a diffuse fibrotic process characterized by changes in the normal architecture of the liver to abnormal nodules. In patients with liver cirrhosis is common infections due to immunosuppression. The total lymphocyte count can be used to determine the immune status of patients with liver cirrhosis. The purpose of this study was to determine total lymphocyte count of liver cirrhosis patients. This research design is descriptive analytic. The population is the liver cirrhosis patients as treated in the Internal Medicine Dr. M. Djamil Padang in 2011. Samples were taken from the population that meet the inclusion and exclusion criteria. The data processed by Chi-square test.The results of this study indicated that as many as 83,1% of cirrhosis patients have a low total lymphocyte count. There is a relationship of total lymphocyte levels with severity of liver cirrhosis with a value of p<0,05. The infections found 49.2% of cirrhosis patients. Mortality in cirrhosis patients due to infection was found 52,9%Keywords:total lymphocyte count, liver cirrhosi
Hubungan Berat Plasenta Dengan Berat Badan Lahir Bayi di Kota Pariaman Mukhlisan1, Hasra; Liputo, Nur Indrawaty; Ermawati, Ermawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan janin intrauterine dipengaruhi oleh fungsi plasenta. Plasenta mensuplai oksigen dan makanan dari sirkulasi ibu ke janin dan mengeluarkan sisa metabolisme dari sirkulasi janin ke ibu. Berat plasenta bertambah akibat pertumbuhan vilus plasenta. Vilus-vilus ini berfungsi sebagai tempat pertukaran makanan, oksigen dan zat sisa janin, sehingga berat plasenta akan berperan penting dalam menentukan berat badan lahir bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat plasenta dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitik, sedangkan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi software SPSS 15. Penelitian dilakukan di kota Pariaman dengan menggunakan data ibu melahirkan dari bulan Januari-Juni 2011. Ada 30 orang subjek dalam penelitian ini, didapatkan berat badan lahir bayi rata-rata adalah 2.996,67 gram (SD = 448,36), 4 diantaranya (13,33%) memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) sementara yang lainnya normal. Berat plasenta rata-rata 496,67 gram (SD = 49,01). Berdasarkan hasil uji korelasi, berat plasenta berhubungan dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dengan p = 0,00 (&lt;0,05) dan r = 0,784. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berat plasenta memiliki hubungan yang bermakna dengan berat badan lahir bayi di Kota Pariaman dan kekuatan hubungan sedang.Kata kunci: Plasenta, berat plasenta, berat badan lahir bayiAbstractThe intrauterine growth of foetus is affected by the placental function. The functions are supplying oxygen and nutrition from maternal circulation to the foetus and secreting the metabolism residual from foetus circulation to the maternals. The increase of placental and foetus weight occurs in the same time. The villi is the surface for the exchange of nutritions, oxygens, and residual substances of feotus. The goals of this study is to identify the relationship between placental weight and birth weight in Pariaman. The method of this study is descriptive and analytical with correlation test and SPSS 15 was used for data processing. This study was held in Pariaman and pregnant woment’s data taken from January until June 2011. The results of this study showed that 30 subjects had the average of birth weight was 2,996.67 gram (SD = 448.36), 4 (13.33%) were low birth weight, while the others were normal. The average of placental weight was 496.67 gram (SD = 49.01). Based on correlation test, placental weight had relationship with birth weight in Pariaman (p = 0.00 (&lt;0.05) and r = 0.784). The conclusion is placental weight had significant correlation with birth weight in Pariaman and the power of correlation was intermediate.Keywords:Placenta, placental weight, birth weight
Hubungan antara Proteinuria dan Hipoalbuminemia pada Anak dengan Sindrom Nefrotik yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2009-2012 Pramana, Pratiwi Dian; Mayetti, Mayetti; Kadri, Husnil
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSindrom nefrotik terdiri dari proteinuria massif, hipoalbuminemia, edema, serta dapat disertai hiperkolesterolemia. Proteinuria merupakan gejala utama pada sindrom nefrotik, sedangkan gejala klinis lainnya dianggap sebagai manifestasi sekunder. Kehilangan protein melalui urin menyebabkan terjadinya hipoalbuminemia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara proteinuria dan hipoalbuminemia pada anak dengan sindrom nefrotik. Metode yang digunakan adalah studi retrospektif dengan desain Cross Sectional. Data sekunder diambil dari rekam medik pasien yang didiagnosis sebagai Sindrom Nefrotik Anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2009 - April 2012. Penelitian berlangsung dari Oktober 2011- Desember 2012. Hasil penelitian menunjukan insiden tertinggi sindrom nefrotik pada kelompok umur &gt;6 tahun terutama pada anak laki-laki dengan rasio 1,43:1. Sebagian besar pasien memiliki kadar protein urin semikuantitatif +3 dengan rata-rata kadar protein urin kuantitatif 3,121 ± 2,157 gr/24 jam. Hampir seluruh pasien mengalami hipoalbuminemia (98,2%). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara proteinuria dan hipoalbuminemia (p &gt; 0.05). Hal ini mungkin disebabkan oleh jumlah subjek yang kurang, sehingga penelitian selanjutnya diharapkan berlangsung lebih lama agar didapatkan jumlah subjek yang lebih besar.Kata kunci: Anak dengan sindrom nefrotik, Proteinuria, HipoalbuminemiaAbstractNephrotic syndrome consist of massive proteinuria, hypoalbuminemia, edema, and may be accompanied by hypercholesterolemia. Proteinuria is a major symptom of nephrotic syndrome, while the other clinical symptoms considered secondary manifestations. Loss of protein in the urine leads to hypoalbuminemia. This study aims to identify the relationship between proteinuria and hypoalbuminemia in children with Nephrotic Syndrome. Method of this research performed a retrospective study with cross sectional design. Secondary data were taken from medical record of patients that were diagnosed as Nephrotic Syndrome Children in General Hospital Dr. M. Djamil Padang period January 2009 - April 2012. The study was held on October 2011 - December 2012. The result of this study showed that the highest incidence of Nephrotic Syndrome in the age group &gt;6 years old especially in male with the ratio 1,43:1. Most of patients have levels of semiquantitative urinary protein +3 with average levels of quantitative urinary protein 3.121 ± 2.157 gr/24 hours. Almost all of the patients had hypoalbuminemia (98.2%). Statistical analysis showed that there was no significant relationship between proteinuria and hypoalbuminemia (p&gt; 0.05). This may be due to the less number of subjects, so further research is expected to last much longer in order to have a larger number of subjects.Keywords:Nephrotic syndrome children, Proteinuria, Hypoalbuminemia
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Depresi pada Penderita Dispepsia Fungsional Andre, Yuriko; Machmud, Rizanda; Murni, Arina Widya
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetidakteraturan makan seperti kebiasaan makan yang buruk, tergesa-gesa, dan jadwal yang tidak teratur dapat menyebabkan dispepsia. Penderita depresi harus ditangani dengan sungguh-sungguh karena dikhawatirkan penderita depresi sangat tidak memperhatikan kesehatan dirinya seperti tidak mematuhi pola makan atau pola makannya menjadi tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian depresi pada penderita dispepsia fungsional. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 40 orang penderita dispepsia fungsional. Penelitian dilakukan di kota Padang dengan menggunakan data pasien dispepsia fungsional bulan Januari-Desember 2011. Pengumpulan data dilakukan pada periode Juni-November 2012 dan pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi menggunakan sistem komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan nilai peluang Odd Ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95% pada penderita depresi berpeluang sebesar 4.500 kali lebih besar memiliki pola makan tidak teratur dibandingkan dengan tidak depresi serta menunjukkan derajat hubungan yang cukup kuat dengan tarif signifikansi (p) 0.025 (p < 0.05). Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian depresi pada penderita dispepsia fungsional.Kata kunci: pola makan, depresi, dispepsia fungsionalAbstractIrregularity of meals as poor eating habits, unhurried, and irregular schedules may cause dyspepsia. Patients with depression should be treated seriously because it was feared people with depression do not pay attention to their own health so as not to comply with the diet or eating patterns become irregular. The aim of this study is to determine the relationship of diet to the incidence of depression in patients with functional dyspepsia. The research is analytic cross sectional design. The subjects were 40 people of functional dyspepsia patients. The study was conducted in the Padang City with functional dyspepsia patients using data from January to December 2011. Data collection was conducted during the period of June to November 2012 and the data processing used correlation test by computerized system. The result was the probability odds ratios (OR) with 95% Confidence Interval (CI) in patients with depression were 4,500 times more likely to have irregular diet compared with non-depressed ones and showed a strong degree of correlation with the significance of correlation (p) 0.025 (p <0.05). There is a significant relationship between the diet and the incidence of depression in patients with functional dyspepsia.Keywords:diet, depression, functional dyspepsia

Page 1 of 2 | Total Record : 13