cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2015)" : 52 Documents clear
Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus yang Dirawat Jalan dan Inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang Roza, Rizky Loviana; Afriant, Rudy; Edward, Zulkarnain
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUlkus diabetikum adalah keadaan ditemukannya infeksi, tukak dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien Diabetes Mellitus (DM) akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Ulkus diabetikum dapat dicegah dengan melakukan intervensi sederhana sehingga kejadian angka amputasi dapat diturunkan hingga 80%. Amputasi memberikan pengaruh besar terhadap seorang individu, tidak hanya dari segi kosmetik tapi juga kehilangan produktivitas, meningkatkan ketergantungan terhadap orang lain serta biaya mahal yang dikeluarkan untuk penyembuhan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum agar angka mortalitas dan morbiditas dapat di kurangi. Jenis penelitian ini adalah retrospektif observasional dengan mengumpulkan data menggunakan wawancara, kuisoner, dan pemeriksaan fisik pada pasien diabetes mellitus yang di rawat jalan dan inap di RSUP DR. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang periode Januari-Maret 2014. Analisis data terhadap 6 variabel di dapatkan Jenis kelamin (p =0,595; OR=0,654) lama DM (p=1,000; OR = 1,158), neuropati (p=0,411; OR=1,833), PAD (p=0,004; OR), trauma (p=0, 02; OR= 4), dan perawatan kaki (p=1,000; OR=1,158). Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan 2 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ulkus diabetikum yaitu PAD dan trauma. Sedangkan, hasil uji statistik regresi logistik ganda menyatakan bahwa lama DM, neuropati, PAD, riwayat trauma, dan perawatn kaki merupakan faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum. PAD dan trauma adalah faktor yang paling berpengaruh.Kata kunci: faktor risiko, DM, ulkus diabetikumAbstractDiabetic foot ulcer is defined as the presence of infection, ulceration and/or destruction of deep tissues associated with neurologic abnormalities and various degrees of peripheral arterial disease (PAD) in the lower limb on patients with diabetes. Foot ulceration is preventable, and relatively simple interventions can reduce amputations by up to 80%. Amputation has a major impact on individual, not only in distorting body image, but also loss of productivity, increasing dependency, and expensive cost of treating foot ulcer. This study provides knowledge about risk factors for diabetic ulcers that mortality and morbidity can be reduced. This research is an observational retrospective by collecting data using interviews, questionnaires, and physical examination in patients with diabetes mellitus in outpatient and inpatient department of DR. M. Djamil and RSI Ibnu Sina Padang from January until March 2014. The result from the analyze data from 6 variable known gender (p =0,595; OR=0,654), duration of DM (p=1,000; OR = 1,158), neuropathy (p=0,411; OR=1,833), PAD (p=0,004; OR= 5,5), trauma (p=0,02; OR= 4), and foot care (p=1,000; OR=1,158). Based on Chi-Square test statistic obtained two variables that have a significant relationship with the occurrence of diabetic ulcers is PAD and trauma. Meanwhile, the results of multiple logistic regression statistical tests that the old DM, neuropathy, PAD, history of trauma, and foot care a risk factor for diabetic ulcers. PAD and trauma are the most influential.Keywords: risk factor, DM, diabetic foot ulcer
Pengaruh Kebisingan Lalulintas terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SMP N 1 Padang Halil, Amwal; Yanis, Amel; Noer, Mustafa
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah kebisingan karena lalulintas yang padat di daerah perkotaan menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan lokasi sekolah yang tenang. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Padang merupakan sarana pendidikan yang terletak di daerah perkotaan dan berada di pinggir jalan raya yang arus lalulintasnya padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebisingan lalulintas terhadap konsentrasi belajar siswa SMP N 1 Padang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional comparative, dimana tingkat kebisingan dan tingkat konsentrasi belajar siswa dikumpulkan secara bersamaan. Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat ukur sound level meter yang diukur pada dua titik yang berbeda, yaitu di sekitar kelas yang dekat dengan jalan raya dan di sekitar kelas yang jauh dari jalan raya. Tingkat konsentrasi belajar siswa diukur dengan menggunakan digit symbol test dan digit span test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik chi square dengan derajat kepercayaan 95% (p=0,05). Hasil pengukuran tingkat kebisingan di sekitar kelas yang dekat dengan jalan raya sebesar 69.62 dB dan tingkat kebisingan di sekitar kelas yang jauh dari jalan raya sebesar 72.80 dB. Tingkat konsentrasi belajar siswa yang dekat dengan jalan raya menggunakan digit symbol test didapatkan jumlah siswa yang: kurang konsentrasi = 7, cukup konsentrasi = 33, dan dengan digit span test di dapatkan yang kurang konsentrasi =7 dan cukup konsentrasi = 33. Tingkat konsentrasi belajar siswa yang jauh dari jalan raya dengan menggunakan digit symbol test didapatkan: kurang konsentrasi = 5, cukup konsentrasi = 34 dan dengan digit span test di dapatkan: kurang konsentrasi = 9 dan cukup konsentrasi = 30. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat konsentrasi yang bermakna antara kelas yang dekat dengan jalan raya dan kelas yang jauh dari jalan raya.Kata kunci: kebisingan lalulintas, siswa, konsentrasi belajarAbstractNoise problems due to heavy traffic in urban area making it is difficult to get a quiet location. SMP N 1 Padang is educational facilities that is located alongside the borderline street in the center of city that has heavy traffic. The objective of this study was to determine the effect of traffic noise upon learning concentration of students in SMP N 1 Padang. The design of the research was cross-sectional comparative study. The instrument to measure the noise level was sound level meter. The noise is measured at two different point, the classroom that was close to the highway and the classroom that is away from the highway. Learning concentration level of student was measured by using digit symbol test and digit span test. Hypothesis analysis was done by chi square test with 95% of confidence level (p = 0.05). The measurement result of noise level around the classroom that was close to the highway was 69.62 dB and the noise level around the classroom that was away from the highway was 72.80 dB. The learning concentration level of the student that was close to the highway by using digit symbol test were: less concentration= 7, moderate concentration= 33, and by digit span test were: less concentration= 7, moderate concentration= 33. The learning concentration level of the student that was away from the highway by using the digit symbol test were: less concentration= 5, moderate concentration= 34, and by using the digit span test the result were: less concentration= 9, moderate concentration= 30. The result showed that there was no significant different level of learning concentration between students in classes that were close to the highway and classes that were away from the highway.Keywords: traffic noises, students, learning concentration
Efek Suplemen Bawang Putih terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida pada Tikus Wistar yang Diberi Diet Tinggi Minyak Sawit Asnel, Mulfa Satria; Kadri, Husnil; Arisanty, Dessy
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMinyak kelapa sawit banyak mengandung asam lemak jenuh yang diduga dapat menyebabkan kolesterol dan trigliserida meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek suplemen bawang putih terhadap kadar kolesterol dan trigliserida tikus galur wistar yang diberi diet tinggi minyak sawit. Ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized post test control group design. Subjek penelitian adalah 15 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok diet standar ad libitum, kelompok diet tinggi minyak sawit dan kelompok perlakuan (diet tinggi minyak sawit+suplemen bawang putih). Masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Pemberian minyak sawit dengan kadar 3 ml/15 gram pakan standar diberikan kepada kelompok diet tinggi minyak sawit dan kelompok perlakuan selama empat minggu. Pemberian suplemen bawang putih (dosis 3,6 mg/200 mgBB tikus) diberikan kepada kelompok perlakuan selama empat minggu. Kadar kolesterol pada kelompok diet tinggi minyak sawit adalah 109 ± 2,76 mg/dl dan pada kelompok perlakuan adalah 107 ± 3,09 mg/dl. Kadar trigliserida pada kelompok diet tinggi minyak sawit adalah 84 ± 4,27 mg/dl, pada kelompok perlakuan adalah 83 ± 6,02 mg/dl. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar kolesterol dan trigliserida antara kelompok diet tinggi minyak sawit dengan kelompok perlakuan. Pada kelompok diet standar ad libitum dengan kelompok diet tinggi minyak sawit maupun antara kelompok diet standar ad libitum dengan kelompok perlakuan terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar kolesterol dan trigliserida.Kata kunci: minyak sawit, suplemen bawang putih, kolesterol, trigliseridaAbstractPalm oil contains a lot of saturated fatty acids and it is supposed to cause increased cholesterol and triglyceride levels. The objective of this study was to determine the effect of garlic supplements on cholesterol levels and triglyceride at wistar strain rats which were fed in high diet palm oil. This study is a randomized experimental study with post-test control group design. The subjects were 15 male wistar rats were divided into three groups, standard ad libitum diet group, high diet palm oil group and the treatment group (high diet palm oil+ garlic supplement). Each group consists of five rats. Provision of palm oil with high levels of standard 3 ml/15 grams of feeding given to the high diet palm oil group and the treatment group during the four weeks. Garlic supplement (dose 3.6 mg/200 mgweight rat) was given to the treatment group for four weeks. Cholesterol levels in the high diet palm oil group was 109 ± 2,76 mg/dl in the treatment group was 107 ± 3,09 mg/dl. The levels of triglycerides in the high diet palm oil group was 84 ± 4,27 mg/dl and in the treatment group was 83 ± 6,02 mg/dl. There was no significant difference the levels of cholesterol and triglycerides between the high diet palm oil group with the treatment group. Between the standard ad libitum diet group with the high diet palm oil group and between the standard ad libitum diet group with the treatment group show there were significant differences in the levels of cholesterol and triglycerides.Keywords: palm oil, garlic supplement, cholesterol, triglyceride
Gambaran Glukosa Darah Setelah Latihan Fisik pada Tikus Wistar Diabetes Melitus yang Diinduksi Aloksan Harahap, Ahmad Syukri; Herman, Rahmatina B.; Yerizel, Eti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDiabetes Melitus telah dikategorikan sebagai penyakit global yang prevalensinya terus meningkat dan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Latihan fisik merupakan salah satu tatalaksana untuk mengontrol glukosa darah secara nonfarmakologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah pada tikus Wistar diabetes melitus yang diinduksi aloksan setelah pemberian latihan fisik. Penelitian eksperimental ini menggunakan 18 ekor tikus Wistar dengan berat badan 150-200 gram yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu 6 ekor kelompok kontrol negatif (K-), 6 ekor kelompok kontrol positif (K+) dengan induksi aloksan tanpa pemberian latihan fisik dan 6 ekor kelompok perlakuan (P) dengan induksi aloksan dan diberi latihan fisik selama 4 minggu. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan dengan glucometer merek Accu-Check. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata kadar glukosa darah puasa secara bermakna pada kelompok kontrol positif (K+) dan perlakuan (P) setelah periode induksi yaitu, pada kelompok kontrol negatif 84,83±6,88 mg/dl, kelompok kontrol positif 220,80±12,29 mg/dl, dan kelompok perlakuan 248,50±94,55 mg/dl (p<0,05). Setelah periode latihan fisik, terdapat penurunan rata-rata glukosa darah puasa secara bermakna pada kelompok kontrol positif (K+) dan Perlakuan (P), namun penurunan pada kelompok perlakuan (P) lebih besar secara bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (K+), yaitu rata-rata glukosa darah puasa kelompok kontrol positif 192,00±12,00 mg/dl dan kelompok perlakuan 163,00±20,26 mg/dl (p<0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa setelah latihan fisik.Kata kunci: latihan fisik, glukosa darah, diabetes melitusAbstractDiabetes Melitus has been categorized as a global disease which have increasing prevalence and the mine cause of morbidity and mortality. Phyisical exercise is one of the nonpharmacological treatment to control blood glucose. The objective of this research was to determine the blood gucose levels of aloksan induced’s wistar rat after physical exercise.The research used 18 wistar rats 150-200 gram weight, divided into three groups, as six negative control group (K-), six positive control group inducing aloksan without physical exercise (K+) and six treated group inducing aloksan with physical exercise for four weeks (P). Blood glucose was measured by Accu Check’s glucometer.The result showed an increase in fasting blood glucose level significantly on positive control group (K-) and treated group (P) after induced period, which was 84,83±6,88 mg/dl on negative control group, 220,80±12,29 mg/dl on positive control group, and 248,50±94,55 mg/dl on treated group (p<0,05). After physical exercise period, there was a decrease in fasting blood significantly on K+ and P, but in P group have more greater than K+ group, 192,00±12,00 mg/dl on positive control group (K+) and 163,00±20,26 mg/dl on treated group (P).Conclusion of this research is a decrease in fasting blood glucose levels after phyisical exercise.Keywords: physical exercise, blood glucose, diabetes melitus
Hubungan Anxietas dengan Kejadian Amenore Sekunder pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Oktavia, Flora; Desmiwarti, Desmiwarti; Yaunin, Yaslinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAmenore sekunder merupakan salah satu gangguan siklus menstruasi yang berkaitan dengan penurunan fertilitas dan gangguan kesehatan organ reproduksi. Anxietas merupakan faktor yang dapat menyebabkan amenore sekunder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anxietas dengan kejadian amenore sekunder pada mahasiswi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2009 dan 2010 yang dipilih sebagai subjek. Penelitian ini menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 193 orang. Pengumpulan data dari responden dilakukan dengan wawancara terpimpin (pengisian kuesioner). Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menemukan bahwa kejadian amenore sekunder lebih banyak terjadi pada responden yang mengalami anxietas (36,3%), jika dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami anxietas (2,1%). Uji statistik chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara anxietas dengan kejadian amenore sekunder (p<0,05) dan ada hubungan yang bermakna antara tingkat anxietas dengan kejadian amenore sekunder berdasarkan uji statistik chi square (p<0,05).Kata kunci: anxietas, amenore sekunder, mahasiswiAbstractSecondary amenorrhea is one a menstrual cycle disturbances have been associated with decreased fertility and various health disorderson reproductive systems. Anxiety have been found at risk of disturbances of the secondary amenorrhea.The objective of this study was to determine the association of anxiety with secondary amenorrhea in female medical faculty of Andalas University.This study used cross sectional study design with 193 samples. Data was collected by guided interview. Statistic analysis used chi square test. Result of this study found that incidence of secondary amenorrhea is more common in women who experience anxiety (36,3%), when compared with who did not has anxiety (2,1%). Chi square test statistic showthere was significant relationship between anxiety and secondary amenorrhea (p<0,05) and also there is significant relationship between anxiety levels and secondary amenorrhea base on statistic square test (p<0,05).Keywords:anxiety,secondary amenorrhea,female medical faculty
Gambaran Profil Lipid Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik Syafitri, Vanny; Arnelis, Arnelis; Efrida, Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenyakit perlemakan hati non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease) merupakan kondisi klinis yang sering ditemukan dalam bidang hepatologi. Salah satu faktor risiko penyakit ini adalah dislipidemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi profil lipid pasien perlemakan hati non-alkoholik dengan dislipidemia. Penelitian dilakukan secara retrospektif di RS DR. M. Djamil Padang terhadap pasien perlemakan hati non-alkoholik dengan dislipidemia periode 2010–2013. Dari 118 pasien perlemakan hati non-alkoholik dengan dislipidemia hanya 43 subyek yang memenuhi kriteria penelitian. Rata-rata umur subjek penelitian pada laki-laki adalah 48,53±11,92 tahun dan perempuan 49,58±11,01 tahun. Subjek penelitian didominasi oleh perempuan dengan perbandingan 1,5:1 terhadap laki-laki. Didapatkan pasien hiperkolesterolemia sebanyak 61,82% , hipo-HDL-emia 86,05%, hiper-LDL-emia 44,19%, hipertrigliseridemia 55,81%. Kesimpulannya, pada perlemakan hati non-alkoholik ditemukan kadar kolesterol total dan trigliserida yang tinggi, kadar LDL yang normal serta kadar HDL yang rendah.Kata kunci: Profil lipid, perlemakan hati non-alkoholik, dislipidemiaAbstractNon-alcoholic fatty liver disease is a clinical condition that is often found in the field of hepatology. One of the risk factors for this disease is dyslipidemia. This study was conducted to determine distribution and frequency of the lipid profile patients non-alcoholic fatty liver with dyslipidemia.A retrospective study was conducted at DR. M. Djamil Padang hospital to patients of non-alcoholic fatty liver with dyslipidemia within 2010-2013. A total of 118 non-alcoholic fatty liver with dyslipidemia patients only 43 subjects who met the study criteria.The average age of the subjects were males 48.53±11.92 years and women 49.58±11.01 years. Subject is dominated by women against men with 1.5:1 ratio. This study observed that patient with hypercholesterolemia as much as 61.82%, hypo-HDL-emia 86.05%, hyper-LDL-emia 44.19%, hypertriglyceridemia 55.81%.It can be concluded patient of non-alcoholic fatty liver disease with dyslipidemia has high total cholesterol and triglyceride levels, normal LDL levels and low HDL levelsKeywords:Lipid profile, non-alcoholic fatty liver disease, dyslipidemia
Pengaruh Masase pada Punggung Terhadap Intensitas Nyeri Kala I Fase Laten Persalinan Normal Melalui Peningkatan Kadar Endorfin Aryani, Yeni; Masrul, Masrul; Evareny, Lisma
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNyeri saat persalinan merupakan proses yang fisiologis. Sebanyak 12% - 67% wanita merasa khawatir dengan nyeri yang akan dialami saat persalinan. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan masase. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masase pada punggung terhadap intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal melaui peningkatan kadar endorfin. Ini merupakan suatu penelitian experimental dengan post test only control group design yang dibagi atas kelompok perlakuan yang melakukan masase pada punggung dan kelompok kontrol yang tidak masase. Intensitas nyeri dinilai dengan kuisioner dan kadar endorfin diukur dengan human beta endorfin Elisa Kit. Data dianalisis menggunakan uji t-test independent dan korelasi Spearmen. Hasil penelitian ini ditemukan ibu bersalin yang dimasase memiliki intensitas nyeri lebih rendah 29.62 point dari pada yang tidak dimasase nilai p=0.001, ada pengaruh masase terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal. Ibu bersalin yang dimasase memiliki endorfin lebih tinggi dari pada yang tidak dimasase sebesar 142.82 pcg/mlnilai p=0.001 ada pengaruh masase terhadap kadar endorfin ibu bersalin normal. Ada korelasi kadar endorfin dengan penurunan intensitas nyeri dengan nilai r= 0,795 dan nilai p=0.001. Kesimpulan penelitian ini adalah masase pada punggung berpengaruh terhadap intensitas nyeri dan kadar endorfin ibu bersalin kala I fase laten persalinan normal serta kadar endorfin berkorelasi dengan intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal.Kata kunci: masase pada punggung, intensitas nyeri, kadar endorfin.AbstractPain in delivery is a physiological process. About 12% - 67% of women feel the pain during delivery. One of the ways to reduce pain during delivery process is to massage mother’s back. The objective of this research was to determine the effect of massage on the back to the pain intensity in normal delivery based on the level of endorphin. This study was an experimental study with post test only control group design by massaging mother’s back in normal delivery process of primiparous phase I for 30 minutes. Data collection was done for three months. The subject were choosen randomly block with 52 respondents. Data processing was done based on the Independent t-test and Spearmen Correlation. The results of this study shows that mothers who have massage on the back before delivery process, feel lower pain intensity in 29.62 points than those who do not have massage. The result of statistical test was p =0.001, so, the massage reduces the pain intensity. Mothers who have massage, get their endorphin increased as much as 142.82 PCG/ml compared to mothers who did not have massage. There was a correlation between the increase of endorphin level with the reduction of pain intensity. The result of statistical test shows that there is a strong correlation between the endorphin level with pain intensity with a value,r=0.795andp=0.001. It can be conluded that massage on the back can reduce pain intensity in normal delivery and increase the leve lof endorphin. Furthemore, there is a strong correlation between the increase of endorphin level with pain intensity in normal delivery. It is recommended that massage on the back can be done regularly in every normal delivery. Keywords: massage on the back, pain intensity, level of endorphin
Profil Pasien Pneumonia Komunitas di Bagian Anak RSUP DR. M. Djamil Padang Sumatera Barat Monita, Osharinanda; Yani, Finny Fitry; Lestari, Yuniar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPneumonia adalah proses inflamasi pada parenkim paru dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Prevalensi kejadian pneumonia komunitas pada anak di Sumatera Barat cukup tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pasien pneumonia komunitas di Bagian Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2010-2012. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data rekam medik anak yang dirawat dengan diagnosis utama pneumonia periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2012 dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 178 orang anak. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pneumonia komunitas pada anak banyak terdapat pada anak laki-laki 55,6%, terutama pada kelompok usia 2-<12 bulan 60% dengan status gizi anak yang kurang 62% dan status imunisasi masih belum lengkap 34,8%. Keluhan utama anak dengan pneumonia yaitu sesak napas 97,8% dan gejala klinis yang ditemukan yaitu demam 92,7% dengan suhu rata-rata 37.6 C, batuk 92,1%, takipneu rata-rata laju napas 66 kali/menit pada kelompok usia < 2bulan, takikardi rata-rata denyut nadi 124 kali/menit pada kelompok usia >48-72 bulan, disertai nafas cuping hidung 92,7%, retraksi dinding dada 86%, ronkhi 91,6% dan wheezing 14,6%. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan jumlah leukosit dalam batas normal 63% dan gambaran foto rontgen thoraks berupa infiltrat 96,6%. Penyakit yang sering menyertai pneumonia pada anak yaitu anemia 30,9% dan komplikasi yang terjadi berupa gangguan keseimbangan asam-basa 48,3%. Lama rawatan paling banyak 5-10 hari dengan outcome perbaikan 56,7%. Tingginya insiden pneumonia anak di RSUP DR. M. Djamil dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu status gizi kurang, status imunisasi yang belum lengkap, serta faktor lingkungan tempat tinggal anak.Kata kunci: profil, pneumonia komunitas, anakAbstractPneumonia is infection or inflammation of the lung and it is a major cause of morbidity and mortality in children aged under five years, especially in developing countries. Prevalence of CAP in children at West Sumatra is quite high. The objective of the study was to report the profile of CAP in pediatric ward of DR. M. Djamil Hospital Padang in 2010–2012.This research was a descriptive study using medical records of children with primary diagnosis of CAP in the period of January 1, 2010 until December 31, 2012. During the study period, 178 patients were diagnosed as CAP, 55.6% found in boys, especially in the age group 2 - <12 months 43.8% with the poor nutritional status 62% and 34.8% have incomplete immunization status. The chief complaint of children with pneumonia are shortness of breath 97.8%, and clinical symptoms such as fever found 92.7% with an average temperature of 37.6 C, cough 92.1%, takipneu average respiratory rate 66 breaths/min in the age group <2 months, tachycardia average pulse rate 124 beats/min in the age group >48-72 months, with nasal flaring 92.7%, chest wall indrawing 86%, rhonchi 91.6% and wheezing 14.6%. The laboratory test showed leucocyte 63% within normal limits and infiltrate found in 96,6% chest radiograph. Accompanying diseases that often in children with pneumonia are anemic 30.9% and complications that occur is acid-base balance disorders 48,3%. The hospital length of stay for children is 5-10 days and 56.7% children had improvement outcomes.The high incidence of CAP in children at DR. M. Djamil hospital influenced by several factors, such as malnutrition status, incomplete immunization.Keywords: profile, community-acquired pneumonia, children
Hubungan Status Gizi Bayi dengan Pemberian ASI Ekslusif, Tingkat Pendidikan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Nilakesuma, Aisyah; Jurnalis, Yusri Dianne; Rusjdi, Selfi Renita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStatus gizi merupakan salah satu tolak ukur untuk menilai perkembangan kesehatan bayi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi seorang bayi, diantaranya pemberian ASI ekslusif, tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara status gizi bayi dengan pemberian ASI ekslusif, tingkat pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga. Telah dilakukan penelitian Cross Sectional Analytic di wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir. Data diambil melalui pengukuran langsung berat badan/tinggi badan dan wawancara dengan kuesioner terhadap 107 responden, kemudian dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian terhadap 107 bayi didapatkan sebanyak 82,2% bayi berstatus gizi normal dan hanya 18,7% bayi yang diberi ASI ekslusif, sedangkan terhadap ibu diperoleh data: 76,6% berpendidikan tinggi dan 80,4% merupakan keluarga tidak miskin. Bayi yang mendapat ASI ekslusif 80% berstatus gizi normal. Menurut tingkat pendidikan ibu, didapatkan 82,9% bayi berstatus gizi normal memiliki ibu berpendidikan tinggi. Sedangkan menurut status ekonomi keluarga, bayi yang berada pada keluarga tidak miskin sebanyak 83,7% berstatus gizi normal.Kata kunci: status gizi, ASI ekslusif, tingkat pendidikan ibu, status ekonomi keluargaAbstractNutritional status is one yardstick for assessing health an infant development. There are many factors that can influence the nutritional status of infant, which are exclusive breastfeeding, mother educational status, and economic status of family. This research aimed to determine the relationship between infant nutritional status exclusive breastfeeding, mother educational status, and economic status of family. The research has been conducted about the relationship between infant nutritional status with exclusive breastfeeding, mother educational status, and economic status of family in working area of Padang Pasir Health Care. Data were taken by measurement directly for weight/height and interviewed with questionnaire to 107 respondents. Data were analyzed by using chi square. The result showed that 82,2% infant have normal status of nutrition and only 18,7% of infants who were given exclusive breastfeeding. While the result of research on the mother of respondents, then obtained a total of 76,6% highly educated and 80,4% constituting the family not be poor. Nutritional status of an infant who gets exclusive breastfeeding, 80% has normal nutrition status. According to the level of education mother, infant who possess the mother with the level of higher education, 82,9% the status is normal nutrition. And according to the economy of a family, an infant from familiy that were not poor 83,7% the status is normal nutrition.Keywords: nutritional status, exclusive breastfeeding, mother educational status, economic status of family
Perbandingan Efektivitas Obat Kumur yang Mengandung Chlorhexidine dengan Povidone Iodine terhadap Streptococcus Mervrayano, Jeanne; Rahmatini, Rahmatini; Bahar, Elizabeth
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenyakit gigi menempati urutan ke-6 dari keluhan masyarakat atau 5.21% dari 25.13% masyarakat yang mengeluh sakit gigi. Hasil Survei Kesehatan Nasional 1995, mendapatkan 90% rumah tangga memiliki sikat gigi sehingga dapat diasumsikan bahwa masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan gigi, tetapi tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup dalam pemeliharaanya, sehingga perlu cara lain untuk mengontrol plak yaitu dengan obat kumur. Streptococcus mutans adalah bakteri yang banyak ditemukan dalam rongga mulut. Sifat anti bakteri obat kumur terutama ditentukan oleh bahan aktif yang terkandung di dalamnya seperti Chlorhexidine dan Povidone iodine. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas obat kumur Chlorhexidine dan Povidone iodine terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini berjenis eksperimental dengan rancangan penelitian true experiment dengan post test only with control group design dengan jumlah sampel 16 kali pengulangan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran diameter zona hambat (halo) sekitar cakram. Hasil penelitian ini menunjukan rerata zona hambat sediaan chlorhexidine adalah 19,4 mm, dan povidone iodine adalah 7,6 mm. Dari hasil pengukuran zona hambat, sediaan yang membentuk zona hambat rata-rata paling besar adalah sediaan obat kumur yang mengandung clorhexidine.Kata kunci: chlorhexidine, povidone iodine, streptococcus mutansAbstractDental disease ranks 6th of public complaints or 5.21% from 25.13% of the people who complained of a toothache. National Health Survey, 1995, get 90% of households have a toothbrush so that it can be assumed that the public are aware of the importance of dental health, but not balanced with sufficient knowledge in caretaker, therefore it needs another way to control plaque mouthwash. Mouthwash is a solution or liquid used to help provide freshness in the oral cavity and clean the mouth of plaque and organisms that cause disease in the oral cavity. Streptococcus mutans is one of the microorganisms that are found in the oral cavity is a major cause of oral diseases. Antibacterial mouthwash is mainly determined by the active ingredients contained in them such as Chlorhexidine and Povidone iodine.The objective of this study was to compare the effectiveness of Chlorhexidine mouthwash and Povidone iodine against Streptococcus mutans. Experimental research of this type with the study design True Experiment with Posttest Only Control Group Design with a sample of 16 repetitions. Data collection is done by measuring the diameter of inhibition zone ( halo ) around the discs. The results of this study showed an average inhibition zone Chlorhexidine preparation is 19.4 mm, and povidone iodine was 7.6 mm. Judging from the results of inhibition zone measurement, stocks that make up the average zone of inhibition is greatest mouthwash preparations containing clorhexidine.Keywords:Chlorhexidine, Povidone iodine, Streptococcus mutans