cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2015)" : 53 Documents clear
Prevalensi Depresi pada Pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang Mengambil Dana Pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang Putri, Finna Dwi; Yanis, Amel; Syamsir, Elmatris
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba, sebagian orang sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan dihadapi kelak. Individu yang memiliki kondisi mental yang tidak stabil sering menjadi akar penyebab terjadinya gangguan mental semasa pensiun yaitu depresi. Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh hilangnya perasaan kendali seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi depresi pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang mengambil dana pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan subjek dipilih secara consecutive sampling dengan jumlah 277 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Beck Depression Inventory dan hasil yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang mengambil dana pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang sebesar 27,8%. Usia terbanyak berada pada kategori usia ≥60 tahun, gejala depresi terbanyak terjadi pada pensiunan laki-laki, prevalensi depresi terbanyak pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil golongan IIIa. Prevalensi terbanyak adalah pensiunan yang menjalani lama pensiun ≤10 tahun.Kata kunci: depresi, pensiun, pegawai negeri sipil AbstractRetirement is often regarded as unpleasant fact that before it’s time comes, most people are worried because they do not know what kind of life to be faced later. Individuals who have an unstable mental condition is often the root causes of mental disorders during retirement i.e depression. Depression is a mood disorder characterized by loss of control of one’s feelings. The objective of this study was to determine the prevalence of depression in retired civil servants who take the retirement funds in BTPN Bank branch M. Yamin Padang. This was a descriptive study and subjects were chosen by consecutive sampling with total sampling 277 persons. Instrument of this study was questionnaire of Beck Depression Inventory and the results obtained are presented in the form of a frequency distribution table. The result of this study indicated that the prevalence of depression in retired civil servants who take retirement funds in BTPN Bank branch M. Yamin Padang was 27.8%. Most of them are at the age category of ≥60 years, most of symptoms of depression is in men, the largest prevalence of depression in retired civil servant class IIIa. The most of them are the retirees who have retired for ≤10 years.Keywords: depression, retirement, civil servants
Gambaran Fungsi Ginjal pada Pasien Gagal Jantung yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2010-31 Desember 2012 Indrisia, Putri Reno; Miro, Saptino; Iryani, Detty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHubungan hemodinamik antara jantung dan yang disebut sebagai cardiorenal connector bertanggung jawab dalam perburukkan fungsi ginjal. Gagal jantung yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal termasuk dalam kategori sindrom kardiorenal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran fungsi ginjal pada pasien gagal jantung. Desain penelitian menggunakan study retrospektif dengan populasi adalah pasien gagal jantung yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil periode 2010-2012. Lebih dari setengah pasien gagal jantung (63,63%) mengalami penurunan fungsi ginjal sedang, 18,18% penurunan fungsi ginjal ringan dan 18,18% penurunan fungsi ginjal berat. Pada pasien dengan CHF I, 40% mengalami penurunan fungsi ginjal ringan dan 20% mengalami penurunan fungsi ginjal sedang. Pada pasien dengan CHF II, 18,92% mengalami penurunan fungsi ginjal ringan, 59,56% mengalami penurunan fungsi ginjal sedang, 2,7% mengalami penurunan fungsi ginjal berat. Pada pasien CHF III terdapat 35,85% penurunan fungsi ginjal ringan, 50,94% penurunan fungsi ginjal sedang dan 3,77% penurunan fungsi ginjal berat. Pada pasien CHF IV 14,81% mengalami penurunan fungsi ginjal ringan, 62,97% sedang dan 7,41% mengalami penurunan fungsi ginjal berat. Nilai rerata LFG pasien CHF semakin menurun sesuai dengan peningkatan derajat klasifikasi fungsional gagal jantung.Kata kunci : gagal jantung, sindroma kardiorenal, fungsi ginjal AbstractHemodinamic relation between heart and kidney called cardiorenal connector is responsible for worsening kidney function. The objective of this study was to description kidney function among heart failure patients, more than half (about 63.63%) had moderate worsening kidney function, 18.18% mild worsening kidney function and 18.18% severe worsening kidney function. Patients who were diagnosed with CHF I, 40% mild worsening kidney function and 20% moderate worsening kidney function. In CHF II patients, 18.92% mild worsening kidney function, 59.56% moderate worsening kidney function and 2.7% severe worsening kidney function. In CHF III patients, about 35.85% had mild worsening kidney function, 50.94% moderate worsening kidney function and 3.77% severe worsening kidney function. Mild worsening kidney function occurs in 14.81% patients with CHF IV, moderate worsening kidney function occurs in 62.97% patients with CHF IV and severe worsening kidney function occurs in 7.41% patients with CHF IV. Mean of GFR level in CHF patient is desreasing consistent to its enhancement functional class of HF.Keywords: heart failure, cardiorenal syndrome, kidney function
baran Luka Korban Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang Riandini, Isnu Lucky; Susanti, Rika; Yanis, Amel
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa dijalan yang melibatkan kendaraan atau pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran luka korban kecelakaan lalu lintas yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, mencakup jumlah kasus korban kecelakan lalu lintas berdasarkan jenis kelamin, usia, kategori pengguna jalan, jenis luka, lokasi luka dan patah tulang. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan cara mengumpulkan data sekunder yang diambil dari rekam medis korban kecelakaan lalu lintas (hidup dan meninggal) yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari 1 Juli 2010 sampai 30 Juni 2012. Didapatkan 100 kasus kecelakaan lalu lintas (korban meninggal) dan 73 kasus (korban hidup) yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan korban terbanyak laki laki dibanding perempuan. Rentang usia terbanyak yaitu usia dewasa awal (19 – 35 tahun). Kategori pengguna jalan yang banyak mengalami kecelakan lalu lintas adalah pengendara roda dua. Jenis luka terbanyak yaitu luka lecet. Ada 39,2% (korban meninggal) dan 42,6% (korban hidup). Lokasi luka terbanyak pada daerah kepala dan lokasi patah tulang terbanyak pada daerah ekstremitas bawah.Kata kunci: kecelakaan lalu lintas, luka, VeR AbstractTraffic accident is a condition involving vehicle or other street user, causing human victim or material loss. The objective of this study was to find the description of injuries to the victims of traffic accidents conducted an examination at RSUP Dr. M. Djamil Padang, Including total traffic accident victim cases which had been done a corps examination, distribution based on gender, age, street user category, type of wound, location of wound and fracture. This descriptive retrospective research conducted by taking secondary data of traffic accident victims (death and survivor) from RSUP Dr. M. Djamil Padang during period 1 July 2010 – 30 June 2012. It had been gotten 100 cases the victims of traffic accident for deaths and 73 cases for survivors at RSUP Dr. M. Djamil Padang. Male victims were larger than female victim,. The largest age group were found 19 – 35 years old. The many street user category that experiencing traffic accidents are motor bikers. The most common wounds were found abrasion wounds which 39.2% for deaths and 42,6% for survivors. The wounds usually were found at the head areas and the fractures were found at the lower limb region.Keywords: traffic accident, wound, VeR
Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi Riani, Meiyestri Dwi; Oenzil, Fadil; Kasuma, Nila
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05). Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05) pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05) terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the effect of application bleaching agents 10% of carbamide peroxide and 6% of hidrogen peroxide in home bleaching on enamel hardness surface.The method that used in this study is using true experimental with pre test-post test contol group design. Sample of the study using first premolar maxillary had been extracted into 32 pieces that divided into two treatments groups. Group I was applied by 10% of carbamide peroxide for 1 hours a day and group II was applied by 6% of hidrogen peroxide for 10 minutes a day and the duration of application was 14 days. Both of the groups were in the incubator 370C. Enamel hardness surface was measure by Vickers Hardness Tester. This study used independent t-test and paired sample t-test (p<0.05).The result of this study showed that significant decrasing 0.000 (p<0.05) of enamel hardness surface in average between before and after applied. Both of bleaching agents have the comparison that tend to be not significantly 0.073 (p>0.05) on enamel hardness surface after application of bleaching agents with significant value were. The conclusion is bleaching agents can affect enamel by decreasing enamel hardness surface value which are marked significant because demineralizion.Keywords:carbamide peroxide, hidrogen peroxide, home bleaching, enamel hardness surface
Aspirasi Benda Asing Paku dengan Komplikasi Atelektasis Paru dan Aspirasi Benda Asing Jarum Pentul Tanpa Komplikasi Novialdi, Novialdi; Fitri, Fachzi; Subroto, Histawara
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aspirasi benda asing bronkus adalah masalah yang sering  pada anak-anak dan merupakan masalah seriusserta bisa berakibat fatal. Sebagian besar aspirasi benda asing di bronkus pada anak-anak karena kecenderunganmemasukkan sesuatu ke mulut, pertumbuhan gigi molar yang belum lengkap, kurangnya pengawasan dari orang tuadan lain-lain. Aspirasi jarum pentul di bronkus biasanya terjadi pada wanita remaja muslim yang menggunakan jilbab.Benda asing tajam di bronkus harus segera dikeluarkan dalam kondisi dan peralatan optimal untuk mencegahkomplikasi yang timbul. Komplikasi akibat aspirasi benda asing tajam yang paling sering berupa perforasi jalan nafas,trakeitis, bronkitis, jaringan granulasi, efusi pleura dan atelektasis. Tindakan bronkoskopi merupakan pilihan untukekstraksi benda asing tajam yang teraspirasi. Dilaporkan dua kasus aspirasi benda asing tajam di bronkus yaitu padaseorang anak laki-laki, berusia 6 tahun dengan aspirasi paku dengan komplikasi atelektasis paru dan seorang anakperempuan, berusia 14 tahun dengan aspirasi jarum pentul tanpa komplikasi yang telah berhasil diekstraksimenggunakan bronkoskopi kaku.Kata kunci: benda asing tajam di bronkus, aspirasi paku, aspirasi jarum pentul, atelektasis, bronkoskopi kaku  Abstract Bronchial foreign body aspiration is a common problem in children and it is a serious problem that can befatal. Most of bronchial foreign body aspiration occur in children because of the tendency to put something into themouth, the molar growth is not yet complete, the lack of supervision from parents and others situation . Aspiration of apin in the bronchi usually occurs in adolescent Muslim women who wear headscarf. Sharp foreign bodies in thebronchi must be removed immediately and the optimal equipment to prevent complications. Complications due tosharp foreign bodies aspiration most often in the form of perforation, tracheitis, bronchitis, granulation tissue, pleuraleffusion and atelectasis. Bronchoscopy is the management  for aspirated sharp foreign body extraction   Reported two cases of a sharp foreign body aspiration is a boy, aged 6 year old with nail aspiration complication withlung atelectasis and a girl, aged 14 year old with aspirations of a pin without complications that have been successfully extract  using rigid bronchoscopy . Arial 9 italicKeywords:  sharp foreign bodies in the bronchi, nail aspiration, pin aspiration, atelectasis, rigid bronchoscopy
Decription of Students’ Learning Style Isrona, Laila
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBelajar adalah perubahan mental yang terjadi sebagai repreentasi dan hubungan dari hasil pengalaman dalam jangka panjang. Vermunt mengklasifikasikan empat tipe belajar: meaning-directed, application-directed, reproduction-directed dan undirected learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara deskriptif bagaimana tipe belajar mahasiswa di FK-UNAND. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang dan mendeskripsikan tipe belajar empat orang mahasiswa. Kuesioner ILS dari Vermunt dibagikan kepada enam mahasiswa dan hanya empat kuesioner yang kembali serta bisa dianalisis. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) mahasiswa A mempunyai tipe beajar yang tidak spesifik, mahasiswa ini lebih cenderung ke tipe undirected dan reproduction directed, (2) mahasiswa B menunjukkan lebih mahir dalam kegiatan belajar, tipe belajarnya lebih mengarah kepada reproduction dan application directed, (3) mahasiswa C mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada tipe undirected, (4) mahasiswa D menunjukkan mahasiswa yang lebih mampu untuk melakukan self regulation, construction of knowledge dan mempunyai motivasi internal yang baik, namun skor yang diperoleh masih terkategori tipe undirected. Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat tumpang tindih pola belajar pada mahasiswa, namun profile yang tepat ditunjukkan pada skor yang dominan. Rekomendasi untuk perbaikan proses belajar mengajar di FK-UNAND disampaikan berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh.Kata kunci: ILS, mahasiswa, tipe belajar AbstractDefinition of learning is as changing of mental representation or associations for long term as a result of experience. Vermunt states four learning styles: meaning-directed, application-directed, reproduction-directed and undirected learning styles. The objective of this study was to explore descriptively how is students’ learning style in the MFAU. The research approach was qualitative method and apply cross sectional studies as well as concern at the descriptive of learning style of four MFAU students. The Vermunt’s ILS questionnaire was administered to the six medical students. Four questionnaires were returned and usable for further analysis. The results of the survey that, firstly, student A adopts unspecific learning process and she is more undirected and reproduction directed type. Secondly, the student B performances more advance at learning activities. Her score is higher at reproduction and application directed type. Thirdly, student C gets higher score at undirected type. Then, student D performs an expert learner due to self-regulation, construction of knowledge and personal interested, but the student is still more undirected type.All in all, it was found some overlapping of learning styles among students surveyed, the means of profile showed the dominant type of learning of each student. The results of the survey should provide advises for students and teachers to improve the learning-teaching process in the MFAU as succinctly presented earlier.Keywords: learning style, ILS, student
Hubungan Kadar Gula Darah saat Masuk Rumah Sakit dengan Jenis Sindroma Koroner Akut di RS Dr. M. Djamil Padang Valerian, Willy; Syafri, Masrul; Rofinda, Zelly Dia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSindrom Koroner Akut (SKA) merupakan spektrum dari penyakit arteri koroner yang tidak stabil, mulai dari angina pektoris tidak stabil sampai infark miokardium. SKA terbagi atas Unstable Angina Pectoris (UAP), ST elevation myocardial infarction (STEMI), Non-ST elevation myocardial infarction (NSTEMI). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kadar gula darah saat masuk rumah sakit dan jenis SKA. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medik RS Dr. M. Djamil Padang dengan mengambil data pasien SKA dari Januari 2012 sampai Desember 2012. Hasil penelitian ini didapatkan jenis SKA dengan gula darah yang tidak normal dari 60 sampel, yaitu: UAP 25%, NSTEMI 35%, STEMI 40%. Hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa nilai p = 0,592 yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah saat masuk rumah sakit dengan jenis SKA. Hal ini terjadi mungkin karena terlalu sedikitnya sampel dan banyak sampel kriteria ekslusi dalam pencarian data. Sebaiknya dalam penelitian yang akan datang dapat memperbanyak sampel.Kata kunci: sindrom koroner akut, kadar gula darah, hubungan kadar gula darah dengan SKA AbstractAcute Coronary Syndrome (ACS) is a spectrum of coronary artery disease that is not stable, ranging from unstable angina to myocardial infarction. Acute Coronary Syndrome is divided into Unstable Angina Pectoris (UAP), ST elevation myocardial infarction (STEMI), non-ST elevation myocardial infarction (NSTEMI). The objective of this study was to determine the relationship between blood sugar levels when admitted to hospital and Acute Coronary Syndrome type by using cross sectional study. The study was conducted at the Medical Records RS Dr. M. Djamil Padang. The ACS data collected from January 2012 until December 2012. The results of this study was found the SKA with abnormal blood sugar of 60 samples, i.e. UAP25%, NSTEMI35%, 40% STEMI. On the results of data processing can be seen that the value of p=0.592, which means there is no significant correlation between blood sugar levels upon hospital admission and the type of SKA. No relationship because of little samples and exclusion criteria. The further study has to used more samples.Keywords: acute coronary syndrome, blood sugar levels, blood sugar relationship with acute coronary syndrome
Hubungan Kadar Albumin Serum dengan Morbiditas dan Mortalitas Maternal Pasien Preeklampsia Berat dan Eklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Veronika, Yunike; Resudji, Joserizal; Sastri, Susila
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPreeklampsia dan eklampsia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi di dunia, dimana terjadi penurunan albumin serum (hipoalbuminemia) sehingga tekanan hipovolemik intravaskular berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar albumin serum dengan morbiditas dan mortalitas maternal pasien preeklampsia berat dan eklampsia. Penelitian ini bersifat analitik observasional retrospektif dilakukan dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medis pasien preeklampsia berat dan eklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2012 – Desember 2012. Sampel ditetapkan dengan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 133 kasus. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan analisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian morbiditas maternal adalah 33,8%, mortalitas maternal 3,8% dan 3,8% pasien dengan hipoalbuminemia. Dari hasil analisis, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar albumin serum dengan morbiditas dan mortalitas maternal pasien preeklampsia berat dan eklampsia, dimana nilai p=1 untuk hubungan kadar albumin serum dengan morbiditas maternal dan p=0,177 untuk hubungan kadar albumin serum dengan mortalitas maternal pasien preeklampsia berat dan eklampsia (p>0,05).Kata kunci: preeklampsia berat, eklampsia, albumin serum AbstractPreeclampsia and eclampsia are major causes of maternal and fetal morbidity and mortality in the world, in which serum albumin decreases (hypoalbuminemia) so hypovolemic intravascular pressure will be reduced. The objective of this study was to determine the relation between serum albumin levels and maternal morbidity and mortality of severe preeclampsia and eclampsia patients. A retrospective observational analytical research was conducted with a cross sectional study design. The study population was the entire medical records of severe preeclampsia and eclampsia patients in RSUP Dr. M. Djamil Padang, period January 2012 – December 2012. The sample was determined by total sampling technique which obtained a sample of 133 cases. Data processing was computerized and analyzed by chi-square test. The incidence of maternal morbidity was 33.8%, maternal mortality was 3.8%, and 3.8% patients were with hypoalbuminemia. The analysis result obtained there was no significant correlation between serum albumin levels and maternal morbidity and mortality of severe preeclampsia and eclampsia patients, in which p=1 for serum albumin levels correlation with maternal morbidity and p=0.177 for serum albumin levels correlation with maternal mortality of severe preeclampsia and eclampsia patients (p>0.05).Keywords: severe preeclampsia, eclampsia, serum albumin
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Toksoplasma pada Ibu Hamil di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2010-2013 Andriyani, Rika; Megasari, Kiki
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakToksoplasmosis pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran dan kematian pada bayi yang dilahirkan, hal ini dikarenakan terjadinya infeksi pada saat bayi dalam kandungan. Berdasarkan SDKI tahun 2007, tercatat 35% ibu hamil mengalami toksoplasma. Tahun 2008 kejadian toksoplasma pada ibu hamil meningkat menjadi 47%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Toksoplasma pada ibu hamil di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami infeksi toksoplasma yaitu sebanyak 30 orang. Pada penelitian ini seluruh populasi dijadikan sebagai subjek yaitu 30 orang (kelompok kasus) dan 30 orang kelompok (kontrol). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain case control. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan bermakna dengan kejadian toksoplasmosis yaitu variabel pendidikan. Hasil analisis multivariat, didapatkan OR dari variabel pendidikan adalah 4.344 (CI 95% : 1.804-16.427) artinya ibu hamil dengan pendidikan rendah beresiko 4 kali mengalami toksoplasmosis daripada ibu hamil yang berpendidikan tinggi.Kata kunci: faktor risiko, ibu hamil, toxoplasma AbstractToxoplasmosis in pregnant women, can lead to miscarriage and death in babies born due to infection by the time the baby in the womb. SDKI 2007, there were 35% of pregnant women experience toxoplasma and in 2008 the incidence of toxoplasmosis in pregnant women increased to 47%. The objective of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of toxoplasma in pregnant women at Arifin Achmad Pekanbaru in 2013. Population in this study were all pregnant women who become infected with Toxoplasma as many as 30 people. The entire population of this study serve as a subjects in this study, in the number of samples of 30 persons (cases) and 30 person group (control). This research used quantitative analytical research with case control design. The data were analyzed using univariate, bivariate with chi-square test and multivariate. The results showed that the variables significantly associated with the incidence of toxoplasmosis is the variable of education. Multivariate analysis of variables obtained OR education is 4.344 (95% CI: 1804-16427) means that pregnant women with low education are at risk 4 times suffered from toxoplasmosis in pregnant women with high education.Keywords: risk factor, pregnant woment, toxoplasma
Transportasi Jenazah dan Aspek Medikolegal Susanti, Rika
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada kematian seseorang, kadangkala diperlukan transportasi jenazah untuk membawa jenazah ke tempat yang diinginkan oleh ahli waris. Transportasi jenazah bisa melalui darat, laut maupun udara. Persyaratan transportasi jenazah berbeda dengan trasportasi barang lainya. Persyaratan transportasi jenazah meliputi persyaratan administrasi dan tata laksana terhadap jenazah. Administrasi yang diperlukan antara lain adalah surat keterangan kematian, sertifikat pengawetan jenazah. Tatalaksana yang diperlukan seperti pengawetan terhadap jenazah, pemetian dan lain sebagainya.Persyaratan pada masing- masing negara pada umumnya adalah sama. Jadi jika ingin melakukan transportasi jenazah, maka ahli waris haruslah mengikuti peraturan yang diterbitkan oleh tempat pemberangkatan dan tempat yang akan menerima.Kata kunci: transportasi jenazah-persyaratan administrasi-tatalaksana jenazah AbstractOn the death of a person, sometimes necessary transport the bodies to bring the bodies to the desired place by the heirs. Transport bodies can by land, sea or air. Corpse transport requirements different from other goods transportation. Terms of transport bodies include the administrative requirements and procedures for the corpse. Administration required include a death certificate, certificate wiring bodies. Procedures are needed such as preservation of the bodies, and others.Requirements in each country in general is the same. So if you want to transport the corpse, then heirs must follow the regulations published by the place of departure and the place that will accept.Keywords: transport the corpse-administrative requirements-management of bodies