cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2016)" : 28 Documents clear
Fistula Vesiko Vaginalis Ertandri, Luki
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak          Latar belakang : fistula vesiko vaginalis merupakan bagian dari fistula vesiko urogenital merupakansuatu keadaan ditandai fistel antara kandung kemih dengan vagina yang menyebabkan rembesan urin keluar melalui vagina.           Kasus : wanita P3A0H3, 44 tahun, datang dengan keluhan terasa rembesan buang air kecil dari kemaluan sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan muncul 7 hari setelah menajalani operasi histerektomi 3 bulan yang lalu. Histerektomi dilakukan atas indikasi mioma uteri dilakukan di Rumah Sakit Swasta. Tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan inspekulo tampak cairan urin menumpuk di fornix posterior. Dilakukan prosedur tes methylene blue didapatkan hasil positif di puncak vagina anterior 1 fistel dengan ukuran 1-1,5 cm. Pada pasien dilakukan fistulorraphy vesikovagina dengan teknik repair latzko dalam spinal anasthesi.           Pembahasan : Kasus fistula vesiko vaginalis biasa muncul di negara berkembang. Diantara faktor predisposisi adalah disebabkan operasi histerektomi, selain itu trauma persalinan dan komplikasi operasi daerah pelvik. Pemeriksaan Fisik dan pemeriksaan tambahan secara konvensional atau minimal invasif seperti sistoskopi, sistografi menggunakan zat kontras bisa membantu menegakan diagnosa, menentukan lokasi, ukuran dan jumlah fistel. Pembedahan adalah terapi andalan untuk fistula urogenital melalui transvagina atau trans abdomen. Pendekatan terapi tergantung ilmu, pengalaman dan kolaborasi dengan ahli lain bila dibutuhkan.Kata kunci: fistula vesiko vaginalis, histerektomi, latzkoAbstractBackground : Vesica vagina fistula is a part of urogenital fistula wich condition that present fistula between bladder and vagina and make urine mold through vagina.Case Report: Woman P3A0H3, 44 years old, admitted with complaining mold of urine from vagina since three months ago after seven days having surgery procedure. Complaint appeared seven days after histerctomi procedure. The procedure do as indication myoma uterus, the procedure has done in Private Hospital. The vital signs are normal. On Per Speculum examination, clearly see there are fluids on fornix posterior. methylene blue tes has proceed and get the positive result. Fistula is at the top anterior of vagina, about 1-1,5 cm. Surgery procedure fistulorraphy vesica vagina with latzko technique under Spinal Anesthesia has performedDiscussion : Vesica vagina fistula usually occur in the development country. Predisposition factors of it caused by histerectomi procedure, besides trauma during labour and complication of pelvic surgery may also too. Physical and additional specific examination conventionally or minimal invasive like cystoscopy, cystography with contrast can obtain diagnose, determine the location, size and number of fistula. Surgery is the mainstay therapy for urogenital fistula through trans vagina or trans abdomen. Approaching depend on knowledge, experience and collaboration with other expert if needed. Keywords: Vesica vagina fistula, histerectomy, latzko
Identifikasi Bakteri Coliform pada Kontak Permukaan Galon Air Minum Isi Ulang Distribusi Akhir di Kecamatan Bungus Okta Jonanda, Herik; Djamal, Aziz; Yulistini, Yulistini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGalon air minum merupakan wadah untuk menyimpan persediaan air minum yang banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari hari di Kota Padang. Jika wadah tidak dibersihkan sesuai standar yang telah ditetapkan, maka akan terdapat bakteri kontaminan di permukaan dalam galon yang akan menyebabkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas mikrobiologi kontak permukaan dalam galon pada distribusi akhir di Kecamatan Bungus. Penelitian dilakukan di depot air minum isi ulang di Kecamatan Bungus Padang dari April 2014 sampai Oktober 2014. Metode penelitian  menggunakan cross sectional study yang dilakukan pada 18 sampel dari 9 depot air minum isi ulang yang dibagi menjadi masing-masing 2 galon per depot air minum isi ulang. Penelitian ini terdiri dari pengambilan sampel lalu uji bakteriologi dengan metode Most Probably Number (MPN) yang meliputi uji penduga dan uji konfirmasi. Hasil uji konfirmasi dari 18 sampel didapatkan 3 sampel yang tidak memenuhi syarat mikrobiologis sesuai dengan PERMENKES No. 46 tahun 1990.Kata kunci: uji presumptive, uji confirmative, most probably number AbstractGallons of drinking water is a container for storing drinking water supplies are widely used by the community to meet the daily drinking water needs in Padang city. If the container is not cleaned according of standards that have been set, there will be bacterial contaminants on the surface in gallons that will cause various diseases. The objective of this study was to determine the microbiological quality of the contact surface in gallons at the end of the distribution in the Bungus District. The study was conducted at the depot refill drinking water in the Bungus District  Padang in April 2014 to October 2014. Cross-sectional study was performed on 18 samples from 9 depot refill drinking water which is divided into each of 2 gallons per refill drinking water depot. This study consisted of sampling and bacteriological test  Most Probably Number (MPN), which includes test and confirmative test estimators. Confirmative test results of 18 samples are obtained three samples that do not qualify according to the microbiological that has been set by PERMENKES No. 46 in 1990.Keywords: presumptive test, confirmative test, most probably number
Hubungan Derajat Keasaman Cairan Lambung dengan Derajat Dispepsia pada Pasien Dispepsia Fungsional Prasetyo Muhammad, Emil; Widya Murni, Arina; Sulastri, Delmi; Miro, Saptino
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipersekresi asam lambung dianggap penting sebagai salah satu mekanisme patologis dispepsia fungsional. Hipersekresi asam lambung dapat meningkatkan sekresi pepsin yang dapat menimbulkan kerusakan mukosa lambung pada dispepsia fungsional. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan derajat keasaman cairan lambung dengan derajat dispepsia yang dialami pasien dispepsia fungsional. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan disain cross sectional yang dilakukan pada 35 sampel pasien dispepsia fungsional dengan teknik consecutive sampling di RSUP DR. M.Djamil Padang mulai Juli sampai Oktober 2014. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 51.4% pasien dispepsia fungsional memiliki derajat keasaman cairan lambung hyperacidity, 57.1% menderita dispepsia derajat sedang-berat, dan menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan tarif signifikansi (p) 0.029 (p < 0.05). Terdapat hubungan bermakna antara derajat keasaman cairan lambung dengan derajat dispepsia pada pasien dispepsia fungsional. Peningkatan derajat keasaman cairan lambung berbanding lurus dengan derajat dispepsia pada pasien dispepsia fungsional.Kata kunci: keasaman cairan lambung, derajat dispepsia, dispepsia fungsional AbstractGastric acid hypersecretion is considered important as one of the pathological mechanisms of functional dyspepsia. Gastric acid hypersecretion can increase the secretion of pepsin which can cause gastric mucosal damage in functional dyspepsia. The objective of this study was to determine the correlation of gastric juice acidity with dyspepsia level experienced by functional dyspepsia patients.This study was a analytic study with cross sectional design applied on 35 samples of functional dyspepsia patients with non-probability consecutive sampling technique at RSUP DR. M. Djamil Padang from July to October 2014. The data were computerized analyzed using chi-square test. The results showed 51.4% of patients with functional dyspepsia had hyperacidity gastric juice, 57.1% had moderate-to-severe dyspepsia level, and show a strong enough correlation with the rate of significance  0.029 (p < 0.05).There was a significant correlation between the gastric juice acidity with dyspepsia level of functional dyspepsia patients. Increase of gastric juice acidity is proportional to the dyspepsia level in functional dyspepsia patients.Keywords::gastric juice acidity, dyspepsia level, functional dyspepsia
Hubungan Perilaku Merokok dengan Ketahanan Kardiorespirasi (Ketahanan Jantung-Paru) Siswa SMKN I Padang Besta Rizaldy, Amanda; Afriwardi, Afriwardi; Susanty Sabri, Yessy
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAda banyak faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan kardiorespirasi pada remaja, salah satunya adalah perilaku merokok. Merokok pada masa remaja akan mengganggu kebugaran, khususnya ketahanan kardiorespirasi karena efek dari zat yang terkandung didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan perilaku merokok dengan ketahanan kardiorespirasi pada remaja. Ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional study yang dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang (SMK N 1 Padang) dengan jumlah subjek sebanyak 111 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner dan tes ketahanan kardiorespirasi. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMK N 1 Padang yang merokok memiliki ketahanan kardiorespirasi yang kurang baik yaitu sebanyak 55,1% siswa, sedangkan sebanyak 40,5% pada siswa yang tidak merokok memiliki ketahanan kardiorespirasi yang cukup baik. Setelah dilakukan analisis melalui uji chi-square, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan ketahanan kardiorespirasi (p<0,05).Kata kunci: perilaku merokok, ketahanan kardiorespirasi, remaja AbstractThere are many factors correlate to cardiorespiratory endurance of the teenagers, one of them is smoking behavior. Smoking behavior in teenagers will affect the physical fitness, especially for the cardiorespiratory endurance because of the effect from the substances in cigarette. The objective of this study was to determine the correlation between smoking behavior and the cardiorespiratory endurance of the teenagers. This was an analytical research with cross-sectional study design. This study was done for the students of Vocational Senior High School 1 Padang with the total subjects were 111 peoples. The data was collected by questionnaire and cardiorespiratory endurance’s test. This study used chi-square test for the statistical analyze. The result of this research found that most of the smoker students of SMK N 1 Padang have a low cardiorespiratory endurance, the percentage was 55,1% and 40,5% of the non-smoker students had a good enough cardiorespiratory endurance. The chi-square test result conclude that there is a significant relation between smoking behavior and the cardiorespiratory endurance (p<0,05).Keywords: smoking behavior, cardiorespiratory endurance, teenagers
Gambaran Derajat Merokok Pada Penderita PPOK di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil el Naser, Fadhil; Medison, Irvan; Erly, Erly
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan dapat dicegah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran derajat merokok pada penderita PPOK di Bagian Paru Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang. Ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik penderita merokok dengan yang dirawat di Bagian Paru Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil. Data sekunder diambil dari rekam medik penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang dirawat di Bagian Paru Rumah Sakit Umum Pusat dari  1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013. Data diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Sebanyak 20 subjek didapatkan nilai indeks brinkman berat sebanyak 15 orang. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara derajat merokok dengan derajat keparahan PPOK (p = 0,033) dan korelasi yang kuat antara keduanya (r  = 0,577). Terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi yang kuat antara derajat merokok dengan derajat keparahan PPOK.Kata kunci: merokok. indeks Brinkman, PPOK AbstractCOPD is a disease with airway limitation characteristic. That is not fully reversible and can be prevented. Smoking is the leading cause of COPD. Indonesia is one of the developing countries that have a high number of active smokers. The increase in prevalence is also occurred in the province of West Sumatra, which increased from 30.2% in 2007 to 38.4% in 2010. The objective of this study was to describe the degree of smoking in patients with COPD in Pulmonary Section General Hospital Dr. M. Djamil. This study used a retrospective descriptive design using medical record data of smoker patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) who were treated in the Pulmonary Section General Hospital Dr. M. Djamil. The data was taken from the secondary status of patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) who were treated in Pulmonary Section General Hospital from January 1, 2013 to December 31, 2013 that recorded in the medical record. Data processed manually from the status of COPD patients and were presented in the form of frequency distribution table. From 20 subjects obtained that 15 samples were classified to severe Brinkman index.  Statistical tests found a significant relationship between the degree of smoking with COPD severity (p = 0.033) and a strong correlation between the two (r  = 0.577). There is a significant relationship and strong correlation between the degree of smoking with COPD severity.Keywords: smoking, Brinkman Index, COPD
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Padang Mahmudah, Mahmudah; Yaunin, Yaslinda; Lestari, Yuniar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstrakRendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan kontrol dari orangtua dapat membuat remaja berperilaku seksual berisiko. Banyak factor yang dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja. Di Sumatera Barat, Padang menduduki urutan ke 3 terbanyak remaja berperilaku seksual berisiko setelah Payakumbuh dan Bukit Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 158 orang yang diambil dengan cara multistage random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis menunjukkan responden yang berperilaku seksual berisiko (20,9%), jenis kelamin laki-laki (38,6%), pubertas di usia <11 tahun (6,3%), tingkat pengetahuan kurang ((1,9%), mendapat paparan tinggi dengan sumber informasi seksual (19,6%) dan yang memiliki sikap negatif (34,8%). Variabel yang memiliki nilai p<0,05 adalah jenis kelamin, paparan dengan sumber informasi seksual dan sikap terhadap berbagai perilaku seksual. Dapat disimpulkan bahwa perilaku seksual remaja di Kota Padang dipengaruhi oleh jenis kelamin laki-laki, paparan tinggi dengan sumber informasi seksual dan sikap negatif terhadap berbagai perilaku seksual.Kata kunci: perilaku seksual, remaja, faktor yang mempengaruhi AbstractLack of knowledge about reproduction health and parents control can make adolescent have risky sexual behavior. Many factors that can related sexual behavior in adolescent. In West Sumatera, Padang city is on rank 3rd after Payakumbuh and Bukit Tinggi who have most adolescent with risky sexual behavior. The objective of this study was to observe the factors that can be related to adolescent sexual behavior in Padang. Type of this research was analytic with cross sectional study.  Total samples in this research were 158 respondents which are taken by multistage random sampling. Data analysis was done by chi-square test with significance level is 95%. The result of analysis showed that respondents who have risky sexual behavior (20,9%), males (38,6%), enter the stage puberty in <11 years old (6,3%), have a lack of knowledge (1,9%), get high exposure with sexual resources (19,6%) and have negative attitude (34,8%). Variables that have p<0,05 are gender, exposure with sexual resource and attitude toward sexual behavior. It can be concluded that adolescent sexual behavior in Padang City be affected by males, high exposure with internet and negative attitude toward sexual behavior. Keywords: sexual behavior, adolescent, factor that related
Hubungan Jumlah Paritas dengan Usia Menopause Gorga, Hadya; Sri Lasmini, Putri; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMenopause merupakan waktu penghentian menstruasi secara permanen yang terjadi setelah hilangnya aktivitas ovarium. Saat ini jumlah wanita usia menopause meningkat seiring dengan peningkatan usia harapan hidup. Studi tentang menopause sangat penting, terutama terkait akibat yang akan terjadi pasca menopause seperti penyakit kardiovaskuler dan osteoporosis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan usia menopause alami dan menganalisis hubungannya terhadap jumlah paritas pada wanita di Kelurahan Bandar Buat Padang. Penelitian  ini merupakan  studi analitik cross-sectional terhadap wanita usia 45-60 tahun yang berada di Kelurahan Bandar Buat Padang. Pengumpulan data dilakukan melalui  wawancara dengan  menggunakan kuesioner  di rumah atau di tempat kerja mereka. Hasil penelitian menunjukan 69 wanita yang diteliti didapatkan rata-rata jumlah paritas adalah 3,663 dengan jumlah paritas 1 dan terbanyak memiliki 10 orang anak. Rata-rata usia menopause responden dalam penelitian ini adalah usia 50,65 tahun dengan usia termuda 46 tahun dan tertua 58 tahun. Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah paritas dan usia menopause di Kelurahan Bandar Buat  dengan hasil p< 0,01.Kata kunci: menopause, jumlah paritas, penyakit kardiovaskuler, osteoporosis AbstractMenopause is the permanent cessation of menstruation period that occurs after the loss of ovarian activity. Currently, the number of women of menopausal age increases as the increase in life expectancy. The study of menopause is very important, especially related to the consequences that will occur after the menopause such as cardiovascular disease and osteoporosis. The objective of this study was to determine the age of natural menopause and analyze its relationship on the amount of parity in the Village Bandar Buat Padang. This study was a cross-sectional analytic study to women aged 45-60 years  in the Village of Bandar Buat Padang. Data collected through interviews using a questionnaire at home or at their workplace. The results showed that from 69 women obtained the average number of parity at the menopausal women is 3.663 with the lowest mumber of parity 1 and the highest had 10 children. The average age of menopause respondents in this study was 50.65 years of age, the youngest is 46 years old and the oldest is 58 years.  There is a significant relationship between the number of parity and the age of menopause in the Village District of Bandar Buat Lubuk Kilangan the result of p =0.00 ( p<0.01).Keywords: menopause, total parity, cardiovascular disease, osteoporosis
Insidensi Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Fitri Fauzia, Dina; Basyar, Masrul; Manaf, Asman Manaf3
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDiabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi dan/atau gangguan kerja insulin. Sekitar 80% dari seluruh kasus DM merupakan DM tipe 2. Salah satu komplikasi DM adalah tuberkulosis (TB) paru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi insidensi TB paru pada pasien DM tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang berupa data pasien DM tipe 2 dan rekam medik pasien DM tipe 2 dengan TB paru yang dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 29 kasus TB paru dari 748 orang pasien DM tipe 2 (3,88%). Kasus DM tipe 2 dengan TB paru terbanyak ditemukan pada kelompok jenis kelamin laki-laki (58,62%), usia < 60 tahun (72,41%; mean: 54,66 ± 12,77 tahun), dan normoweight (51,72%). Sebagian besar pasien menunjukkan hasil pemeriksaan BTA sputum negatif (65,52%). Insidensi pada penelitian ini sedikit lebih rendah daripada hasil penelitian sebelumnya.Kata kunci: insidensi, tuberkulosis paru, diabetes melitus tipe 2 AbstractDiabetes mellitus (DM) is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia resulting from defects in insulin secretion, insulin action or both. Type 2 DM makes up about 80% of all cases of DM. One of the DM’s complications is pulmonary tuberculosis (TB). The objective of this study was to evaluate the incidence of pulmonary TB among type 2 DM patients in Internal Medicine Ward RSUP Dr. M. Djamil Padang. The instruments used in this research were the secondary data derived from the Medical Record Departement RSUP Dr. M. Djamil Padang in the form of type 2 DM patients’ data and medical records of type 2 DM patients with pulmonary TB who were treated in Internal Medicine Ward RSUP Dr. M. Djamil Padang since January 1st 2011 – December 31st 2011. The results of this research showed that there were 29 cases of pulmonary TB among 748 type 2 DM patients (3,88%). Most of type 2 DM with pulmonary TB cases were found in males (58,62%), < 60 years old (72,41%; mean: 54,66 ± 12,77 years old), and normoweight group (51,72%). Most of these patients showed negative results on the sputum AFB examination (65,52%). The incidence in this research is lower than the previous studies.Keywords: incidence, pulmonary tuberculosis, type 2 diabetes mellitus
Diagnosis dan Penatalaksanaan Karsinoma Sel Skuamosa Glotis Stadium Dini Rahman, Sukri; Jaka Budiman, Bestari; Swanda, Delva
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak           Karsinoma laring merupakan tumor ganas kepala leher yang banyak dijumpai. Lebih dari 90% dari seluruh tumor ganas laring adalah karsinoma sel skuamosa, jika terdeteksi lebih dini maka angka keberhasilan pengobatan menjadi lebih baik. Radioterapi merupakan modalitas pilihan pada penatalaksanaan karsinoma laring stadium dini untuk mempreservasi organ dan suara. Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan patologi anatomi. Dilaporkan satu kasus laki-laki berusia 61 tahun dengan diagnosis karsinoma sel skuamosa glotis keratin berdiferensiasi baik stadium IB (T1bN0M0) yang ditatalaksana dengan radioterapi.                                                                                                                                               Kata kunci: Karsinoma sel skuamosa glotis, stadium dini, radioterapi. AbstractLaryngeal carsinoma is the common head and neck cancer. More than 90% of laryngeal cancers are squamous cell carcinoma, if the early detected the cure rate can the better. Radiotherapy is the modality for treatment of laryngeal carcinoma in the early stages to preserve the organ and voice of the patient. The clinical diagnosis is made based on history of illness, physical examination and anatomical pathology examination. Reported One case, man 61 year old, diagnosed with laryngeal squamous cell carcinoma keratinized well differiamted stage IB (T1bN0M0) treated by radiotherapy. Keywords:  Glottic squamous cell carsinoma, early stage, radiotherapy.
Hubungan Konsumsi Serat dengan Pola Defekasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand Angkatan 2012 Paradifa Sari, Indah; Widya Murni, Arina; Masrul, Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Setiap individu memiliki pola defekasi berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah asupan serat. Secara fisiologis serat makanan didefenisikan sebagai karbohidrat yang resisten terhadap enzim hidrolisis saluran pencernaan manusia. Berdasarkan data RISKESDAS 2013, Sumatera Barat menempati urutan ketiga terendah konsumsi serat di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara konsumsi serat dan pola defekasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand angkatan 2012. Ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 114 responden. Data primer dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan food recall 2x24 jam dan diolah dengan menggunakan Nutrisurvey untuk food recall dan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand angkatan 2012 mengkonsumsi serat rendah dan mengalami resiko terjadinya konstipasi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi serat terhadap pola defekasi dengan nilai p > α (0,408 > 0,05).Kata kunci: konsumsi serat, pola defekasi, kuesioner, food recall AbstractEach individual has a different pattern of defecation which is influenced by several factors such as intake of fiber. Dietary fiber is defined as carbohydrates that are resistant to hydrolysis enzymes in human digestive. Based on data RISKESDAS 2013, West Sumatra ranks third lowest fiber intake across Indonesian provinces. The objective of this study was to determine the relationship between fiber intake and defecation pattern in the student of the Faculty of Medicine Unand 2012. This was a cross sectional study that conducted on 114 respondents. Primary data was collected by interviews using questionnaires and food recall 2x24 hours and processed using Nutrisurvey for food recall and  chi-square statistic test. Results of univariate analysis showed that most of the student of the Faculty of Medicine Unand 2012 consume low fiber and the risk of experiencing constipation. Results of bivariate analysis showed no significant association between fiber intake and defecation patterns with p-value > α (0.408> 0.05). Keywords: fiber consumption, defecation pattern, questionnaires, food recall

Page 1 of 3 | Total Record : 28