cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 8 (2019): Supplement 2" : 13 Documents clear
Gambaran Bakteri Penyebab Infeksi Pada Anak Berdasarkan Jenis Spesimen dan Pola Resistensinya di Laboratorium RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2016 Novard, M. Fadila Arie; Suharti, Netti; Rasyid, Roslaili
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama bagi negara maju dan berkembang. Salah satu penyebab infeksi adalah bakteri dan bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh anak. Untuk mengobatinya digunakan antibiotik. Namun, dalam penggunaannya ditemukan resistensi antibiotik terhadap bakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui bakteri penyebab infeksi pada anak dan pola resistensinya dari berbagai spesimen tahun 2014-2016. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif restrospektif. Sampel penelitian adalah catatan hasil pemeriksaan kultur dari berbagai spesimen dan uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik pasien usia kurang dari 18 tahun di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2016. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri penyebab infeksi pada anak dari spesimen darah adalah Klebsiella sp. Klebsiella sp. sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon (95%) dan netilmisin (86%), dan rata-rata sudah resisten terhadap asam nalidiksat (100%) dan eritromisin (95,7%). Pada spesimen feses dan urin ditemukan Escherichia coli. Pada spesimen feses, Escherichia coli sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon (97,7%) dan meropenem (95,7%), resisten terhadap eritromisin (98%) dan ampisilin (95,3%). Pada spesimen urin, Escherichia coli sensitif terhadap meropenem (86,9%) dan netilmisin (76,9%), resisten terhadap tetrasiklin (91,2%) dan amoksisilin (89,9%). Pada spesimen sputum ditemukan Klebsiella sp. Klebsiella sp. sensitif terhadap meropenem (84,2%) dan levofloksasin (76,9%), resisten terhadap sulfametroksazol-trimetroprim (100%) dan eritromisin (93,8%). Kesimpulan penelitian adalah bakteri yang paling banyak menjadi penyebab infeksi pada spesimen darah anak adalah Klebsiella sp. yang sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon dan resisten terhadap asam nalidiksat. Pada spesimen feses, Escherichia coli sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon dan resisten terhadap eritromisin. Pada spesimen urin, Escherichia coli sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap tetrasiklin. Pada spesimen sputum, Klebsiella sp. sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap sulfametroksazol-trimetroprim.
Profil Pasien Hemorrhagic Postpartum di RSUP Dr. M. Djamil Padang Ramadhan, Jihan Wafda; Rasyid, Rosfita; Rusnita, Dewi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum menduduki peringkat pertama dalam menyumbangkan angka kematian ibu di dunia, yaitu sebesar 35%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian HPP yaitu usia, jumlah paritas, jarak antar kelahiran, ANC, riwayat persalinan dan kehamilan sebelumnya, anemia, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil pasien hemorrhagic postpartum di RSUP Dr. M. Djamil periode Januari 2016 - September 2017. Penelitian ini merupakan deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 39 sampel berupa rekam medis pasien dari bagian rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2016 - September 2017 dengan menggunakan teknik simple random sampling dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPP terbanyak yang terjadi di RSUP Dr. M. Djamil adalah HPP Primer (79,5%), ibu dengan usia 21-34 tahun (69,2%), ibu dengan paritas lebih dari 2 kali atau multipara (89,4%), ibu dengan tingkat kepatuhan ANC yang tinggi (100%), ibu dengan jarak antara kelahiran <2 tahun (66,7%), ibu yang tidak ada riwayat kehamilan dan persalinan yang buruk (66,7%), ibu dengan kadar Hb <11 gr% (92,4%), ibu dengan tingkat pendidikan tinggi (87,2%), ibu dengan etiologi retensio plasenta (38,5%), dan kematian ditemukan pada ibu dengan HPP primer (2,5%). Dapat disimpulkan bahwa perlunya edukasi kepada wanita terkait pencegahan faktor risiko HPP seperti melakukan ANC rutin untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan mengikuti program KB untuk mengatur jarak antara kelahiran.
Kandungan Kadmium pada Lipstik Warna Coklat Gelap yang Terdaftar dan Tidak Terdaftar di BPOM yang Dijual di Pasar Raya Kota Padang Isnaini, Titi; Elmatris, Elmatris; Silvia, Roza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium merupakan salah satu zat berbahaya yang terdapat dalam lipstik yang berefek pada organ-organ tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji kualitatif dan kuantitatif kandungan kadmium pada lipstik yang dijual di Pasar Raya Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel lipstik berwarna coklat gelap sebanyak 15 lipstik yang terdaftar dan 13 lipstik tidak terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Pemeriksaan kandungan kadmium dilakukan di Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Andalas dari April-Mei 2018. Instrument yang digunakan adalah Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 lipstik yang terdaftar dan 13 lipstik yang tidak terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makana (BPOM) didapatkan semua sampel mengandung cadmium namun masih memenuhi syarat yang telah ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan Makana (BPOM) 2011. Didapatkan nilai rata-rata kandungan kadmium pada lipstik yang terdaftar 0,8396 ppm dan pada lipstik yang tidak terdaftar 1,2174. Kesimpulan penelitian ini bahwa seluruh sampel mengandung kadmium namun masih memenuhi syarat yang telah ditetapkan Badan Pengawasan Obat dan Makana (BPOM) 2011 yaitu < 3 ppm. Bagi masyarakat agar lebih hati-hati lagi dalam memilih kosmetik.
Penentuan Spesies dan Uji Efektivitas Bacillus Thuringiensis Israelensis H-14 Terhadap Larva Nyamuk Anopheles spp Sebagai Vektor Malaria di Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai De Nachs, Yoseph; Hasmiwati, Hasmiwati; Rusdji, Selfi Renita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Anopheles spp adalah vektor utama penyebab penyakit malaria. Pengendalian vektor malaria dapat dilakukan dengan bioinsektisida salah satunya menggunakan Bacillus thuringiensis israelensis H-14. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies Anopheles dan mengetahui efektivitas Bacillus thuringiensis israelensis H-14 terhadap larva nyamuk Anopheles di Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini bersifat deskriptif dan eksperimental yang dilaksanakan pada Juli 2017 – Maret 2018. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah konsekutif sampling berupa larva instar III dari Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai. Larva yang didapatkan dilapangan diidentifikasi untuk menentukan spesies dan selanjutnya dilakukan uji efektivitas dengan 5 konsentrasi yaitu 0.0025, 0.005, 0.01, 0.02 dan 0.04 % serta ditambah dengan kontrol. Hasil penelitian didapatkan spesies Anopheles yang terbanyak di Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah Anopheles subpictus. Nilai LC50 didapatkan pada konsentasi 0.005 % dan LC90 terdapat pada konsentrasi 0.015 % setelah 48 jam perlakuan. Penghitungan dengan konsentrasi 0.04 % didapatkan kematian larva LT50 dicapai pada menit ke 1123.30 dan LT90 pada menit ke 1682.25. Kesimpulannya adalah spesies Anopheles yang terbanyak di Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah Anopheles subpictus dan Bacillus thuringiensis israelensis H-14 efektif menyebabkan kematian larva instar III nyamuk Anopheles dengan konsentrasi yang rendah.
ANGIOMATOUS TYPE MENINGIOMA IN A MALE PATIENT Arinda, Lenny; Susanti, Restu; Indra, Syarif
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningioma merupakan tumor otak primer yang paling sering dijumpai,1 namun meningioma angiomatosa merupakan subgrup meningioma yang sangat jarang (2,1%).2 Meningioma umumnya terjadi pada perempuan, namun khusus tipe angiomatosa lebih sering pada laki-laki. Dilaporkan kasus meningioma angiomatosa pada laki-laki berusia 56 tahun, yang didiagnosis berdasarkan gejela klinis, pencitraan, dan gambaran histopatologi yang khas. Pasien dilakukan operasi kraniektomi reseksi tumor total dilanjutkan pemasangan tulang kranium kembali 6 bulan kemudian yang mengalami perbaikan klinis.
RETRACTED: Gambaran Kejadian Diare Akibat Infeksi Protozoa Usus pada Pasien Kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang Deza, Putri Awaliyah; Nofita, Eka; Adrial, Adrial
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ditarik dari daftar terbitan Vol. 8 Supplement 2 Tahun 2019 karena terjadi kesalahan dalam pengorganisasian artikel yang diterbitkan sehingga terjadi penerbitan ulang artikel ini. Artikel ini dapat diakses melalui link berikut: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/802.
Analisis Unit Cost Pelayanan Unit Laboratorium Rumah Sakit Naili DBS Tahun 2017 dengan Metode Activity Based Costing (ABC) Oasthttamadea, Ressa; Manjas, Menkher; Yurniwati, Yurniwati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activity-Based Costing (ABC) merupakan metode akuntansi yang mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya kepada aktivitas. Metode ABC dapat memberikan perhitungan biaya yang akurat sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi finansial sebuah rumah sakit yang sesuai dengan tujuan strategik organisasi. Unit laboratorium merupakan salah satu unit dengan beban kerja terbanyak dan berperan besar dalam proses diagnosis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek manajemen mengenai penetapan tarif pelayanan laboratorium dan mengidentifikasi unit cost pelayanan laboratorium RS Naili DBS tahun 2017 dengan metode ABC. Penelitian ini dilakukan dengan desain mixed method tipe sequential explanatory, yaitu analisis kualitatif yang diikuti analisis kuantitatif. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa RS Naili DBS menggunakan sistem akuntansi tradisional dalam menghitung unit cost pelayanan laboratorium, yang tidak mempunyai sistem kontrol terhadap pemakaian sumber daya. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa perhitungan unit cost pelayanan laboratorium dengan metode ABC pada pemeriksaan hematologi rutin dan waktu pembekuan & pendarahan memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan tarif rumah sakit (Rp 45.389,- dan Rp 33.904,-), dan kebalikannya pada pemeriksaan gula darah random (Rp 33.904,-). Peneliti menyarankan agar RS Naili DBS melalukan evaluasi atas unit cost pelayanan laboratorium, sumber daya yang digunakan, serta mengedukasi staf mengenai metode ABC.
HUBUNGAN EKSPRESI TOPO2A DAN HER-2 DENGAN FAKTOR PROGNOSTIK HISTOPATOLOGIK KARSINOMA PAYUDARA INVASIF TIDAK SPESIFIK Setiawati, Yessy; Agus, Salmiah; Asri, Aswiyanti; Tofrizal, Tofrizal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi pengobatan yang ditandai dengan kekambuhan lokal-regional serta timbulnya efek samping sistemik yang hebat terhadap terapi non-bedah salah satu penyebab tingginya angka kematian pada penderita karsinoma payudara. Kemoterapi berbasis anthracycline diketahui lebih efektif mencegah kekambuhan lokal-regional namun berisiko terhadap kegagalan jantung sehingga dibutuhkan penanda spesifik untuk pemberian kemoterapi ini. TOPO2A merupakan molekul target direk anthracycline. Ekspresi protein dan kelainan gen TOPO2A diduga dapat dijadikan indikator pemberian anthracycline akan tetapi hasil penelitian saat ini masih ditemukan kontroversi. Kelainan gen TOPO2A selalu dikaitkan dengan amplifikasi gen HER-2 karena keduanya terletak pada kromosom yang sama dan diduga berhubungan dengan sensitifitas terhadap kemoterapi berbasis anthracycline. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 kasus karsinoma payudara invasif tidak spesifik yang dilakukan re-evaluasi terhadap jumlah mitosis dan derajat histopatologik. Ekspresi TOPO2A dan HER-2 dinilai secara imunohistokimia masing-masing pada inti dan membran sel, kemudian dinilai hubungannya dengan jumlah mitosis dan derajat histopatologik dengan menggunakan T-test, Oneway Anova dan Chi square test. Uji statistik bermakna jika nilai p<0,05. Overekspresi TOPO2A dan HER-2 masing-masing ditemukan pada 18 kasus (36%) dan 10 kasus (20%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara ekspresi TOPO2A dengan jumlah mitosis (p=0.004) dan derajat histopatologik (p=0.006), tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi HER-2 dengan jumlah mitosis (p=0.72) dan derajat histopatologik (p=1,000). Ekspresi protein TOPO2A secara konsisten berhubungan dengan karsinoma payudara yang agresif dibandingkan dengan ekspresi HER-2 dan dapat digunakan sebagai penanda prognostik terhadap pemberian kemoterapi berbasis anthracycline.
PERBEDAAN KADAR MALONDIALDEHID PADA DEWASA MUDA OBES DAN NON–OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Budi, Aristya Rahadiyan; Kadri, Husnil; Asri, Aswiyanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas dapat menyebabkan peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) melalui hiperlipidemia, penurunan sensitivitas insulin, dan berbagai mekanisme lainnya. Peningkatan produksi ROS yang berlangsung terus – menerus dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Stres oksidatif dapat dipantau dengan melihat perubahan kadar Malondialdehyde (MDA). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar MDA pada serum dewasa muda yang obesitas dan non–obesitas. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross–sectional study. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Andalas pada April sampai dengan Mei 2017 dengan menggunakan tes Thiobarbituric Acids Reactive Substances (TBARs). Subjek penelitian adalah 42 Mahasiswa dan Mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok obesitas dan non–obesitas. Analisis data menggunakan uji normlitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney. Penelitian ini mendapatkan rerata kadar MDA pada serum dewasa muda obesitas adalah 5,08±0,76 nmol/ml dan rerata pada non–obesitas adalah 3,51±0,24 nmol/ml. Hal ini menunjukkan subjek obesita memiliki kadar MDA yang lebih tinggi dibandingkan subjek non–obesitas, dan diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kadar MDA pada obesitas dan non–obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar MDA pada dewasa muda obesitas dan non–obesitas.
Gambaran Glaukoma Pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUP Dr. M. Djamil Padang Fadhil, Muhammad; Hidayat, M.; Illahi, Fitratul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan pada tahun 2035, penderita diabetes mellitus akan meningkat menjadi 592 juta orang dari tahun 2013 yang jumlahnya diperkirakan 382 juta orang. Diabetes mellitus memiliki komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Komplikasi mikrovaskular dapat berupa neuropati, pada mata seperti retinopati diabetikum, macular edem, katarak, dan glaukoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran glaukoma pada pasien diabetes mellitus di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Penelitian ini merupakan penelitian dekstriptif retrospektif yang dilakukan pada Maret 2018 – April 2018. Sampel penelitian sebanyak 35 pasien yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil secara total sampling. Data pasien didapatkan dari data rekam medis pasien di instalasi rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang.Hasil penelitian ini menunjukan glaukoma pada pasien diabetes mellitus paling banyak pada jenis kelamin laki-laki (65,7%). Untuk usia, glaukoma pada pasien diabetes mellitus paling banyak terjadi pada kelompok usia 40-60 tahun (71,4%), sedangkan untuk jenis diabetesnya didapatkan pada diabetes tipe II dengan menderita DM >5 tahun. Jenis glaukoma pada pasien diabetes mellitus terbanyak adalah glaukoma sekunder. Perlu dilakukan studi epidemiologi lebih lanjut agar hasil lebih representatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 13