cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 3 (2019): Article InPress" : 40 Documents clear
Upaya Peningkatan Cakupan Pemeriksaan Inspeksi Visual Dengan Asam Asetat (Iva) Di Dinas Kesehatan Kota Solok Sari, Ridholla Permata; Abdiana, Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada wanita di negara yang sedang berkembang setelah kanker payudara, diperkirakan sebesar 273.000 kematian setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran upaya peningkatan cakupan pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat di Dinas Kesahatan Kota Solok dan merumuskan alternatif penyelesaian masalahnya. Identifikasi masalah penelitian ini dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan logis dan pendekatan politis. Identifikasi masalah kesehatan melalui pendekatan logis dilakukan dengan cara melihat dan menganalisis data-data yang ada. Masalah yang ditemukan dengan menggunakan metode USG adalah rendahnya cakupan pemeriksaan IVA di Kota Solok (19%). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya motivasi wanita usia subur (WUS) untuk pemeriksaan iva, tidak adanya kader khusus iva, kurangnya sosialisasi / penyuluhan pada wanita usia subur (WUS) tentang pemeriksaan iva, kurangnya tersedia poster, brosur dan pamflet tentang IVA, serta kurangnya dukungan dari keluarga (suami). Program intervensi prioritas upaya peningkatan cakupan IVA yaitu: melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan tentang pemeriksaan IVA serta langsung melakukan pemeriksaan IVA gratis dan membentuk kader-kader khusus IVA untuk melakukan promosi IVA kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan IVA dan pelaksanaan pemeriksaan IVA ini digunakan Plan, Do. Check, dan Action (PDCA). Dari data yang didapatkan sekitar 88 % WUS tidak pernah memeriksakan diri ke Puskesmas, hal ini karena pengetahuan masyarakat yang cukup (58%).
Analisis Sistem Rujukan Kelainan Refraksi dari Puskesmas ke Rumah Sakit di Kota Pariaman Tahun 2018 Marwis, Marwis; Firdawati, Firdawati; Erkadius, Erkadius
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya pelayanan kesehatan mata adalah pelayanan kelainan refraksi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014, kelainan refraksi masuk dalam 144 diagnosis yang harus diselesaikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman Tahun 2015–2017 menunjukkan bahwa semua kelainan refraksi dirujuk ke rumah sakit yang jumlahnya setiap tahun menunjukan peningkatan yang berakibat pada tingginya angka rujukan dari puskesmas ke rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana penanganan kelainan refraksi dan faktor penyebab dirujuknya kelainan refraksi ke rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data karakteristik responden didapatkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi tentang pelayanan kelainan refraksi pada Puskesmas-Puskesmas di Kota Pariaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa SDM untuk pelayanan refraksi di puskesmas Kota Pariaman sudah memadai dari segi kompetensi. Sarana prasarana untuk pemeriksaan refraksi sudah lengkap pada semua puskesmas. SOP untuk pemeriksaan refraksi hanya dimiliki oleh puskesmas yang memiliki tenaga refraksionis. Pelayanan sudah dimulai dari anamnesa, pemeriksaan mata dasar dan pemeriksaan refraksi. Semua kelainan refraksi dirujuk ke rumah sakit karena adanya panduan pelayanan alat kesehatan dari BPJS Kesehatan bahwa untuk mendapatkan kacamata bagi peserta JKN harus dengan rekomendasi dokter spesialis mata. Hasil penelitian dapat disimpulkan merujuk semua kelainan refraksi ke rumah sakit adalah karena panduan pelayanan alat kesehatan dari BPJS Kesehatan yang berakibat pada tingginya angka rujukan dari puskesmas ke rumah sakit serta terjadinya in-efisiensi anggaran.
Hubungan Vitiligo Area Scoring Index (Vasi) dengan Dermatology Life Quality Index (Dlqi) pada Pasien Vitiligo di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2015-2016 Asri, Ennesta; Kampar, Puridelko
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitiligo merupakan suatu gangguan pigmentasi, berupa makula hipopigmentasi disebabkan karena hilangnya fungsi melanosit epidermis secara kronik dan progresif. Vitiligo ditemukan pada 0,1-2,9% populasi penduduk dunia. Vitiligo dapat sangat mengganggu bagi penderitanya terutama dari segi kosmetik sehingga dapat mengganggu kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan VASI dan DLQI pasien vitiligo yang datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS. Dr M Djamil Padang periode 2015-2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan mengumpulkan data dari rekam medis pasien vitiligo yang datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin Januari 2015 – Desember 2016. Dilakukan tabulasi usia, jenis kelamin, skor VASI, skor DLQI dan dicari hubungan antara skor VASI dan DLQI. Hasil: Pada penelitian ini, terdapat 34 pasien vitiligo yang masuk kriteria inklusi di Poliklinik Kulit dan Kelamin. Usia terbanyak ditemukan pada kelompok umur 25-44 tahun. Perbandingan perempuan:laki-laki = 4:1. Pasien dengan VASI ringan 27 pasien (79%), sedang 7 pasien (21%). DLQI didapatkan yang berpengaruh ringan (skor 2-5) 24,7%, berpengaruh sedang (skor 6-10) 75,3 %. Berdasarkan rekam medis dari tahun 2015 dan 2016, insiden tertinggi vitiligo adalah perempuan dengan usia terbanyak dikenai pada kelompok umur 25-44 tahun. Pasien dengan VASI ringan 27 pasien. Pengaruh derajat kualitas hidup terbanyak adalah derajat sedang. Terdapat hubungan antara peningkatan VASI dengan skor DLQI yang bermakna secara statistik (p=0,00034). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan skor VASI dengan pengaruh penyakit vitiligo tersebut terhadap kehidupan pasien.
Skin Flaps and Graft In Eyelid Reconstruction Nevrianty, Khairiah; Hendriati, Hendriati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekonstruksi kelopak mata merupakan salah satu operasi mata yang paling menantang karena menuntut kemungkinan hasil fungsional dan kosmetik yang terbaik. Flap dan graft merupakan suatu teknik pada bedah plastik dan rekonstruksi dengan tujuan untuk mengisi dan memperbaiki defek pada suatu luka tertentu. Prosedur skin flap dan graft dengan teknik semisirkular flap merupakan salah satu prosedur untuk rekonstruksi dengan defek luas pada kelopak mata bawah. Dilaporkan seorang pasien perempuan, usia 55 tahun dikonsulkan dari subbagian Tumor dengan diagnosa karsinoma sel skuamosa kelopak bawah mata kanan, terdapat massa pada palpebra inferior dengan ukuran  40mmx 25mmx15mm dengan bola mata dalam batas normal. Identifikasi luas defek setelah wide excision adalah sekitar 45mm x 30mm yang melibatkan margo kelopak mata dan kantus. Semicircular flap-pedicle flap dengan graft mukosa mulut dilakukan pada pasien ini. Dengan teknik ini telah dapat merekonstruksi kelopak mata inferior sehingga secara kosmetik dapat diterima oleh pasien. Terdapat komplikasi yang ditemukan yaitu lagoftalmus sebesar 3 mm setelah 1 bulan post operasi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah penggunaan skin flap dan graft pada rekontruksi kelopak mata dapat menjadi solusi bila defek terlalu besar untuk dilakukan penutupan atau tidak dapat dilakukan penutupan secara primer untuk mengembalikan anatomi dan fungsi kelopak mata.
Analisis Komparasi Pelaksanaan Klinik Sanitasi antara Puskesmas Pencapaian Tinggi dan Puskesmas Pencapaian Rendah di Kota Jambi Tahun 2018 Susanti, Fitria; Lestari, Yuniar; Abdiana, Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan klinik sanitasi dalam kegiatan konseling dan inspeksi lingkungan di Puskesmas Kota Jambi belum mencapai target dikarenakan meningkatnya persentase penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis komparasi pelaksanaan klinik sanitasi antara puskesmas pencapaian tinggi dan puskesmas pencapaian rendah di Kota Jambi tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode wawancara mendalam, FGD dan observasi. Waktu penelitian bulan Maret 2018 sampai April 2019 di Puskesmas Tanjung Pinang, Simpang Kawat, Paal Lima dan Aur Duri. Informan penelitian berjumlah 15 orang dan 32 orang peserta FGD. Hasil penelitian kebijakan klinik sanitasi menunjukkan bahwa tenaga sanitasi puskesmas pencapaian tinggi dan pencapaian rendah belum pernah mendapatkan pelatihan klinik sanitasi. Pada perencanaan anggaran dana puskesmas pencapaian rendah tidak mendapat dana BOK. Perencanaan puskesmas pencapaian tinggi terdapat kegiatan klinik sanitasi sedangkan puskesmas pencapaian rendah tidak ada. Puskesmas pencapaian tinggi telah melaksanakan monitoring dan evaluasi melalui laporan dan lokakarya mini puskesmas, sedangkan puskesmas pencapaian rendah hanya dilakukan melalui laporan. Target yang telah dicapai oleh puskesmas pencapaian tinggi adalah cakupan intervensi lingkungan, sedangkan target yang belum tercapai adalah cakupan konseling dan inspeksi lingkungan. Begitu pula yang dialami puskesmas pencapaian rendah. Jadi, Puskesmas pencapaian tinggi perlu meningkatkan komitmen pelaksanaan sedangkan puskesmas pencapaian rendah tidak memberikan beban tugas rangkap.
Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Voluntary Counsaling and Testing Pada Lelaki Seks Lelaki di Kota Padang Nurlindawati, Nurlindawati; Hardisman, Hardisman; Yanis, Amel
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan VCT (Voluntary Counsaling and Testing), atau dikenal dengan pelayanan konseling dan testing HIV adalah upaya menegakkan diagnosis HIV/AIDS untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penularan atau peningkatan HIV/AIDS. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi penyumbang terbesar dalam penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan VCT pada LSL di Kota Padang. Penelitian ini merupakan cross sectional study. Sampel adalah bagian dari populasi yang dinilai atau karakteristiknya diukur dan nantinya akan dipakai untuk menduga karakteristik dari populasi. Besar sampel enam puluh satu (61) responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan Chi Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu lama menjadi seorang LSL diatas 10 tahun (45,9%), waktu terakhir melakukan kunjungan VCT > Tahun 2019 (59,0%), tempat terakhir melakukan kunjungan VCT di Puskesmas (52,5%), responden melakukan kunjungan VCT minimal tiga bulan terakhir sejak penelitian ini dilakukan (59,0%), uji Chi Square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kunjungan VCT adalah keyakinan mengenai VCT (p=0,005), dorongan orang lain (p=0,001). praktik organisasi (p=0,001), nilai mengenai manfaat VCT tidak mempunyai hubungan signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dorongan dari orang lain tentang VCT merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan dibanding variabel lainnya.
Pengaruh Stres Terhadap Pertumbuhan Janin dan Kadar Kortisol Plasma Serum Tikus (Rattus Norvegicus) Bunting yang Terpapar Stressor Renjatan Listrik Pitri, Zilfi Yola; Ali, Hirowati; Desmiwarti, Desmiwarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi stres pada saat kehamilan akan berpengaruh terhadap perubahan hormon dan pertumbuhan janin, terutama pada hormon kortisol dan akan mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu seperti berat badan lahir rendah dan panjang badan yang tidak normal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh stres terhadap pertumbuhan janin dan kadar kortisol. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimental dengan desain post test only terhadap 32 ekor tikus bunting yang terbagi atas 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pengumpulan data menggunakan metode Enzym-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dengan mengalirkan arus listrik 25 V, frekuensi 60 Hz selama 14 hari di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan Februari – Maret 2019 dengan teknik total sampling menggunakan Uji Independent sample test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada berat badan (p=0,000), panjang badan (p=0,000) dan kadar kortisol (p=0,024) terhadap stres. Simpulan penelitian adalah bahwa stres dapat meningkatkan kadar kortisol dan mempengaruhi pertumbuhan janin seperti berat badan dan panjang badan janin.
Gambaran Klinis dan Histolopatologis Pasien Karsinoma Kavum Nasal dan Sinus Paranasal di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016 – 2018 Husna, Melita; Rahman, Sukri; Rustam, Erlina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma kavum nasal dan sinus paranasal merupakan keganasan yang jarang terjadi namun bersifat agresif. Kelangkaan kasus keganasan ini menyebabkan sebagian besar pasien datang pada stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis dan histopatologis karsinoma kavum nasal dan sinus paranasal di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis dengan teknik total sampling. Sampel penelitian sebanyak 51 pasien yang didiagnosis karsinoma kavum nasal dan sinus paranasal di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2016 – 2018. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien adalah pria (60,78%), kelompok usia 41 – 50 tahun (35,29%), dan bekerja sebagai petani (37,25%). Keluhan utama dan gejala klinis terbanyak adalah hidung tersumbat yaitu sebanyak (45,09%) dan (86,27%). Lokasi tersering ditemukan pada kavum nasal (62,74%). Pasien datang pada stadium III dan IV, dengan tipe histopatologi terbanyak adalah squamous cell carcinoma (58,82%). Kesimpulan penelitian ini bahwa pasien paling banyak ditemukan jenis kelamin laki-laki dengan keluhan utama dan gejala klinis terbanyak yang dialami adalah hidung tersumbat berlokasi di kavum nasal datang pada stadium III dan IV dengan tipe histopatologi squamous cell carcinoma.
Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Kolesteatom dengan Komplikasi Sekuele Stroke Akibat Meningoensefalitis Grecwin, Debby Apri; Edward, Yan
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis media supuratif kronis tipe kolesteatom bisa menyebabkan komplikasi ekstrakranial dan intrakranial. Meningitis merupakan komplikasi intrakranial dari otitis media supuratif kronis yang paling sering terjadi. Meningitis bakteri dapat menyebabkan terjadinya stroke. Terapi medikamentosa dengan antibiotik intravena spektrum luas dan tindakan operasi akan memberikan outcome yang baik. Dilaporkan seorang pasien anak laki-laki usia 13 tahun dengan diagnosis otitis media supuratif kronis auris dekstra tipe kolesteatom dengan komplikasi sekuele stroke akibat meningoensefalitis yang ditatalaksana dengan terapi medikamentosa dan timpanomastoidektomi dinding runtuh. Penatalaksanaan otitis media supuratif kronis tipe kolesteatom dengan komplikasi sekuele stroke akibat meningoensefalitis terdiri dari terapi medikamentosa yang adekuat dan timpanomastoidektomi dinding runtuh untuk menghilangkan sumber infeksi di telinga tengah.
Evaluasi Pelaksanaan PONEK di RSUD dr.Rasidin Padang Pasca Pelatihan Rosha, Rosmeri; Machmud, Rizanda; Desmiwarti, Desmiwarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 3 (2019): Article InPress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal merupakan sasaran mengurangi angka kematian maternal neonatal. Salah satu intervensi yang dilakukan dengan mengirim petugas mengikuti pelatihan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif). Pelayanan kegawatdaruratan maternal neonatal di RSUD dr.Rasidin selama ini belum berjalan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan PONEK di RSUD dr. Rasidin Padang pasca pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui indepth interview,observasi dan telaah dokumen. Komponen yang diteliti mengenai input (kebijakan, SDM, dana serta sarana prasarana), proses (pelaksanaan,SOP,ketepatan bertindak dan evaluasi ) dan output. Hasil penelitian ditemukan sarana prasarana yang belum mendukung terlaksananya PONEK. Kesimpulan pelaksanaan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal di RS belum sesuai standar RS PONEK 24 jam. Pelaksanaan PONEK didukung oleh, SDM yang terlatih,sarana prasarana memadai, kinerja manajemen yang handal sehingga angka kematian ibu dan bayi berkurang. Untuk itu disarankan agar Direktur RS beserta jajarannya untuk melakukan upaya perbaikan kualitas pelayanan dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi secara komprehensif.

Page 1 of 4 | Total Record : 40