cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 22 Documents clear
Perbedaan Rerata Kadar Resistin dan TNF-Α Antara Wanita Hamil Yang Obesitas dengan yang Memiliki Berat Badan Normal Pada Preeklamsi Berat Awitan Lambat Suryanis, Ira; Decroli, Eva; Yusrawati, Yusrawati; Darwin, Eryati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor maternal merupakan pencetus Preeklamsi Awitan Lambat (PEAL). Salah satu faktor maternal adalah resistin, TNF-α yang dihubungkan dengan inflamasi dan resistensi insulin.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan rerata kadar Resistin dan TNF-α maternal antara wanita hamil obesitas dan berat badan normal pada Preeklamsi Berat Awitan Lambat. Desain penelitian ialah comparative cross sectional yang dilakukan di RSUP Dr. M Djamil dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dari Februari 2016 sampai Januari 2017. Jumlah sampel sebanyak 40 yang dipilih secara consecutive sampling, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 responden obesitas dan 20 responden berat badan normal. Kadar Resistin danTNF-α diperiksa dengan metode ELISA, kemudian data dianalisis dengan uji mann-whitney. Hasil penelitian median kadar resistin pada kelompok obesitas adalah 7,760 (3,862 – 40,620) ng/ml dan median kelompok berat badan normal adalah 2,696 (0,0154 – 6,1070) ng/ml. Median kadar TNF-α pada kelompok obesitas adalah 169,719 (152,312 – 451,04) ng/ml dan median kelompok berat badan normal 131,077(75,724 – 150,920) ng/ml. Secara statistik dengan uji mannwhitney diperoleh nilai p<0,001. Simpulan studi ini ialah terdapat perbedaan bermakna antara kadar Resistin dan TNF-α pada obesitas dan berat badan normal.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2015 M, Sari Yunita; Gustia, Rina; Anas, Eliza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Pada tahun 2014, penyakit kulit infeksi menduduki peringkat ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas yaitu 1.926 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang tahun 2015. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan desain case control dengan matching yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya pada dari Januari sampai November 2015. Sampel kasus yaitu penderita skabies yaitu 31 orang diambil dengan total sampling. Sampel kontrol yaitu tidak menderita skabies sebanyak 31 orang dengan perbandingan 1:1. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mc.Nemar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antar personal hygiene (p=0,022, OR=5), kepadatan hunian kamar (p=0,002, OR=4,5), luas ventilasi kamar (p=0,035, OR=3,67) dengan kejadian skabies sedangkan ketersediaan air bersih (p=0,454, OR=1,5) dan status gizi (p=0,23, OR=1,83) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian skabies. Tenaga kesehatan di puskesmas diharapakan dapat meningkatkan penyuluhan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian skabies.
PROFIL PENYAKIT PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE JANUARI 2013 – DESEMBER 2015 Hermawan, Budi Junio; Hariyanto, Didik; Aprilia, Dinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) menempati peringkat pertama dari berbagai penyakit pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyakit jantung bawaan di instalasi rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan di instalasi rekam medik RSUP Dr. M.Djamil Padang dari Juli 2016 sampai Desember 2016. Populasi dari penelitian ini adalah data rekam medik pasien rawat inap penyakit jantung bawaan di Bagian Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari 2013 sampai Desember 2015 dengan jumlah 85 pasien. Hasil yang didapat yaitu VSD adalah ialah jenis penyakit jantung bawaan terbanyak (40,00%). Sebaran usia terbanyak pada kelompok >1 tahun (50,59%). Pasien terbanyak dengan jenis kelamin laki-laki (54,12%). Status gizi pasien PJB didominasi oleh gizi kurang (75,30%). Kelainan yang menyertai pasien terbanyak yaitu kelainan paru (40,00%), dengan penyakit terbanyak yaitu bronkopneumonia (21,18%). Pasien yang memiliki riwayat keluarga hanya 2,35%. Rerata hemoglobin dan hematokrit pasien PJB sianotik lebih tinggi daripada PJB asianotik. Simpulan studi ini ialah penyakit jantung bawaan banyak terjadi dengan jenis VSD, usia > 1 tahun, jenis kelamin laki-laki, gizi kurang, disertai kelainan paru (bronkopneumonia), jarang yang memiliki riwayat keluarga, dengan rata-rata Hb dan Ht lebih tinggi pada PJB sianotik.
Pengaruh Pemberian Tempe Terhadap Kadar Malondialdehid Hati Mencit Jantan Putih yang di Induksi Timbal Asetat Fadila, Nurul; Oenzil, Fadil; Endrinaldi, Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe adalah makanan berasal dari fermentasi kedelai dengan kandungan antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas, seperti timbal. Malondialdehid (MDA) adalah indikator adanya radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh tempe terhadap kadar MDA Hati Mencit Jantan Putih yang dipapar Pbasetat. Penelitian telah dilakukan di laboratorium Farmasi dan Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan April 2015 hingga Mei 2015. Perlakuan diberikan selama 4 minggu dengan menggunakan 25 ekor mencit jantan putih yang dibagi kedalam 5 kelompok yang terdiri dari: K1 kelompok kontrol negatif; K2 kelompok kontrol positif yang diberikan Pb-asetat 40mg/kgBB/hari; P1 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 5 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat; P2 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 10 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat; dan P3 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 20 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA hati kelompok K1 sebesar 4,95 nmol/ml, K2 sebesar 7,08 nmol/ml, P1 sebesar 6,73 nmol/ml, P2 sebesar 5,32 nmol/ml, dan P3 sebesar 6,26nmol/ml. Analisis uji Anova menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,000). Disimpulkan bahwa pemberian tempe dapat menurunkan kadar MDA hati mencit yang dipapar Pb-asetat, dengan dosis tempe 10g/kgBB/hari yang mampu menurunkan kadar MDA hati bermakna secara statistik.
Ekspresi Gen Tissue Inhibitor Metalloproteinase-1 Pada Sel Sinoviosit Osteoartritis Grade IV Setelah Pemberian Diacerein Sofia, Vivi; Ali, Hirowati; Rahmadian, Rizki; Amita, Fitri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disease Modifying Osteoarthritis Drugs (DMOADs) merupakan agen yang dapat mencegah, menghambat perkembangan atau mengembalikan perubahan morfologi pada penderita osteoarthritis. Salah satu yang termasuk DMOADs ini adalah diacerein. Diacerein menstimulasi terbentuknya Tissue Inhibitor Metalloproteinase-1 (TIMP-1) pada percobaan hewan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan diacerein pada ekspresi genTIMP-1 pada sel primer jaringan sinovial pasien osteoartritis. Pada penelitian ini dilakukan penambahan diacerein pada sel primer jaringan sinovial grade 4. Ekspresi gen dilihat dengan menggunakan alat Real Time PCR dari sampel yang telah diinkubasi dalam kurun waktu 24 jam dan 48 jam, kemudian dibandingkan dengan kontrol menggunakan metode ΔCT dengan GAPDH sebagai housekeeping gene. Dari hasil pengukuran ekspresi gen sampel 24 jam dan 48 jam didapatkan nilai berturut-turut 0,0179 dan 0,7423 dengan nilai kontrol 0,0005. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pada inkubasi diacerein selama 24 jam mampu meningkatkan ekspresi gen TIMP-1 dengan peningkatan sebesar 5,87 kali dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan pada inkubasi selama 48 jam, diacerein mampu meningkatkan ekspresi gen TIMP-1 dengan peningkatan sebesar 1,53 kali jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa overekspresi gen TIMP-1 berkaitan dengan pemberian diacerein pada osteoartritis.
Perbandingan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit antara Infeksi Dengue Primer dan Dengue Sekunder pada Anak di RSUP. Dr. M. Djamil Utari, Febria Prima; Efrida, Efrida; Kadri, Husnil
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus dengue terdiri dari empat serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN 4. Infeksi dengue primer adalah infeksi pertama kali oleh salah satu dari empat serotipe virus yang ditandai dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi. Infeksi sekunder adalah infeksi kedua oleh serotipe virus yang berbeda dari infeksi sebelumnya ditandai juga dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai hematokrit dan jumlah trombosit antara infeksi dengue primer dan sekunder pada anak yang dirawat di RSUP. Dr. M. Djamil. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan analitik komparatif tidak berpasangan yang dilakukan di Bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil. Sampel dalam penelitian ini adalah data pasien DBD (Demam Berdarah Dengue) anak yang memenuhi kriteria inklusi berupa; usia < 18 tahun, mempunyai data umur, jenis kelamin, pemeriksaan nilai hematokrit, jumlah trombosit, dan serologis di rekam medik pasien. Sampel berjumlah 30 yang terdiri dari 15 sampel infeksi dengue primer dan 15 sampel infeksi dengue sekunder. Nilai hematokrit dan jumlah trombosit yang dijadikan data dalam penelitian ini adalah pemeriksaan hematokrit dan trombosit saat pasien masuk rumah sakit. Metode analisis perbandingan dilakukan dengan menggunakan uji t tidak berpasangan (unpaired t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rerata hematokrit infeksi dengue primer 37%, lebih rendah dibandingkan dengue sekunder 42% dan terdapat perbedaan bermakna secara statistik (p<0,05). Jumlah rerata trombosit infeksi dengue primer 72.400 sel/mm3 , lebih tinggi dibandingkan dengue sekunder 51.733 sel/mm3, tetapi tidak berbeda bermakna secara statistik (p>0,05).
Hubungan Antara Tekanan Darah Dan Fungsi Ginjal Pada Preeklamsi di RSUP DR. M. Djamil Fadhila, Ilhami; Herman, Rahmatina B; Yusrawati, Yusrawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsi merupakan komplikasi dalam kehamilan yang dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas bagi ibu dan janin. Angka kejadian preeklamsi terus meningkat dari tahun ketahun. Di Sumatera Barat insidennya menduduki posisi kedua setelah perdarahan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan antara tekanan darah dan fungsi ginjal pada preeklamsi. Penelitian ini bersifat rancangan cross sectional yang dilakukan dari Juni 2015 sampai Juli 2015. Metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan data sekunder sebanyak 33 ibu hamil preeklamsi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi pearson danspearman. Hasil analisis menunjukan semua variabel memiliki p > 0,05. Hal ini berarti bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara tekanan darah sistolik dengan kreatinin (r=-0,02, p=0,92) dan urea (r=0,01, p=0,96) serta tekanan darah diastolik dengan kreatinin (r=-0,01, p=0,94) dan urea (r=-0,00, p=0,98). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna tekanan darah dengan fungsi ginjal pada preeklamsi.
Pengaruh Pemberian Sakarin terhadap Aktivitas Alanine Aminotransferase Serum Mencit Diabetes Melitus yang Diinduksi Aloksan R, Mhicya Utami; Ilmiawati, Cimi; Sy, Elmatris
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sakarin dijadikan pemanis alternatif pada penderita Diabetes melitus (DM) karena tidak mempengaruhi kadar glukosa darah. Keamanan sakarin mulai diperdebatkan berdasarkan temuan bahwa sakarin mengakibatkan kerusakan hepar yang ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas alanine aminotransferase (ALT) serum. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh pemberian sakarin terhadap aktivitas ALT serum mencit diabetes melitus yang diinduksi aloksan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan post-test only control group sejak bulan Agustus sampai Oktober 2015 di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Penelitian dilakukan terhadap 20 mencit (Mus musculus) putih jantan diabetes melitus yang diinduksi aloksan yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol diberi akuades dan kelompok perlakuan diberi sakarin dengan dosis masing masing 22,75; 45,5; dan 91 mg/kgBB secara oral selama 28 hari. Nilai aktivitas ALT diukur pada akhir penelitian dengan menggunakan alat chemistry analyzer dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai aktivitas ALT pada semua kelompok percobaan dibandingkan dengan nilai normal ALT. Analisis statistik mendapatkan aktivitas ALT yang tidak berbeda bermakna antara kelompok percobaan (p = 0,264). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian sakarin selama 28 hari tidak memberikan efek yang bermakna pada peningkatan ALT serum mencit diabetes melitus yang diinduksi aloksan.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma Domestica Val) dan Madu Terhadap Ulkus Lambung Mencit BALB/c Akibat Pemberian Aspirin Secara Mikroskopis Simbolon, Sarianti Br; Katar, Yusticia; Rusjdi, Selfi Renita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspirin adalah golongan OAINS dengan efek samping yang paling sering adalah ulkus lambung. Kunyit (Curcuma Domestica val) dan madu memilki aktivitas dalam mencegah ulkus lambung. Tujuan penelitian ini adalah menentukan apakah kombinasi ekstrak kunyit dan madu mempunyai efektivitas yang lebih baik dalam mengurangiulkus lambung akibat pemberian aspirin dibandingkan ekstrak kunyit atau madu saja pada mencit BALB/c secara mikroskopis. Penelitian eksperimental post test only control group design telah dilakukan dari Januari 2016 sampai Januari 2017 menggunakan 30 ekor mencit yang semua diberikan aspirin 5.2 mg/gBB untuk menyebabkan ulkus pada lambung, kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol (K) hanya diberi aspirin, perlakuan 1 (P1) diberikan larutan ekstrak kunyit dosis 10 mg/gBB, (P2) madu 0.04 ml/gBB, (P3) kunyit 10 mg/gBB + madu 0.04 ml/gBB, (P4) Kunyit 30 mg/gBB + madu 0.12 ml/gBB, diberikan selama 3 hari per oral. Hari ke-4 mencit di eutanasia menggunakan eter, kemudian diperiksa secara mikroskopis. Hasil pada kelompok P1, P2, P3 dan P4 dibandingkan dengan K dan begitu juga P4 dibandingkan dengan P3, P2, P1 menunjukkan hasil yang signifikan (p<0.05), sedangkan P3 dibandingkan dengan P2 dan P1 menunjukkan hasil tidak signifikan (p>0.05). Simpulan studi ini adalah kelompok P4 memilikiefektivitas lebih baik dalam mengurangi ulkus lambung mencit dibandingkan dengan P3, P2 dan P1.
Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas Priesley, Fuka; Reza, Mohamad; Rusdji, Selfi Renita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. PSN 3M Plus merupakan tindakan pengendalian DBD dengan melakukan upaya memberantas sarang nyamuk dan menghindari diri dari gigitan nyamuk Aedes. Perilaku PSN 3M Plus dapat memutusrantai penularan virus dengue sehingga hasil yang diharapkan adalah penurunan kejadian DBD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku PSN 3M Plus terhadap kejadian DBD di Kelurahan Andalas. Penelitian analitik berjenis kasus kontrol ini telah dilakukan pada November 2017 sampai Desember 2017.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku PSN 3 M Plus kepada 28 responden kelompok kasus dan 56 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kategori perilaku PSN 3M Plus pada kelompok kasus terdapat 7 responden (16%) berperilaku baik dan 21 responden (52,5%) berperilaku buruk. Pada kelompok kontrol terdapat 37 responden (84%) berperilaku baik dan 19 responden (47,5%) berperilaku buruk. Hasil analisis bivariat didapat RO =5,842 denganp = 0,001. Simpulan studi ini adalah terdapat hubungan bermakna antara perilaku PSN 3M Plus terhadap kejadian DBD di Kelurahan Andalas.

Page 1 of 3 | Total Record : 22