cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020" : 21 Documents clear
PROFIL STRABISMUS HORIZONTAL DI RSUP DR. M DJAMIL PADANG JANUARI – DESEMBER 2017 Putri, Primery; Julita, Julita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1276

Abstract

Strabismus horizontal adalah ketidaksegarisan satu mata baik secara konstan maupun intermiten berupa esotropia atau eksotropia yang dapat disertai dengan kelainan gerak pada satu atau kedua mata, diplopia, penurunan visus, dan posisi kepala yang tidak normal. Strabismus bisa mempengaruhi stereopsis, menyebabkan ambliopia dan masalah psikososial. Tujuan: Menggambarkan profil strabismus horizontal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Studi ini adalah retrospektif deskriptif. Data pasien diperoleh dari rekam medis pasien yang didiagnosis dengan strabismus horizontal di RSUP dr. M. Djamil dari bulan Januari sampai Desember 2017. Hasil: Didapatkan 91 pasien strabismus. Sekitar 62,6% adalah eksotropia, 41,7% merupakan eksotropia intermiten dan 20,9% merupakan eksotropia konstan. Pasien esotropia didapatkan sebanyak 37,4%, dan sekitar  13,2% adalah esotropia akomodatif, esotropia non akomodatif 10,9%, diikuti dengan esotropia kongenital  9,9% dan inkomitan 2,2%. Sebagian besar pasien diterapi dengan kaca mata dan oklusi. Ada 12 pasien (13,2%) dilakukan operasi dengan tekhnik monokular reses dan resek. Simpulan: Eksotropia adalah tipe strabismus yang terbanyak dalam penelitian ini dengan eksotropia intermiten sebagai kasus yang dominan. Esotropia akomodatif adalah jenis esotropia yang terbanyak, dan terapi bedah pada penelitian ini semuanya adalah monocular reses resek.Kata kunci: eksotropia, esotropia, monokular reses resek, strabismus
ANALISIS LAKTAT, ALBUMIN DAN RASIO LAKTAT ALBUMIN SEBAGAI PREDIKTOR LUARAN PADA PASIEN SEPSIS DAN SYOK SEPTIK DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Rahajeng, Eko Putri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1192

Abstract

Syok septik adalah bagian dari sepsis yang ditandai adanya perubahan sirkulatorik, seluler dan metabolik. Kadar laktat dan albumin serum terbukti berpengaruh terhadap perjalanan sepsis. Tujuan: Menilai laktat, albumin dan rasio laktat albumin sebagai prediktor luaran sepsis dan syok septik. Metode: Penelitian cross-sectional ini menggunakan data rekam medik periode Januari 2017 ? April 2019. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher, uji-t tidak berpasangan, uji Mann-Whitney dan uji korelasi Spearman. Hasil uji signifikan jika p<0,05. Kurva ROC untuk menentukan cut-off dan Kurva Kaplan Meier untuk menggambarkan survival time. Hasil: Analisis kurva ROC, menunjukkan AUC laktat dan rasio laktat albumin dalam memprediksi syok septik (0,636 dan 0,634) dengan cut-off laktat 1,95 mmol/L (sensitivitas 82%, spesifisitas 32%) dan rasio laktat albumin 0,81 (sensitivitas 82%, spesifisitas 39%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara laktat, albumin dan rasio laktat albumin terhadap luaran (p=0,184, p=0,595, p=0,102). Terdapat korelasi negatif dengan kekuatan korelasi lemah antara kadar laktat dan rasio laktat albumin dengan survival time. Simpulan: Laktat dan rasio laktat albumin dapat dijadikan sebagai biomarker untuk memprediksi terjadinya syok septik, namun tidak dapat dijadikan sebagai prediktor luaran pada sepsis dan syok septik.Kata kunci: rasio laktat albumin, sepsis, syok septik
INFEKTIF ENDOKARDITIS PADA PENYAKIT JANTUNG TIROID Permatasari, Pradita Diah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1265

Abstract

Infective endocarditis is an endocardial surface infection of the heart including heart valves that can be fatal. Occurs because there is damage to the surface of the endocardium and the entry of bacteria into the circulation. The presence of cardiac lesions such as mitral regurgitation can be a predisposing factor for infective endocarditis. Patients were diagnosed with infective endocarditis based on a scoring system consisting of clinical symptoms, imaging, and blood culture findings, namely: modified Duke criteria. Treatment of infective endocarditis consists of giving antibiotics and evacuating vegetation by surgery. Surgical action is indicated if there is symptoms of heart failure, uncontrolled infections and vegetation size are too large, causing the risk of embolism.
PERBANDINGAN KADAR CD4 DAN TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DENGAN KOMBINASI HIGHLY ACTIVE ANTIRETROVIRAL THERAPY PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG Rosaria, Iraisa
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1223

Abstract

Tujuan: Membuktikan perbedaan jenis pemberian kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy dengan perubahan kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count pada pasien HIV/AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik yang dilakukan dengan rancangan studi potong lintang. Sampel diambil secara total sampling, yaitu seluruh pasien HIV/ AIDS yang berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama 2018 sampai 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan mendapat pengobatan salah satu dari kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART). Keenam jenis kombinasi HAART tersebut adalah kombinasi I (Efavirens+ Lamivudin+ Tenofovir), II (Evafirenz+ Lamivudin+Zidovudin), III(Nevirapine+ Lamivudin+ Tenofovir), IV (Lamivudine+Zidovudine+Nevirapine), V (Lamivudine+Tenofovir+Rilvipirine), VI (Tenofovir+ Rilvipirine+ Emtricitabine). Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil:  Dari  89 pasien, didapatkan keenam kombinasi HAART tersebut memberikan efikasi yang baik berdasarkan kenaikan jumlah CD4 dan TLC rerata. Ada perbedaan kenaikan CD4 rerata yang bermakna pada pasien HIV/AIDS antara yang mendapat obat HAART kombinasi I (p  = 0,038), II (p = 0,034), IV (p  = 0,001), V (p  = 0,040), VI (p  = 0,006). Pada Total Lymphocyte Count  (TLC) didapatkan perbedaan kenaikan rerata (p< 0,05) pada  semua  kombinasi HAART. Simpulan: Tidak ada perbedaan jenis pemberian kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy dengan perubahan kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count (p> 0,05) pada pasien HIV / AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Kata kunci: CD4, highly active antiretroviral therapy, ODHA, total lymphocyte count
HUBUNGAN KADAR ALBUMIN DAN KALSIUM SERUM PASIEN SINDROM NEFROTIK PADA ANAK yuliana, yuliana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1231

Abstract

Pada keadaan hipoalbuminemia yang terjadi pada sindrom nefrotik, dapat menyebabkan hipokalsemia. Penurunan kalsium ekstrasel menimbulkan efek eksitasi sel saraf dan otot yang berakibat timbul tetani hipokalsemik. Tujuan: Menentukan hubungan kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak. Metode: Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan pendekatan belah lintang terhadap 30 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian adalah pasien sindrom nefrotik pada anak yang berobat/dirawat di RSUP Dr. Kariadi dari Januari sampai Juli 2019. Hasil pemeriksaan albumin dan kalsium diambil dari rekam medis pasien. Uji analisis dilakukan dengan korelasi Spearman?s. Hasil: Subjek terdiri dari 24 (80%) laki-laki dan 6 (20% ) perempuan, berusia rata-rata 4,27 (±2,45) tahun. Hasil rata-rata kadar albumin serum 2,16 (±0,79) g/dL dan kalsium serum 2,00 (±0,20) mmol/L. Hasil analisis uji korelasi Spearman?s untuk melihat hubungan kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak menunjukkan (r=0,623) dan (p<0,001). Terdapat korelasi positif antara kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak. Simpulan: Terdapat hubungan positif kuat kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak.Kata kunci: hipoalbuminemia, hipokalsemia. sindrom nefrotik
KORELASI NILAI MEAN PLATELET VOLUME DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIK Yuza, Sri Wayati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1236

Abstract

Biopsi hati merupakan baku emas penentuan derajat fibrosis hati, tetapi bersifat invasif. Metode non invasif yang dikembangkan saat ini untuk mengetahui derajat fibrosis hati adalah fibroscan, tetapi tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan. Nilai Mean Platelet Volume (MPV) yang terdapat dalam pemeriksaan darah rutin dapat dijadikan penanda keparahan fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Tujuan:  Menilai korelasi nilai MPV dan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang terhadap 25 orang pasien hepatitis B kronik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien melakukan pemeriksaan darah rutin dan fibroscan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan April sampai Agustus 2019. Pemeriksaan nilai MPV menggunakan alat analisis hematologi otomatis metode impedensi. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Penelitian dilakukan pada 25 orang pasien hepatitis B kronik, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil: Rerata umur adalah 44 ±11,3 tahun. Rerata nilai MPV adalah 9,9 ±0,94 fL. Rerata derajat fibrosis hati adalah 14 ±9,6 kPa (F4). Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi positif lemah antara nilai MPV dan derajat fibrosis hati (r = 0,28) tetapi tidak bermakna secara statistik (p = 0,18). Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara nilai MPV dengan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik.Kata kunci: derajat fibrosis hati, hepatitis B kronik, mean platelet volume
INJEKSI INTRAVITREAL TRIAMSINOLON PADA CENTRAL RETINAL VEIN OCCLUSION Muchlis, Sherly; Helvinda, Weni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1205

Abstract

Central Retinal Vein Occlusion (CRVO) adalah suatu gangguan kondisi pembuluh darah retina yang dapat menyebabkan morbiditas okular yang signifikan dengan gambaran klinis oklusi atau trombosis dari vena sentralis retina mengakibatkan statis vena, edem papil, perdarahan pre retina dan perdarahan difus di lapisan serat saraf serta  cotton wool spots  yang menghasilkan gambaran fundus the blood and thunder. Penatalaksanaan CRVO adalah mengatasi underlying disease dan gejala sisa dari CRVO yaitu edem makula dan neovaskularisasi (NV). Penatalaksanaan edem makula pada CRVO dapat berupa observasi, terapi kortikosteroid, dan intravitreal anti VEGF. Untuk mengatasi NV okular seperti laser fotokoagulasi, dan terapi medikamentosa. Selain itu terdapat beberapa terapi alternatif CRVO yaitu chorioretinal venous anastomosis, tissue plasminogen activator, vitrektomi dan radial optic neurotomy. Dilaporkan seorang wanita usia 59 tahun dengan CRVO OS (tipe iskemik), moderat NPDR OD dan katarak imatur ODS direncanakan injeksi intravitreal triamsinolon OS 4 mg / 0,1 cc di kamar operasi dalam keadaan steril. Tajam penglihatan mata kiri meningkat menjadi 1/60 pada minggu ke-4 dan minggu ke-8 kontrol dan perbaikan pada fundoskopi mata kiri. CRVO biasanya terjadi unilateral, disertai dengan penurunan penglihatan tanpa rasa sakit. Terapi injeksi intravitreal triamsinolon (IVTA) diberikan untuk mengobati edema makula pada CRVO.Kata kunci: central retinal vein ocussion, oklusi vena, IVTA, trombogenesis
IDENTIFIKASI ISOLAT KLINIK METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN EXTENDED-SPECTRUM BETA-LACTAMASE MENGGUNAKAN TEKNIK POLIMERASE CHAIN REACTION linosefa, linosefa
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1260

Abstract

Bakteri patogen yang resisten terhadap banyak obat  seperti Staphylococcus aureus yang kebal terhadap Methicillin (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus/MRSA) telah menjadi agen penyebab infeksi baik di lingkungan pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) yang berasal dari mutasi ?-laktamase juga menjadi masalah utama dalam infeksi terkait pelayanan kesehatan. Tujuan: Menentukan proporsi bakteri penghasil MRSA dan ESBL dari isolat klinis di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang menggunakan teknik Polimerase Chain Reaction (PCR). Metode: Penelitian ini merupakan studi prospektif dengan mengumpulkan isolat Staphylococcus aureus dan Enterobacteriaceae dari Juli hingga September 2017. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk mengkonfirmasi bakteri penghasil MRSA dan ESBL. Hasil: Sebanyak 15 dari 27 isolat Staphylococcus aureus (56%) merupakan  MRSA dan 21 dari 41 isolat Enterobacteriaceae (51%) adalah penghasil ESBL. Klebsiella sp. paling banyak ditemukan di antara isolat Enterobacteriaceae (59%). Lima puluh persen Klebsiella sp menghasilkan  ESBL. Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa setengah isolat klinis dari RSUP Dr. M. Djamil merupakan MRSA dan penghasil ESBL. Deteksi dini MRSA dan Enterobacteriaceae penghasil ESBL perlu dilakukan, untuk mencegah dan mengurangi transmisi bakteri MDR di lingkungan rumah sakit.Kata kunci: Enterobacteriaceae, Klebsiella sp, MDR, Staphylococcus aureus
ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH Rahmadianti, Yori
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1218

Abstract

Fenomena yang sering kali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat dirusak, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah (Turnover Intentions) yang berujung pada keputusan karyawan untuk undur diri dari pekerjaannya. Turnover Intention dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan, motivasi kerja dan komitmen organisasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh komitmen organisasi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah pada bulan November 2017 sampai Juli 2018. Metode: penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel adalah 208 orang. Teknik pengambilan sampel ialah proportionate stratified random sampling yaitu karyawan tetap dan kontrak. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik analisis SEM berbasis varian yaitu Partial Least Square. Hasil: Ada pengaruh negatif dan signifikan kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh komitmen organisasi.Simpulan: Kepemimpinan, motivasi kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh negatif terhadap turnover intention karyawan.  Kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap komitmen organisasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah.Kata Kunci: kepemimpinan, motivasi kerja, komitmen organisasi, turnover intention
PENURUNAN FRAKSI EJEKSI VENTRIKEL KIRI DALAM ENAM BULAN MENINGKATKAN FAKTOR RESIKO GANGGUAN KOGNITIF PENDERITA GAGAL JANTUNG SISTOLIK Saputra, Risky Ilona; Adnyana, I Made Oka; Laksmidewi, AAA Putri; Gelgel, Anna Marita; Widyadharma, I Putu Eka
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1278

Abstract

AbstrakGangguan kognitif sering dijumpai pada penderita gagal jantung sistolik dan tidak terdeteksi sejak awal. Hal ini memperburuk kondisi dan luaran klinis penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan risiko terjadinya gangguan kognitif pada penderita gagal jantung sistolik dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri dalam enam bulan. Metode penelitian ini adalah kontrol kasus, di Poli Jantung dan Poli Saraf RSUP Sanglah, Denpasar, periode Oktober 2018 hingga Desember 2018. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22. Penelitian ini menggunakan 76 subjek, dengan rerata usia 50,3 ± 4,5 tahun. Karakteristik yang lebih dominan dijumpai pada jenis kelamin laki-laki 44 orang (57,9%), pendidikan ? 12 tahun 40 orang (52,6%), dan pekerjaan formal 40 orang (52,6%) Dari hasil analisis statistik didapatkan persentase penurunan fungsi kognitif pada kelompok kasus sebesar 89,5% sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 13,2%. Analisis bivariat dengan Chi-square, didapatkan nilai OR=56,1; IK 95% 13,844-227,338; p<0,001. Pada analisis multivariat didapatkan penurunan FEVK dalam enam bulan merupakan faktor risiko yang kuat, memiliki risiko mengalami gangguan kognitif pada penderita gagal jantung sistolik dengan adjusted OR=23,1, setelah mengendalikan jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan, OR=23,1; IK 95% 4,7-114,03; p<0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan FEVK dalam enam bulan sebagai faktor risiko gangguan kognitif penderita gagal jantung sistolik. Penulis menyarankan para klinisi perlu melakukan pemeriksaan fungsi kognitif pada penderita gagal jantung sistolik .Kata kunci: gangguan kognitif, penurunan FEVK, gagal jantung sistolik

Page 1 of 3 | Total Record : 21