cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020" : 32 Documents clear
PERBEDAAN RERATA KEPADATAN POPULASI AEDES SPP SEBELUM DAN SESUDAH PENGGUNAAN OVITRAP DI KELURAHAN KORONG GADANG, KECAMATAN KURANJI, KOTA PADANG Utami Asri, Mutiara Suci; Nofita, Eka; Irawati, Lili
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1171

Abstract

Kepadatan populasi nyamuk di suatu lingkungan menggambarkan potensi penularan DBD. Upaya dalam pengendalian DBD berfokus kepada pengendalian vektor. WHO merekomendasikan penggunaan ovitrap sebagai upaya pengendalian vektor guna mengurangi kepadatan populasi Aedes spp. Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kepadatan populasi larva Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang dengan melakukan survei ke rumah warga di lokasi terpilih. Subjek penelitian ini adalah 100 rumah yang dipilih secara acak dari 5 RW terpilih berdasarkan data kasus DBD, 1 RW dipilih sebanyak 20 rumah dan dipasang 2 ovitrap (dalam dan luar rumah). Analisis data dilakukan menggunakan uji dependent t-test/ paired sample t-test. Hasil: terdapat perbedaan rerata yang signifikan pada kepadatan populasi Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap untuk indikator HI, BI, dan DF dengan nilai p berturut- turut yaitu p=0.028, p=0.026, dan p=0.013 (p<0.05). Simpulan: Ovitrap dapat digunakan oleh masyarakat dalam upaya pengendalian vektor sederhana. Ovitrap mampu menurunkan kepadatan populasi Aedes spp dan risiko penularan DBD.
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL – LIMFOSIT DENGAN SKOR SEQUENTIAL ORGAN FAILURE ASSESMENT PADA PASIEN SEPSIS DI INTENSIVE CARE UNIT RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Ummaimah Epiloksa, Aufa; Efrida, Aufa; Syahrul, Zulfadli
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1150

Abstract

Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa, disebabkan oleh disregulasi respons imun akibat infeksi. Respons fisiologis sistem imun terhadap infeksi adalah dengan peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit atau peningkatan Rasio Neutrofil?Limfosit (RNL). Kerusakan dan kegagalan fungsi organ dapat dimonitor dengan skor Sequential Organ Failure Assesment (SOFA). Tujuan: Mengetahui korelasi antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah studi analitik dengan rancangan potong lintang menggunakan data rekam medis pasien sepsis di ICU RSUP Dr M Djamil Padang tahun 2018. Data RNL dan skor SOFA diambil saat hari pertama dirawat di ICU. Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan data bivariat diuji dengan uji korelasi Pearson. Korelasi dinyatakan bermakna jika p <0,05. Hasil: Uji univariat didapatkan pasien terbanyak adalah laki -laki (77%), rerata usia adalah 50,2 tahun, tipe penyakit dasar terbanyak adalah non-surgical (70%), rerata RNL adalah 16,5±10,6, dan rerata skor SOFA adalah 7,23±3,44. Analisis bivariat meunjukan korelasi positif sangat kuat antara RNL dengan skor SOFA (r =0,982 dan p <0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang.
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP DISEASE FREE SURVIVAL DAN OVERALL SURVIVAL PADA PASIEN KANKER PAYUDARA USIA MUDA DI KOTA PADANG TAHUN 2008 - 2018 Ayuza, Magdi; Harahap, Wirsma Arif; Rustam, Rony; Nindrea, Richvan Dana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1157

Abstract

Kanker Payudara (KPD) pada usia muda memiliki keistimewaan karakteristik. Rekurensi KPD dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor klinis, regimen terapi dan biomolekuler dari tumor itu sendiri. Berbagai macam modalitas terapi KPD, namun masih terdapat risiko terjadinya rekurensi terutama pada pasien dewasa muda. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Disease Free Survival (DFS) dan Overall Survival (OS) pada pasien KPD usia muda di Kota Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cohort study retrospectif pada pasien KPD usia muda yang telah mendapatkan pengobatan KPD yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 103 sample yang terdapat pada data register KPD PERABOI Padang. Analisis survival menggunakan Kaplan Meier dengan Log Rank Test. Apabila diperoleh nilai p < 0,05, maka terdapat hubungan bermakna. Hasil: Terdapat perbedaan antara setiap faktor klinis, faktor biomolekuler dan faktor terapi dalam hal rata-rata DFS maupun rata-rata OS, namun tidak terdapat pengaruh yang bermakna secara analisis statistik antara faktor terapi (terapi hormon, radioterapi dan terapi target) terhadap DFS dan OS pada pasien kanker payudara usia muda di Kota Padang (p>0,05). Terdapat pengaruh dari pemberian kemoterapi terhadap DFS pada pasien kanker payudara usia muda di Kota Padang (p<0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor klinis dan faktor biomolekuler dengan DFS dan OS, namun terdapat hubungan bermakna antara pemberian kemoterapi dengan DFS dan OS pada penderita KPD usia muda di kota Padang tahun 2008 ? 2018.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN KECENDERUNGAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) PADA SISWA SD DI KOTA PADANG Firka, Risa; Chundrayetti, Eva; Alioes, Yustini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1166

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan masalah perilaku di masa kecil yang dapat berlanjut hingga dewasa. Pemberian ASI dapat menurunkan risiko terjadinya ADHD pada anak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada siswa SD di Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian adalah guru dan ibu dari siswa SD di Kelurahan Ulak Karang Selatan yang berumur 7 sampai 12 tahun sebanyak 134 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner riwayat pemberian ASI dan Conner?s Abbreviated Parent?Teacher Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Chi- square test. Hasil: Terdapat 25 orang (18,7%) yang cenderung ADHD dengan 18 orang (72,0%) laki ? laki dan usia terbanyak adalah 7 tahun (32,0). Cakupan ASI eksklusif didapatkan sebesar 71 orang (53,0%). Terdapat 11 anak (15,5%) dengan kecenderungan ADHD pada riwayat pemberian ASI eksklusif dan 14 anak (22,2%) ASI tidak eksklusif. Tidak terdapat hubungan secara signifikan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan ADHD pada siswa SD di Kota Padang (p=0,318). Simpulan: Tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan ADHD.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN DUWET (SYZIGIUM CUMINI) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINTOKSIKASI DENGAN TIMBAL ASETAT Rahman, Fathur; Oktomalioputri, Biomechy; Irramah, Miftah Irramah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1175

Abstract

Timbal adalah logam berat yang bersifat racun bagi lingkungan dan tubuh manusia. Logam berat ini dieliminasi oleh ginjal sebagai urin, sehingga jika terjadi paparan timbal yang lama maka dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Daun duwet mengandung antioksidan seperti flavonoid, myricetin, quercetin, isoquercetin yang dapat menghambat dan memperlambat radikal bebas. tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun duwet terhadap gambaran histologi ginjal tikus yang diintoksikasi timbal asetat. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan randomized post test only control group menggunakan 15 ekor tikus yang telah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K-) yang hanya diberikan pakan standar, kelompok kontrol positif (K+) yang diberikan pakan standar serta diberi timbal asetat 40 mg/kgBB secara oral, terakhir kelompok perlakuan (P1) yang diberikan pakan standar, dipaparkan timbal asetat 40 mg/kgBB, dan ekstrak daun duwet dosis 150 mg/kgBB. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari, kemudian pada hari ke-29 tikus dimatikan kemudian diambil ginjalnya untuk dibuat menjadi preparat dan dibaca menggunakan skor Barthel Manja. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif (K+) dengan kelompok yang diberikan perlakuan (P1), secara statistik didapatkan nilai p < 0,05. Simpulan: Terdapatnya pengaruh pemberian ekstrak daun duwet terhadap gambaran histologi ginjal tikus yang diintoksikasi timbal asetat.
PENGARUH FAMILY TRIPLE SUPPORT TERHADAP NYERI PADA BAYI SAAT IMUNISASI MEASLES RUBELLA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAUH KOTA PADANG TAHUN 2019 Susanti, Dewi; Eravianti, Eravianti; Sari, Rati Purnama; Novita, Dian
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1152

Abstract

Nyeri akibat injeksi merupakan sumber distress bagi anak dan orang tua serta petugas saat imunisasi. Hal ini juga ditakutkan akan menimbulkan dampak jangka panjang pada anak berupa trauma akan pengalaman nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh Family Triple Support (FTS) terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment dengan menggunakan post-test only group design yang dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai bulan Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 9-11 bulan yang menjalani imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling mendapatkan 20 orang. Pada penelitian ini diberikan perlakuan FTS yaitu teknik menyusui dengan posisi sitting up dan pengalihan nyeri menggunakan krincingan pada bayi saat diimunisasi MR, kemudian melakukan observasi ±3 menit dengan tetap mempertahankan FTS menggunakan skala FLACC. Hasil: Nilai rerata respon nyeri pada bayi yang telah diberikan intervensi FTS sebesar 6,20, lebih rendah daripada kelompok yang tanpa diberikan intervensi dengan nilai rerata respon nyeri sebesar 7,40. Selanjutnya dilakukan uji independent t-test didapatkan nilai p=0,009<0,05, berati Ho ditolak. Simpulan: Terdapatnya pengaruh FTS terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang tahun 2019.
HUBUNGAN LAMA PAPARAN SINAR MATAHARI DENGAN KADAR 8-HYDROXY-2’-DEOXYGUANOSINE URIN PADA REMAJA PEREMPUAN Aulia Dwi Nanda, Rani; Rahmatini, Rahmatini; Ilmiawati, Ilmiawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1161

Abstract

Salah satu bentuk predominan dari lesi oksidatif yang diinduksi oleh radikal bebas adalah 8-hidroksi-deoksiguanosin (8-OHdG). Paparan sinar matahari pada sel, terutama sel kulit dapat menyebabkan reaksi fotooksidasi yang terjadi akibat pelepasan reactive oxygen species (ROS). Lama paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor penentu berapa banyak sel kulit yang mengalami stres oksidatif. Tujuan: Menganalisis hubungan lama paparan sinar matahari dengan kadar 8-OHdG urin pada remaja perempuan. Metode: Ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada populasi mahasiswi Pendidikan Dokter Universitas Andalas dengan teknik systematic random sampling (n = 110). Lama paparan sinar matahari diperoleh melalui kuesioner dan kadar 8-OHdG diukur dengan metode ELISA. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Rerata usia subjek pada penelitian ini adalah 20,6 ± 1,23 tahun, rerata lama paparan sinar matahari didapatkan sebesar 49,01 ± 36,96 menit. Rerata kadar 8-OHdG pada subjek adalah 40,75 ± 39,62 ng/ml. Analisis bivariat menunjukkan bahwa lama paparan sinar matahari tidak berhubungan dengan kadar 8-OHdG urin (p = 0,396). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama paparan sinar matahari dengan kadar 8-OHdG urin pada remaja perempuan.
MIXED CONNECTIVE TISSUE DISEASE Alpino, M; Raveinal, Raveinal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1170

Abstract

AbstrakMixed Connective Tissue Disease (MCTD) adalah penyakit yang gejala klinisnya tumpang tindih antara Lupus Eritematosus Sistemik (LES), Skleroderma, dan Polimiositis. Tidak ada obat khusus untuk MCTD. Rekomendasi untuk pengelolaan didasarkan pada perawatan konvensional untuk LES, polimyositis, RA dan skleroderma. Dilaporkan pasien wanita berusia 33 tahun, dirawat di Penyakit Dalam RSUP Dr M Djamil Padang dengan keluhan utama tangan dan kaki semakin kaku sejak 1 bulan yang lalu. Rambut rontok dan pada kulit terdapat Indurasi, skuama coklat kehitaman, hiperpigmentasi kedua tungkai dan wajah serta teleangiektasis. Laboratorium didapatkan albumin 1,8 mg/dl, ureum 60 mg/dl, kreatinin 1,3 mg/dl. Urinalisis: protein +++. Analisis cairan asites kesan transudat, rontgen thoraks dengan kesan fibrosis paru dan rontgen manus tampak kontraktur dari phalang media dan proximal. USG Ginjal kesan sesuai dengan gambaran akut di kedua ginjal. Pemeriksaan ANA Profil (RNP/Sm +, Sm +, Ro-52 Recombinant ++, Scl-70 +++, dsDNA +, Nucleosomes +, Ribosomal-P-Protein +++ ), ANA IF Positif Titer 1>1000. Biopsi kulit kesan skleroderma. Pasien didiagnosis dengan MCTD & Nefritis Lupus. Pasien diterapi methotrexate (MTX), kortikosteroid, dihydropyridine-type calcium antagonist dan dorner, teknik rehabilitasi seperti stretching dan peningkatan gerak yang berpengaruh terhadap kesembuhan dari sklerosis sistemik. 
DYKE DAVIDOFF MASSON SYNDROME (DDMS)-A RARE CASE Faiza, Yaumi; Indra, Syarif
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1180

Abstract

AbstrakDyke Davidoff Mason Syndrome (DDMS) merupakan suatu kasus jarang yang memperlihatkan adanya atrofi pada satu hemisfer serebral (hemiatrofi). Sindrom ini terjadi karena gangguan perkembangan otak pada periode fetal atau periode awal kehidupan. Gejala klinis bervariasi pada setiap individu, dipengaruhi oleh seberapa luas kerusakan otak yang terlibat. Gejala klinis yang paling sering terjadi adalah kejang berulang, wajah asimetris, hemiparese kontralateral, retardasi mental, gangguan belajar, gangguan bicara dan bahasa. Gangguan sensorik dan gejala psikiatri seperti skizofrenia dapat terjadi, namun jarang dilaporkan. Gambaran radiologi berupa hemiatrofi serebral. Dilaporkan seorang laki-laki berumur 17 tahun dating dengan status epileptikus, hemiparese sinistra, parese nervus VII dan XII sinistra tipe sentral, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan belajar. Pada pemeriksaan MRI otak ditemukan gambaran hemiatrofi serebri dekstra dan gliosis serta porencephalic cyst besar di kanan posterior yang mendukung kearah diagnosis Dyke Davidoff Mason Syndrome (DDMS). 
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA ANAK YANG TERINFEKSI DAN TIDAK TERINFEKSI INTESTINAL GEOHELMINTH Pratama, M. Randi Sakti; Nurhayati, Nurhayati; Nurhajjah, Siti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1156

Abstract

Intestinal geohelminth masih banyak ditemui di negara berkembang terutama Indonesia. Infeksi cacing ini dapat menganggu pencernaan, penyerapan, dan metabolisme makanan, salah satunya adalah terhadap kadar kolesterol. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi analitik dengan jumlah sampel 46 orang siswa SDN 06 Pasir Jambak Kota Padang (23 orang terinfeksi dan 23 orang tidak terinfeksi). Penelitian dilakukan sejak bulan Mei sampai Desember 2016. Pemeriksaan jenis cacing dari tinja dilakukan di bagian Parasitologi FK Unand dengan menggunakan teknik Kato-Katz, sedangkan kadar kolesterol menggunakan pengukur kadar kolesterol digital. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Pada 23 orang yang terinfeksi intestinal geohelminth, infeksi paling banyak disebabkan oleh Trichuris trichiura sebanyak 15 siswa (65,21 %), Ascaris lumbricoides sebanyak 11 siswa (47,82 %), campuran sebanyak 3 siswa (13,04 %). Rata-rata kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi intestinal geohelminth yaitu 161,17 ± 33,66 mg/dl , sedangkan tidak terinfeksi yaitu 190,91 ± 42,20 mg/dl. Secara statistik didapatkan perbedaan yang bermakna (p = 0,01). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Anak yang terinfeksi memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah daripada anak yang tidak terinfeksi.

Page 1 of 4 | Total Record : 32