cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 988 Documents
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA ANAK YANG TERINFEKSI DAN TIDAK TERINFEKSI INTESTINAL GEOHELMINTH Pratama, M. Randi Sakti; Nurhayati, Nurhayati; Nurhajjah, Siti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1156

Abstract

Intestinal geohelminth masih banyak ditemui di negara berkembang terutama Indonesia. Infeksi cacing ini dapat menganggu pencernaan, penyerapan, dan metabolisme makanan, salah satunya adalah terhadap kadar kolesterol. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi analitik dengan jumlah sampel 46 orang siswa SDN 06 Pasir Jambak Kota Padang (23 orang terinfeksi dan 23 orang tidak terinfeksi). Penelitian dilakukan sejak bulan Mei sampai Desember 2016. Pemeriksaan jenis cacing dari tinja dilakukan di bagian Parasitologi FK Unand dengan menggunakan teknik Kato-Katz, sedangkan kadar kolesterol menggunakan pengukur kadar kolesterol digital. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Pada 23 orang yang terinfeksi intestinal geohelminth, infeksi paling banyak disebabkan oleh Trichuris trichiura sebanyak 15 siswa (65,21 %), Ascaris lumbricoides sebanyak 11 siswa (47,82 %), campuran sebanyak 3 siswa (13,04 %). Rata-rata kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi intestinal geohelminth yaitu 161,17 ± 33,66 mg/dl , sedangkan tidak terinfeksi yaitu 190,91 ± 42,20 mg/dl. Secara statistik didapatkan perbedaan yang bermakna (p = 0,01). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Anak yang terinfeksi memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah daripada anak yang tidak terinfeksi.
PENGARUH PENERAPAN PRAKTIK INTERPROFESSIONAL EDUCATION TERHADAP TINGKAT KEPUASAN IBU YANG MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOTA BUKITTINGGI Putri, Diana; Masrul, Masrul; Maputra, Yantri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1119

Abstract

AbstrakTingkat partisipasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil berhubungan erat dengan tingkat kepuasan, untuk meningkatkan kepuasan dapat dilakukan melalui interprofessional collaboration dalam pelayanan kesehatan. Kolaborasi yang efektif dapat dibentuk melalui interprofessional education (IPE). Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan praktik interprofessional education terhadap tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan rancangan pretest ? posttest control group design. Penelitian ini telah dilakukan di dua Puskesmas kota Bukittinggi dengan melibatkan bidan, ahli gizi dan dokter dalam IPE. Responden dalam penelitian ini yaitu ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil sebanyak 76 orang yang terdiri dari 38 ibu hamil kontrol dan 38 ibu hamil intervensi. Kelompok intervensi adalah kelas ibu hamil berbasis IPE sedangkan kelompok kontrol adalah kelas ibu hamil konvensional (tanpa IPE). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Tingkat kepuasan diukur dengan melakukan wawancara langsung kepada responden. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil sebelum dan sesudah penerapan praktik interprofessional education pada kelompok intervensi dan terdapat perbedaan yang bermakna tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil pada kelompok intervensi dan  kelompok kontrol dengan p = 0,000 (p< 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh penerapan praktik interprofessional education terhadap tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil. 
GAMBARAN FUNDUS OKULI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA DI RS DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE 2015-2017 Putri, Frizki Amalya; Hendriati, Hendriati; Almurdi, Almurdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1165

Abstract

Temuan perubahan fundus okuli pada kasus preeklampsia dan eklampsia berkisar 30-100%. Tujuan: Mengetahui faktor dan gambaran fundus okuli pada pasien preeklampsia dan eklampsia. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan mengambil 77 data dari rekam medis pasien. Hasil: Uji univariat memperlihatkan hasil dari 77 pasien preeklampsia dan eklampsia, usia rerata pasien adalah 31,45 tahun. Usia kehamilan bervariasi dari 20 minggu hingga 42 minggu, 61,3% pasien multigravida. 39% dari pasien memiliki kadar proteinuria +2, tekanan darah sistolik rata-rata pada pasien adalah 168,8 mmHg, dan diastolik 105,99 mmHg. 71,4% pasien dengan munculan preeklampsia. Perubahan fundus tercatat pada 58,4% pasien dengan preeklampsia dan eklampsia, dan 41,6% ditemukan fundus okuli normal.
MUKOSITIS PADA ANAK KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP DR.M.DJAMIL PADANG Hasni, Hidayatul; Mayetti, Mayetti; Novrianda, Dwi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1128

Abstract

AbstrakMukositis merupakan suatu peradangan pada membran mukosa yang sering terjadi pada anak yang menderita kanker saat kemoterapi. Tujuan: Melihat gambaran kejadian mukositis sebelum dan sesudah dilakukan kemoterapi. Metode: Desain penelitian yaitu deskriptif terhadap 45 responden yaitu anak dengan kanker yang menjalani kemoterapi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data pada responden dengan menggunakan WHO mucositis scale. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Didapatkan sebelum menjalani kemoterapi seluruh responden (100%) tidak mengalami mukositis, sementara itu setelah menjalani kemoterapi didapatkan 28 responden (62,2%) mengalami mukositis dan 17 responden (37,8%) tidak mengalami mukositis. Simpulan: Deteksi dini mukositis sangat perlu sekali melalui pemeriksaan klinis yang dilakukan setelah anak menjalani kemoterapi. Perawat dapat mempertimbangkan dampak yang sering terjadi pada anak yang menjalani kemoterapi, serta adanya evidance practice yang diterapkan untuk mengatasi kejadian mukositis. 
TROMBOSIS BERULANG PADA PASIEN DENGAN POLISITEMIA VERA DAN PENYAKIT GINJAL KRONIS Firdaus, Muhammad; Wahid, Irza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1174

Abstract

AbstrakPolisitemia vera adalah kelainan mieloproliferatif dimana terjadi abnormalitas klonal yang melibatkan sel progenitor hematopoietik multipoten sehingga sel darah merah normal, granulosit dan trombosit berakumulasi tanpa adanya stimulus fisiologis.Dilaporkan seorang wanita berusia limapuluh delapan tahun dengan keluhan utama kelemahan anggota badan kanan sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Bicara pelo, mulut miring ke kanan. Riwayat wajah sering berwarna kemerahan dan telinga berdenging. Terdapat riwayat trombosis berupa bengkak merah, hangat dan nyeri di tungkai kanan satu bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik mendapatkan plethora, deviasi lidah ke kanan dan penurunan kekuatan motorik ekstremitas kanan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit dan trombosit. Tidak ditemukan hipoksemia, ureum dan kreatinin meningkat dengan tingkat klirens kreatinin menurun dan didapatkan adanya proteinuria pada urinalisis. Pemeriksaan CT-scan otak mendapatkan kesan infark serebri multipel dan atrofi otak. Sonogram kedua ginjal sesuai gambaran penyakit ginjal kronis. Terapi yang seharusnya juga diberikan pada pasien ini adalah dengan hydroxyurea namun terdapat penyulit yaitu penyakit ginjal kronis yang dialami pasien sehingga terapi yang dilakukan pada pasien adalah flebotomi berkala dengan target hematokrit dibawah empat puluh lima persen. 
ANALISIS WAKTU TUNGGU RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ACHMAD DARWIS SULIKI TAHUN 2019 Dewi, Suspenti; Machmud, Rizanda; Lestari, Yuniar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1137

Abstract

AbstrakWaktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Acmad Darwis Suliki masih menjadi permasalahan, hasil survey awal didapatkan bahwa waktu tunggu rawat jalan masih melebihi SPM rawat jalan yang ada yaitu < 60 menit. Hal ini akan berdampak pada kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Tujuan: Menganalisis waktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur, Focus Group Discussion, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada sembilan orang informan. Komponen yang diteliti yaitu komponen input (SDM, Standar Prosedur Operasional (SPO)/kebijakan dan sarana prasarana), komponen proses (pendaftaran, menyiapkan dokumen rekam medis, pemeriksaan) dan komponen output. Hasil: Jumlah SDM masih kurang dan kedisiplinan petugas khususnya tenaga medis juga masih kurang, SPO rekam medis belum terlaksana secara optimal karena kurangnya kedisiplinan petugas dalam melaksanakan SPO, sedangkan SPO untuk rawat jalan belum ada. Ketersediaan sarana prasarana masih belum mencukupi. Proses pendaftaran terkendala karena jumlah komputer yang kurang. Menyiapkan dokumen rekam medis belum sesuai dengan standar waktu yang telah ditetapkan karena kurangnya petugas dan  SPO yang belum terlaksana dengan baik. Waktu tunggu rawat jalan masih belum sesuai standar karena masih melebihi waktu 60 menit. Simpulan: Waktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki tahun 2019 belum sesuai standar. Disarankan agar pihak rumah sakit dapat meminimalisasi waktu tunggu rawat jalan dengan penambahan petugas, menyusun SPO, melakukan monitoring dan evaluasi, melengkapi sarana prasarana. 
Gambaran Bakteri Penyebab Infeksi Pada Anak Berdasarkan Jenis Spesimen dan Pola Resistensinya di Laboratorium RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2016 Novard, M. Fadila Arie; Suharti, Netti; Rasyid, Roslaili
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama bagi negara maju dan berkembang. Salah satu penyebab infeksi adalah bakteri dan bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh anak. Untuk mengobatinya digunakan antibiotik. Namun, dalam penggunaannya ditemukan resistensi antibiotik terhadap bakteri. Tujuan penelitian adalah mengetahui bakteri penyebab infeksi pada anak dan pola resistensinya dari berbagai spesimen tahun 2014-2016. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif restrospektif. Sampel penelitian adalah catatan hasil pemeriksaan kultur dari berbagai spesimen dan uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik pasien usia kurang dari 18 tahun di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2016. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri penyebab infeksi pada anak dari spesimen darah adalah Klebsiella sp. Klebsiella sp. sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon (95%) dan netilmisin (86%), dan rata-rata sudah resisten terhadap asam nalidiksat (100%) dan eritromisin (95,7%). Pada spesimen feses dan urin ditemukan Escherichia coli. Pada spesimen feses, Escherichia coli sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon (97,7%) dan meropenem (95,7%), resisten terhadap eritromisin (98%) dan ampisilin (95,3%). Pada spesimen urin, Escherichia coli sensitif terhadap meropenem (86,9%) dan netilmisin (76,9%), resisten terhadap tetrasiklin (91,2%) dan amoksisilin (89,9%). Pada spesimen sputum ditemukan Klebsiella sp. Klebsiella sp. sensitif terhadap meropenem (84,2%) dan levofloksasin (76,9%), resisten terhadap sulfametroksazol-trimetroprim (100%) dan eritromisin (93,8%). Kesimpulan penelitian adalah bakteri yang paling banyak menjadi penyebab infeksi pada spesimen darah anak adalah Klebsiella sp. yang sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon dan resisten terhadap asam nalidiksat. Pada spesimen feses, Escherichia coli sensitif terhadap sulbaktam-sefoperazon dan resisten terhadap eritromisin. Pada spesimen urin, Escherichia coli sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap tetrasiklin. Pada spesimen sputum, Klebsiella sp. sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap sulfametroksazol-trimetroprim.
Pengaruh Pemberian Air Rendaman Rumput Fatimah (Anastatica Hierochuntica) Terhadap Kadar Hormon Oksitosin dan Hormon Prolaktin Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Menyusui Perbandingan Safitri, Yunni; Afriwardi, Afriwardi; Yantri, Eny
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid yang merupakan bagian fitoestrogen. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian air rendaman rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) terhadap hormon oksitosin dan hormon prolaktin pada tikus putih (Rattus Norvegicus) menyusui. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain Post-Tes Only Control Group. Jumlah sampel 32 tikus menyusui yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakukan P1, P2 dan P3 yang masing–masing diberi 10gr, 20gr dan 40gr rendaman Anastatica Hierochuntica. Penelitian dilakukan di Labor Farmasi dan Biomedik Universitas Andalas. Hormon oksitosin dan hormon prolaktin diukur dengan mengunakan metode ELISA. Uji statistik menggunakan uji Shapiro Wilk untuk mengetahui normalitas data, dilanjutkan One Way ANOVA dan untuk mengetahui perbedaan pada kelompok digunakan uji Multiple Comparisons (post hoc test) jenis Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) kadar hormon oksitosin antara kelompok kontrol (56,604±10,907) dengan kelompok P2 (44,095±6,117). Pada hormon prolaktin juga berbeda secara bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol (11,794±1,633) dengan kelompok P3 (16,991±3,735). Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap pemberian air rendaman rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) terhadap hormon oksitosin dan hormon prolaktin pada tikus putih (Rattus Norvegicus) menyusui.
Invasive Carcinoma Mammae dengan Metastasis Orbita, Tulang, dan Paru Avryna, Putri; Wahid, Irza; Fauzar, Fauzar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8 (2019): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carcinoma mammae (kanker payudara) merupakan penyakit keganasan yang paling banyak terjadi pada wanita di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian wanita kedua di Amerika Serikat.Pada tahun 2014, terdapat 232.000 kasus baru pada wanita di Amerika Serikat dan dengan angka kematian 40.000 jiwa. Invasive breast carcinoma paling banyak berasal dari epitel duktus dan lebih dari 75% merupakan invasive ductal carcinoma not otherwise specified (IDC-NOS). Angka kejadian metastasis orbita 2-9% dari semua kasus keganasan pada dewasa dan 8-10% berasal dari kanker payudara. Pada kasus ini, wanita 36 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan terdapat benjolan pada mata kiri sejak 2 bulan yang lalu. Pasien telah dikenal menderita Ca Mammae dengan hasil biopsy jaringan ditemukan invasive carcinoma mammae of no special type (NST) Grade II sejak 1,5 tahun sebelumnya, namun menolak pengobatan dan kemoterapi. Saat ini telah terjadi metastasis di orbita, metastasis tulang dan paru. Pasien diberikan kemoterapi dengan regimen Carboplatin (AUC 6) dan Paclitaxel 170 mg/m2 dan mengalami perbaikan secara signifikan.
IDENTIFIKASI BAKTERI DAN SENSITIVITAS TERHADAP ANTIBIOTIK PADA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Sasmita, Bahana; Yaswir, Rismawati; Lillah, Lillah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1104

Abstract

AbstrakOtitis Media Supuratif Kronis (OMSK) didefinisikan infeksi telinga tengah yang ditandai oleh sekret terus-menerus atau berulang selama tiga bulan atau lebih melalui perforasi membran timpani. Uji sensitivitas penting untuk perencanaan terapi, mengurangi potensi risiko komplikasi dan mencegah resistensi. Tujuan: Mengetahui hasil identifikasi dan sensitivitas terhadap antibiotik pada penderita Otitis Media Supuratif Kronis. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dilakukan di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil Padang dari bulan Januari 2016 sampai dengan Juni 2016. Hasil: Bakteri terbanyak penyebab Otitis Media Supuratif Kronis pada spesimen swab telinga adalah Stafiloccocus sp (37,73%) yang sensitif terhadap Meropenem (50%) dan resisten terhadap Ampicillin (100%), Amoxicillin (95%), Ciprofloxacin (95%) dan Levofloxacin (95%). Bakteri penyebab terbanyak kedua adalah Pseudomonas sp (26,41%) yang sensitif terhadap Meropenem (92,85%) dan resisten terhadap Ampicillin (100%), Amoxicillin (100%), Chloramfenicol (100%), Erytromycin (100%), dan Sulfamethoxazole Trimethoprim (100%). Simpulan: Bakteri terbanyak penyebab Otitis Media Supuratif Kronis pada spesimen swab telinga adalah Staphylococcus sp (37,73%) yang sensitif terhadap Meropenem (50%) dan Pseudomonas sp (26,41%) yang sensitif terhadap Meropenem (92,85%)

Page 4 of 99 | Total Record : 988