cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 988 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PESERTA MANDIRI DALAM PEMBAYARAN IURAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KOTA SOLOK Wulandari, Ayu; Syah, Nur Afrainin; Ernawati, Tuty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1219

Abstract

Kepatuhan peserta mandiri membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Solok belum maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang menunggak di Kota Solok yaitu 69% dari peserta mandiri terdaftar. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam pembayaran iuran Program JKN di Kota Solok. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan sampel penelitian adalah peserta mandiri program JKN di Kota Solok yang terpilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang peserta mandiri yang minimal berusia 17 tahun dan berdomisili di Kota Solok. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,019), pendapatan (p=0,038), persepsi terhadap pelayanan kesehatan (p=0,047) dan persepsi terhadap risiko (p=0,043) dengan kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, jarak tempuh tempat pembayaran iuran dan jumlah tanggungan terhadap kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program  JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. BPJS Kesehatan Cabang Solok harus meningkatkan kuantitas dan kualitas sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri program JKN.Kata kunci: kepatuhan, Iuran JKN, BPJS Kesehatan  
TOKSOPLASMOSIS OKULAR Ariyeni, Dessy; Helvinda, Weni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1204

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Toksoplasma gondii yang merupakan protozoa obligat intraselular.  Parasit ini mempunyai tiga bentuk morfologi yang berbeda, yaitu: tachizoites, bradizoites dan ookista. Transmisi parasit ke manusia dapat terjadi dengan cara termakan makanan yang mengandung ookista atau kista jaringan yang terdapat di dalam daging yang dimasak tidak sempurna. Dilaporkan kasus dengan diagnosis toksoplasmosis okular pada lima pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil Padang antara Februari sampai Mei 2015. Lima  pasien datang dengan keluhan penglihatan kabur dengan onset yang berbeda-beda. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan penurunan visus unilateral dan terdapatnya lesi di polus posterior dengan pinggir hiperpigmentasi pada pemeriksaan funduskopi. Semua pasien diberikan terapi trimethoprim/sulfamethoxazole  selama 6 minggu. Perbaikan visus pada pasien toksoplasmosis okular terjadi setelah pemberian terapi selama 6 minggu dengan terapi trimethoprim/sulfamethoxazole walaupun tidak terlalu signifikan karena ada lesi didaerah makula.Kata kunci: lesi hiperpigmentasi, toksoplasmosis okular, trimethoprim / sulfamethoxazole
HUBUNGAN EOSINOPENIA DAN RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT DENGAN PROCALCITONIN PADA PASIEN SEPSIS Wardhani, Ajeng Kurnia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1232

Abstract

Procalcitonin adalah biomarker yang bermanfaat mendiagnosis sepsis, tetapi  mahal dan waktu pemeriksaan lama. Eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit merupakan alternatif yang lebih murah dan cepat, namun efektivitasnya belum diketahui dengan jelas. Tujuan: Menentukan hubungan eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit terhadap procalcitonin pada pasien sepsis. Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan belah lintang. Subjek penelitian 43 pasien sepsis yang dirawat di RSUP Dr.Kariadi bulan Desember 2018 sampai Juni 2019, ada 22 pasien wanita dan 21 pria dengan kisaran usia 25?84 tahun. Data kadar procalcitonin, jumah eosinofil, neutrophil dan limfosit diambil secara retrospektif dari catatan medis pasien. Pasien dianggap sepsis bila menunjukkan nilai skor SOFA ?2. Hasil: Didapatkan kadar procalcitonin antara 2,19 ? 87,29 ng/mL dengan median 13,8 ng/mL, kadar eosinofil antara 0 ? 0,01 × 103/µL dengan median 0,01 × 103/µL, serta rasio neutrofil/limfosit antara 7,59 ? 68,36 dengan median 19,39. Uji korelasi spearman tidak menemukan hubungan yang bermakna antara kadar procalcitonin dengan kondisi eosinopenia (p = 0,929; r = 0,014) dan rasio neutrofil/limfosit (p = 0,879; r = ?0,024). Peningkatan kadar procalcitonin ?2 ng/mL, kondisi eosinopenia dengan kadar eosinofil absolut ?0,05 × 103/µL, serta peningkatan rasio neutrofil/limfosit ?5 diperkirakan sebagai biomarker yang bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sepsis, namun tidak menemukan adanya hubungan yang bermakna antara berbagai biomarker tersebut. Simpulan: Hasil penelitian ini belum mendukung penggunaan jumlah eosinofil dan rasio neutrofil/limfosit sebagai pengganti procalcitonin untuk membantu menegakkan diagnosis sepsis.Kata kunci: eosinopenia, procalcitonin, rasio neutrofil/limfosit, sepsis
RESPON IMUN TERHADAP INFEKSI TOXOPLASMA GONDII Rusjdi, Selfi Renita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1203

Abstract

Toxoplasma gondii merupakan parasit golongan protozoa intraseluler yang menyebabkan penyakit zoonosis yaitu toksoplasmosis. Gejala toksoplasmosis dapat berlangsung tanpa gejala hingga menimbulkan gangguan neurologis berat bahkan kematian pada individu immunocompromised. Infeksi Toxoplasma gondii  (T.gondii) dapat terjadi secara kongenital maupun didapat. Respon imun host terhadap infeksi T. gondii dimulai saat parasit masuk ke dalam tubuh dan melakukan invasi intraseluler. Respon imun alamiah ini akan menghasilkan IFN-? dan menginduksi mediator inflamasi yang dapat menghambat multiplikasi T.gondii serta menstimulus terbentuknya respon imun adaptif.Kata kunci: infeksi, respon imun,Toxoplasma gondii
HUBUNGAN RASIO LEUKOSIT MEAN PLATELET VOLUME DENGAN SKOR GRACE SEBAGAI PREDIKTOR PROGNOSIS PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT Ilyan, Theresia; Wulanjani, Herniah Asti; Limijadi, Edward Kurnia Setiawan
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1222

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) sebagian besar disebabkan aterosklerosis. Inflamasi kronis berperan dalam pembentukan plak aterosklerosis. Leukosit dan trombosit berperan pada proses inflamasi. Peningkatan leukosit dan Mean Platelet Volume (MPV) (penanda aktivasi trombosit) menjadi prediktor prognosis kurang baik pada SKA. Tujuan: Membuktikan hubungan rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE sebagai prediktor prognosis pasien SKA. Metode: Penelitian potong lintang terhadap 51 pasien SKA onset 4-6 jam di RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilakukan selama bulan Maret sampai April 2019. Perhitungan rasio leukosit MPV dari hasil pemeriksaan hematologi pasien pertama kali saat rawat inap dan pengukuran skor GRACE dari rekam medis. Uji analisis dengan korelasi Pearson. Hasil: Uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE, didapatkan r=-0,088 dan p=0,538 (p>0,05). Analisis subgrup risiko kematian rendah, sedang, tinggi, didapatkan masing-masing r=0,980 p=0,129; r=0,142 p=0,629; r=-0,112, p=0,527. Terdapat korelasi lemah, dapat diabaikan dan tidak signifikan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE (r=-0,088, p=538) pada pasien SKA dengan onset 4-6 jam. Hal ini mungkin disebabkan pengaruh faktor usia dan beberapa komponen dalam skor GRACE tidak berhubungan dengan inflamasi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE. Kata kunci: rasio leukosit mean platelet volume, sindrom koroner akut, skor GRACE
KRIM EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH TUNGGAL (ALLIUM SATIVUM) MENGHAMBAT PENEBALAN EPIDERMIS TIKUS WISTAR JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIPAPAR SINAR ULTRAVIOLET-B Wibisono, Evaldo Wiyoko
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1275

Abstract

Paparan sinar ultra violet (UV) yang membentuk suatu radikal bebas pada kulit merupakan salah satu faktor terjadinya photoaging. Bawang putih tunggal (Allium sativum) mengandung senyawa antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Tujuan:  Menentukan pengaruh krim ekstrak bawang putih tunggal terhadap ketebalan epidermis tikus wistar yang dipapar sinar UV-B. Metode: Penelitian ini menggunakan sampel 30 ekor tikus wistar jantan, 150-200 gram, usia 3-4 bulan. Pengelompokkan sampel dilakukan secara acak menjadi 6 kelompok, yaitu K1 sebagai kontrol (hanya dipapar sinar UV-B), K2 (parasol), K3 (plasebo), K4 (krim ekstrak 5%), K5 (krim ekstrak 10%), K6 (krim ekstrak 20%). Seluruh kelompok diberikan paparan sinar UV-B mulai dari dosis 50 mJ/cm2 pada minggu I dengan durasi paparan 50 detik, 70 mJ/cm2 pada minggu II dengan durasi paparan 70 detik, 80 mJ/cm2 pada minggu III dan IV dengan durasi paparan 80 detik. Ketebalan epidermis diukur menggunakan software image raster. Hasil: Penelitian ini menunjukkan signifikansi perbedaan ketebalan epidermis yang berbeda-beda antara masing-masing kelompok (P < 0.05). Rerata ketebalan epidermis K1 sebesar 32,59 ± 4,21 µm, K2 sebesar 26,87 ± 6,38 µm, K3 sebesar 30,34 ± 4,30 µm, K4 sebesar 25,08 ± 5,77 µm, K5 sebesar 21,25 ± 4,00 µm, dan K6 sebesar 19,90 ± 4,19 µm. Simpulan: Pemberian krim ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum) pada dosis tertentu mampu menghambat  penebalan epidermis tikus wistar jantan yang dipapar sinar UV-B.              Kata kunci: Bawang Putih Tunggal, Ketebalan Epidermis, Sinar Ultraviolet-B
METASTASE GIANT CELL TUMOUR OF BONE KE PARU Gestin, Dutia; Asri, Aswiyanti; Novianti, Hera
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1256

Abstract

Giant-cell tumor of bone (GCT) merupakan tumor tulang primer yang biasa terjadi pada dewasa muda usia 20-40 tahun. Giant-cell tumor of bone bersifat jinak tapi sangat destruktif lokal dan memiliki rekurensi yang sangat tinggi. Metastase GTC of bone ke paru sangat jarang, dengan angka kejadian 1-9% dari seluruh kasus. Belum ada penjelasan yang pasti mengenai patogenesis metastasis GCT of bone ke paru. Dilaporkan kasus giant-cell tumor of bone yang metastase ke paru pada perempuan berusia 51 tahun. Hasil diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan sitologi pleura yang secara mikroskopik ditemukan adanya sel-sel bulat-oval, monomorf dengan sebaran sel-sel berinti banyak. Sebelumnya pasien mempunyai riwayat GCT yang didiagnosis 3 tahun yang lalu.Kata kunci: giant-cell tumor of bone, metastase, paru
PERBEDAAN KADAR NATRIUM PADA PACKED RED CELL BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN DI BANK DARAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Ashan, Hesty Rhauda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online Maret 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1237

Abstract

Packed Red Cell (PRC) adalah komponen darah yang didapat setelah sebagian besar plasma dipisahkan dari Whole Blood (WB) dan memiliki nilai hematokrit sekitar 80%. Packed red cell disimpan pada suhu 2-6°C selama 21?42 hari tergantung larutan antikoagulan-pengawet yang digunakan. Pompa Na+/K+ATPase menjadi inaktif pada suhu 4°C menyebabkan natrium masuk ke dalam sel dan kalium keluar dari sel. Proses ini terjadi perlahan dan terus menerus sehingga kadar natrium pada plasma PRC menurun sesuai dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Tujuan: Menentukan perbedaan kadar natrium PRC antara penyimpanan ?14 hari dan >14 hari di bank darah RSUP Dr.M.Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang, dimulai dari bulan September 2016 sampai Oktober 2018. Kadar natrium diperiksa dengan electrolyte analyzer. Analisis data menggunakan uji-t, bermakna bila p<0,05. Hasil: Rerata kadar natrium pada penyimpanan ?14 hari adalah 150,5 (2,9)  mmoL/L dan 143,3 (4,3) mmoL/L pada penyimpanan >14 hari. Terdapat perbedaan bermakna rerata kadar natrium PRC berdasarkan lama penyimpanan (p= 0,0001). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar natrium PRC pada lama penyimpanan ?14 hari dan >14 hari.Kata kunci: lama penyimpanan, jejas penyimpanan, natrium, packed red cell