cover
Contact Name
Kuswono, M.Pd.
Contact Email
kromowijoyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
historiaummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL HISTORIA PENDIDIKAN SEJARAH
ISSN : 23374713     EISSN : 24428728     DOI : -
Core Subject : Social,
Historia includes articles on the results of research and scientific work with the scope of history education, history science and social sciences. The Historia journal is managed by the History Education Program, University Muhammadiyah of Metro, published by the Scientific Publication Unit University Muhammadiyah of Metro collaboration with the MSI (Society Historian Indonesia) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA" : 16 Documents clear
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE SMARTPHONE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SEJARAH LOKAL MASA REVOLUSI FISIK DI KALIMANTAN SELATAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Susanto, Heri; Akmal, Helmi
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1425

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of a learning application that is accessed through mobile smartphones as a medium of introduction of local history during the physical revolution in South Kalimantan. Quantitative method was used with pre-experimental one-group pretest-posttest design in which the researchers tested the effectiveness of the media by comparing the students understanding before and after being treated. The subjects of the study were students of class XI IPS SMAN 7 Banjarmasin consisting of two classes with a population of 57 people. The sample of this research was 25 students taken from population using sample random sampling technique. The research instrument used in the form of multiple choice test with the number of 25 items. Instrument validity was tested through product moment correlation, while its reliability was tested using alpha cronbach formula. The analysis technique used was paired sample t test with hypothesis H0 = no increase of pretest result to posttest after treatment, and H1 = increase of pretest result to posttest after given treatment. The results showed that after being treated using instructional media application, students posttest score was greater than pretest with mean posttest (76,80)> pretest (56,32). Through the statistical calculation known that -thitung (-11,058) <-ttabel (-2,064) with a strong and positive correlation of 0.729 which means H1 accepted so that it can be said to occur increased understanding of students after using the application of learning. Based on the results of the study, it was concluded that the application of mobile smartphone-based learning is effectively used as a medium of introduction of local history of physical revolution in South Kalimantan in the students of class XI IPS SMA Negeri 7 Banjarmasin
ANALISIS MAKNA SETIAP PERISTIWA SEJARAH MELALUI PENERAPAN MODEL BERSTRUKTUR Zafri, Zafri; Hastuti, Hera
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1133

Abstract

Memaknai peristiwa sejarah melalui pembelajaran berstruktur merupakan model baru yang dikembangkan dari teori struktural. Teori struktural sendiri diturunkan dari perspektif filsafat spekulatif, yang meyakini bahwa sejarah memiliki pola-pola dasar yang tetap dan konstan. Pola dasar yang dimaksud yaitu, setiap peristiwa sejarah memiliki proses awal (lahir) peristiwa, proses berkembang, puncak (kejayaan), proses kemunduran, dan hancur (habis). Meski tidak seluruh peristiwa sejarah lengkap memiliki semua pola, adakalanya setelah lahir langsung mencapai puncak kejayaan, dan kemudian tiba-tiba hancur karena suatu peristiwa. Kompleksnya materi sejarah yang diajarkan kepada anak didik, membutuhkan suatu strategi atau model yang tepat untuk meramunya, agar tujuan, nilai-nilai, dan makna setiap peristiwa sejarah tersampaikan. Artikel ini khusus membahas penerapan model berstruktur dalam pembelajaran sejarah, untuk mencari dan menganalisis makna setiap perubahan dalam peristiwa sejarah.        Kata Kunci: Analisis, Struktural, Filsafat Spekulatif
CANDI KEDATON MUARA JAMBI DAN NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH: SEBUAH IDENTIFIKASI AWAL Suryani, Ida
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1352

Abstract

ABSTRAK, Penelitian yang berjudul “Nilai Budaya Pintu Gerbang Candi Kedaton Muara Jambi Sebagai Sumber Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah”. bertujuan untuk mendeskipsikan nilai karakter candi kedaton muara jambi dalam pembelajaran sejarah. Manfaat Teoritis: Penelitian ini memberikan suatu kajian ilmiah tentang karakter candi kedaton muara jambi sebagai pengayaan karakter  dalam pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data: a) Informan; b) dokumen; c) tempaat. Teknik pengumpulan data: a) wawancara mendalam; b)Validitas data: adalah teknik triagulasi data, dan triagulasi metode. Teknik analisis: analisis model innteraktif. Kesimpulan:1)Pintu gerbang candi kedaton; 2) Nilai budaya pintu gerbang candi kedaton; 3) Nilai karakter pintu gerbang candi kedaton. Kata kunci: pintu gerbang candi kedaton, karakter, pembelajaran sejarah
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIDANG STUDI SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR Suparno, Suparno
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1412

Abstract

Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Bidang Studi Sejarah dengan Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Kepala Bernomor Terstruktur Kelas XII IPS 1 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018Salah satu factor penunjang kemajuan bangsa adalah pendidikan karena dengan mutu pendidikan yang baik akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan mandiri.  Proses pembelajaran yang memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara.Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar siswa yang rendah,siswa kurang termotivasi mengikuti mata pelajaran sejarah,  siswa kurang disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru, begitu juga hasil belajar sejarah yang rendah, dengan demikian peneliti menggunakan metode cooperative learning tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah.Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 1 semester ganjil pada SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018 pada materi Perjuangan bangsa Indonesia sejak Proklamasi hingga lahirnya Orde. Pada tanggal 21 Agustus – 25 September  2017 yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada setiap siklus  dilaksanakan evaluasi.Dari hasil analisis data diperoleh aktivitas memperhatikan guru menjelaskan dengan indicator 80% diperoleh 92,1%, aktivitas menyelesaikan masalah dengan indicator 80% diperoleh 89,1%, aktivitas aktif berdiskusi dengan teman dengan indicator 70% diperoleh 78,3%, aktivitas memberikan tanggapan dengan indicator 25% diperoleh 27,4%, dan aktivitas bertanya dengan indicator 15% diperoleh 18,5%.  Hasil belajar siswa pada siklus I dengan persentase 70,5% siswa yang tuntas belajar, pada siklus II meningkat menjadi 99%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode cooperative learning tipe kepala bernomor terstruktur dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sejarah siswa kelas XII IPS 1 semester ganjil pada SMA Negeri 1 Punggur Tahun Pelajaran 2017/2018.
MEMBUMIKAN SANG SURYA: S.D. MHD. ILJAS SANG FOUNDER MUHAMMADIYAH PARIAMAN TAHUN 1929-1941 Sufyan, Fikrul Hanif
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1257

Abstract

Sidi Mhd. Iljas merupakan sosok lokal pengembang Muhammadiyah yang belum pernah muncul dalam historiografi Pariaman, terutama pada episode modernisasi Islam di awal abad ke-20. Ilyas cs memberanikan diri untuk meluaskan pengaruh Muhammadiyah di tengah basis masyarakat penganut Tarekat Syattariyah. Penelitian ini bertujuan untuk membingkai strategi Ilyas dalam menyebarluaskan Muhammadiyah, termasuk ketika berhadapan dengan pemerintah jajahan. Metode historis yang diterapkan dalam penelitian ini terdiri atas pengumpulan sumber (heuristik). Setelah heuristik, dilakukan kritik terhadap sumber temuan, interpretasi, dan historiografi.Tradisi keagamaan Syattariyah sejak abad ke-17 di pesisir Barat Pariaman, memang tidak terbantahkan. Sampai gelombang modernisasi Islam dibawa Adnan ke Nagari Kurai Taji melalui Surau Paninjauan, telah merusak rust en orde kalangan ulama Syattariyah. Adalah Ilyas yang kemudian melanjutkan gerakan modernisasi Islam melalui Muhammadiyah Groep Kurai Taji. Beragam strategi diterapkannya, baik ketika berhadapan dengan pengikut Syattariyah, maupun berhadapan dengan pemerintah Kolonial Belanda. Setelah Ilyas memutuskan hijrah  ke Kisaran, namun perhatiannya terhadap gerak Muhammadiyah Pariaman tetap tidak berubah. Konkritnya, Ilyas telah meletakkan fondasi kuat, yang kemudian dilanjutkan pemimpin persyarikatan berikutnya.
THE EDICT OF MILANO: PERJUANGAN DAN KEMERDEKAAN AGAMA KRISTEN DI KEKAISARAN ROMAWI TAHUN 313 M Pardi, Wayan
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1361

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan awal mula perkembangan Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, 2) Untuk menguraikan diskriminasi, penganiayaan dan perjuangan Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, 3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemerdekaan dan konversi Agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penulisan sejarah. Temuan menunjukkan bahwa selama dua abad setengah orang-orang Kristen dianiaya di seluruh Kekaisaran Romawi, ada ribuan korban dari segala usia, jenis kelamin, dan kondisi. Ada yang dipenggal kepalanya, disalib, dibakar, dan yang paling sering dikirim untuk dijadikan santapan binatang buas di Aphiteater. Hal ini disebabkan karena sikap dari umat Kristiani yang mengutuk kepercayaan lokal Kekaisaran Romawi sebagai penyembah berhala, menolak bersumpah atas nama dewa di pengadilan, menolak menyembah genius (spirit penjaga/pengawal) kaisar. Sikap tersebut telah menistakan kepercayaan lokal bangsa Romawi terhadap dewa-dewi yang telah mereka hormati sebagai pelindung dan penjaga keamanan di imperium Romawi. Apalagi, penolakan orang-orang Kristen untuk memuja kaisar merupakan suatu tindakan pembangkangan karena adat pemujaan kepada kaisar merupakan tradisi umum yang dilakukan oleh seluruh warganegara Romawi dan menjadi salah satu alat pemersatu seluruh wilayah kekaisaran. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran agama Kristen di wilayah Kekaisaran Romawi, namun menariknya justru penyebaran agama Kristen tidak pernah surut menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari kelas bawah sampai kelas atas. Hingga pada akhirnya Kaisar Konstantinus mengeluarkan dekrit yang memperbolehkan secara sah/legal pemeluk agama Kristen menjalankan ritual keagamaan di seluruh wilayah Kekaisaran Romawi pada tahun 313 masehi. Dekrit tersebut dikenal dengan istilah The Edict of Milano (Dekrit Milan), yang isi Dekrit Milan menyatakan bahwa “kekaisaran memberikan perlindungan kepada pengikut dan agama Kristen dan melarang setiap bentuk pengejaran terhadap para pengikutnya”
MAKNA NYALE DALAM UPACARA ADAT PASOLA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DI SUMBA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR Kuara Jangga Uma, Wilhelmus; Handayani, Dwi; Satriya Nurgiri, Yoga
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1430

Abstract

Tradisi nyale adalah salah satu kearifan lokal di Kabupaten Sumba Barat yang memiliki nilai budaya yang masih terpelihara dalam upacara adat Pasola. Namun demikian, terdapat masalah dari tradisi Nyale dalam Upacara Pasola adalah semakin hilangnya makna dalam pelaksanaan ritual tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tradisi Nyale dalam prosesi Upacara Pasola di Sumba Barat Nusa Tenggara Timur. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, analisis data, verifikasi data. Hasil penelitian adalah Pertama, makna upacara ini digunakan untuk penghormatan peninggalan leluhur dan eksistensinya masih bertahan. Prosesi upacara tidak lepas dari nilai religi dan kepercayaan asli orang Sumba yaitu marapu. Kedua, Syair adat dan upacara penyajian kepada roh halus berfungsi sebagai naluri manusia dalam kepercayaan dan ungkapan syukur kepada Tuhan YME. Perwujudannya dalam bentuk tradisi ritual Nyale yaitu mencari cacing laut dan Pasola sebagai permainan perang di atas kuda menggunakan lembing atau tombak. Peranan ritual Nyale dan adat Pasola di Sumba Barat dimaknai sebagai alat pemersatu masyarakat berupa persaudaraan dan ungkapan kegembiraan sejati menyambut hasil panen. Meskipun upacara Pasola dipenuhi ketakutan karena melukai lawan, tetapi upacara ini terus dilestarikan. Nyale dan Pasola berkaitan erat dengan nilai luhur dalam pelaksanaan prosesi dan kepercayaan masyarakat Sumba. Ketiga, tahapan upacara Nyale dan Pasola adalah a). penentuan waktu pencarian cacing laut mulai dari perkumpulan para rato, b). persiapan kelengkapan Pasola yaitu kayu lembing, kuda, kain adat, dan c). prosesi pelaksanaan Pasola.
PRAKTIK UPETI DALAM TRADISI HEGEMONI NUSANTARA (Tela’ah kritis terhadap praktik mengakar KKN di Indonesia) Hilman, Yusuf Adam
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1268

Abstract

Tradisi pemberian Upeti di era kerajaan, yang hadir melalui konsep penundukan dan juga perwujudan rasa kesetiaan terhadap kerajaan, memiliki relevansi terhadap aktivitas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang sedang terjadi di Indonesia beberapa dekade terakhir. persoalan yang muncul dan terjadi dalam praktik Upeti, merupakan pelaksanaan praktik hegemoni secara fisik ataupun kebudayaan, kondisi ini menyebabkan tidak sadarnya individu atau masyarakat yang sedang di hegemoni oleh Negara atau pemerintah yang memiliki kekuasaan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya praktik hegemoni yang menyebabkan tidak sadarnya masyarakat dalam melaksanakan praktik – praktik Upeti yang akhirnya memperkuat praktik KKN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis historis, yang mencoba melihat prilaku masyarakat secara teratur berdasarkan pembabakan waktu. Tradisi upeti yang telah di temukan dalam beberapa pembabakan waktu, memberikan pola terhadap beberapa konsep, yakni kekuasaan dalam perspektif jawa, yakni: “manunggaling kaula gusti”, konsep ini menempatkan bentuk penghormatan terhadap raja atau kalangan bangsawan dalam posisi tinggi dan juga sangat di hormati, sehingga berkembang kepercayaan bahwa kalangan priyayi atau bangsawan bisa membawa rakyat jelata menuju surga dan kemakmuran di dunia, praktik upeti dalam kondisi saat itu, masih berada dalam pengaruh kebudayaan hindu – budha yang sangat kuat dalam tradisi sistem kelas sosial, sehingga pemerintah kolonial belanda, yang mencoba menekan masyarakat nusantara dengan cara kekerasan dan budaya, supaya struktur kelas tetap terjaga, sehingga kepentingan pemerintah kolonial, yakni: “Glory, Gold, dan Gospel”, dapat tetap terlaksana. Padahal dalam ajaran agama hindu tidak mengenal sistem kasta varnas melainkan model caturvanas yang lebih menekankan pada peranan, bukan pembagian kelas. Hal ini yang kemudian tereduksi dalam penyelenggaraan pemerintah di nusantara sebagai wujud  budaya yang diyakini kebenaranyya, hingga dalam praktik kehidupan masyarakat pemberian upeti, sogokan, uang pelicin, gratifikasi, menjadi salah tafsir dan makna, hal ini yang membuat Indonesia mengalami kondisi darurat KKN.
EKSISTENSI JEMBATAN AMPERA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI MASYARAKAT ULU PALEMBANG TAHUN 1950-2010 Sholeh, Kabib; Nindiati, Dina Sri
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi masyarakat Ulu dan Ilir pra dibangunnya jembatan Ampera, untuk menganalisis sejarah pembangunan jembatan Ampera dan pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Ulu tahun 1962-2010 di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah (historis), dengan berbagai pendekatan keilmuan seperti pendekatan antropologis, sosiologis, ekonomologis dan geografis. Adapun tahapan pertama, heuristik, pengumpulan sumber atau data dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan studi pustaka. Kedua, verifikasi, adalah memilih dan memilah sumber yang terkumpul dengan melakukan kritik intern dan ekstern, ketiga, interpretasi adalah analisis data yang dibantu dengan pendekatan antropologi, sosiologi, ekonomi dan geografis. Keempat, historiografi, tahap terakhir yaitu pemaparan atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini adalah, kondisi pra pembangunan jembatan Ampera tahun 1962, kondisi Ilir dan Ulu mengalami ketidak seimbangan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial dan budaya. Pasca dibangunnya jembatan Ampera tahun 1962 maka besar harapan masyarakat untuk perkembangan masyarakat Ulu yang lebih maju lagi tetapi perkembangan tersebut sampai tahun 2000-an masih berjalan ditempat. Pasca tahun 2000 maka pemerintah dengan akses jembatan Ampera yang mudah untuk menyeberangi ke wilayah Ulu, pemerintah melakukan reklamasi besar-besaran terhadap wilayah Ulu. Dengan demikian masyarakat Ulu mulai merasakan perkembangan dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya. Kondisi demikian secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap proses menyeimbangkan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Ulu dengan Ilir yang berjalan dengan pasti.
SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL TAHUN 1950-1959 Setiawan, Johan; Permatasari, Wahyu Ida; Kumalasari, Dyah
Historia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i2.1250

Abstract

This study aims to find out how the basic foundation of the Indonesian state administration system, the completeness of state tools and the cabinets that ruled during the liberal democracy of 1950-1959. This study uses historical method with the following steps: (1) heuristics, (2) source critic, (3) interpretation, (4) historiography. The results of the research are: (1) The basic foundation used in liberal democracy is UUDS 1950, (2) State apparatus according to UUDS 1950 namely President and Vice President, Ministers, House of Representatives, Supreme Court and Supervisory Board, (3) Cabinet governing the period of liberal democracy in Indonesian 1950-1959 is Natsir Cabinet, Sukiman Cabinet, Wilopo Cabinet, Ali Satromidjojo I Cabinet, Burharuddin Harahap Cabinet, Ali Satromidjojo II Cabinet and Djuanda Cabinet. Keywords: indonesian state administration system, liberal democracy, 1950-1959.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana landasan dasar sistem ketatanegaraan Indonesia, kelengkapan alat-alat negara dan kabinet-kabinet yang memerintah pada masa demokrasi liberal tahun 1950-1959. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Landasan dasar yang digunakan dalam demokrasi liberal yaitu UUDS 1950,(2) Alat-alat kelengkapan negara menurut UUDS 1950 yaitu Presiden dan Wakil Presiden, menteri-menteri, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung dan Dewan Pengawas Keuangan, (3) Kabinet yang memerintah masa demokrasi liberal di Indonesia 1950-1959 yaitu Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Satromidjojo I, Kabinet Burharuddin Harahap, Kabinet Ali Satromidjojo II dan Kabinet DjuandaKata kunci: sistem ketatanegaraan indonesia, demokrasi liberal, 1950-1959.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2020): Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2020): Pembelajaran Sejarah dan Kearifan Lokal Vol 7, No 2 (2019): Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2019): Pendidikan Sejarah dan Sejarah Pendidikan Vol 2, No 2 (2019): Pendidikan Sejarah abad 21 Vol 7, No 1 (2019): HISTORIA Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA Vol 2, No 1 (2018): Historiografi Buku Teks Sejarah: dari nasionalisme hingga Ecopedagogy Vol 1, No 2 (2018): Buku Teks Sejarah dan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2018): HISTORIA Vol 6, No 1 (2018): HISTORIA Vol 1, No 1 (2017): Pembelajaran Sejarah lokal Vol 5, No 2 (2017): HISTORIA Vol 5, No 1 (2017): Historia: Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah Vol 4, No 2 (2016): Historia Vol 4, No 1 (2016): HISTORIA Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah Vol 3, No 2 (2015): Historia Vol 3, No 1 (2015): HISTORIA Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah Vol 2, No 2 (2014): HISTORIA Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013): local wisdom Vol 13, No 2 (2012): Local History in History Learning Vol 13, No 1 (2012): pembelajaran sejarah lokal dan nasional Vol 12, No 2 (2011): History Learning Vol 12, No 1 (2011): Nationalism and History Education Vol 11, No 2 (2010): History Teaching Vol 11, No 1 (2010): Feudalism, History, and Education Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity Vol 9, No 2 (2008): Perkembangan Islam di Indonesia More Issue