cover
Contact Name
Wuri Handayani, Ph.D.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada Jalan Sosio Humaniora No. 1, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Indonesian Economy and Business
ISSN : 20858272     EISSN : 23385847     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) is open access, peer-reviewed journal whose objectives is to publish original research papers related to the Indonesian economy and business issues. This journal is also dedicated to disseminating the published articles freely for international academicians, researchers, practitioners, regulators, and public societies. The journal welcomes author from any institutional backgrounds and accepts rigorous empirical or theoretical research paper with any methods or approach that is relevant to the Indonesian economy and business content, as long as the research fits one of three salient disciplines: economics, business, or accounting.
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 20, No 4 (2005): October" : 6 Documents clear
PROBLEMS OF THE INDONESIAN SUGAR INDUSTRY: AN INSTITUTIONAL ECONOMICS PERSPECTIVE Yustika, Ahmad Erani
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara sekian banyak komoditas pertanian yang memainkan peran strategis diIndonesia, gula merupakan salah satu produk yang mendapatkan perhatian sangat besardari pemerintah. Masalahnya, sejak beberapa dekade terakhir, industri gula di Indonesiamengalami kemerosotan yang luar biasa, baik karena faktor internal maupun eksternal.Akibat persoalan ini, Indonesia yang semula menjadi eksportir gula terbesar kedua didunia, saat ini justru menjadi salah satu negara importer gula terbesar di dunia. Secaraumum, bila dipetakan, masalah pada industri gula di Indonesia berakar dari empat faktorbeikut: (i) inefisiensi pada level petani; (ii) inefisiensi pada tingkat pabrik gula (iii)kebijakan pemerintah yang tidak efektif; dan (iv) perdagangan produk gula sangat distortifdalam pasar internasional. Tulisan ini, dengan cara yang berbeda, berargumentasi bahwasebagian dari penyebab kemunduran industri gula nasional disebabkan oleh inefisiensikelembagaan (institutional inefficiency), baik pada level kebijakan kelembagaan(institutional environment) maupun kesepakatan kelembagaan (institutional arrangement).Keywords: sugar industry, institutional transaction costs.
IMPLEMENTATION OF TECHNOLOGY AND MANAGEMENT INITIATIVES TO ELIMINATE COMPETITIVE PRIORITIES TRADE-OFFS Priono, Anjar; Radhi, Fahmi
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi apakah implementasi teknologi dan praktek manajemenberperan dalam meminimalkan trade-off diantara competitive priorities. Pengujiandilakukan dengan menggunakan paradigma matrik produk-proses (Hayes dan Wheelwright 1979) yang mensyaratkan adanya kesesuaian antara struktur produk dan struktur proses produksi. Variabel yang digunakan untuk meminimalkan trade-off adalah teknologi pemrosesan, teknologi pendesainan produk, program kualitas dan JIT. Competitive priorities dibentuk dengan analisis faktor (factor analysis) sedangkan untuk menyusun kategori process choice diterapkan non-hierarchical clustering.Hasil analisa menunjukkan process choice berkaitan erat dengan competitive prioritiesyang diterapkan dalam persaingan, kecuali untuk competitive priorities pengiriman. Halini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur belum mempertimbangkan pengiriman sebagai variabel yang penting untuk memberikan keunggulan kompetitif. Sebagian besar plant yang dijadikan sampel juga masih mengikuti paradigma matrik produk-proses dengan memposisikan dirinya berada pada diagonal matrik. Namun demikian, terdapat beberapa plant yang memposisikan diri berada di luar diagonal matrik untuk memperjelas posisinya dengan pesaing. Plant pada kelompok ini berhasil menghilangkan beberapa trade-off dengan menerapkan teknologi dan praktek manajemen meskipun masih terdapat dua trade-off yang belum berhasil untuk dihilangkan, yaitu biaya-kustomisasi dan biaya-kualitas.Keywords: competitive priorities, process choice, processing and designing technology,JIT, quality program.
RETHINKING OF MY EXPERIENCE AS A MINISTRY OF FINANCE: STABILIZATION IN A PERIOD OF TRANSITION; INDONESIA 2001 –2004 Boediono, Boediono
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menggambarkan bagaimana proses kebijakan ekonomi dilakukan dalampraktek berdasarkan pengalaman di Indonesia sewaktu masa pemerintahan Megawati2001-2004. Pada tahun 2001 ekonomi Indonesia mengalami ketidakstabilan makro yangbersumber dari hilangnya kepercayaan para pelaku ekonomi terhadap kebijakanpemerintah. Di sini ditunjukkan langkah-langkah apa yang diambil untuk mengembalikankepercayaan tersebut, hambatan-hambatan apa yang dihadapi dalam praktek terutamakarena Indonesia juga sedang mengalami masa transisi politk yang mendasar. Prinsipekonomi yang melandasi kebijakan pemerintah cukup sederhana, namun yang rumit adalah penerapannya dalam praktek. Hambatan politik-ekonomi itu satu per satu diselesaikan dan hasilnya adalah ekonomi Indonesia yang stabil dalam tahun 2004. Satu hal yang belum dapat dicapai pada waktu itu adalah bagaimana meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Ini memerlukan pembenahan struktural untuk memperbaiki iklim usaha dan iklim investasi yang sifatnya berjangka menegah dan panjang. Inilah tantangan yang harus ditanggulangi oleh pemerintahan sekarang tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi yang sudah dicapai.Keywords: Government policy, fiscal policy, monetary policy.
INDUSTRIAL ORGANIZATION: INDONESIAN MANUFACTURE Widodo, Tri
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structure-Conduct-Performance (SCP) merupakan isu sentral dalam Industrial-Organization (IO). Analisis SCP biasanya menggunakan pendekatan parsial dan liniersederhana, Structure mempengaruhi Conduct dan Performance. Dalam dunia nyata,Structure, Conduct dan Performance memiliki hubungan yang terkait satu dengan yanglain (interaktif). Paper ini menggunakan pendekatan analisis model SCP interaktif untukmenganalis SCP industri manufaktur Indonesia dan mengaplikasikan model ekonometrikpersamaan simultan. Paper ini berkesimpulan bahwa konsentrasi tidak dapat dijadikanvariabel eksogen untuk perilaku perusahaan-perusahaan (conduct) dan kinerja pasar(performance) seperti dalam paradigma SCP.Keywords: Structure-Conduct-Performance; Industrial Organization; Interactive Model.
INTENSIFIKASI PEMUNGUTAN PAJAK MELALUI PERBAIKAN PELAYANAN (Kasus PBB dan BPHTB di Kantor Pelayanan Malang) Ismail, Munawar
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tax collection intensification through service quality improvement is an efficient way toincrease the role of tax as a main source of government revenue. The objective of this study is to evaluate the service quality of Malang Property-Tax Office delivered to taxpayers in the view of their own perception. The study found that the taxpayers expectation of the service dimensions that consists of tangibles, assurance and accessibility had been met so it has to be continued. Yet, while the taxpayers expectation of the service dimensions that contains reliability and responsiveness was not fullfiled. Therefore, in the future, Malang Property-Tax Office should make more attention on it. Other finding is that there was no dimension of the services that the taxpayers consider it worse.Keywords: property tax, intensification, service quality
PENYARINGAN SP (SPECIAL PRODUCT) PERTANIAN DI WTO: SEBUAH MODALITAS DARI INDONESIA Sawit, M. Husein; Setiyanto, Adi; Purba, Helena J.; Supriah, Supriah
Journal of Indonesian Economy and Business Vol 20, No 4 (2005): October
Publisher : Journal of Indonesian Economy and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara berkembang telah mengajukan sejumlah proposal penyempurnaan PerjanjianPertanian WTO, agar lebih berimbang dan adil. SP adalah salah satu perlakuan khususdalam Akses Pasar yang diminta oleh negara berkembang kelompok G-33. Denganfleksibelitas yang diberikan untuk sektor pangan di negara berkembang, diharapkandengan reformasi perdagangan mampu memperkuat produksi pangan domestik danketahanan pangan, mempercepat pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.Dalam makalah ini dibahas cara pemilihan SP, kombinasi antara metoda kuantitatifdengan metoda sederhana dan diharapkan dapat mencapai tujuannya. Hasilnya terpilihdelapan komoditas/produk yang pantas diajukan sebagai SP untuk Indonesia yaitupadi/beras, sayur-sayuran, buah-buahan, jagung/pakan ternak, ternak besar dan hasil-hasilnya, unggas dan hasil-hasilnya, kedelai/olahannya, dan tebu/gula. Kombinasi metodakuantitif dan sederhana ini diharapkan dapat juga dipakai oleh negara kelompok G-33,sebagai kontribusi dari Indonesia.Keywords: developing countries, agreement on agriculture, modality, flexiblelity, specialproduct,

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 35, No 2 (2020): May Vol 35, No 1 (2020): January Vol 34, No 3 (2019): September Vol 34, No 2 (2019): May Vol 34, No 1 (2019): January Vol 33, No 3 (2018): September Vol 33, No 2 (2018): May Vol 33, No 1 (2018): January Vol 32, No 3 (2017): September Vol 32, No 2 (2017): May Vol 32, No 1 (2017): January Vol 31, No 3 (2016): September Vol 31, No 2 (2016): May Vol 31, No 1 (2016): January Vol 30, No 3 (2015): September Vol 30, No 2 (2015): May Vol 30, No 1 (2015): January Vol 30, No 1 (2015): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014) Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 16, No 4 (2001): October Vol 16, No 3 (2001): July Vol 16, No 2 (2001): April Vol 16, No 1 (2001): January Vol 16, No 1 (2001): January Vol 15, No 4 (2000): October Vol 15, No 3 (2000): July Vol 15, No 2 (2000): April Vol 15, No 1 (2000): January Vol 14, No 4 (1999): October Vol 14, No 3 (1999): July Vol 14, No 2 (1999): April Vol 14, No 1 (1999): January Vol 13, No 4 (1998): October Vol 13, No 3 (1998): July Vol 13, No 2 (1998): April Vol 13, No 1 (1998): January Vol 12, No 3 (1997): July Vol 12, No 2 (1997): April Vol 12, No 1 (1997): January Vol 11, No 1 (1996): January Vol 10, No 1 (1995): September Vol 9, No 1 (1994): May Vol 8, No 1 (1993): September Vol 7, No 1 (1992): September Vol 6, No 1 (1991): September Vol 5, No 2 (1990): September Vol 5, No 1 (1990): April Vol 4, No 1 (1989): April Vol 3, No 1 (1988): September Vol 2, No 1 (1987): September Vol 1, No 1 (1986): September More Issue