cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Selamat datang di Jurnal Tata Kota dan Daerah. Untuk informasi mengenai pengiriman artikel atau berlanggan jurnal, silakan hubungi kantor redaksi jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Kuno di Kawasan Pekojan Jakarta Suprihatin, Ari; Antariksa, Antariksa; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1729.268 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakterIstik dan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, menentukan faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, serta menentukan arahan pelestarian dalam melindungi lingkungan dan bangunan kuno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, evaluatif, dan development. Hasil analisis tingkat kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kualitas, yaitu pada aspek kemudahan aksesibilitas, kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta keromantisan. Penurunan kualitas juga terjadi pada bangunan kuno yang masih bertahan di Kawasan Pekojan. Berdasarkan hasil analisis, terdapat bangunan kuno yang memiliki tingkat kerusakan kecil sebanyak 11 bangunan (16%), kerusakan sedang sebanyak 55 bangunan (78%), dan kerusakan besar sebanyak 4 bangunan (6%). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan adalah faktor kurangnya peran aktif masyarakat dan faktor pergeseran fungsi kawasan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas bangunan kuno yang paling utama adalah kurangnya dana yang dimiliki pemerintah, faktor pergantian kepemilikan, dan faktor kurangnya perawatan pada bangunan kuno. Arahan pelestarian lingkungan di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tiga jenis tindakan, yaitu tindakan preservasi (lingkungan I), konservasi (lingkungan II), dan rehabilitasi atau gentrifikasi (lingkungan III). Adapun tindakan pelestarian bangunan kuno di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tindakan preservasi (8 bangunan), konservasi (54 bangunan), dan rehabilitasi atau restorasi (8 bangunan).Kata kunci : Pelestarian, Faktor-faktor, Penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno
Tingkat Vitalitas Kegiatan Perdagangan Lama di Kayutangan Kota Malang Saputri, Nila Eka; Wicaksono, Agus Dwi; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.547 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik skoring serta metode pendekatan kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan menggunakan analisis sinkronik diakronik dan analisis faktor. Tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan menunjukkan pada tingkat vitalitas sedang. Berdasarkan hasil analisis sinkronik diakronik, aspek ekonomi merupakan aspek yang paling mempengaruhi perkembangan dan perubahan aktivitas kegiatan perdagangan dan kondisi fisik Kayutangan. Hasil studi didapatkan empat faktor menurut kelompok responden pedagang yang berpengaruh terhadap tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan, yaitu faktor I inventaris usaha, faktor II kenyamanan dan keamanan sarana prasarana perdagangan, faktor III aktivitas perdagangan, dan faktor IV jumlah pengunjung. Faktor menurut kelompok responden pengunjung, yaitu faktor I kenyamanan fisik kawasan perdagangan, faktor II kesenangan berkunjung, faktor III barang yang ditawarkan, dan faktor IV keamanan dan keselamatan berkunjung.Kata kunci : tingkat vitalitas, kegiatan perdagangan, faktor
Perkembangan Pemukiman Pinggiran Kota pada Koridor Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman Warsono, Agus; Soetomo, Sugiono; Wahyono, Hadi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.106 KB)

Abstract

Perkembangan permukiman pinggiran kota pada Koridor Jalan Kaliurang dapat memberikan tekanan pada kemampuan ruang sehubungan untuk menampung kegiatan bermukim, yang ditengarai oleh tipologi perkembangan kelompok permukiman perkampungan yang tidak teratur. Tujuan dari penelitian ini yakni, untuk mengkaji hubungan berpengaruh perkembangan permukiman pinggiran kota, dengan tipologi perkembangan kelompok-kelompok permukiman, yang akan dicapai melalui sasaran penelitian meliputi: mengkaji tipologi perkembangan kelompok permukiman dan mengkaji faktor berpengaruh aspek perkembangan permukiman pinggiran kota, serta menganalisa hubungan tergantung tipologi perkembangan kelompok permukiman dengan faktor perkembangan permukiman pinggiran kota pada koridor Jalan Kaliurang kabupaten Sleman. Metode yang digunakan yaitu metode survei untuk mengetahui sikap masyarakat pada perkembangan permukiman pinggiran kota, yang memperlihatkan tipologi perkembangan kelompok permukiman yang teratur dan tidak teratur. Hasil studi menunjukkan bahwa pada perkembangan permukiman pinggiran kota terjadi penurunan dayadukung ruang lingkungan perumahan sebesar 25,89%, yang diperlihatkan oleh tipologi perkembangan kelompok permukiman yang tidak teratur. Faktor-faktor yang mempengaruhi tipologi pekembangan kelompok permukiman yang teratur adalah: a) faktor pertumbuhan penduduk, b) faktor hak-hak pemilikan lahan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tipologi perkembangan kelompok permukiman yang tidak teratur, yaitu: c) faktor persaingan memperoleh lahan.Kata kunci: perkembangan, pinggiran, kota, tipologi, kelompok, permukiman
Kinerja Pengelolaan Sampah di Kota Gombong Kabupaten Kebumen Hartanto, Widi; Wahyono, Hadi; Tyas, Wido Prananing
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.185 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik analisis menggunakan standar normatif dan distribusi frekuensi. Teknik sampling menggunakan metode stratified random sampling yang membagi populasi yang heterogen menjadi kelompok-kelompok yang homogen berdasarkan sumber penghasil sampah dengan jumlah sampel 99 responden. Berdasarkan hasil studi, produksi sampah di Kota Gombong mencapai 279 m3/hari dengan jumlah sampah yang terangkut saat ini, hanya mencapai 40 m3/hari, sehingga kinerja pengelolaan sampah mencapai 36,5 %. Luas daerah terlayani mencapai 36,20 % dan penduduk terlayani mencapai 30,17%. Hasil kinerja pengelolaan sampah sebagian besar dinilai oleh masyarakat masih kurang baik sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kepuasan atau harapan masyarakat. Hal ini menunjukan kinerja pengelolaan sampah belum sepenuhnya berjalan efektif. Hasil kinerja dipengaruhi oleh aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, hukum dan peran serta masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan sampah antara lain jumlah personil dan sarana prasarana masih sangat terbatas, operasional pengangkutan yang belum optimal, masih kurang jelasnya pembagian tugas terutama pada sistem pengumpulan dan pengangkutan, pendapatan dari retribusi rendah sehingga perlu subsidi untuk operasional, biaya operasional sangat terbatas, masyarakat belum sepenuhnya mendukung pengelolaan sampah dan masih kurangnya penindakan terhadap pelanggaran peraturan tentang persampahan. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu pemerintah perlu menambah jangkauan pelayanan sampah, personil, peralatan serta memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat.Kata kunci : sampah, kinerja, pengelolaan
Preferensi Wisatawan Terhadap Tempat Wisata Kampung Adat Bena dan Wogo dengan Penggunaan Law of Comparative Judgement Uge, Maria Yasintha
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.143 KB)

Abstract

Pemilihan lokasi wisata sebagai daerah tujuan wisata sangat dipengaruhi oleh preferensi wisatawan. Preferensi wisatawan merupakan gambaran-gambaran dari nilai-nilai terbaik yang dipertimbangkan wisatawan dalam menentukan sebuah pilihan berwisata. Preferensi wisatawan dianggap sebagai pandangan ideal atas keberadaan wisata dilihat dari prespektif dan tuntutan wisatawan. Studi ini bertujuan untuk melakukan perbandingan dua tempat wisata budaya kampung adat dari sisi preferensi wisatawan dengan menggunakan analisa the law of comparative judgement. Responden terdiri dari wisatawan domestik termasuk wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Berdasarkan hasil komparasi dari berbagai teori, maka faktor-faktor yang menjadi hipotesa untuk diteliti dalam studi ini adalah gambaran perjalanan wisata (jarak objek wisata, lama tinggal, biaya, resiko, dan tingkat kepercayaan terhadap biro perjalanan); keunggulan daerah tujuan wisata (jenis atraksi, kualitas layanan, lingkungan fisik, dan sikap masyarakat lokal); akomodasi wisata (keberadaan fasilitas wisata, jumlah, dan kisaran harga); serta aksesibilitas (jarak objek wisata, kondisi jalan, jenis angkutan, frekuensi, dan tarif angkutan). Terdapat tiga tahapan analisa dalam studi ini yaitu: pertama, deskriptif kualitatif; kedua, analisa the law of comparative judgement; dan ketiga, analisa lokasi wisata budaya kampung adat yang paling disukai berdasarkan preferensi wisatawan dengan menggunakan metode pembobotan.Hasil analisa menyimpulkan bahwa: metode the law of comparative judgement dapat digunakan dalam studi yang bersifat perbandingan, dengan responden utamanya yaitu wisatawan; karakter yang berbeda antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara menyebabkan adanya perbedaan pada penilaian kepentingan relatif preferensi setiap wisatawan; berdasarkan preferensi wisatawan, wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara lebih memilih Kampung Adat Bena sebagai lokasi wisata budaya kampung adat yang lebih disukai; serta terdapat dua faktor pembeda yang membedakan Kampung Adat Bena dan Kampung Adat Wogo, dimana terdiri dari daya tarik wisata (tourist heritage) yaitu ornamen rumah adat (Sa’o) dan kebudayaan tradisional (bahasa, mata pencaharian dan kerajinan tradisional), serta akomodasi wisata.Kata kunci : Preferensi Wisatawan, Wisata Budaya, Kampung Adat
Guna Lahan di Kawasan Sekitar Bandar Udara Mutiara Kota Palu Pratomo, Rahmat Aris; Kurniawan, Eddi Basuki; Prayitno, Gunawan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.348 KB)

Abstract

Kondisi perkembangan lahan terbangun di kawasan sekitar Bandar Udara Mutiara terutama pada jalur yang sejajar dengan daerah landasan pacu sebagai area lepas landas maupun jalur pendaratan pesawat di Bandar Udara Mutiara semakin meningkat hingga kini. Kawasan tersebut berkembang menjadi sebuah kawasan dengan kepadatan bangunan yang cukup tinggi sehingga dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Belum adanya dokumen yang mengatur secara khusus guna lahan kawasan sekitar bandara akan menimbulkan kesemerawutan perkembangan kota. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan mendeskripsikan karakteristik fisik dan perkembangan guna lahan di wilayah studi dari tahun 1998 hingga tahun 2008 yang merupakan tahun awal realisasi pengembangan Bandar Udara Mutiara, mengetahui kemampuan lahan di wilayah studi sebagai salah satu acuan pengembangan kawasan terbangun di wilayah studi, mengetahui dampak aktivitas penerbangan terhadap lingkungan di sekitar Bandara Udara Mutiara yang meliputi batasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan batasan Kawasan Kebisingan. Hasil akhir dari studi ini berupa guna lahan di kawasan sekitar Bandar Udara Mutiara.Kata kunci : guna lahan, Bandar Udara Mutiara
Faktor yang Mempengaruhi Harga Lahan di Kawasan Khusus Kota Baru Berbasis Industri dan Pusat Kota Samarinda Mayasari, Karina; Surjono, Surjono; Hariyani, Septiana
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.346 KB)

Abstract

Pengertian nilai lahan atau land value, ialah pengukuran nilai lahan yang didasarkan kepada kemampuan lahan secara ekonomis dalam hubungannya dengan produktivitas dan strategi ekonomis. Sedangkan harga lahan adalah penilaian atas lahan yang diukur berdasarkan harga nominal dalam satuan uang untuk satu satuan luas tertentu. Perbedaan harga lahan yang ada di pasaran Kota Samarinda saat inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, khususnya pada Kecamatan Palaran (kawasan khusus kota baru berbasis industri) dan Kecamatan Samarinda Ilir (kawasan pusat kota Samarinda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi harga lahan pasaran di wilayah studi dan bagaimana faktor-faktor tersebut dalam pembentukan pemodelan harga lahan dan NJOP di kedua kecamatan yang memiliki karakteristik yang berbeda ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk mengetahui karakteristik harga lahan berdasarkan variabel yang mempengaruhi harga lahan di wilayah studi dengan menggunakan analisis crosstabs dan uji test chisquare pada crosstabs. Hasil analisis menunjukkan bahwa diketahui variabel yang memiliki hubungan dengan harga lahan secara signifkan di Kecamatan Samarinda Ilir adalah jenis guna lahan, status kepemilikan lahan, jarak ke pusat kota, kelas jalan, tipe perkerasan jalan, dan jumlah rute angkutan umum yang lewat. Dan variabel yang memiliki hubungan dengan harga lahan secara signifkan di Kecamatan Palaran adalah luas lahan, jenis guna lahan, status kepemilikan lahan, jarak ke pusat kota, kelas jalan, tipe perkerasan jalan, dan jumlah rute angkutan umum yang lewat.Kata kunci : harga lahan, NJOP, pemodelan harga lahan, Kota Samarinda.
Evaluasi Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Perikanan Prigi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Trenggalek Irawati, Emma; Waluyo, Budi Sugiarto; Suharyanto, Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.321 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter pertumbuhan ekonomi dari wilayah perikanan pesisir sebelum dan sesudah pembangunan dari PPN Prigi, untuk mengetahui pengaruh dan mengevaluasi perkembangan dari PPN Prigi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal dengan metode evaluasi. Metode analisis yang digunakan, Analisa karakter pertumbuhan ekonomi kawasan pelabuhan perikanan (termasuk multiplier effect dengan multiply basic coefficient dan analisis korelasi, metode Shift-share dan untuk mengevaluasi proyek pemerintah (KSP dan pelabuhan Prigi implementasi rencana dengan syarat PKPA) dan evaluasi teoritis tentang kondisi ekonomi di daerah pelabuhan dengan metode skoring. Perikanan agrosystem dianalisis dengan metode deskriptif selanjutnya untuk formulasi rekomendasi agrosystem digunakan metode SWOT. Hasil dari penelitian ini adalah Karakter pertumbuhan ekonomi dari kawasan pelabuhan perikanan sebelum pengembangan PPN Prigi berfluktuasi dan berkecenderungan menurun, pada tahun 1999 pertumbuhan 165% menurun menjadi 0,27 (50%) pada tahun 2000. Dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara dampak pembangunan PPN Prigi Trenggalek dengan pertumbuhan ekonomi (r = 0,74). Hasil evaluasi formal terhadap rencana strategis KSP Watulimo Prigi adalah rencana strategis KSP gagal mencapai sasaran. Hasil keputusan teoritis pengembangan pelabuhan terhadap proram PKPA adalah: kondisi eksisting berada pada fase standar maksimal. Hal tersebut menjelaskan kodisi eksisting melampaui target yang diproyeksikan dalam pengembangan pelabuhan Prigi periode 1999-2004. Hasil evaluasi kawasan pelabuhan sebagai growth center terhadap pengembangan wilayah Kabupaten Trenggalek adalah kecenderungan percepatan pertumbuhan ekonomi yang menurun dapat mengancam proses polarisasi terhadap eksistensi kutub pertumbuhan.Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, evaluasi, kawasan pelabuhan perikanan
Penataan Permukiman di Kawasan Segiempat Tunjungan Kota Surabaya Dyah, Ratih Wahyu; Kurniawan, Eddi Basuki; Usman, Fadly
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.662 KB)

Abstract

Berdasarkan Undang-undang No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman, definisi rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Permasalahan perkotaan menunjukkan bahwa akibat dari pertumbuhan kota yang cukup tinggi serta kenyataan akan terbatasnya ruang kota, membawa dampak dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah keterbatasan papan atau permukiman sehingga menimbulkan adanya permukiman kumuh di perkotaan. Kondisisosial ekonomi masyarakat dan kemampuan pengelola kota akan menentukan kualitas pemukiman yang terwujud. Kawasan Segiempat Tunjungan merupakan kawasan permukiman yang ada di Kota Surabaya yangmengalami permasalahan permukiman mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan padat bangunan dan padat penduduk. Tujuan penelitian mengenai penataan permukiman di Kawasan Segiempat Tunjungan adalahuntuk mengidentifikasi karakteristik permukiman, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi arahan penataan permukiman dan menyusun arahan penataan permukiman berdasarkan faktor yang berpengaruh tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mendeskripsikan karakteristik permukiman Kawasan Segiempat Tunjungan dan potensi masalahnya, penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi arahan penataan permukiman dengan menggunakan analisis faktor. Selanjutnya disusun arahan penataan permukiman melalui metode SWOT (IFAS/EFAS) berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penataan permukiman di Kawasan Segiempat Tunjungan. Hasil akhir dari studi ini berupa arahan penataan permukiman seperti perbaikan sarana prasarana permukiman seperti pengadaan sarana ruang terbuka hijau, perbaikan kualitas dan kuantitas air bersih, perbaikan prasarana drainase serta sistem persampahan. Pengaturan intensitas bangunan pada kawasan permukiman berupa pembatasan KDB 70% dan KLB 140% serta pengendalian intesitas kawasan perdagangan dan jasa, penataan sosial kemasyarakatan serta peningkatan ekonomi, yang merupakan suatu usaha penanganan permasalahan dan pengoptimalan potensi yang terdapat pada permukiman tersebut.Kata kunci: Arahan penataan, Permukiman, Kawasan Segiempat Tunjungan
Kinerja dan Rute Pelayanan Angkutan Kota di Kawasan Perkotaan Lumajang - Kabupaten Lumajang Achadiyah, Ira Rachmani; Kurniawan, Eddi Basuki; Hariyani, Septiana
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.396 KB)

Abstract

Angkutan kota merupakan salah satu bentuk dari sarana transportasi yang mempunyai fungsi sebagai sarana pergerakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, yang juga merupakan sarana transportasi alternatif di dalam kota, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang memiliki permasalahan kinerja dan rute pelayanan dikarenakan semakin menurunnya jumlah penumpang sehingga trayek yang ada (yaitu 7 trayek) disusutkan menjadi tiga trayek pada tahun 2003 berdasarkan Keputusan Kadinhub Kabupaten Lumajang dengan SK No. 551. 21/ 332/ 427. 37/ 2003 tentang Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Lumajang hingga menjadi satu trayek pada saat survei dilaksanakan (Mei 2009). Selain itu masih terdapat guna lahan potensial yang belum terlayani oleh jasa angkutan kota. Pada kondisi eksisting, angkutan kota mengalami penumpukan trayek yang disebut overlap rute. Kondisi overlap mempengaruhi kinerja operasional angkutan kota yang nantinya akan berpengaruh pada kenyamanan penumpang. Penelitian kinerja dan rute pelayanan angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang-Kabupaten Lumajang untuk mengavaluasi angkutan kota baik dari sisi kinerja operasional, finansial dan rute/ trayek.Hasil dari analisis kinerja operasional (faktor muat, waktu antara, waktu tunggu keberangkatan, waktu perjalanan dan kecepatan kendaraan) angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206/DRJD/2002, rata-rata masih berada di bawah standar. Untuk kinerja finansial, diperoleh hasil bahwa rata-rata biaya operasi kendaraan (BOK) per hari sebesar Rp. 161.704,29,- dan pendapatan pemilik angkutan per hari sebesar Rp. 27.295,72 bila dihitung berdasarkan tarif yang berlaku saat ini (tahun 2009). Sedangkan berdasarkan hasil dari pemilihan rute dengan memakai model all or nothing dan stokastik dihasilkan rute rekomendasi untuk agkutan kota. Selanjutnya hasil analisis tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat rekomendasi dalam upaya peningkatan kinerja dan rute pelayanan angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang.Kata kunci: Angkutan kota, Kinerja operasional, Kinerja finansial, Rute pelayanan

Page 1 of 14 | Total Record : 137