cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT GIBLET AYAM PEDAGING Pangesti, Ulfa Tiara; Natsir, M Halim; Sudjarwo, Edhy
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO)
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.967 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2016.017.02.8

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect used of jackfruit seed meal in diet on broiler giblet weights. The materials of this study were 100 birds of New Lohman MB-202 P broiler chicks with average 37,77 unsexing. The method of this experiment was Completly Randomize Design (CRD) with 4 treatment and 5 replication, if there were significant effect, it would tested by Duncan’s Multiple Range Test Method, and continued with Simple Linear Regression. The result showed that the jackfruit seed meal in broiler diet gave significant effect (P>0,01) on final weight, heart weight, liver weight, gizzard weight and spleen weight. The jackfruit seed meal had a negatif correlation with final weight, heart weight, liver weight, gizzard weight and spleen weight. It had conclude that jackfruit seed meal can be used up to the level of  5% in broiler diet, viewed from the final weight, weight of the heart, liver, gizzard, and spleen, because the weights are not significantly different with diet without the use of jackfruit seed meal. Keywords : Broiler, Jackfruit Seed Meal, Giblet
Pengaruh Kepadatan Ayam Didalam Kandang Terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, dan Konversi Pakan Pada Ayam Arab (Gallus turcicus) Jantan Periode Grower Rozali, Usman; Muharlien, Muharlien; Prayogi, Heni
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.091 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2017.018.02.5

Abstract

The purpose on this research was to find out the effect of chickendensity in the cageonfeed intake, body weight gain and feed conversion of Arabic chicken for grower phase. The material used were 50 birds of Arabic chicken attheage of 60 days with average initial body weight of 743.5 ± 67.28. The variables observed in this study were the feed intake, body weight gain and feed conversion. The method used was experiment using Completely Randomized Design consist of 4 treatments and 5 replications. The obtained data were analyzed by using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).The results of this study showed that there was no significant different between house density on body weight gain and feed conversion, but there was avery significantly different (P<0.01) on feed intake. Based on this study, it can be concluded that the better chickendensity in the cage for Arabic chicken at grower phase uses 4 birds / 1200 cm2 birds/m2, because it performed better body weight gain and feed conversion. So, it is suggested that the farmer would likely to use chickendensity in the cage at 4 birds / 1200 cm2for Arabic chicken of grower phase. 
Pengaruh Perbedaan Tiga Jenis Daun Ketela Pohon Terhadap Konsumsi dan Konversi Pakan Ulat Sutera Samia Cynthia Setiyawan, Ahmad Iskandar; Fitasari, Eka
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.428 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2018.019.01.5

Abstract

Kualitas daun ketela pohon akan mempengaruhi pertumbuhan ulat sutera, mutu kokon, dan mutu serat yang dihasilkan. Untuk meningkatkan produksi kokon maka dibutuhkan daun ketela pohon yang unggul yang dapat dijadikan pakan ulat sutera. Perbedaan varietas ketela pohon akan menghasilkan daun ketela pohon yang berbeda komposisi dan karakteristiknya. Hal tersebut akan mempengaruhi palatabilitas larva ulat sutera yang akan mempengaruhi performan dan kualitas kokon yang dihasilkan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jumlah konsumsi daun ketela pohon dan pertumbuhan ulat sutera. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Dengan 4 perlakuan yaitu daun jarak (P0), daun ketela varietas faroka (P1), tambak udang (P2), karet (P3).Hasil dari penelitian didapat konsumsi total terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) antara P0 dengan P1 (10,27±0.34 vs 9.04±0.48). Konsumsi Protein Kasar (PK) dan Serat Kasar (SK) terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) antara P1, P2 vs P3 (PK : 2,55±0,13; 2,53±0,24 vs 2,18a±0,17 dan SK : 0,98±0,05;1,04±0,09 vs 0,66±0,05). Sedangkan konsumsi Bahan organik (BO) tidak terdapat perbedaan yang nyata.Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan penggunaan ketiga jenis daun ketela pohon yang mendekati konsumsi daun Jarak yaitu daun ketela pohon varietas Tambak Udang dan Karet dengan nilai konsumsi total 9.72±0.93 dan 10.04±0.77 g BK/ekor.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia .sp) Terhadap Respon Antibody Avian Influenza Subtipe H5N1 Lisnanti, Ertika Fitri; Fitriyah, Nur
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.839 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2017.018.02.8

Abstract

AbstractAvian influenza is a kind of contagious disease which can spread not only to other poultry but also to the human (zoonosis). Avian influeza becomes world issue when the human can effect the death. Sarang Semut plant (Myrmecodia .sp) which has much anti-oxidant and imunostimulant can increase immunity. Imunostimulant will help and protect body cells well. The increasing of cellular immunity will help the cell attack the AI virus and increase the work of avian influenza vaccine. Therefore, this research is done to know the influence of sarang semut extract toward poultry’s anti-body of avian influenza H5N1.This research using experimental method. The design used is RAL factorial. Factor I: the addition of sarang semut extract amounted 5mgs/kgs BB, 10 mg/kg BB, 15 mg/kg BB and Factor II: the length of giving sarang semut extract, namely:  3 days, 5 days, and 7 days. The result of this research was analyzed using variance analysis (ANOVA) followed by BNT.The result of serology examination shows that in adding sarang semut extract showing the significant different in each experiment, but not showing the significant different in the time given. The more increasing of the anti-body titer average and more decreasing CV can give  the more optimal protection for H5N1 virus attack. The recomended result on this research average titer and CV is giving sarang semut extract by 10 mgs/kgs BB dosage.  
PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN (FH) PADA BERBAGAI PARITAS DAN BULAN LAKTASI DI KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA N. K, Aju Tjatur; Ihsan, Moh Nur
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.889 KB)

Abstract

ABSTRAK Suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penampilan reproduksi sapi perah FH pada berbagai paritas dan bulan laktasi di ketinggian tempat yang berbeda telah dilakukan. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Usaha Sapi Perah Nongkojajar (daerah dataran tinggi) dan Koperasi Usaha Sapi Perah Grati (daerah dataran rendah) Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa  sapi FH yang dipelihara di dataran tinggi lebih baik penampilan reproduksinya dibandingkan yang dipelihara di dataran rendah.. Rata-rata nilai DO, CI dan S/C di dataran tinggi masing-masing 110,84±46,45 hari, 382,58±45,76 hari dan 1,58±0,78 sedangkan di dataran rendah  129,91±32,05 hari, 40,47±32,84 hari dan 2,82±0,77. Efisiensi reproduksi ternak di dataran tinggi menunjukkan penampilan  yang lebih baik daripada di dataran rendah. Paritas dan bulan laktasi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap penampilan  reproduksi sapi perah FH.   Kata kunci: penampilan reproduksi, paritas, bulan laktasi dan  ketinggian tempat   The Performances of Reproductive Friesian Holstein (FH)  Dairy Cows at Various Parity and Month of Lactation in Different Altitude   ABSTRACT The aim of the research was to know  the reproductive performance of dairy cows Friesian Holstein (FH) at various parity and month of lactation in different altitude. The research was conducted at KPSP Setia Kawan Nongkojajar (highlands) and KUTT Suka Makmur  Grati (lowlands) Pasuruan regency. The results concluded that reproductive performance dairy cows at high altitude better than low altitude. The average value of DO, CI and S / C at highlands 110.84 ± 46.45 days, 382.58 ± 45.76 days and 1.58 ± 0.78 while at lowlands 129.91 ± 32.05 days, 401.47 ± 32.84 days and 2.82 ± 0.77. The parity and month of lactation not significant affected on the reproductive performance dairy cows..   Keywords: reproductive performance,  parity, month of lactation and altitude
POTENSI EKONOMI BUDIDAYA TERNAK DI KAWASAN MADURA PASCA SURAMADU Hariyono, M.B; Hartutik, Hartutik; Dzazuli, A; Andayani, Sri
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan di Pulau Madura. Tujuan penelitian adalah memprediksi peluang potensi budidaya ternak sapi, mengetahui Strategi budidaya sapi Pasca Jembatan Suramadu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif eksploratif. Hasil Penelitian menemukan bahwa usaha ternak sapi di Pulau Madura masih bersifat tradisional dan usaha sambilan. Upaya untuk meningkatkan manfaat ternak sapi adalah mengusahakan secara terpadu dengan tanaman. Keuntungan: a) pupuk kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah b) ternak dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan c) limbah jagung bermanfaat sebagai pakan d) lahan diantara pohon kelapa dapat ditanami hijauan. Pengembangan usaha ternak sapi dapat dilakukan dengan memberdayakan sumberdaya lokal. Pengembangan pola integrasi sapi-tanaman memerlukan kerjasama antara peternak-pemerintah. Kebijakan pemerintah untuk mendorong pengembangan sistem integrasi tanaman-ternak dapat berupa strategi agresif dan diversifikatif. Pemerintah perlu memberikan bantuan modal, penyuluhan, pelatihan dan introduksi tanaman hijauan pakan unggul yang dapat ditanam diantara tanaman utama. Pengembangan integrasi ternak tanaman dapat dilakukan melalui pendekatan kelompok. Cara ini dapat memudahkan pemerintah komunikasi diantara anggota kelompok dan pemerintah Kesimpulan Pulau Madura mempunyai potensi dalam budidaya sapi potong. Strategi yang dilakukan adalah campurtangan pemerintah dan investor. Saran yang bisa diberikan adalah bantuan modal, penyuluhan, pelatihan dan introduksi tanaman hijauan pakan unggul yang dapat ditanam diantara tanaman utama.   Kata kunci : potensi, strategi, dan intergasi   ECONOMIC POTENTIAL OF RAISING LIVESTOCK IN AREA POST SURAMADU MADURA ABSTRACT The study was conducted on the island of Madura. The purpose of this research is to Predict the potential opportunity of beef cattle farming. The method used in this study is descriptive exploratory method. Results The study found that the cattle business on the island of Madura is still traditional and sideline business. Efforts to increase the benefits of beef cattle is an integrated effort with the plant. Advantages: a) the manure can improve soil fertility b) the livestock may be used as a source of income c) waste is useful as feed d) land among the palm trees can be planted with forags. Cattle enterprise development can be done by empowering local resources. Government policies to encourage the development of integrated crop-livestock systems can be aggressive strategy and diversifikatif. The government needs to provide capital assistance, counseling, training and introduction of high yielding forage crops can be planted between the main crop. Development of crop livestock integration can be done through a group approach. In this way the government can facilitate communication between group members and government Conclusion Madura Island has the potential in beef cattle farming. The strategy taken is the increasing role of government and investors. Advice can be given is a capital assistance, counseling, training and introduction of high yielding forage crops can be planted between the main crop.   Key World : potential, strategies, and intergasi
SISTEM BREEDING DAN PERFORMANS HASIL PERSILANGAN SAPI MADURA DI MADURA Nurgiartiningsih, V. M. A
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.097 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sistem breeding sapi Madura di pulau Madura dan karakterisasi performans produksi sapi Madura pada sistem breeding yang teridentifikasi. Materi yang digunakan adalah 200 ekor sapi Madura umur 6, 12, dan 24 bulan terdiri dari 93 ekor sapi Madura murni (M), 86 ekor sapi hasil persilangan generasi pertama (LM-G1) dan 21 ekor sapi hasil persilangan generasi ke dua (LM-G2) di Pulau Madura. Data dianalisis dengan analisis ragam acak lengkap pola searah dengan mengaplikasikan software GENSTAT). Berdasarkan hasil pengamatan diketahui 46,5% dari total sampel menganut sistem breeding pemurnian sapi Madura, 43% sistem breeding persilangan generasi pertama, sedangkan sisanya (10,5%) adalah sistem breeding persilangan generasi ke dua. Pada semua umur yang diamati, jenis kelamin tidak memberikan pengaruh yang nyata pada ukuran tubuh pada tiga kelompok perlakuan (M, LM-G1 dan LM-G2). Panjang badan (PB) dari M umur 6 bulan adalah 110,62±29,65 cm, nyata lebih panjang (P<0,5) dibandingkan dengan PB pada LM-G1 (93,40±7,48 cm) maupun LM-G2 (105,00±9,34 cm). Rataan TG (cm) pada umur 12 bulan pada M, LM-G1 dan LM-G2 berturut-turut adalah 107,20± 7,73 112,50± 9,79  116,50±2,12 cm. Rataan LD umur 24 bulan pada sapi M, LM-G1 dan LM-G2 masing-masing sebesar 140,90±19,52; 160,20±12,96; 173,50± 7,97 cm. Pada umur 12 dan 24 bulan performans sapi hasil persilangan cenderung lebih tinggi daripada sapi Madura murni.   Kata kunci: sistem breeding, sapi Madura, performans produksi BREEDING SYSTEM AND PERFORMANCE OF CROSSBRED MADURA CATTLE IN MADURA ISLAND MADURA ABSTRACT Research was done to identify breeding system of Madura cattle in Madura Island and characterization of productive performance of Madura cattle in the identified breeding system. Material used was 200 Madura cattle which consisted of 93 pure Madura cattle (M), 86 first generasion crossbred (LM-G1) and 21 second generation crossbred (LM-G2). Data were analyzed using ANOVA one way classification applying software GENSTAT (Anonymous, 2008). Results showed that breeding system of pure Madura breed occupied 46.3% of samples, 43% and 10.5% were crossbreeding of first generasion and second generation of Limousin and Madura cattle, respectively. Performance of M, LM-G1 and LM-G2 was not affected by sex. Body length of M at 6 months of age was 110.62±29.65 cm, which was significantly higher (P<0.5) than those of LM-G1 (93.40±7.48 cm) and LM-G2 (105.00±9.34 cm). Gitter height at age of 12 months of M, LM-G1 dan LM-G2 were 107.20± 7.73, 112.50± 9.79, 116.50±2.12 cm, respectively. Chest girths of M, LM-G1 and LM-G2 at 24 months of age were 140.90±19.52; 160.20±12.96; 173.50± 7.97 cm, respectively. At age of 24 months, performances of crossbred cattle were significantly higher than pure breed of Madura cattle.   Key words: breeding system, Madura cattle, productive performance
UPAYA PENINGKATAN PERFORMAN ITIK MOJOSARI PERIODE STARTER MELALUI PENAMBAHAN TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza, Roxb) PADA PAKAN I, Rositawati; N, Saifut; Muharlien, Muharlien
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.679 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan rimpang temulawak (Curcuma xanthoriza, Roxb) yang ditambahkan dengan level terukur  pada pakan bertujuan meningkatkan performan itik Mojosari. Metode penelitian dengan  eksperimen percobaan dan   analisis data Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan P0: kontrol; P1 : 0,2%; P2: 0,4%  dan P3: 0.6% rimpang temulawak  ditambahkan dalam setiap kilogram pakan. Materi   percobaan  itik mojosari jantan periode starter sebanyak 48 ekor, umur 2 – 6 minggu,   bobot badan awal (268.37±9.33) g, dengan koefisien keragaman sebesar 6.05%. Variabel yang diukur ialah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil menunjukan  penambahan tepung temulawak pada pakan dengan level 0,2%, 0,4% dan 0.6% per kg pakan ialah rata–rata konsumsi pakan: 110.50 – 110.63 g/ekor/hr, pertambahan bobot badan masing-masing P0: 740.78±14.68; P1: 776.09±12.85,; P2: 731.05±6.85, P3: 732.70±23.80 dan konversi pakan sebesar 3.97 – 4.26%. Kesimpulannya ialah penambahan tepung temulawak dengan level 0,2% per kilogram pakan memberikan respon terbaik terhadap pertambahan bobot badan dan berbanding lurus dengan menurunnya konversi pakan.   Kata kunci: Itik mojosari, Curcuma  xanthorhiza Roxb, konsumsi pakan ,konversi pakan, pertambahan bobot badan THE EFFECT OF ADDING  Curcuma xanthoriza , Roxb TO IMPROVE THE PERFORMANCE OF MOJOSARI DUCK ABSTRACT The purpose of the study is finding out the effect of adding Curcuma xanthoriza Roxb to production of Mojosari duck in starter. The research method is the experiment with data analysis using Completely Randomized Design (CRD). The materials are 48 male Mojosari ducks starter period initial body weight was 263.88±15.97 g, Coeficient variation 6,05%. The treatment used is P0: control; P1: 0.2%; P2: 0.4% and P3: 0.6% is added in every kilogram of feed. Results showed that the addition of Curcuma xanthoriza in the diet at levels of 0.2%, 0.4% and 0.6% per kg of feed is the average feed consumption: 110.50 - 110.63g/tail/day , body weight gain each P0: 740.78 ± 14.68 g; P1: 776.09 ± 12.85 g; P2: 731.05 ± 6.85 g; P3: 732.70 ± 23.80 g, and feed conversion of 3.97-4.26%. The conclusion is that the addition of Curcuma xanthoriza Roxb powder with a level of 0.2% per kilogram of diet gave the best response to body weight gain and proportional  feed conversion.   Keyword : Mojosari duck, Curcuma xanthoriza Roxb  , feed consumsion, body weight  gain, feed conversion
PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI PERANAKAN SIMMENTAL DI KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR Desinawati, N; Isnaini, N
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.555 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian  tentang penampilan reproduksi sapi peranakan Simmental di Kabupaten Tulungagung telah dilakukan. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 440 ekor sapi peranakan Simmental yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Variabel yang diamati yaitu : system perkawinan, umur pertama dikawinkan, umur penyapihan pedet, service/conception (S/C), umur pertama beranak, jarak antara dua kelahiran dan panen pedet per tahun.. Data yang diperoleh ditabulasi untuk kemudian dihitung rata-rata dan simpangan bakunya dan dianalisa secara diskriptif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa system perkawinan adalah Inseminasi Buatan (IB), umur pertama kali dikawinkan untuk sapi betina : 19,77 ± 3,62 bulan, sedangkan untuk sapi jantan tidak diketahui.  Umur penyapihan pedet : 3,41 ± 0,74 bulan. Induk dikawinkan setelah beranak : 4,96 ± 0,55 bulan. Umur pertama kali melahirkan  : 28,20 ± 3,49 bulan . Calving interval : 15,01 ± 0,92 bulan dan  S/C : 2,10 ± 3,49 kali, panen pedet per tahun : 33,87% dengan kelahiran pedet jantan : 11,56% dan pedet betina 22,31%.. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penampilan reproduksi sapi Simmental di Kabupaten Tulungagung tergolong baik.   Kata kunci: penampilan reproduksi, sapi peranakan Simmental, Kabupaten Tulungagung   Reproductive performance of Simmental cross breed cattle reproductive performance in Tulungagung Regency ABSTRACT This research was conducted to evaluate Simmental cross breed cattle reproductive performance in Tulungagung Regency. The materials used on this research were 440 Simmental cross breed cattle. The method used survey. The variables observed were: the system of mating, age of the first mating, age of the calf weaning, S/C, age of the first calving, calving interval, and calf crop percentage per year. The data obtained was calculated mean and deviation standard and be analyzed descriptively. The results showed that the  system of mating was Artificial Insemination (AI). The age of first mating were 19.77 ± 3.62 months for female, and unknown for male. The age of weaning the calves were 3.41 ± 0.74 months. The first mating of  postpartum were 4.96 ± 0.55 months. The age of fisrt partus were 28.20 ± 3.49 months. Calving interval were 15.01 ± 0.92 months and S/C was 2.10 times. Calf crop percentage was 33.87% with 11.56% for male calf and 22.31% for female calf. In conclusion, Simmental cross breed cattle reproductive performance in Tulungagung is good category. Key words: reproductive performance, Simmental cross breed cattle, Tulungagung Regency
RENTABILITAS USAHA TERNAK SAPI POTONG DI DESA WONOREJO KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Ningsih, Umi Wisapti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.046 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan dan rentabilitas usaha sapi potong, di desa Wonorejo. Manfaat penelitian  adalah seberapa jauh perputaran modal yang dihasilkan dalam suatu usaha  selama periode tertentu. Metode penelitian  adalah metode survey, sampel yang digunakan  sebanyak 30 peternak sapi potong.  Data yang diambil data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan pehitungan analisis biaya, meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap, keuntungan dan  rentabilitas. Usaha peternakan sapi potong hanya merupakan pekerjaan sampingan,sedang pekerjaan utama responden 90% adalah petani.  Pemilikan ternak rata-rata 1,025 unit ternak per peternak.  Modal yang digunakan untuk usaha ternak sebesar Rp 11.560.713;, yang terbesar adalah untuk pembelian ternak Rp7.453.333;(64,47%). Sedang biaya produksi per tahun sebesar Rp.4.310.079; dengan persentase biaya tetap 25,91% dan biaya tidak tetap 74,08%.Biaya terbesar untuk usaha adalah biaya pakan sebesar Rp.2.620.000;(60,78%).  Harga penjualan pedet rata-rata 2.800.000;/ tahun dan penjualan dara Rp 5.445.000;/tahun.  Keuntungan yang diperoleh rata-rata peternak per tahun Rp.3.934.921,dengan rentabilitas usaha 34,04%. Kesimpulan, biaya produksi per tahun Rp 4.310.079; dengan penerimaan Rp 8.245.000; sehingga keuntungan peternak per tahun Rp.3.934.921; dengan rentabilitas usaha 34,04%.Modal yang ditanamkan menghasilkan keuntungan 34,04%,dengan perputaran modal 2,93 kali (tahun) .  Saran,  perlu kiranya pihak pemerintah memberikan  paket kredit murah untuk menambah  ternak yang dipelihara, sehingga diharapkan pendapatan peternak meningkat.   Kata Kunci : rentabilitas, sapi potong 

Page 1 of 22 | Total Record : 211