cover
Contact Name
Arum Budiastuti
Contact Email
arumbudi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
up2dfibunair@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mozaik Humaniora
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 24428469     EISSN : 2442935X     DOI : -
Mozaik Humaniora is a journal that focuses on the scope of humanities and accepts articles on cultural studies, linguistic and literary studies, as well as philology and historical studies.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2014)" : 4 Documents clear
Potret Ketertindasan Rakyat dalam Novel Nyanyian Kemarau Karya Hary Kori’un Nurcahyani, Eka
Mozaik Humaniora Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Humanities - Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.585 KB) | DOI: 10.20473/mh.v14i2.7813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ketertindasan rakyat di pedalaman Riau dan perlawananyang mereka lakukan dalam novel Nyanyian Kemarau karya Hary B. Kori’un. Penelitian ini adalahpenelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini mengungkapketertindasan rakyat melalui analisis tokoh dan penokohan, alur, latar tempat dan waktu, dan tema.Unsur-unsur karya sastra tersebut akan dikaitkan dengan pendekatan sosiologi sastra menurut SapardiDjoko Damono. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa novel yang dibagi menjadi tiga bagian yangmasing-masing menceritakan satu fase kehidupan tokoh utamanya yang bernama Rusdi AhmadSubadra ini mengangkat sejumlah peristiwa yang benar-benar terjadi di dalam kehidupan nyata,seperti peristiwa kerusuhan Mei 1998, pembangunan PLTA Koto Panjang tahun 1993, dan pembalakanliar di pedalaman Riau. Melalui novel ini, jiwa jurnalistik Kori’un untuk secara jujur mengungkapkanmasalah-masalah sosial dan lingkungan di masyarakatnya terejawantahkan meskipun dibalut dengankisah-kisah fiksi. Melalui tokoh Rusdi, ia sebagai pengarang sekaligus wartawan memosisikan dirisebagai pengarang yang secara sadar mengemban misi untuk menyampaikan kebenaran. Kori’unsebagai pengarang sekaligus wartawan menggunakan tokoh Rusdi yang juga wartawan sebagaiagen atau corong untuk mengkritik pemerintah dan aparat korup. Masalah-masalah sosial danlingkungan yang ia suguhkan di dalam novel ini bertujuan untuk membuka mata dan menumbuhkankesadaran pembaca bahwa sebagian besar rakyat di negeri ini belum merasakan apa yang disebuthidup sejahtera seperti yang selalu digembar-gemborkan oleh pemerintah.
Bentuk dan Fungsi Operator Bahasa Bima Sri Satyawati, Made
MOZAIK HUMANIORA Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.15 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v14i2.7814

Abstract

Persoalan yang dikaji dalam tulisan ini difokuskan pada operator Bahasa Bima, yaitu bentuk danfungsi operator bahasa Bima. Secara lintas bahasa, operator dikenal sebagai unsur-unsur yang tidakdilekatkan pada unsur lain, seperti did dan not dalam bahasa Inggris dan ka, pemarkah tanya, dalamBahasa Jepang. Wujudnya beragam, misalnya afiks, klitik, atau kata bergantung pada tipe-tipe bahasaitu sendiri. Hasil penelitian yang mengkaji operator Bahasa Bima masih belum banyak dilakukansehingga sebagai penelitian awal dan untuk menambah wawasan kelinguistikan, kajian ini sangatmenarik untuk dibicarakan. Karena metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitianlinguistik lapangan, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode elisitasi,metode perekaman, dan metode observasi. Ketiga metode itu dibantu dengan teknik catat. Analisispenelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsep yang diperkenalkan oleh Van Valin dan LaPolla dalam teori Role and Reference Grammar. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode padandan distribusional dengan teknik lanjutan teknik hubung banding, teknik lesap, dan teknik subsitusisehingga unsur-unsur yang dinamai operator dapat dengan mudah dikenali. Pada hasil analisis data,diketahui bahwa operator dalam bahasa Bima dimarkahi dengan klitik dan kata seperti 1) klitikseperti ku-, na-, dan mu- dan 2) preposisi seperti kai dan labo. Selain itu, diketahui pula Bahasa Bimamemiliki operator berupa aspek dan penegasi.
Puitika Cerpen-Cerpen Eka Kurniawan Bramantio, Bramantio
MOZAIK HUMANIORA Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.989 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v14i2.3846

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap puitika empat cerpen Eka Kurniawan dalam kumpulan cerpen Gelak Sedih dan Cerita-Cerita Lainnya dan Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-Cerita Lainnya. Puitika merupakan kaidah-kaidah umum yang mendahului kelahiran karya sastra. Penelitian ini memanfaatkan metode baca struktural berdasarkan morfologi Vladimir Propp, khususnya konsepnya tentang fungsi yaitu unsur yang stabil dan tetap dalam sebuah cerita, tanpa memperhitungkan bagaimana dan siapa yang melaksanakannya. Keserupaan unsur-unsur yang ada dalam sebuah kumpulan cerpen pun, dapat memiliki kecenderungan demikian, sebab sama halnya dengan dongeng atau cerita rakyat, cerpen memiliki plot yang berfungsi menghadirkan unsur-unsur secara berurutan, meskipun jenis yang terakhir tersebut memiliki struktur yang lebih kompleks. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, yaitu identifikasi alur dan perumusan puitika keempat cerpen Eka Kurniawan. Hasil penelitian ini memperlihatkan sembilan hal yang senantiasa berulang pada cerpen-cerpen tersebut, yaitu perempuan sebagai tokoh sentral, konflik atau klimaks di awal penceritaan, penjelasan tentang masa lalu di tengah penceritaan, keluarga sebagai ruang problematis, cerita cinta, dominasi bapak, suami yang tidak diharapkan, harapan yang diperjuangkan, dan akhir cerita yang mendua. Hal tersebut pada akhirnya dapat dimaknai Eka Kurniawan tampak mengusung estetika dongeng. Estetika dongeng yang dimanfaatkan Eka Kurniawan pun bukan yang bersifat konvensional, tetapi dongeng yang tidak lagi memperlihatkan hitam-putih, melainkan bipolaritas, dengan akhir cerita yang bersifat terbuka.Kata kunci: alur, cerpen, puitika, dongeng
The Influence of Sentence Element Awareness on English Language Proficiency Test’s Score Ardaniah, Viqi
MOZAIK HUMANIORA Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.449 KB) | DOI: 10.20473/mozaik.v14i2.7812

Abstract

This study concerns the influence of sentence element awareness on the score of Grammar, Structure,and Written Expression (GSWE) in English Language Proficiency Test (ELPT). Some teaching methodsneed to be proposed to increase students’ awareness of sentence element. A class action methodwas used in this study, including planning, action, observation, and evaluation/reflection. For thispurpose, the study was conducted for 7 weeks involving the students taking Extensive English coursein the second semester of the academic year of 2013/2014. In the first week, the students were taughtEnglish simple sentence. In the next two weeks, students were taught English compound sentence.In the next two weeks, students were taught English complex sentences. In the last two weeks, theevaluation of GSWE was conducted. The results show that, first, the teaching method focusing onincreasing students’ awareness of English sentence elements was designed by comparing thoseelements to Indonesian sentence elements. Second, this teaching method design was able to increasestudents’ score of GSWE in ELPT, about 6.64%. Thus, teaching method focusing on increasingstudents’ awareness of English sentence elements can increase students’ score of GSWE in ELPT.Keywords: GSWE, sentence element, ELPT

Page 1 of 1 | Total Record : 4