cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 99 Documents
TEKNIK PEMBESARAN IKAN KERAPU HIBRIDA CANTANG (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS × EPINEPHELUS LANCEOLATUS) PADA KARAMBA JARING APUNG Rochmad, Alfian Nur
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 22, No 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.352 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v22i1.2020.29-36

Abstract

AbstrakIkan kerapu hibrida cantang merupakan komoditas perikanan yang memiliki peluang baik di pasaran karena nilai gizi dan ekonomisnya yang tinggi. Ikan kerapu hibrida ini banyak dibudidayakan di karamba jaring apung laut (KJAL). Permintaan ikan kerapu di pasaran cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan kegiatan pembesarannya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran, pertumbuhan, serta kendala dalam kegiatan pembesaran ikan kerapu hibrida cantang pada KJAL. Studi ini dilaksanakan di Instalasi Budidaya Laut (IBL) Boncong, Tuban, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah observasi dan mengumpulkan data melalui wawancara serta studi literatur. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemilihan lokasi KJAL harus bebas dari limbah pencemaran, dasar berlumpur, dan dikelilingi terumbu karang. Benih ikan yang ditebar berukuran 9-12 cm dengan padat tebar 500 ekor/unit. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah. Panjang total, lebar, dan bobot tubuh ikan diukur setiap seminggu sekali. Berdasarkan hasil study menunjukkan bahwa panjang, lebar dan bobot tubuh ikan kerapu hibrida cantang meningkat setiap minggunya selama masa pembesaran. Kendala dalam pembesaran ikan kerapu di KJAL adalah ketersediaan ikan rucah sebagai pakan dan gelombang laut yang tidak menentu.  Kata kunci : ikan kerapu hibrida cantang, masa pembesaran, karamba jaring apung laut
POTENSI JATROPHA MULTIFIDA TERHADAP EPITELISASI PADA ULKUS TRAUMATIKUS ORAL MUCOSA Sahrah, Sahrah
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 17, No 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.585 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i3.2015.110-114

Abstract

AbstrakPenggunaan senyawa obat baru dari bahan alam sudah mulai banyak ditemukan untuk mengobati luka/ulkus. Salah satu yang biasa digunakan dimasyarakat adalah tanaman Jatropha multifida, dengan kandungan aktif flavonoid, saponin, tanin, diterpenoid, leucoanthocyanes yang berperan dalam penyembuhan luka/ulkus. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi ekstrak gel Jatropha multifida terhadap epitelisasi pada proses penyembuhan ulkus traumatikus yang seringkali terjadi di masyarakat. Subyek penelitian adalah 24 ekor tikus wistar yang terdiri dari kelompok K0 (CMC-Na), P1 (JM 2,5%); P2 (JM5%), P3(JM10%) selama 5 hari. Subyek dilukai dengan menggunakan burnisher yang dipanaskan kemudian ekstrak J.Multifida diberikan secara topical 2 kali sehari selama 5 hari, kemudian Subyek dikorbankan dan dibiopsi incise pada hari ke-5. Untuk melihat epitelisasinya dilakukan pembuatan preparat dengan pengecatan Hematoxylin Eosin. Hasil: Terdapat perbedaan panjang epitelisasi secara signifikan pada hari ke-5 di K0 (54,32), P1(133,21), P2(116,73), P3(376,87). Kesimpulan: ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol, P1 dan P2 dengan P3. Ektrak etanol gel Jatropha multifida 10% yang paling efektif terhadap epitelisasi ulkus traumatikus oral mucosa tikus wistar.  Kata kunci : Ulkus traumatikus, Jatropha multifida, Epitelisasi
RESISTENSI IKAN GURAMI (OSPHORENEMUS GOURAMY) TERHADAP INFEKSI AEROMONAS HYDROPHILA SETELAH PERENDAMAN EKSTRAK AIR PANAS SPIRULINA PLANTESIS Asmi, Lina Wafia
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 19, No 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.148 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i2.2017.98-110

Abstract

AbstrakGurami telah umum dibudidayakan dan menjadi andalan sebagai salah satu sumber protein hewani, namun masih menghadapi kendala dalam hal budidaya yaitu pertumbuhan yang lambat dan ketahanan hidup yang rendah. Salah satu penyebabnya adalah serangan penyakit oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Spirulina platensis merupakan mikroalga yang dapat digunakan sebagai immunostimulan. Lipopolisacarida (LPS) yang terkandung pada Spirulina platensis dapat memperbaiki system imunitas pada ikan gurami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi ikan gurami (Osphorenemus gouramy) terhadap infeksi Aeromonas hydrophila setelah perendaman ekstrak air panas Spirulina platensis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Analisis Varian dilanjutkan dengan Duncan, dengan menggunakan 5 perlakuan yaitu K- (tanpa perendaman ekstrak S.platensis dan tanpa diinfeksi A.hydrophila), K+ (tanpa perendaman ekstrak S.platensis dan diinfeksi dengan A.hydrophila), A (perendaman ekstrak S.platensis 15 ppm dan diinfeksi dengan A.hydrophila), B (perendaman ekstrak S.platensis 30 ppm dan diinfeksi dengan A.hydrophila), dan C (perendaman ekstrak S.platensis 60 ppm dan diinfeksi dengan A.hydrophila). Kepadatan A.hydrophila yang diinfeksi terhadap ikan gurami adalah 105 cfu/mL yang disuntikkan secara intra peritoneal 0.1 mL/ekor. Perendaman ekstrak S.platensis dilakukan pada hari ke-1 dan ke-7, sedangkan infeksi A.hydrophila dilakukan pada hari ke-15. Parameter yang diamati adalah kelulus hidupan, total leukosit, aktivitas lisozim, dan histopatologi hati. Pengamatan dilakukan pada hari ke -7, -14, -25, sedangkan untuk histopatologi hati hanya dilakukan pada hari ke-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ekstrak air panas Spirulina platensis dapat meningkatkan resistensi ikan gurami terhadap A.hydrophila dibanding dengan control (p<0.05). Resistensi terbaik ikan gurami terhadap A.hydrophila diperoleh dari ikan gurami dengan perendaman 30 ppm dengan kelulus hidupan 77%, total leukosit 60,32 x 104 sel/mm3, aktivitas lisozim 1,33 .  Pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu air berkisar antara 28-28,5°C, pH  berkisar antara 7,3-7,5, Amonia berkisar antara 0,5 ? 0,52 mg/l, sedangkan oksigen terlarut berkisar antara 5,04 ? 5,41 mg/L. Kata kunci : Osphorenemus gouramy, Spirulina platensis, Aeromonas hydrophila
PERBANDINGAN PEMERIKSAAN IGM ANTI SALMONELLA TYPHI DENGAN METODE ICT DAN ELISA PADA PASIEN WIDAL POSITIF Jayadi, Alpian
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.391 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i2.2015.73-81

Abstract

Abstrak  Salmonella typhi merupakan bakteri batang Gram negatif yang menjadi penyebab enteric fever atau demam tifoid. Deteksi dini terhadap adanya IgM anti S.typhi merupakan tantangan dalam penegakan diagnosis di laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan hasil dari pemeriksaan IgM anti Salmonella typhi dengan menggunakan metode ICT (Immunochromatogrhafi)  dan ELISA pada pasien Widal positif. Sampel dari penelitian ini sebanyak 45 yang diambil dari sisa serum pasien yang terdiagnosis Widal positif. Hasil dari penelitian ini adanya tingkat kesesuaian antara uji ICT (Immunochromatogrhafi) dengan menggunakan Rapid Thypidot IgM Salmonella typhi dan ELISA menggunakan teknik indirect ELISA dengan nilai Kappa 0,509 sehingga menunjukkan tingkat kesesuaian yang sedang.  Kata kunci : Salmonella typhi, ICT, ELISA, Widal positif.
ESTIMASI TINGGI BADAN BERDASARKAN UKURAN KEPALA PADA RAS MONGOLOID DI PANDEAN, SURABAYA Larasati, Azizatul Haq; Koesbardiati, Toetik; Yudianto, Ahmad
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 20, No 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.296 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i2.2018.107-119

Abstract

AbstrakTinggi badan adalah salah satu parameter yang sangat penting dalam identifikasi individu. Tidak setiap kasus forensik ditemukan tulang panjang, sehingga perlu merumuskan bagian tulang kepala untuk mengestimasi tinggi badan. Saat ini belum ada penelitian tentang estimasi tinggi badan berdasarkan ukuran kepala pada ras Mongoloid di Surabaya. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional analitic. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan paling dominan di antara ukuran kepala, termasuk panjang kepala maksimum (g-op), lebar kepala maksimum (eu-eu), lingkar kepala (on-op), lebar mandibula (go-go), dan tinggi morfologi wajah (n-gn) dengan tinggi badan pada laki-laki dan perempuan ras Mongoloid di Pandean, Surabaya.Besar sampel penelitian ini adalah sebesar total populasi yang memenuhi kriteria, yakni laki-laki usia 25-40 tahun sebanyak 42 orang, dan perempuan 25- 40 tahun sebanyak 45 orang. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kriteria: Ras Mongoloid, berdiri tegak, bersedia menandatangani informed consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok laki-laki variabel tinggi morfologi wajah mempunyai hubungan paling dominan dengan tinggi badan dengan R2 sebesar 0,206 dan kelompok perempuan variabel lingkar kepala mempunyai hubungan paling dominan dengan tinggi badan dengan R2 sebesar 0,218. Dihasilkan formula regresi estimasi tinggi badan berdasarkan setiap variabel ukuran kepala pada kelompok laki-laki dan kelompok perempuan usia 25-40 tahun ras Mongoloid di Pandean, Surabaya..  Kata kunci?estimasi, kepala, tinggi badan
KADAR MALONDIALDEHID TIKUS MODEL SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) Wulandari, Lisa Purbawaning; Santoso, Budi; Purwanto, Bambang
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 19, No 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.6 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i3.2017.224-236

Abstract

AbstrakSindroma Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan endokrinopati paling umum pada perempuan yang sering dikaitkan dengan resistensi insulin, hyperandrogenemia, peradangan kronis, dan oxydative stress. Tingkat oxydative stress pada SOPK diamati secara signifikan berkorelasi dengan obesitas, bahkan ditemukan memainkan peran penting dalam patogenesis kanker. Antioksidan adalah substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas, penggunaan kelor (Moringa Oleifera) sebagai antioksidan perlu diteliti sebagai alternatif pengobatan terhadap oxydative stress pada SOPK dengan resistensi insulin. Penelitian eksperimen ini menggunakan tikus Rattus norvegicus strain wistar betina berusia 3 bulan dengan berat 100-130 gram dibagi menjadi 4 kelompok (n=8). Tikus model SOPK diberikan injeksi testosteron propionat sebesar 1 mg/100grBB secara intramuskular selama 28 hari, selanjutnya diberikan ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dengan dosis 250 dan 500 mg/KgBB selama 14 hari. Kemudian dilakukan pengukuran berat badan dan pemeriksaan kadar Malondialdehid (MDA) dalam darah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar MDA pada kelompok kontrol SOPK naik secara signifikan (p<0.05) dibandingkan dengan kontrol normal. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) 500 mg/KgBB menunjukan penurunan yang signifikan (p<0.05) terhadap kadar MDA dibanding kelompok kontrol SOPK. Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai antioksidan terbukti dapat menurunkan kadar MDA tikus betina model SOPK dengan resistensi insulin. Kata kunci: Kadar Malondialdehid, ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera), Sindroma Ovarium Polikistik
ANALISIS KADAR IFN-γ DAN IL-10 PADA PBMC PENDERITA TUBERKULOSIS AKTIF, LATEN DAN ORANG SEHAT, SETELAH DI STIMULASI DENGAN ANTIGEN ESAT-6 Setiawan, Heru; Nugraha, Jusak
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 18, No 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.066 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i1.2016.50-63

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Tuberkulosis paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yakni baksil tahan asam yang hidup secara intraseluler dan merupakan penyebab utama kematian penyakit menular. Oleh karenanya, perlu diagnosis dini untuk pencegahan. Sel Th1 sangat berperan pada sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi infeksi bakteri intraseluler. Pada tuberkulosis paru, terjadi ketidakseimbangan sistem imun host. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar IFN-? dan IL-10 pada PBMC (peripheral blood mononuclear cell) penderita tuberkulosis aktif, laten dan orang sehat, setelah stimulasi dengan antigen ESAT-6. Metode Penelitian : Subjek penelitian adalah 10 TB aktif, 10 LTBI dan 10 orang sehat, yang diambil dari RS Paru Karang Tembok Surabaya. Dilakukan pengambilan darah vena kemudian diisolasi PBMCnya dan dikultur dengan ESAT-6. Kemudian supernatan diambil untuk dilakukan pemeriksaan kadar IFN-? dan IL-10 dengan metode pemeriksaan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA).Hasil : Kadar IFN-? setelah di stimulasi antigen ESAT-6, pada orang sehat berkisar antara 95,84 ? 135,47 pg/mL, pada TB laten 74,6 ? 142,2 pg/mL dan TB aktif 72,67 ? 154,21 pg/mL. Kadar  IL-10 setelah di stimulasi antigen ESAT-6, pada orang sehat berkisar antara 161,89 ? 282,57 pg/mL, pada TB laten 145,28 ? 218,64 pg/mL dan TB akti 232,05 ? 294,07 pg/mL. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p=0,000) kadar IL-10 pada ketiga kelompok.Simpulan : Terdapat perbedaan pola sekresi/ kadar IFN-? dan IL-10 pada PBMC penderita TB aktif, TB laten dan orang sehat. Kata kunci : IFN-?, IL-10 , TB aktif.
HAMBATAN MESENCHYMAL STEM CELL TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT T Fajarwati, Sofia
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 20, No 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.022 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i3.2018.212-218

Abstract

AbstractMesenchymal stem cells (MSCs) are a kind of stem cells that can differentiate into several kinds of mesodermal cell decent. MSCs can be cultured in vitro therefore it can serve many purposes. However, MSCs also have immunosuppresion effects, one of the way is by suppresing T cell proliferation. MSCs need cell-to-cell contact with activated T cells in certain rasio to release it?s surppresion properties. Primery help from inflamatory cytokines is also needed. MSCs?s suppresion effect can be mediated by several molecules such as indoleamine 2,3-dioxygenase (IDO), inducible nitric-oxide synthase (iNOS), prostaglandin E2 (PGE2), transform growth factor-? (TGF-?), hepatocyte growth factor (HGF), and HLA-G5 soluble. MSCs?s characteristic and culture conditions can affect clinical applications.Keywords: Mesenchymal stem cells, T cell proliferation, immunosuppresion AbstrakMesenchymal stem cells (MSC) adalah salah satu jenis stem cell yang dapat berdiferensiasi menjadi beberapa macam turunan sel mesodermal. MSC dapat dikembangkan secara in-vitro sehingga memiliki banyak kegunaan. Namun, MSC juga dapat memberikan beberapa efek imunosupresi, salah satunya dengan cara menekan proliferasi sel T. Untuk melakukan supresi, MSC memerlukan kontak cell-to-cell dengan sel T teraktivasi dengan rasio tertentu. MSC juga membutuhkan bantuan awal dari sitokin inflamasi. Efek supresi MSC dapat diperantarai oleh beberapa molekul seperti indoleamine 2,3-dioxygenase (IDO), inducible nitric- oxide synthase (iNOS), prostaglandin E2 (PGE2), transform growth factor-? (TGF-?), hepatocyte growth factor (HGF), dan HLA-G5 terlarut. Sifat dan kondisi biakan MSC dapat mempengaruhi aplikasi klinis.Kata kunci: Mesenchymal stem cells, proliferasi sel T, imunosupresi
PENGARUH EKSTRAK ALOE VERA TERHADAP KESEMBUHAN MUKOSA LAMBUNG TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI ASPIRIN Soetjipto, Lili
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 20, No 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.423 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.42-46

Abstract

ABSTRAKGangguan lambung akibat penggunaan obat aspirin mulai dari erosi sampai luka bahkan terjadi perdarahan insidennya semakin meningkat setiap tahun di seluruh dunia.Kesembuhan  luka  lambung  dimulai  dari  proliferasi  epithel  permukaan diikuti epithel kelenjar yang dipicu oleh faktor pertumbuhan yaitu  TGF  a. Aloe vera telah terbukti sejak jaman dahulu digunakan anti inflamasi / anti ulcer juga sebagai bahan memperlancar buang air besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa ekstrak daun lidah buaya (aloe vera  ) dapat meningkatkan ekspresi TGFa pada luka lambung tikus yang diinduksi aspirin. Penelitian inin merupakan  penelitian  eksperimental  laboratoris  menggunakan  rancang  bangun acak lengkap dengan post tes only control group design pada tiga puluh tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi lima kelompok , empat kelompok mendapat induksi aspirin kemudian diberi PZ ; aloe vera dosis 200mg/kbBB; 300 mg/kg BB; 400mg/kgBB di laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pemeriksaan kesembuhan mukosa lambung dilakukan dengan pengecatan HE   di laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Data analisis secara statistik dengan   uji Mann Whitney untuk menilai perbedaan jumlah sel fibroblas dan jumlah pembuluh darah baru pada masing- masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna jumlah fibroblas antara   kelompok yang mendapat terapi   aloe vera dibanding kelompok tanpa terapi aloe vera , terdapat berbedaan bermakna jumlah fibroblas tiap- tiap kelompok dengan peningkatan dosis aloe vera. Terdapat perbedaan pembuluh darah baru pada kelompok mendapat terapi aloe vera dengan kelompok tanpa terapi aloe vera namun peningkatan dosis aloe vera tidak ada perbedaan bermakna. Kata kunci : Aloe vera ; luka lambung  ; fibroblas ; pembuluh darah baru
PEMBERIAN EKSTRAK AIR PANAS SPIRULINA PLATENSIS MELALUI PERENDAMAN TERHADAP TOTAL LEUKOSIT, INDEKS FAGOSITOSIS DAN KONSENTRASI TNF-α OSPHRONEMOUS GOURAMY Resmawati, Myrna Budi
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol 18, No 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.902 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.183-190

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imunostimulan ekstrak air panas Spirulina (Spirulina platensis)  pada ikan gurame Osphronemous gouramy. Pada penelitian ini ekstrak air panas Spirulina diuji apakah dapat meningkatkan mekanisme non- spesifik melalui parameter total leukosit, indeks fagositosis dan konsentrasi TNF-? pada hari ke 3, 5, 7dan 14 setelah perendaman ekstrak air panas Spirulina  dengan dosis 15 ppm, 30 ppm, 60 ppm dan tanpa imunostimulan (kontrol) selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air panas Spirulina  dapat meningkatkan total leukosit dan indeks fagositosis pada darah dan konsentrasi TNF-? pada serum darah. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian dilanjutkan dengan Duncan. Pada hasil menunjukkan ekstrak air panas Spirulina  dapat meningkatkan total leukosit, indeks dan konsentrasi TNF-? (P<0.05). Ekstrak air panas Spirulina dengan dosis 30 ppm dapat meningkatkan total leukosit dan indeks fagositosis pada hari keempat belas dan konsentrasi TNF-? pada hari ke tujuh dbandingkan kontrol. Ekstrak air panas Spirulina dapat memberikan pengaruh pada imun non-spesifik ikan gurame.  Kata kunci: Osphronemus gouramy, ekstrak air panas, Spirulina platensis

Page 4 of 10 | Total Record : 99