cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Telematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2: Agustus (2019)" : 6 Documents clear
Peningkatan Kualitas Citra Hasil Enhancement Dengan Metode Peningkatan Rata - Rata Dan Simpangan Baku Berbasis Statistik Representasi Visual alfiyan, Faruk
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.186 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.853

Abstract

Penurunan kualitas sebuah citra seringkali terjadi akibat adanya proses perbaikan yang dilakukan pada citra tersebut. Penurunan kualitas citra umumnya ditandai dengan hilangnya kontras pada beberapa lokal citra dan juga hilangnya detail dalam bagian tertentu citra. Dampak dari hal ini tentu akan sangat besar pada citra, karena informasi atau data yang terkandung dalam citra akan bias dan jauh dari relevansinya. Untuk meminimalisir penurunan kualitas citra yang disebabkan karena proses enhancement citra, maka harus dilakukan langkah-langkah yang dapat mengembalikan informasi yang ada dalam citra asal ke dalam citra hasil enhancement tersebut. Dengan menggabungkan kembali citra asal dan citra hasil enhancement, informasi yang hilang pada citra akan dapat dikembalikan sebagaimana mestinya. Namun proses penggabungan citra tersebut harus didahului dengan sebuah proses yang dapat meningkatkan rata-rata nilai dan rata-rata dari simpangan baku citra hasil enhancement. Jika kedua proses tersebut dilakukan dengan benar, maka informasi yang didapat dari penggabungan kedua citra akan memberikan hasil yang maksimal. Dari uji coba terhadap lima ratus sample citra yang dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu citra dengan tingkat brightness kurang, citra dengan tingkat kontras kurang, dan citra dengan tingkat brightness dan kontras kurang, terdapat tujuh puluh empat sample citra yang belum dapat diperbaiki. Sedangkan pada sample citra uji coba yang lain, dapat diperbaiki kekurangannya. Artinya keberhasilan yang telah dicapai sebesar delapan puluh lima persen. Decreasing the quality of an image often occurs due to the process of improvement made on the image. The decrease in image quality is generally characterized by loss of contrast in some local images and also loss of detail in certain parts of the image. The impact of this will certainly be very large in the image because the information or data contained in the image will be biased and far from its relevance.To minimize the decline in image quality caused by the image enhancement process, steps must be taken to restore the information contained in the original image into the enhancement image. By re-combining the original image and the enhancement image, the information lost in the image will be restored accordingly. But the process of combining these images must be preceded by a process that can increase the average value and average of the standard deviation of the image results of enhancement. If the two processes are carried out correctly, the information obtained from the merging of the two images will give maximum results.From the trial of five hundred image samples grouped in three categories, namely images with less brightness, images with less contrast levels, and images with less brightness and contrast, there are seventy-four image samples that cannot be repaired. Whereas in other trial sample images, the deficiencies can be corrected. This means that the success achieved is eighty-five percent.
Pembuatan Alert System Pada Perangkat Android Menggunakan Protokol MQTT Somya, Ramos; Andros, Henri
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.971 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.792

Abstract

Tim mobile application BCA saat ini belum memiliki sistem untuk melakukan pengamatan terhadap pesan error yang muncul pada setiap aplikasi yang dimiliki oleh BCA. Semua data error yang muncul akan masuk ke log server, sehingga pengembang aplikasi harus mencari data error tersebut untuk dilakukan perbaikan. Kondisi tersebut menimbulkan masalah yaitu efisiensi waktu dalam proses penanganan error. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah membuat suatu sistem yang berfungsi untuk memberikan notifikasi ketika terdapat suatu error dan juga dapat mempermudah para pengembang aplikasi dalam melihat semua data error yang ada. Protokol pengiriman pesan notifikasi yang digunakan adalah protokol MQTT, di mana protokol ini dapat memberikan kemudahan dalam pengiriman pesan berdasarkan topik-topik tertentu. Sistem dikembangkan dalam aplikasi mobile Android serta disediakan juga aplikasi web untuk melihat pesan error dengan lebih lengkap. Metode pengujian yang digunakan adalah Black Box Testing, di mana dilakukan pengujian terhadap 8 test case. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi Android yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Kotlin dan juga aplikasi dashboard berbasis website dapat digunakan oleh pengembang aplikasi untuk memantau semua error yang ada.Currently, the BCA mobile application team has not been having a system for observing errors that appear on each application owned by BCA. All existing error will be saved in the log server and when developers would like to make observations, they must look at this log server manually. This is considered to be less efficient for observing an error on each application because they have to look manually every data in this log server. To remove the problem, a new system that gives a notification whenever an error occurred and to view all of the data error has been created. The protocol for sending and receiving messages is MQTT which can give a benefit because the processing message divided based on certain topics. In this research, an alert system using MySQL and SQLite for the database can be used by BCA developer to facilitate the process of observing an error that occurred on each application. The result of this research is Android mobile application developed using Kotlin and a website which can be used by developers to observe all of the data error.
Pengelompokan Data Puskesmas Banyuwangi Dalam Pemberian Imunisasi Menggunakan Metode K-Means Clustering Chusyairi, Ahmad; Saputra, Pelsri Ramadar Noor
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.929 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.848

Abstract

Peningkatan pelayanan dan penyuluhan layanan imunisasi untuk ibu, bayi dan balita di Puskesmas dalam mencapai target cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Kabupaten Banyuwangi memiliki 45 Puskesmas yang akan dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu: Puskesmas mencapai target IDL dengan status cukup, Puskesmas mencapai target IDL dengan status kurang, dan Puskesmas mencapai target IDL dengan status sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Puskesmas dalam mencapai target cakupan IDL di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah K-Means Clustering, dimana metode ini dapat mencari partisi yang maksimal dengan prosedur iterasi yang optimal dalam mengelompokkan data secara tepat, dan memiliki ketelitian yang akurat terhadap ukuran objek, sehingga lebih terukur dan efisien dalam pengolahan data yang besar. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah cluster pertama memiliki 19 data puskesmas dengan target imunisasi cukup, cluster kedua memiliki 24 data puskesmas dengan target imunisasi kurang, dan cluster ketiga memiliki 2 data puskesmas dengan target imunisasi sangat baik, sehingga Dinas Kesehatan dapat memberikan tugas tambahan bagi kelompok Puskesmas yang memiliki target IDL dengan status kurang untuk mengurangi angka penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Improvement of immunization services and counselling services for mothers, infants, and toddlers in health care centres in achieving the target of Complete Basic Immunization (IDL). Banyuwangi Regency has 45 Puskesmas which will be grouped into 3 categories, namely: Puskesmas achieving IDL targets with sufficient status, Puskesmas achieving IDL targets with insufficient status, and Puskesmas achieving IDL targets with very good status. The purpose of this study was to determine the health centre in achieving the target of IDL coverage in the Banyuwangi Regency. The method used in this research is K-Means Clustering. This method will seek a maximal partition with optimum iteration procedure and has the best precision of the object measurement, so it is more scalable and efficient in processing a large data. The conclusion in this study is the first cluster has 19 health care centers data with sufficient immunization targets, the second cluster has 24 health care centers data with fewer immunization targets, and the third cluster has 2 health care centers data with very good immunization targets, so the Health Office can provide additional tasks for the Puskesmas group who have IDL targets with insufficient status to reduce the number of diseases that can be prevented by immunization (PD3I).
Penyelesaian Integer Knapsack Problem Menggunakan Algoritma Greedy, Dynamic Programming, Brute Force dan Genetic Rois, Muhammad Abdurrahman; Maslihah, Siti; Cahyono, Budi
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.088 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.841

Abstract

Integer knapsack problem adalah masalah yang ada pada riset operasi di bab program bilangan bulat, dimana bertujuan untuk memaksimalkan total nilai barang ke tempat yang diinginkan dengan memiliki batasan tertentu. Keputusannya ada 2 yaitu 1 (diambil) dan 0 (tidak diambil). Data yang digunakan untuk input merupakan data hasil wawancara dengan J&T Express drop point Ngaliyan, dan penelitian ini terbagi menjadi beberapa penjelasan yaitu (1) Integer knapsack problem, (2) Penyelesaian integer knapsack problem menggunakan algoritma greedy, dynamic programming, brute force, genetic dan implementasi keempat algoritma tersebut pada software MATLAB v2017a berbasis GUI, (3) Membandingkan keempat algoritma dalam hal solusi dan waktu komputasi yang optimal. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa algoritma yang efektif dan efisien digunakan untuk data skala kecil ataupun besar adalah algoritma dynamic programming. Penelitian ini juga dapat memberikan wawasan tentang penyelesaian alternatif untuk memecahkan integer knapsack problem.ABSTRACTInteger knapsack problem is a problem that exists in operating research in integer program chapters, which aims to maximize the total value of goods to the desired place by having certain limitations. The decision is 2, namely 1 (taken) and 0 (not taken). The data used for input is data from interviews with J&T Express drop point Ngaliyan and this research is divided into several explanations, namely (1) Integer knapsack problem, (2) Completion of integer knapsack problems using greedy algorithms, dynamic programming, brute force, genetics and implementation of these four algorithms in GUI based MATLAB v2017a software, (3) Comparing the four algorithms in terms of solutions and optimal computing time. The results of this study conclude that an effective and efficient algorithm used for small or large scale data is a dynamic programming algorithm. This study can also provide insight into alternative solutions to solve integer knapsack problems. 
Penerapan Metode SMART untuk Seleksi Kelayakan Penerima Bantuan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Guntur, Mohammad; Yanto, Robi
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.116 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.826

Abstract

Kegiatan pengembangan usaha pangan masyarakat merupakan kegiatan yang digunakan untuk memperkuat permodalan dan untuk menyerap gabah yang diproduksi petani dengan harga minimal dan dapat berperan menjaga keseimbangan harga disaat panen raya. Kegiatan dilakukan melalui pemberian dana bantuan untuk gabungan kelompok tani. Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau, dalam proses pengambilan keputusan pemilihan penerima bantuan pengembangan usaha pangan masyarakat saat ini dilakukan berdasarkan penilaian terhadap data yang telah dilengkapi oleh kelompok tani tanpa mempertimbangkan nilai dari setiap kriteria yang ada, mengakibatkan hasil penilaian tidak tepat dan cenderung bersifat subjektif. maka dari itu perlu dibangun sistem pendukung keputusan yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah seleksi pemberian bantuan dana pengembangan usaha pangan masyarakat agar tepat sasaran, adapun metode yang digunakan adalah metode SMART dimana metode ini mampu melakukan proses perangkingan terhadap alternatif dengan kritieria yang telah dipilih sebagai hasil penilaian berdasarkan kebutuhan seleksi yaitu Legalitas, pengalaman kegiatan dagang, memiliki AD/ART, mesin penggiling dan luas gudang penyimpanan. Hasil dari analisa menggunakan metode SMART dengan memperhatikan kriteria yang dipilih diketahui bahwa kelompok tani yang sangat layak untuk menerima bantuan pengembangan usaha pangan adalah kelompok tani rukun tani dengan bobot nilai 94, sedangkan rekomendasi layak dan dipertimbangkan adalah kelompok tani karya bersama dan kelompok tani usaha mandiri dengan bobot nilai masing masing yaitu 82,75 dan 74. Sehingga dari hasil analisa menggunakan metode SMART dapat membantu pihak pengambil keputusan dalam memilih keompok tani yang layak menerima bantuan pengembangan usaha pangan masyarakat dengan tepat dan objektif. Community food business development activities are activities that are used to strengthen capital and to absorb grain produced by farmers at minimal prices and can play a role in maintaining the price balance during the harvest. Activities are carried out through the provision of assistance funds for joint farmer groups. Lubuklinggau City Food Security Agency, in the decision making the process for the selection of beneficiaries of community food business development is currently conducted based on an assessment of the data that has been completed by farmer groups without considering the value of each criterion, resulting in inappropriate assessment results and tend to be subjective. therefore it is necessary to build a decision support system that aims to help resolve the problem of selection of funds for community food business development so that it is right on target, while the method used is the SMART method where the method is able to process the alternatives with criteria that have been selected as a result of assessment based on selection needs, namely legality, trading experience, having AD / ART, grinding machines and storage area. The results of the analysis using the SMART method by taking into account the selected criteria, it is known that farmer groups that are very feasible to receive food business development assistance are Rukun Tani farmer groups with a weight of 94 values, while proper recommendations and consideration are joint farmer groups and independent business farmer groups with the values of each are 82.75 and 74. So that from the analysis using the SMART method can help decision-makers in selecting farmer groups that are eligible to receive assistance in developing community food business appropriately and objectively. 
Pengembangan Business Intelligence Di Rumah Sakit (Studi Kasus: RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto) Atsani, M. Rifqi; Anjari, Galih Tyas; Saraswati, Nurul Mega
Telematika Vol 12, No 2: Agustus (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.6 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v12i2.839

Abstract

Pemerintah memberikan tuntutan dan keharusan kepada Rumah Sakit untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki supaya pelayanan lebih baik. Manajemen Rumah Sakit membutuhkan informasi yang tepat untuk dapat membuat keputusan dalam mengelola dan mengatur Rumah Sakit sesuai aturan pemerintah. Informasi yang dimiliki saat ini masih terbatas, tidak sesuai yang terjadi di lapangan, dan membutuhkan resource yang besar untuk mengumpulkan informasi karena diperoleh secara manual. Pemanfaatan teknologi informasi seperti Business Intelligence (BI) menjadi solusi karena Business Intelligence merupakan sistem yang dikembangkan untuk mengolah dan menganalisis data menjadi informasi yang bermanfaat dan memberikan dukungan untuk membantu pengambilan keputusan strategis di Rumah Sakit. Penelitian ini akan mengembangkan Business Intelligence dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data dan pengembangan Business Intelligence, implementasi, dan evaluasi. Data yang digunakan berasal dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) untuk memaksimalkan evidence-based practice. Jenis pengambilan keputusan dalam penelitian ini dibatasi pada manajemen tempat tidur di rawat inap, kepatuhan dokter terhadap pelayanan atau clinical pathway, dan angka kematian di Rumah Sakit. Batasan-batasan tersebut berdasarkan hasil pengumpulan data yang terbatas pada jenis data di database dan Standar Pelayanan Mutu (SPM) Rumah Sakit yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Bed Turn Over (BTO), Turn Over Interval (TOI), Average Length Of Stay (ALOS), Net Death Rate (NDR), Gross Death Rate (GDR). Dashboard Business Intelligence memberikan informasi kepada manajemen jika SPM Rumah Sakit dibawah atau melebihi standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Nilai SPM yang dibawah atau melebihi standar mengindikasikan mutu pelayanan Rumah Sakit tidak baik sehingga manajemen harus melakukan tindakan untuk memperbaikinya. Tahapan pengembangan Business Intelligence setelah resource (sumber data, data warehouse, Power BI) tersedia adalah proses Extract, Transform, Load (ETL) dari sumber data, pengambilan data dari data warehouse menggunakan aplikasi Power BI, dan pembuatan visualisasi dashboard. Aplikasi Power BI digunakan untuk membuat dashboard Business Intelligence karena mudah digunakan dan memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan aplikasi lainnya. Sistem BI harus diuji usabilitas untuk mengetahui kualitas dan kelayakan sistem sebelum digunakan secara penuh. Metode uji usabilitas atau usability testing yang digunakan adalah System Usability Scale (SUS) karena dapat digunakan pada responden yang sedikit. Kuesioner digunakan sebagai alat untuk mengetahui penilaian pengguna terhadap sistem sehingga dapat diketahui kualitas dan kelayakan sistem. Hasil akhir evaluasi sistem BI oleh manajemen Rumah Sakit mendapatkan nilai 73.18181818 dari total 11 pengguna. Nilai tersebut termasuk dalam kategori layak jika merujuk pada tabel penilaian SUS skor. The government gives demands and necessities to hospitals to maximize their resources to better their services. Hospital Management requires the right information to be able to make decisions in organizing and managing hospitals according to government regulations. The information hospital-owned is still limited, not match with what occurs in reality, and requires large resources to gather information because it is obtained manually. The use of information technology such as Business Intelligence (BI) is a solution because Business Intelligence is a system developed to process and analyze data into useful information and provide support to help strategic decision making in hospitals. This research will develop Business Intelligence with the first step is problem identification, data collection, data analysis and development of Business Intelligence, implementation, and evaluation. The data used comes from the Hospital Information System (SIMRS) to maximize evidence-based practice. The type of decision making in this study is limited to the management of beds in hospitalization, doctor's compliance with the service or clinical pathway, and mortality in hospitals. These limits are based on the results of data collection which is limited to the type of data in the database and the Hospital Service Quality Standards (SPM), namely Bed Occupancy Rate (BOR), Bed Turn Over (BTO), Turn Over Interval (TOI), Average Length of Stay (ALOS), Net Death Rate (NDR), Gross Death Rate (GDR). The Business Intelligence Dashboard provides information to management if the Hospital SPM is below or exceeds the standards set by the Ministry of Health. The SPM value that is below or exceeds the standard indicates that the quality of hospital services is not good so management must take action to improve it. The stages of developing Business Intelligence after resources (data sources, data warehouses, Power BI) prepared are extracted, transformed, loaded (ETL) from data sources, retrieving data from the data warehouse using the Power BI application, and creating dashboard visualization. The Power BI application was used to create Business Intelligence dashboards because it is easy to use and has more complete features than other applications. BI systems must be tested for usability to determine the quality and feasibility of the system before full use. The usability testing method used is the System Usability Scale (SUS) because it could be used on fewer respondents. The questionnaire is a tool to determine the user's assessment of the system so that the quality and feasibility of the system could be known. The final results of the BI system evaluation by Hospital management scored 73.18181818 from a total of 11 users. This value is included in the appropriate category if referring to the SUS score table.

Page 1 of 1 | Total Record : 6