cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 240 Documents
DETEKSI HUJAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT NOAA FREKUENSI 137,9 MHZ MENGGUNAKAN MORFOLOGI ERISON Permata, Endi; Munarto, Ri; Firmansyah, Teguh
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2112

Abstract

Cuaca merupakan faktor utama keselamatan untuk nelayan dan aktifitas pelayaran. Untuk itu diperlukan suatu sistem teknologi yang dapat mengetahui keadaan cuaca nasional dengan tepat. Teknologi satelit penginderaan jauh atau satelit NOAA merupakan jawaban atas masalah ini. Pada penelitian ini dilakukan perancancangan sistem pengolahan citra satelit NOAA frekuensi 137,9 MHz menggunakan morfologi erison. Penelitian ini memiliki beberapa keunggulan dalam sistem ini antara lain: otomatis memprediksi cuaca, berbasis opencv python (free), memiliki tingkat presisi yang tinggi dalam menggunakan kernel (1x1). Adapun metode yang digunakan adalah metode threshold untuk menentukan kecerahan warna awan. 
RANCANG BANGUN APLIKASI EDUKATIF ANAK DEAFBLIND LOW VISION DI SDLB MATAHATI BANYUWANGI SEBAGAI CENTRE OF MDVI/DEAFBLIND BERBASIS ANDROID Mistiko Rini, Eka; Al Haris, Muh. Fuad
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1504

Abstract

 Multiple Disable with Visual Impairments (MDVI/Deafblind) merupakan istilah yang merujuk pada anak berkebutuhan khusus yang memiliki dua atau lebih hambatan yang disebut tunaganda, misalnya tunanetra disertai tunarungu yang disebut tunanetra-rungu atau buta tuli. Struktur dan media pembelajaran pada MDVI/Deafblind masih dilakukan dengan menggunakan alat peraga sederhana sebagai media pendukung dan proses pembelajaran yang konvensional. Dengan proses yang demikian, para pengajar dan peserta didik memerlukan usaha ekstra agar proses belajar mengajar dapat lancar dilakukan mengingat keterbatasan dari peserta didik dan dan media ajarnya. Media ajar berbasis android ini bangun untuk mnyediakan media tambahan dalam proses belajar mengajar bagi anak berkebutuhan khusus low vision dan deafblind. Hal tersebut dikarenakan Banyuwangi menjadi salah satu kota di Indonesia yang mendapat kesempatan mendirikan lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus tunaganda yang bertaraf Internasional. Pembuatan media bantu belajar ini dibuat menggunakan Android dengan menerapkan kurikulum fungsional yang didalamnya terdapat gambar, video isyarat tangan, audio pengucapan dari tiap-tiap kata sesuai dengan ruang lingkup area kurikulum setiap harinya, yaitu Area Sosial dan Komunikasi, Area Bekerja dan Area Binadiri. Penelitian ini diharapkan dapat mempermudah pendidik dalam penyampaian materi terhadap anak low vision deafblind dalam mereview kegiatan yang sudah dilakukan.
RANCANGAN PROSES BISNIS HIPPAM (HIMPUNAN PENDUDUK PENGGUNA AIR MINUM) TIRTO TENTREM DESA KARE KECAMATAN KARE KABUPATEN MADIUN Noer, Bustanul A.; Elfazia, D. H.
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.298

Abstract

Salah satu target yang ingin dicapai dalam Millenium Development Goals (MDGs) bidang kelestarian lingkungan yaitu menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015. Untuk itu pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Peran serta masyarakat merupakan salah satu aspek yang dikembangkan oleh pemerintah. Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) merupakan organisasi masyarakat yang melakukan pengolahan air bersih secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk merancang proses bisnis HIPPAM Tirto Tentrem, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Pemetaan proses bisnis dilakukan dengan menggunakan Integration DEFinition Language 0 (IDEF0). Selanjutnya proses identifikasi kegagalan pada semua aktivitas dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Setelah ditemukan bentuk kegagalan yang terjadi, selanjutnya identifikasi faktor penyebab kegagalan dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Penelitian ini menghasilkan rekomendasi yang berguna untuk minimasi terjadinya kegagalan sehingga proses bisnis dapat berjalan dengan lebih baik. Rekomendasi yang diberikan berupa pembuatan Standar Operational Procedure (SOP), perancangan sistem penyaringan air, dan pemasangan meteran air. 
TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LUAR RUANGAN DAN PENGARUH LINGKUNGAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN KELELAHAN Lady, Lovely; Wiyanto, Ahmad Syarif
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6504

Abstract

Kelelahan (fatique ) berakibat kepada pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Kelelahan adalah proses menurunnya efisiensi, performansi kerja dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan. Faktor lingkungan seperti suhu, kebisingan, pencahayaan, dan ventilasi akan berpengaruh terhadap kenyamanan fisik, sikap mental, dan kelelahan kerja. PT XYZ adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan bahan galian golongan C yaitu berupa batuan andesit. Pada pengoperasiannya perusahaan melakukan aktifitas pada lingkungan terbuka dan berbahaya. Operator harus bekerja dalam kondisi temperatur, kelembaban udara , dan kebisingan tinggi pada siang hari. Penelitian ini bertujuan menghitung tingkat kelelahan yang terjadi di pada operator PT XYZ pada divisi penghancuran batu menjadi batu yang lebih kecil atau pasir dan menganalisa pengaruh lingkungan fisk kerja terhadap peningkatan kelelahan pada operator. Metode IFRC digunakan untuk menilai kelelahan yang dirasakan operator. Lingkungan fisik yang diamati dan diduga mempengaruhi kelelahan dalam produksi adalah adalah temperatur, kelembaban, kebisingan, dan pencahayaan. Besar kelelahan di plant A2 secara umum pada kondisi pra- kerja sebesar 71,71 dengan kategori kelelahan sedang dan kelelahan pada kondisi pasca- kerja I didapatkan sebesar 75,71 dengan kategori kelelahan sedang, dan kelelahan ada kondisi pasca- kerja II sebesar 71,43 dengan kategori kelelahan sedang. Kondisi lingkungan fisik kerja yang melebihi ambang bat as adalah temperatur dan kebisingan. Peningkatan temperatur kerja dan kebisingan dari kondisi pagi hari (pra - kerja) ke siang hari (pasca- kerja II) tidak signifikan meningkatkan kelelahan.
OPTIMALISASI TATA LETAK FASILITAS GUDANG DENGAN KEBIJAKAN DEDICATED STORAGE STUDI KASUS CV. XYZ Irman Saeful Mutaqin, Ade
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1615

Abstract

CV. XYZ adalah sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan alas kaki baik sandal maupun sepatu dengan beragam tipe dan ukuran. CV. XYZ memiliki sebuah gudang baru untuk menempatkan produk jadi hasil produksinya. Tata letak gudang baru untuk mendapatkan total jarak tempuh tranportasi dari dan menuju gudang menjadi perhatian CV. XYZ, hal ini dikarenakan meminimasi jarak tempuh akan meminimasi biaya operasional tranportasi. Kebijakan tata letak yang diambil oleh perusahaan adalah dedicated yang artinya suatu lokasi gudang akan tetap digunakan oleh produk yang sama sepanjang masa. Pencarian solusi tata letak gudang menggunakan model matematik linear programming yang di bantu dengan software Lingo versi 9.0. Hasil yang di dapat, jarak tempuh minimum adalah sebesar 6720 Meter di dapat oleh software Lingo dalam waktu kurang dari satu detik
EVALUASI KARAKTERISTIK PEKERJA INDUSTRI MANUFAKTUR LOGAM DI KLUNGKUNG, TIHINGAN PROVINSI BANTEN Susihono, Wahyu; Adiatmika, I Putu Gede
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4093

Abstract

Karakteristik pekerja di tiap wilayah mempunyai pola yang berbeda-beda. Sebagaimana di industri manufaktur logam yang berada di wilayah Klungkung, Provinsi Bali yang telah ada turun temurun sebagai desa wisata penghasil Gamelan. Daerah ini dihunioleh mayoritas pribumi dengan pekerjaan utama adalah penghasil gamelan. Pekerjaan yang ini memerlukan keahlian khusus, tidak sembarang pekerja mampu menyelesaikan produk gamelan dengan kalitas tinggi. Karakteristik pekerja dapat dijadikan sebagai dasar untuk rekaderisasi dan proses intervensi program yang dapat meningkatkan kaualitas kehidupan kerja seiring dengan kemampuan, kebolehan dan keterbatasan yang dimiliki oleh tiap pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini dipilih secara acak dari pekerja yang ada di industri manufaktur logam dengan menggunakan bilangan random, diperoleh jumlah sampel sebanyak 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur pekerja (n=50) adalah 48,82±9,52 th; IMT 22,60±2,83 kg/m2; Over weigh 9,09%; Under weigh 1,82%; rerata pengalaman kerja 20,18±9,77. Berdasarkan nilai karakteristik yang diperoleh disimpulkan bahwa pekerja tidak lagi mengalami perkembangan otot tubuh, pekerja telah teraklimasi dengan kondisi di lingkungan sekitar, terdapat sebagian kecil konsumsi nutrisi yang memerlukan perhatian khusus agar tubuh berada pada kategori normal, penyelesaian pekerjaan gamelan memerlukan keahlian khusus dan berdasar dari pengalaman kerja yang cukup lama diyakini sebagai usaha warisan. Diperlukan intervensi yang cocok sesuai dengan kondisi dan budaya setempat.
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DENGAN MENERAPKAN TOTAL PRODUCTIVITY MAINTENANCE (TPM) Gunawan, Wawan
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1518

Abstract

Adanya penurunan produktivitas dimasyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yang sering muncul adalah ketidak puasan pengguna tenaga listrik.  Pemutusan aliran listrik secara tiba-tiba sangat merugikan sekali terhadap masyarakat khususnya kalangan industri.Pelayanan tenaga listrik dari perusahaan listrik Negara yang tidak optimal berdampak pada munculnya produsen-produsen listrik swasta hal ini untuk mengurangi penyetopan aliran listrik secara tiba-tiba. Menjamurnya pembangkit tenaga listrik swasta belum diimbangi oleh sistem manajemen pemeliharaan yang optimal sehingga masih sering muncul penyetopan secara tiba-tiba.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat khususnya masyarakat industri dengan meningkatkan pelayanan energi listrik yang optimal dengan cara mengurangi terjadi stop mesin secara tiba-tiba (unplanned shutdown), dan semua power plant memiliki strategi dalam pemeliharaan yang baik, produktif, menyeluruh dan berkesinambungan yang berdampak meningkatnya produktivitas masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah Mengidentifikasi permasalahan yang menjadi penyebab terjadinya Unplanned Shutdown melaui pilar-pilar TPM pada Pembangkit Tenaga Listrik.Berdasarkan analisis dan olahan data diperoleh nilai OEE Boiler (BL) dan Turbine Generator (TG) adalah 74.6% dan 73.9% keduanya dibawah nilai acuan kinerja mesin kelas dunia yaitu 85%, hal ini menunjukkan bahwa perencanaan dan proses pemeliharaan mesin-mesin utama kurang efektif terutama dalam meningkatkan kinerja mesin. Sedangkan hasil analisis partial antara pilar-pilar TPM dengan kejadian unplanned shutdown memiliki hubungan yang signifikan diantaranya perencanaan, kualitas, dan autonomous maintenance.dari persamaan regresi diketahui bahwa variable X4, memiliki bobot paling besar atau perencanaan maintenance adalah variable yang relative kuat dalam mempengaruhi kejadian unplanned shutdown.dengan demikian startegi  dalam mengurangi unplanned shutdown adalah membuat perencaan maintenance dengan baik dan akurat.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN BUAH NAGA MERAH KALTIM YANG COCOK DIPASARKAN DENGAN SISTEM USAHA GEROBAK WARALABA Abdi, Fachriza Noor; Isharyani, Muriani Emelda; Rahayu, Deasy Kartika; Sitania, Farida Djumiati; Endah Saptaningtyas, Wara Widyarini
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3165

Abstract

Potensi hasil pertanian buah naga merah Kaltim umumnya dimanfaatkan untuk penjualan buah segar dan mulai dikembangkan pengolahannya oleh berbagai UKM yang tersebar di Samarinda, Balikpapan dan Samboja, namun pemasarannya masih terbatas pada masyarakat yang melintas di sepanjang jalan antar kota Samarinda dan Balikpapan. Kendala seperti ini mencetuskan pemikiran mengembangkan produk olahan buah naga merah Kaltim yang dapat dipasarkan dengan sistem usaha gerobak waralaba (stall franchise) sehingga menjangkau area pemasaran yang lebih luas. Penentuan atribut mutu produk olahan buah naga merah Kaltim yang cocok dipasarkan dengan sistem usaha gerobak waralaba dilakukan dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil dari metode QFD dijadikan dasar pertimbangan dalam diskusi pakar melalui metode Delphi untuk menentukan alternatif produk olahan yang sesuai dengan sistem usaha gerobak waralaba. Matrik QFD menunjukkan prioritas terhadap formulasi dan komposisi produk, jenis bahan baku pendukung, bahan kemasan dan proses penyiapan produk sebagai karakteristik teknis yang perlu ada pada produk olahan buah naga merah Kaltim. Melalui metode Delphi alternative produk olahan terpilih adalah mie dan es krim dengan i beberapa alternatif formulasi dan komposisi, bahan baku pendukung yang mudah dicari, banyaknya alternatif kemasan produk dan proses penyiapan yang tidak rumit sehingga memberikan kemudahan bagi penjual mempersiapkan produk secara cepat ke konsumen
PENERAPAN ERGONOMI TOTAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAJIN PERMATA Yusuf, M.
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.307

Abstract

Akhir-akhir ini cincin batu permata terutama jenis akik ramai di pasaran. Produksi batu permata ini biasanya dilakukan pada industri kecil atau industri rumah tangga. Permasalahan yang terjadi pada proses produksi di industri kecil ini adalah sikap kerja yang tidak alamiah seperti duduk jongkok dan bersila, menggunakan gerinda tangan tanpa menggunakan alat pengaman/pelindung diri, menggosok batu permata dengan cara manual menggunakan tangan sehingga produktivitas tidak optimal dan menyebabkan banyak keluhan pada para pekerja. Untuk menurunkan keluhan yang ada dan meningkatkan produktivitas kerja para perajin perlu dilakukan penerapan ergonomi toal pada industri kecil produksi batu permata. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan rancangan group within ? treatment (sama subyek) terhadap 12 perajin permata di Desa Subagan, Karangasem, Bali. Subjek diberikan dua perlakuan yaitu P0 melakukan pekerjaan seperti biasa seperti sebelumnya dan P1 melakukan pekerjaan dengan cara baru yang sudah mendapat intervensi ergonomi. Beban kerja diukur dari denyut nadi kerja sedangkan produktivitas kerja diukur dengan jumlah produksi dibagi beban kerja dan waktu kerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara P0 dan P1 (p<0,05). Antara P0 dan P1 terjadi penurunan beban kerja sebesar 27,4% dan peningkatan produktivitas kerja sebesar 422,80%. Disimpulkan bahwa penerapan ergonomi total pada perajin batu permata di Karangasem Bali dapat menurunkan beban kerja dan meningkatkan produktivitas kerja. 
PENENTUAN ALTERNATIF STRATEGI MITIGASI RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS DI PT XYZ Anandra, Fitri Febri; Nur, Rahayu Gama Harta Nugraha
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7997

Abstract

Work health and safety (WHS) issues in the construction sector in Indonesia still require better attention considering that this sector has a very high risk of work accidents. To minimize the risk of work accidents, a risk mitigation strategy is needed as part of decision making. There are many factors that can trigger the cause of work accidents. This study aims to determine the potential causes of the risk of workplace accidents and determine their mitigation strategies. The main process carried out is the determination of the criteria that cause occupational accidents and the analysis of the determination of work accident risk mitigation strategies. Given the interrelationships between criteria, sub-criteria and alternatives, the method used is the Analytic Network Process (ANP). The results showed that the cause of WHS risk in the construction sector was dominated by environmental criteria of 0.254; followed by material criteria of 0.207; human criteria of 0.138; machine criteria of 0.125 and method criteria of 0.058. While the main ranking in the sub-criteria is the temperature of the production room which has a value of 0.129 and the most recent ranking is the material placement method which has a value of 0.019. From these results, it can be seen that there is a relationship between environmental criteria and the production room sub- criteria. In the process of determining the risk mitigation strategy as part of decision making, an alternative strategy that has the highest weight is the addition of air circulation with a weight of 30.6%.

Page 1 of 24 | Total Record : 240