cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy)
ISSN : 16937899     EISSN : 27163814     DOI : 10.31942
Core Subject : Health,
Selamat datang di situs e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas (Universitas Wahid Hasyim) Semarang. Situs ini berisi kumpulan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Unwahas. Publikasi berasal dari jurnal-jurnal serta hasil prosiding seminar yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Unwahas.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN JAMU DALAM PELAYANAN KESEHATAN FORMAL Ardiyanto, Danang
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak tersedia
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI KLOROFORM EKSTRAK ETANOL PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urb) SERTA IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIFNYA Rachmawati, Fahrina; Nuria, Maulita Cut; ), Sumantri
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat dan terus berkembang dari waktu ke waktu dalam dunia kesehatan. Ekstrak etanol pegagan (Centella asiatica (L) Urb) memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik daripada ekstrak petroleum eter dan air (Jagtap et al., 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas antibakteri fraksi kloroform dari ekstrak etanol pegagan terhadap bakteri Gram positif (S. aureus dan B. subtilis) dan Gram negatif (E. coli, P. aeruginosa dan S. typhi), mengetahui besarnya aktivitas antibakteri dari fraksi kloroform tersebut dan mengidentifikasi golongan senyawa yang terkandung dalam fraksi tersebut. Ekstrak etanol pegagan diperoleh dengan menyari simplisia menggunakan penyari etanol 96% secara sokletasi, lalu diuapkan dengan rotary evaporator. Ekstrak tersebut kemudian difraksinasi bertingkat dengan pelarut n-heksan dan kloroform. Fraksi kloroform yang diperoleh diuapkan hingga kekentalan sekitar     300 cps kemudian dilarutkan dalam DMSO, konsentrasi yang digunakan adalah 2063; 1031,5; 515,7; 257,8; 128,9 µg/disk. Aktivitas antibakteri dilakukan secara difusi agar, identifikasi senyawa aktif menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fraksi kloroform memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. Subtilis dan P.aeruginosa, tetapi tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, E. coli dan S. typhi. Fraksi kloroform tersebut dapat menghambat B. subtilis pada konsentrasi 257,8; 515,7; 1031,5; 2063 µg/disk dengan DDH berturut-turut sebesar 7,50; 7,86; 8,63; 9,76 mm, sedangkan P.aeruginosa pada konsentrasi 515,7; 1031,5; 2063 µg/disk dengan DDH berturut-turut sebesar    8,10; 9,10; 10,20 mm. Fraksi kloroform tersebut mengandung senyawa fenol dan terpenoid.   Kata kunci : Fraksi kloroform ekstrak etanol pegagan, aktivitas antibakteri, senyawa fenol dan terpenoid.
UJI SENYAWA SITOTOKSISITAS DARI TUMBUHAN AKAR PKI (Mikania micrantha H.B.K) Susanti, Emma; ), Kamalrullah; ), Alfian
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan uji senyawa sitotoksik dari tumbuhan Akar PKI (Mikania micrantha. H.B.K). Metoda yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa analisa probit pengujian sitotoksisitas ekstrak n-heksan diperoleh nilai LC50 = 2,19 µg/ml, ekstrak etil asetat diperoleh nilai LC50 = 13,49 µg/ml dan pada ekstrak metanol diperoleh nilai LC50= 2,19  µg/ml.   Kata kunci : Uji senyawa sitotoksisitas,  Mikania micrantha, HBK.
MASERASI SEBAGAI ALTERNATIF EKSTRAKSI PADA PENETAPAN KADAR KURKUMINOID SIMPLISIA TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb) R, Mujahid; PKD, Awal; S, Nita
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthoriza Roxb) merupakan salah satu bahan yang cukup banyak digunakan pada klinik saintifikasi djamoe Hortus Medicus. Oleh sebab itu kontrol kualitas dari temu lawak sangat penting dilakukan untuk menjamin kesinambungan kualitas. Dalam analisa dibutuhkan metode yang sederhana, cepat, efisien dan tidak mahal. Farmakope Herbal Indonesia 2008 menyebutkan bahwa ekstraksi temulawak untuk penetapan kadar kurkuminoid adalah dengan refluks, ini dipandang kurang praktis dan efisien karena membutuhkan peralatan khusus, waktu yang relatif lama, energi dan bahan kimia yang cukup banyak. Oleh sebab itu telah dilakukan modifikasi tahapan ekstraksi penetapan kadar kurkuminoid dalam simplisia temulawak dan dibandingkan terhadap metode refluks yaitu dengan metode maserasi 24 jam dan sonikasi 15 menit. Sistem penetapan kadar secara KLT Densitometri dengan fase diam silika gel 60 F254, fase gerak n-heksan: etil asetat (1:1) dan deteksi pada panjang gelombang 425 nm. Kadar kurkuminoid temulawak yang tertetapkan dengan metode ekstraksi refluks, sonikasi dan maserasi berturut-turut adalah : 1,17+0,05%; 1,13+0,16% dan 1,36+0,11%. Uji anova single factor menunjukkan adanya perbedaan tidak nyata dengan nilai Fhit3,455 dan Ftab5,143 dari validasi metode diperoleh LOD 11,95ng/spot, dan LOQ 0,40%, 0,61% dan 0,27% untuk ekstraksi secara refluks, sonikasi dan maserasi. Metode yang dapat diterapkan sebagai alternatif ekstraksi yang sederhana dalam penetapan kadar kurkuminoid pada simplisia temulawak adalah maserasi.   Kata kunci : Maserasi, penetapan kadar, kurkuminoid, temulawak
UJI AKTIVITAS REPELLENT FRAKSI N-HEKSAN EKSTRAK ETANOLIK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Djatmiko, Muhamad; Anas, Yance; Handayani, Sri Murti
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mimba dipercaya masyarakat dapat menolak hinggapan nyamuk Aedes aegypti, sehingga dapat digunakan sebagai repellent. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktifitas repellent fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun mimba terhadap nyamuk Aedes aegypti, dan mengidentifikasi senyawa golongan terpenoid dalam fraksi n-heksan tersebut. Ekstrak etanolik daun mimba dibuat dengan menggunakan metode Maserasi dan selanjutnya difraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan.  Fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun mimba konsentrasi 10, 20, 40% dalam pelarut etanol dioleskan pada pergelangan tangan bagian atas hingga ujung jari dan kemudian dimasukkan ke dalam sangkar nyamuk.  Tiap sangkar nyamuk berisi 30 ekor nyamuk Aedes aegypti betina berumur 3-5 hari yang telah dipuasakan selama 24 jam. Pengujian dihentikan apabila terdapat hinggapan nyamuk untuk pertama kalinya. Data yang diperoleh berupa rata-rata waktu penolakan terhadap hinggapan nyamuk.  Analisa statistik dilakukan terhadap data waktu penolakan menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95%. Identifikasi senyawa aktif golongan terpenoid dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun mimba mengandung senyawa aktif golongan terpenoid.  Pada konsentrasi 20 dan 40%, fraksi n-heksan tersebut memiliki aktivitas sebagai repellent karena dapat menolak hinggapan nyamuk Aedes aegypti secara berturut-turut selama 329 dan 915 detik (5,48 dan15,25 menit).   Kata kunci :     Repellent, fraksi n-heksan ekstrak etanolik daun mimba, Aedes aegypti
UJI EFEK ANALGETIK, TOKSISITAS AKUT DAN TERTUNDA EKSTRAK ETANOL DAUN BERINGIN (Ficus benjamina L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Hasti, Syilfia; Yuslinda, Elka; Sandi, Nofri Hendri; Liawati, Wan
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tumbuhan yang telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yaitu daun beringin guna mengatasi rasa nyeri dan dari penelusuran pustaka belum ada dilakukan pengujian secara ilmiah begitu juga dengan penelitian tentang toksisitasnya. Berdasarkan hal tersebut, telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efek analgetik ekstrak etanol daun beringin yang diberikan secara oral pada hewan coba mencit putih jantan yang diberi asam asetat 1% v/v sebanyak 0,1 ml sebagai penginduksi nyeri. Penelitian dilakukan menurut metode writhing test, menggunakan pembanding asetosal dengan dosis 65 mg/kgBB. Bahan uji diberikan secara oral dalam bentuk suspensi dalam Na CMC 1%, diberikan tiga puluh menit sebelum pemberian asam asetat. Pengamatan jumlah geliat dilakukan setelah penyuntikan asam asetat. Jumlah geliat dihitung dengan selang waktu 10 menit selama 90 menit kemudian dihitung persen proteksinya. Penelitian toksisitas akut (LD50) dihitung sebagai dosis yang memberikan kematian hewan sebanyak 50% dari jumlah hewan percobaan selama 24 jam setelah penyuntikan dan toksisitas tertunda dilakukan pada dosis 1000, 2000, 4000, 8000, dan 16000 mg/kgBB terhadap parameter volume air minum, volume urin, perubahan berat badan, konsumsi makanan, berat feses, rasio organ ginjal dan jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol pada dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB memberikan efek analgetik p < 0,05 terhadap kontrol negatif (analisis varian dua arah dan analisis Tukey). Berdasarkan hasil pengujian toksisitas akut, ekstrak etanol daun beringin digolongkan praktis tidak toksik. Hasil penelitian yang menunjukkan adanya gejala toksisitas akut, ekstrak etanol daun beringin digolongkan praktis tidak toksik. Hasil penelitian yang menunjukkan adanya gejala toksisitas tertunda terhadap parameter perubahan berat badan, konsumsi makanan, berat feses, organ ginjal dan jantung signifikan pada dosis 16000 mg/kgBB.   Kata kunci : Analgetik, Ficus benjamina, writhing test.
OPTIMASI FASE GERAK PADA ANALISIS CAMPURAN CIPROFLOXACIN HCL DAN METRONIDAZOL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Budiarti, Aqnes; Gandjar, Ibnu Gholib
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan ciprofloxacin (CIP) untuk terapi penyakit infeksi saat ini sering dikombinasi dengan obat anti bakteri lain karena keterbatasannya melawan bakteri anaerob, salah satunya dengan metronidazol (MDZ). CIP berada dalam bentuk kationik pada kondisi asam (pH kurang dari 4,68) sehingga akan berikatan dengan residu silanol yang bermuatan negatif pada pH di atas 3,0, akibatnya dapat menyebabkan tailing. Hal ini dapat dicegah dengan penambahan reagen pasangan ion yang akan berikatan dengan residu silanol. Reagen pasangan ion yang sering digunakan dalam analisis senyawa kationik adalah amin tersier, seperti trietilamin (Anonim, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi fase gerak pada analisis campuran CIP.HCl dan MDZ menggunakan KCKT dengan penambahan trietilamin sebagai reagen pasangan ion. Fase diam yang digunakan adalah C18 dan fase gerak berupa campuran dapar fosfat 0,05 M dan asetonitril dengan perbandingan sesuai dengan hasil optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan optimum diperoleh pada fase gerak berupa campuran dapar fosfat 0,05 M pH 3,5 dan asetonitril (80: 20, v/v) dengan kecepatan laju alir 1,2 mL/menit dan kadar trietilamin 0,05 Molar.   Kata kunci : Optimasi fase gerak, ciprofloxacin HCl,metronidazol,Kromatografi     Cair Kinerja Tinggi
FORMULASI KRIM SERBUK GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI ANTI JERAWAT Anggraini, Deni; Malik, Masril; Susiladewi, Maria
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi krim serbuk getah buah pepaya (Carica papaya) sebagai anti jerawat. Formulanya dibuat dengan memvariasikan konsentrasi serbuk getah buah papaya dalam bentuk sediaan krim. Evaluasi sediaan krim dilakukan terhadap organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas fisik, pemeriksaan distribusi ukuran partikel, iritasi kulit, daya tercuci, dan daya menyebar. Uji efektifitas krim dilakukan pada sukarelawan/panelis dengan cara mengoleskan tipis sediaan krim pada wajah yang terkena jerawat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa krim dengan konsentrasi 4% dengan tipe minyak-air M/A memberikan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 2% dan 3%.   Kata kunci : Carica papaya, krim, jerawat
PERBANDINGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET (UV) DAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) PADA PENETAPAN KADAR NATRIUM DIKLOFENAK Amalia, Kiki Rizqi; ), Sumantri; Ulfah, Maria
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa metode analisis telah dikembangkan untuk menentukan kadar natrium diklofenak, diantaranya dengan metode spektrofotometri UV dan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Metode spektrofotometri UV dan KCKT masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar natrium diklofenak secara spektrofotometri UV dan KCKT dalam hal ketepatan, ketelitian dan sensitivitas. Penetapan kadar natrium diklofenak dianalisis dengan metode spektrofotometri UV dengan melakukan penentuan panjang gelombang maksimal, penentuan operating time, pembuatan kurva baku, pengukuran serapan sampel, perhitungan kadar natrium diklofenak dalam sampel. Sedangkan metode KCKT dengan melakukan optimasi instrumen dan optimasi fase gerak, identifikasi natrium diklofenak dalam sampel, pembuatan kurva baku, pengamatan kromatogram sampel, perhitungan kadar natrium diklofenak dalam sampel. Pelarut yang digunakan adalah aquabidestilata dan fase gerak yang digunakan adalah campuran asetonitril  dan buffer fosfat 0,01 M pH 3,5. Sedangkan fase diam yang digunakan adalah Oktadesil Silikat (ODS) C18 (4,6x150mm). Data kadar yang diperoleh dari masing-masing metode dibandingkan ketepatan, ketelitian dan sensitivitas dari dua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rata-rata natrium diklofenak secara Spektrofotometri UV adalah 17,9 µg/ml. Sedangkan secara KCKT adalah 17,3 µg/ml. Kadar rata-rata natrium diklofenak dalam sampel secara spektrofotometri UV dan KCKT memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia yaitu memiliki nilai rekoveri yang masih dalam range 90,0 % -110 % dan memiliki nilai CV < 5%. Akan tetapi metode KCKT memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode Spektrofotometri UV.   Kata kunci:  Spektrofotometri UV, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Natrium  Diklofenak
SKRINING AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI BEBERAPA JENIS SPON LAUT ASAL PULAU MANDEH SUMATERA BARAT Rahmawati, Noveri; Handayani, Dian; Mulyanti, Nofri
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif"
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan skrining aktivitas sitotoksik dari beberapa jenis spon laut yang diperoleh dari Pulau Mandeh Sumatera Barat. Ekstrak methanol spon yang telah dikeringkan difraksinasi ke dalam fraksi non polar, semi polar dan polar, masing-masing dengan menggunakan heksan, etil asetat, dan butanol. Uji aktifitas sitotoksik dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil Uji sitotoksik terhadap ekstrak methanol menunjukkan bahwa sampel spon AN 07 mempunyai nilai LC50 yang paling tinggi yaitu 26,1036 µg/ml. Hasil uji sitotoksik terhadap fraksi heksan dan etil asetat menunjukkan bahwa sampel spon AN 01 mempunyai nilai LC50 1,4585 µg/ml dan 29,4289 µg/ml sedangkan fraksi butanol menunjukkan bahwa sampel AN 04 mempunyai LC50 yang paling tinggi yaitu 0,0002 µg/ml.   Kata kunci : Sitotoksik, Spon Laut, Brine Shrimp Lethaliy Test

Page 1 of 16 | Total Record : 155