cover
Contact Name
Rossi Prabowo
Contact Email
rossiprabowo@unwahas.ac.id
Phone
+628562742580
Journal Mail Official
rossiprabowo@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22, Sampangan, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Mediagro: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 02167387     EISSN : 26855321     DOI : 10.31942/md
Core Subject : Agriculture,
The Journal Publishes in both print and online version. MEDIAGRO JOURNAL research paper in the field of Agribusiness, Agricultural Technology, Food Technology and general agricultural environment
Articles 199 Documents
PENGEMASAN PRODUK SAYURAN DENGAN BAHAN KEMAS PLASTIK PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG DAN SUHU DINGIN Mareta, Dea Tio; Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v7i1.530

Abstract

Agricultural Product (both of raw material and intermediate good/ food)  has limited durability before perish process. It relates with physicalcharacter of them, different with  physical character of industrial product.The physical character  are perishable , bulky, and voluminous. Onealternative that could be done, for  fresh and good product when it is givento consumer is packing. Type of packing materials  e g :  plastic, glass,paper, and styrofoam. There are many packing technique : common,vacuum and press. From permeability calculation, is known if bahwa permeability of  polypropylen plastic is bigger than polyethylen plastic. It isdeviation, because of polypropylene  permeability must be lower thanpolyethylene. For application test on water spinach,  permeability ofpolypropylen plastic is lower than polyethylen. The different ofPermeability on polypropylen and  polyethylen packing impacts on weight,color, and texture of water spinach leaf. While on cold temperature packing,polypropylene plastic is better than  polyethylene as material packing. Keywords : Packing, Polypropylene plastic, Polyethylene plastic.
PENGAWETAN IKAN BAWAL DENGAN PENGASAPAN DAN PEMANGGANGAN Mareta, Dea Tio; Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v7i2.532

Abstract

Proses pengolahan yang baik dan benar dapat membuat ikan menjadi awet dan memungkinkan untuk didistribusikan antar daerah. Pengasapan danpemanggangan merupakan salah satu proses pengolahan ikan secara tradisional.Pengolahan tradisional masih mempunyai prospek untuk dikembangkan sebagaialternatif memeratakan distribusi antar daerah penghasil dengan daerahkonsumen. Hasil uji kesukaan menunjukkan jika hasil olahan pengasapan lebihdisukai daripada hasil olahan pemanggangan.Kata Kunci : Pengawetan, Pengasapan, Pemanggangan
PELUANG SERTA HAMBATAN PENGEMBANGAN USAHA/INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI JAWA TENGAH Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : MEDIAGRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Middle and small industry development in Central Java veryneeded in supporting economics. Seen potency had by Central Java like :demography, infrastructure, job generation/human resource, developedcompetent middle and small industry, more than anything else small andmiddle industry in agricultural sector. Because effort in agriculturalsector have some its, is more can stay at condition of economic crisis, canpermeate big labour relative, and its role in forming of domestic earningsof bruto. Active and effort support from central government and alsolocal government very expected in course of its. Problems of educatedunemployment also require be paid attention, considering college gradalso represent expected by human resource is its role in development.Keyword : Middle and small industry, Central Java, Labour force,Educated unemployment.
PERTANIAN ORGANIK; MENUJU PENINGKATAN KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v4i2.534

Abstract

Food materials as elementary requirement, these are the source of human being body nutrient. But in food materials, this way natur and alsomicrobe contaminate, many there are poisonous compound. Go together foodand availability, many case which have emerged concern poisoning of food andugly nutrient case. Lower of society attention to food security result casepoisoning of food in Indonesia often happen. The return applying of expectedorganic agriculture system can depress case number poisoning of food, besidethere are other advantage which can be obtained by like; decreasing of itenvironmental contamination, the return of ground fertility cycle, etc. Besidescentral government, relevant institutes like Department Agriculture,Departmental of Oceaninc And Fishery, of Industry and Commerce, Localgovernment, Body POM; they have claimed to always to share and also ingiving construction, counselling, monitoring and inspection circulation of foodmaterials. So that, the food materials which were accepted by society /consumer, peaceful and its quality was lawful well guaranted and also wasconsumed. Keyword : Organic agriculture, Food security, Poisoning of food
PERANAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DAN KONTRIBUSI KREDIT TERHADAP PENDAPATAN KOTOR UKM RUMAHTANGGA SETELAH MENJADI KREDITUR (STUDI KASUS BMT MU@MALAT ) Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v5i2.535

Abstract

Global crisis in 2008, there was a proud in economic development,because informal sector oppositely grow rapidly. Data from Statistic bureaumention  that the increasing grew faster,  became 47,7 million in 2007period. The problem was financing. BMT Mu@malat as the one of nonbanking financial institution is under hierarchy of Kota SemarangCooperation Department, it was stated under Wahid Hasyim Universityarea. The research was meant to know about contribution of creditassessment to brutto income and what?s the influence factor after this. Therespondent was  Marginal Sector client. Result from this was the assessmentof BMT Mu@malat gave contribution of brutto income of  9,07 % permonth, function and the existence was needed to support of peopleeconomy.
TEKNIK ATMOSFIR TERMODIFIKASI DALAM PENANGANAN BUAH DAN SAYUR SEGAR Dewi, Nur Kusuma
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v3i1.536

Abstract

Fruits and vegetable are spoiled easily commoditie. It is because the activity of metabolism that still moved on after picking.  The low temperatur storage is one of alternative solution, but it hasn?t the best, so it is combined with modificated atmosphere storage.      The principle of this way is change the compotisition normal atmosphere with increase carbondioxide (CO2)  concentration   and decrease oxigene (O2) concentration. In the modificated atmosphere technique application is done by using designed polyback,  so in this package will be created a atmosphere condition that appopriate with fruits and vegetables which will be storaged in low temperature. Therefore it will increase the saving time of fruits and vegetables,  so they can be consumed in the fresh condition Key word:  Atmosphere,   modificated,  Fruits , Vegetables
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DITINJAU DARI KELEMBAGAAN Wahyuningsih, Sri
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v3i1.537

Abstract

Agribisnis merupakan suatu system yang terdiri dari sub system,  dari mulai pengadaan sarana produksi sampai pemasaran hasil olahan. Jenis usaha dalam bidang agribisnis juga sangat beragam dan ukurannya juga bervariatif. Dari kondisi ini mengakibatkan banyak lembaga yang terlibat untuk menagani. Dukungan kelembagaan agribisnis ini sangat dibutuhkan dan kemajuan agribisnis sangat dipengaruhi oleh peran serta lembaga pendukung.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kelembagaan  agribisnis  agar dapat mendorong keberhasilan agribisnis. Untuk mengetahui bagaimana aspek kelembagaannya ditinjau dari social ekonomi kelembagaan tersebut, baik aspek social ekonomi pelaku agribisnis, penerapan pola PIR dalam pengembangan agribisnis dan kebijakan pemasaran.  Hasil dan kesimpulannya adalah ada banyak lembaga yang terlibat dalam agribisnis. Untuk mengerakkan dan memajukan agribisni semua lembaga harus berperan secara aktif sinergis dan saling terkoordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan dan efisiensi dapat dicapai.  Pelaku agribisnis juga ada beberapa bila dikelompokkan ada tiga yaitu BUMN, Swasta, dan Koperasi. Ukuran pelaku agribisnis juga beragam ada yang kuat ada yang lemah. Sehingga untuk medorong agribisnis berkembang berkelanjutan, produktif dan efisien maka semua pelaku agribisnis haru ada pranata dalam menagani kegiatan agribisnis. Etika moral dan tujuan jangka panjang yang harus diutamakan untuk agribisnis yang berkelanjutan.
METODE DRAINASE UNTUK STABILITAS LERENG LAHAN PERTANIAN widiasmadi, nugroho
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v3i1.538

Abstract

Proses infiltrasi yang menjadikan aliran antara (interflow) atau sebagai aliran dasar (base flow ) pada suatu media permukaan tanah akan mempengaruhi stabilitas permukaan tanah tersebut, kondisi ini akan menjadi masalah jika permukaan tanah mempunyai kemiringan tertentu. Stabilitas permukaan lereng baik pada tanah asli ataupun tanah bentukan rekayasa akan sangat dipengaruhi oleh sistem peresapan air tersebut baik pada tujuan irigasi ataupun drainase. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakuan suatu upaya pembuatan sistem drainase untuk mengalirkan air yang merembes ke dalam (infiltrasi) dengan menggunakan tiga sistem drainase yaitu: drainase terowongan, drainase sumuran, dan drainase mendatar. Ketiga sistem drainase tersebut diatas telah digunakan oleh Rott (1959). Palmer, Thompson, Yeomans (1950), Smith dan Cedergren (1963) untuk mengatasi masalah air yang masuk ke dalam tanah pada suatu lahan yang digunakan untuk kepentingan berbagai kegiatan pertanian dan pengolahan tanah lainnya. Berdasarakan penggunaan tersebut di  atas akan dilakukan suatu telaah yang  berkaitan dengan pemanfaatan ketiga sistem drainase terowongan, drainase sumuran dan drainase mendatar.
PENGENALAN DAN PROSES PEMBUATAN GELATIN Hastuti, Dewi; Sumpe, Iriane Sumpe
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v3i1.539

Abstract

Gelatin adalah produk alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Gelatin merupakan protein yang larut yang bisa bersifat sebagai gelling agent (bahan pembuat gel) atau sebagai non gelling agent. Sumber bahan baku gelatin dapat berasal dari sapi (tulang dan kulit jangat), babi (hanya kulit) dan ikan (kulit).  Cara pembuatan gelatin secara umum adalah :  kulit atau tulang hewan yang kaya akan kolagen direndam dalam asam atau basa, kemudian diekstrasi dengan panas secara bertingkat. Gelatin memiliki fungsi yang masih sulit digantikan dalam industri pangan maupun obat-obatan. Hal ini dikarenakan gelatin bersifat serba bisa, yaitu bisa berfungsi sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap, pemerkaya gizi, sifatnya juga luwes yaitu dapat membentuk lapisan tipis yang elastis, membentuk film yang transparan dan kuat, kemudian sifat penting lainnya yaitu daya cernanya yang tinggi
SISTEM PENGADAAN PAKAN AYAM PETELUR DI PERUSAHAAN “POPULER FARM” DESA KUNCEN KEC. MIJEN KAB. SEMARANG Sarno, Sarno; Hastuti, Dewi
MEDIAGRO Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Pertanian Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/md.v3i1.540

Abstract

Ternak merupakan sumber gizi protein hewani yang tidak lepas dari faktor pakan baik kualitas maupun kuantitasnya. Pakan memegang peranan penting dalam usaha atau produksi peternakan yaitu meliputi 60-70 % dari total biaya produksi. laporan ini menggunakan  metode deskriptif analisis dari data-data yang didapatkan melalui wawancara dan survey  Pembahasan masalah dilakukan dengan study pustaka. %.  Bahan diuji secara organoleptis dan fisis terutama untuk jagung harus berkadar air maksimal sebesar 17 %.    Perusahaan peternakan ?Populer Farm? menghasilkan produk ransum ayam petelur terdiri dari Sarter, Grower 1, Grower 2 dan Layer dengan jumlah produksi antara 25-30 ton perhari

Page 1 of 20 | Total Record : 199