cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 1: Februari 2018" : 8 Documents clear
The Student Nurses Written Works of Health Science Institute: Error Analysis in Syntactical and Morphological Category Fitriani, Somariah
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5356

Abstract

The research aims to examine and analyze student nurses’ written works in term of syntax and morphology category. Twenty-six students of the third semester took an English presentation course, which focused on medical cases. The results have revealed that 186 error identifications were found consisting of 132 syntactical errors and 54 morphological errors.  The students make errors in the types of article, preposition, parallel structure, the use of be, passive voice, word order, tenses, infinitive to, modal auxiliary and subject determiner in syntactical category. While in morphological error, they make errors in the plural form, subject verb agreement, comparative adjective and word form. Word order is as the most common language error in syntax category with 36 total errors or 19.35% out of 186.  The second one is preposition with 26 total errors or 13.97%. While in morphology category, subject verb agreement is the most common one with 29 total errors or 15.59%. The second common one is word form with 13 total errors or 6.98%. It can be concluded that there are 132 (70.96%) of error identification in syntactical category and 54 error identifications or 29.04% in morphological category. In addition to its error identification in syntactical and morphological features, the research has found that the causes of students’ errors are due to intralanguage and interlanguage errors as it has some slightly differences between Bahasa Indonesia and English in term of grammatical structure.  
Cerpen Rumah Yang Terang: Refleksi Hilangnya Pesona Masyarakat Desa dalam Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari Sulistyo, Hary
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.6165

Abstract

Salah satu cerpen karya Ahmad Tohari adalah Rumah yang Terang, dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin (2013). Cerpen tersebut merekam peristiwa masuknya listrik ke suatu desa. Seperti dinarasikan di dalam cerpen tersebut, keberadaan listrik berdampak secara signifkan terhadap masyarakat baik secara positif maupun negatif. Segi positif menghadirkan perubahan secara fsik dengan keberadaan lampu dan fasilitas lainnya untuk menunjang kehidupan masyarakat. Di sisi lain, segi positif tersebut berdampak negatif yaitu “matinya” budaya dan sisi-sisi kemanusiaan dengan hadirnya teknologi yang berdampak pada perubahan perspektif dan menjadikan mereka sebagai pasar untuk kapitalisme lanjut dengan keberadaan teknologi dan informasi. Rumusan masalah tulisan ini mengenai persoalan-persoalan yang hadir dalam masyarakat berkaitan dengan keberadaan teknologi dan informasi setelah hadirnya listrik yang memungkinkan masyarakat mengalami ketergantungan dan perubahan pola pikir karena interaksi dengan dunia luar. Metode penulisan ini dengan menunjukkan bentuk-bentuk inhumanisme masyarakat dalam cerpen tersebut. Teori yang digunakan adalah teori postmodernisme Jean Francois Lyotard sebagaimana dijelaskan oleh Struart Sim mengenai kondisi Nirmanusia. Hasil dari pembahasan ini adalah Inhumaisme dalam masyarakat desa yang diakibatkan oleh hadirnya listrik sebagai pondasi awal hadirnya teknologi dalam bentuk hilangnya kebiasaan-kebiasaan kultural bagi masyarakat setempat, baik dalam hal kebiasaan merespons alam atau konflik-konflik baru pasca hadirnya listrik dalam masyarakat. Hal itu terjadi karena hadirnya artifcial life, menggantikan peran alam yang selama ini menjadi bagian kehidupan masyarakat seperti keberadaan rembulan. Akses informasi yang diperoleh oleh masyarakat setelah mengenal teknologi yang menghadirkan nilai-nilai baru dan berbeda dengan nilai-nilai yang mereka miliki sebelumnya sebagai masyarakat komunal.
Pengaruh Model Pembelajaran Siri Na Paccei Terhadap Kempuan Membuat Paragraf Deskriptif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Sungguminasa Muhsin, Arief
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5374

Abstract

Ada dua tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa pada mata pelajran bahasa Inggris materi descriptive paragraph  materi Writing. Tujuan khusus penelitian ini adalah; a) Untuk menganalisis data hasil belajar siswa, b) Untuk menganalisis motivasi dan komitmen siswa pada mata pelajran bahasa Inggris materi descriptive paragraph  materi Writing, c) Sebagai dasar model budaya untuk mengembangkan model pembelajran lain berbasis local value. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya pencatatan dan analisa data hasil penelitian secara eksak dan menganalisis data menggunakan perhitungan statistik. Oleh karena itu pendekatan kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka, mulai pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan hasilnya. Penelitian ini menggunakan eksperimen quasi dengan Disain kelompok kontrol yang non-ekuivalen (Nonequivalent Control Group Design).Hasil yang diperoleh dari analisis statistika deskriptif adalah: (1) Hasil belajar bahasa Inggris siswa dalam menulis paragraf deskriktif yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Siri, Na Pacce berada dalam kategori tinggi dengan rata-rata 70,04 dan standar deviasi 22,18 dari skor ideal 100. (2) Hasil belajar bahasa Inggris siswa yang diajar dengan pengajaran langsung berada dalam kategori rendah dengan rata-rata 38,23 dan standar deviasi 26,53 dari skor ideal 100.
Pemertahanan Bahasa Melayu Palembang Melalui Media Elektronik Aminuddin, Emawati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5395

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang pemertahanan  bahasa Melayu Palembang di Palembang, melalui sarana media elektronik.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode etnografi menurut  Spradley dengan alur maju bertahap (developmental research sequence Spradley). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, catatan lapangan, studi dokumen, kuisioner, dan fotografi. Langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah (1) penentuan fokus, (2) pengajuan pertanyaan-pertanyaan, (3) pengumpulan data, (4) penganalisisan dan penginterpretasian data. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan menggunakan model Spradley (etnografi). Peneliti menganalisis data lapangan yang dikumpulkan dari hasil observasi terhadap partisipan untuk menemukan pertanyaan. Selanjutnya peneliti menganalisis catatan lapangan. Terdapat empat jenis analisis yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen dan analisis tema.  Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pada beberapa media elektronik yang ada di Palembang, bahasa Melayu Palembang masih tetap dipertahankan. Upaya pemertahanan ini dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan bahasa Melayu Palembang agar tidak terjadi pergeseran dan kepunahan terhadap bahasa Melayu Palembang.
Falling into Culturist Trap: Practice of Othering in An Indonesian English Language Classroom Hidayati, Arini Nurul
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5331

Abstract

This paper illustrates my own teaching experience perceiving Kartini, my ‘Central Java’ student, who has different background of culture in the class. How I noticed her is part of impact on how my English teachers used to notice me. This is due to a belief that the capability of teachers to ‘overlook the significance of their past experience’ is one of the elements in shaping their present and future attitude in teaching and learning (Jalongo and Isenberg, 1995). Therefore, a narrative analysis which investigates nonnarative data through narration (Bamberg, 2012; Benson, 2014)  is presented to illustrate the concept of the major hindrance in communication in the way of overgeneralizing, stereotyping, and reducing the students with something different or less than they are under the four constituents; stereotype, prejudice, culturalism, and essentialism (Holliday, 2010). The data inform that I once viewed my student in terms of difference from myself. Thus, I was misled by my own preconceptions and have fallen into the trap of Othering.
Pemanfaatan Aspek Stilistika dalam Antologi Puisi Melipat Jarak Karya Sapardi Djoko Damono Sebagai Materi Pengayaan Sastra di SMA Mukhlis, Abdul
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5512

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan majas perbandingan yang dominan digunakan oleh Sapardi Djoko Damono dalam antologi puisi Melipat Jarak. (2) Menjabarkan pemanfaatan majas perbandingan sebagai materi pengayaan sastra di SMA kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian ini adalah satuan lingual berupa kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan majas perbandingan. Sumber data penelitian berasal dari buku antologi puisi Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono. Pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan heuristik dan studi pustaka melalui teknik simak dan catat. Analisis data penelitian menggunakan deskripsi analisis semiotik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) majas perbandingan yang muncul adalah majas personifikasi, simile, metafora, perumpamaan, alegori, sinekdoke pars prototo, dan metonimia. Akan tetapi, yang paling dominan dimanfaatkan oleh penyair yaitu majas personifikasi, simile, dan metafora. (2) Pemanfaatan majas perbandingan dalam antologi puisi Melipat Jarak karya Sapardi Djoko Damono sebagai materi pengayaan sastra di SMA kelas X terbagi dalam dua kegiatan, yakni eksploratori dan keterampilan proses. KI/KD yang relevan dengan kegiatan eksploratori adalah KI 3/ KD 3.16, yakni mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam buku antologi puisi atau kumpulan puisi yang sudah dipublikasikan yang diperdengarkan atau dibaca dan KI 3/ KD 3.17, yaitu menganalisis unsur-unsur pembangun dalam puisi. Selanjutnya adalah kegiatan keterampilan proses. Kegiatan ini relevan dengan rumusan KI 4/ KD 4.17, yakni menulis puisi dengan memerhatikan unsur-unsur pembangunnya.Kata kunci: majas, pengayaan sastra
Pemilihan Cerita Pendek sebagai Materi Ajar Pembelajaran Sastra oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA di Surakarta Sufanti, Main; Nuryatin, Agus; Rohman, Fathur; Waluyo, Herman J.
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.6164

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (a) cara guru memilih cerita pendek yang diajarkan dalam pembelajaran sastra di SMA Surakarta, (b) alasan guru memilih cerita pendek dengan cara tersebut, dan (c) pertimbangan-pertimbangan guru dalam memilih cerpen. Tujuan ini dicapai dengan penelitian kualitatif deskriptif. Data berupa pernyataan guru tentang cara memilih cerpen dan alasannya. Sumber datanya adalah guru-guru bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA di Surakarta. Teknik sampling yang diterapkan adalah purposive sampling, yaitu dipilih berdasarkan variasi kondisi sekolah: negeri, swasta, umum, dan keagamaan. Teknik pengambilan data dengan angket. Teknik analisis data dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Guru memilih cerita pendek dengan 3 cara yaitu: 78% guru memilih cerpen yang tercantum di dalam buku pelajaran, 11% guru memilih cerpen dari buku pelajaran dan menambah cerpen dari sumber lain, dan 11% memilih cerpen dari berbagai sumber dan sering mengesampingkan cerpen yang ada di buku pelajaran. (2) Alasan guru memilih cerita pendek dengan cara tersebut sebagai berikut; (a) Guru yang memilih cerpen dari buku pelajaran memiliki alasan: mudah didapatkan, semua siswa memiliki, lebih terprogram, biasanya sudah dibaca rumah sehingga KBM lebih mudah, lebih praktis, semua siswa sudah siap dengan cerpen yang diajarkan, dan merata untuk semua siswa, (b) Guru yang memilih cerpen dari buku pelajaran dan dari sumber lain memiliki alasan semua siswa telah mempunyai cerpen yang mempermudah proses pembelajaran dan dalam rangka memberi latihan untuk memperdalam pengetahuan siswa, guru memilih cerpen dari Koran, (c) Guru yang memilih cerpen dari berbagai sumber dan mengesampingkan cerpen yang dimuat di buku pelajaran memiliki alasan sebagai berikut: cerpen itu sangat banyak sehingga guru tidak bisa mengandalkan cerpen yang ada di buku pelajaran; bahan cerpen dalam buku pelajaran terbatas, padahal di luar kelas siswa berhadapan dengan dunia sastra yang begitu luas; perlu memberikan bacaan yang beragam; merupakan usaha membentengi siswa dari bacaan yang tidak mendidik, (3) Pertimbangan guru dalam memilih cerpen adalah: kepraktisan, isi cerita menarik, isi cerpen sesuai usia siswa, bebas dari pornograf dan SARA, mengandung nilai pendidikan, dan penanaman budi pekerti.
Social Discrimination in Antology of Poetry Essay Atas Nama Cinta Written by Denny Ja (Content Analysis Research) Septiaji, Aji
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 19, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v19i1.5540

Abstract

Essay poetry is regarded as a matter of thinking and experience of social conditions in society nowadays. Although it has different role in the variety of literary form, it can be well received by society. Essay poetry should consist of three conditions, namely (1) essay poetry explores the inner side of an individual who is in a social conflict; (2) essay poetry using language that is easily understood; and (3) essay poetry is fiction. It may tell about real characters based on the history. However, the reality enriched with various fictional and dramatic figures that the essay poetry emphasizes is a reflection and moral content conveyed through a story, not merely an accurate portrait of history. The research method used is qualitative through content analysis technique. The data were collected based on anthology of poetry essay Atas Nama Cinta written by Denny JA. Through this poetry essay, it will be examined on social issues such as discrimination experienced by humans in general, such as discrimination against different religions, gender, Chinese, and others. The stories that are presented seem to open the knowledge about the other side of the human love story that commonly romantic and cheerful. The social and cultural conditions of discrimination embrace society in a real way. In fact, this reflects social conditions of society in general in the era of globalization and information.Keywords: discrimination, social, essay poetry

Page 1 of 1 | Total Record : 8