cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 94 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN KELUARGA DENGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I Puspitasari, Elika
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9768

Abstract

Wanita dalam persalinan kala I didapatkan bahwa 60% primipara melukiskan nyeri akibat kontraksi uterus sangat hebat, 30% nyeri sedang. Pada multipara 45% nyeri hebat, 30% nyeri sedang, 25% nyeri ringan. Dukungan suami dan keluarga merupakan faktor eksternal dari support system dapat membantu mengurangi nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan keluarga terhadap intensitas nyeri persalinan kala I. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisa bivariat menggunakan uji statistik Spearman. Hasil analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami dan keluarga dengan intensitas nyeri persalinan Kala I dibuktikan dengan p-value < 0,05 (0,018). Nilai koefisien korelasi (-0,396) menunjukkan hubungan yang negatif dimana semakin tinggi dukungan suami dan keluarga maka semakin rendah intensitas nyeri persalinan yang dirasakan oleh ibu bersalin. Saran bagi bidan yang bertugas di ruang bersalin khususnya diharapkan dapat memberikan asuhan manajemen nyeri persalinan lebih variatif sehingga ibu bersalin dapat terbantu menemukan koping nyeri yang sesuai.
ANGKA ASAM DAN PEROKSIDA MINYAK JELANTAH DARI PENGGORENGAN LELE SECARA BERULANG Khoirunnisa, Zulfa; Wardana, Agung Setya; Rauf, Rusdin
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9764

Abstract

Minyak goreng merupakan bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Penggunaan minyak goreng berulang kali akan mengakibatkan kerusakan minyak yang terdiri dari kerusakan oksidasi dan hidrolisis. Lele menjadi makanan yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia karena rasanya enak dan harganya juga relatif murah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka asam dan peroksida minyak jelantah dari penggorengan lele secara berulang. Metode Penelitian ini adalah sampel diperoleh dari minyak goreng yang telah digunakan untuk menggoreng lele sebanyak tiga kali pada hari pertama dilanjutkan tiga kali pada hari kedua sehingga menjadi enam kali dan dilanjutkan tiga kali pada hari ketiga sehingga menjadi sembilan kali dengan ketentuan setiap menggoreng terdapat 3 ekor lele. Lele yang digunakan yaitu lele dengan berat 100-120 gram dengan penambahan bumbu. Deep frying merupakan metode penggorengan yang digunakan. Cara penggorengan diawali dengan memanaskan minyak goreng hingga mencapai suhu 150-165oC. Sampel diambil sebanyak 50 gram setelah dilakukan penggorengan dan dimasukkan kedalam botol kaca kemudian disimpan dalam suhu kulkas untuk dianalisis angka asam dan angka peroksida. Seluruh jumlah angka asam dan angka peroksida pada penggorengan hari pertama hingga penggorengan hari ketiga masih dalam batas standar SNI 3741:2013 yang telah ditentukan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG BAHAYA MEROKOK KELAS XI SMA YAYASAN WANITA KERETA API PALEMBANG TAHUN 2019 Hidayati, Indah Riski; Pujiana, Dewi; Fadillah, Maya
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9769

Abstract

Kebiasaan merokok pada anak usia sekolah di Indonesia sering terlihat pada siswa SMA, karena pada usia ini merupakan suatu masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa rokok menyebabkan masalah kesehatan yang fatal yang menjadi penyebab kematian kurang lebih 6 juta orang pertahun. Pendidikan kesehatan dilakukan untuk memepngaruhi pengetahuan dan sikap siswa SMA tentang bahaya merokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang bahaya merokok di sekolah SMA YWKA di Palembang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain one group pre test?post test design without control group. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian diperoleh median pengetahuan tentang bahaya merokok sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 73,00, dan standar deviasi 6,596. Median  pengetahuan tentang bahaya merokok setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 93,00, dan standar deviasi 5,507. Median sikap tentang bahaya merokok sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 70,00, dan standar deviasi 6,734. Median sikap tentang bahaya merokok setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 90,00, dan standar deviasi 7,407. Ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok di sekolah SMA YWKA di Palembang tahun 2019 (?=0,000) dan Ada pengaruh sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap sikap tentang bahaya merokok di sekolah SMA YWKA di Palembang tahun 2019 (?=0,000). Berdasarkan hasil disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan untuk memberikan pendidikan kesehatan bagi siswa tentang bahaya merokok. Baik bagi pihak sekolah maupun siswa.
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA SAUS MAKANAN JAJANAN DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Wardani, Devi Listiana; Setiyaningrum, Zulia
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9765

Abstract

Makanan yang tidak aman akan menjadi penyebab terjadinya gangguan kesehatan pada masyarakat salah satunya oleh perilaku higiene sanitasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada saus makanan yang dijual di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah SurakartaPerilaku higiene sanitasi yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan adanya pencemaran makanan dan menjadikan makanan tersebut menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional. Sampel penelitian terdiri dari 21 saus cabai makanan yang dijajakan di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Identifikasi bakteri Escherichia coli dilakukan di laboratorium dengan metode kualitatif melalui tahap pengkayaan, isolasi dan identifikasi melalui uji biokimia fermentasi karbohidrat, Sulfide Indole Motility dan Simmons Citrate. Semua pengujian dilakukan sebanyak 2 kali. Hasil menunjukkan dari 21 sampel saus terdapat 7 sampel yang menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli. Perilaku higinene sanitasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN SISWI SD DALAM MENGHADAPI MENARCHE Nurmawati, Ida; Erawantini, Feby
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9770

Abstract

Saat ini usia menstruasi pertama kali pada remaja putri terjadi lebih cepat dengan tidak diikuti kesiapan remaja dalam menghadapi menarche. Sehingga remaja memiliki respon negatif terhadap menarche yang dialaminya seperti merasa takut, terkejut, sedih, kecewa, malu, khawatir, dan bingung. Hasil survey SDKI tahun 2012 menyarankan remaja perlu dibekali informasi yang cukup menjelang haid pertamanya (menarche). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswi SD tentang menstruasi dengan kesiapan siswi SD dalam menghadapi menarche. Jenis penelitian bersifat observatiobal study dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas 6 SDN Tegalgede 01 Kabupaten Jember berjumlah 37. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling jenuh sehingga total sampel berjumlah 37 siswi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman. Analisis bivariat menggunakan tabel silang diketahui bahwa siswi dengan kesiapan baik lebih banyak terjadi pada siswi dengan pengetahuan baik (82,4%) dibandingkan siswi dengan pengetahuan kurang (30%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan tingkat pengetauan siswi SD tentang menstruasi dengan kesiapan siswi dalam menghadapi menarche (p value = 0,026). Berdasarkan nilai r = 0,367 diketahui bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin siap siswi dalam menghadapi menarche.
KEYAKINAN PERILAKU DAN SIKAP TERHADAP VCT PADA LSL DI SUKOHARJO NUGROHO, CAHYO; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9766

Abstract

Pada tahun 2017 LSL merupakan kelompok risiko HIV tertinggi di Kabupaten Sukoharjo. VCT merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keyakinan perilaku, dan sikap pada pemanfaatan Klinik VCT pada LSL di Sukoharjo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada lima LSL yang pernah melakukan VCT dan dua informan triangulasi terdiri dari satu PE (Peer Educator) dan satu KL (Koordinator Lapangan) yang diambil dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh LSL sudah pernah melakukan VCT namun hanya 4 LSL yang melakukannya secara rutin. Faktor-faktor yang mempengaruhi LSL dalam melakukan VCT secara rutin setiap 3 bulan adalah keyakinan perilaku dan sikap. Namun faktor yang mendasari dalam melakukan VCT adalah keyakinan perilaku bahwa VCT memiliki keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kerugiannya. Sehingga peneliti menyarankan kepada petugas penanggulangan HIV/AIDS untuk meningkatkan jangkauan kepada LSL yang masih hidden agar VCT secara rutin setiap 3 bulan sekali.
PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN PERILAKU SADARI PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Sujadi, Nidya Sanista; Wijayanti, Anisa Catur
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9767

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang sering terjadi pada wanita, dan sebanyak 21,4% kematian wanita di Indonesia disebabkan oleh kanker payudara. SADARI merupakan salah satu cara efektif, murah, aman dan sederhana untuk deteksi dini kanker payudara serta dapat membantu menurunkan tingkat kematian (20%) akibat kanker payudara. SADARI baik dilakukan pada usia minimal 20 tahun dimana jaringan payudara sudah terbentuk dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dukungan teman sebaya dan perilaku SADARI pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan di UMS. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada empat fakultas kesehatan (Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi) dan empat fakultas non-kesehatan (Fakultas Ilmu Agama, Fakultas Hukum, Fakultas Geografi, Fakultas Psikologi). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa dari delapan fakultas semester IV sebanyak 1.521 mahasiswa. Sampel yang digunakan sebanyak 300 mahasiswa, 150 mahasiswa kesehatan dan 150 mahasiswa non-kesehatan. Teknik pengambilan sampel dengan metode Proportionate Random Sampling. Uji statistik menggunakan Uji mann Whitney, menunjukkan ada perbedaan pengetahuan (p-value=0,000), sikap (p-value=0,000), dukungan teman sebaya (p-value=0,000), dan tidak ada perbedaan perilaku SADARI (p-value=0,055) pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan di UMS.
MACRONUTRIENT INTAKE, VITAMIN C, PURINE INTAKE, BODY MASS INDEX AND URIC ACID LEVELS IN MAN (AGED 26-45 YEARS OLD) IN RW 05 SUB-DISTRICT BUKIT DURI JAKARTA Wahyuni, Yulia; Kholifah, Umi; Jus'at, Idrus
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v12i2.9763

Abstract

Hyperurisemia is a condition that uric acid levels in blood above the normal value. Uric acid levels are influenced by consumption of purines, carbohydrate intake, protein, fat, vitamin C and Body Mass Indeks (BMI). The purpose of study was to describe correlation of consumption of purine, carbohydrate intake, protein, fat, vitamin C, BMI and uric acid level in man (aged 26-45 years old) in RW 05 sub-district Bukit Duri Jakarta, 2017. This study was used a cross sectional design with sample of 56 man aged 26-45 years old. Data of carbohydrate , protein, fat,vitamin C and purine intake were collected from Food Frequency Questionaire semi quantitative used food phothograph. BMI was measured by is a person?s weight in kilograms divided by the square of height in meters. Uric acid levels was measured by GCU Easy Touch. Data was analyzed by Pearson?s test and One-Way ANOVA test. There are  56 respondents, as many as 57.1% had normal uric acid levels. While 37.5% respondents have high uric acid levels. Based on statistical Pearson?s test showed there are significant relation between consumption of purine (0,001), protein intake (0,001), fat intake (0,001), vitamin C (0,008) and uric acid levels. There is not relation between carbohidrat intake (0,259), IMT (0,117). Another One-Way ANOVA test founded that there are differences consumption of purine, carbohydrate intake, protein, fat, vitamin C based on uric acid levels (p<0,020). The higher  intake of  the purin, protein and fat increases uric acid levels. The higher intake of the vitamin C can reduce uric acid levels
PENGARUH PENAMBAHAN IRANIAN ENDURANCE EXERCISE PADA NTERVENSI SHORT WAVE DIATHERMY DALAM MENGURANGI NYERI PINGGANG KRONIK Kurniaji, Noor; kurniaji, noor
Jurnal Kesehatan Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back pain is a case that commonly found in physiotherapy clinical practice. Back pain causesimmobility which reduce the ability and function of  pelvic motion. One of them is reduction in endurance ofpelvis stabilization muscle. Iranian endurance exercise is an exercise that is applicable to solve suchproblem. Population for this study is all persons who suffered from pelvis pain which getting SWDintervention in Physiotherapy Installation Prof Soeharso Hospital. Samples for this study consist of 14persons. The data achieved were tested using Wilcoxon signed rank test. It was found that SWD (p=0.017)and SWD + Iranian Endurance Exercise (p=0.018) had potent to reduce chronically pelvis pain. Difference inmean pain reduction between both groups showed that SWD + IEE group (4.86) experienced more painreduction compared to SWD group (3.43). However, Mann-whitney test revealed that there was nosignificant difference between both groups (p=0.087). Therefore, Iranian Endurance Exercise, combined with
IRON CONTENT, HARDNESS AND ACCEPTABILITY OF BISCUITS FROM COMPOSITE CASSAVA AND WHEAT FLOURS SUBSTITUTED WITH GREEN SPINACH FLOUR Rauf, Rusdin; Nurdiana, Nurdiana; Sarbini, Dwi
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i1.6998

Abstract

The main cause of the high prevalence of iron deficiency anemia of children in Indonesia is the low intake of iron. Green spinach flour as a source of iron can be used as a substitution material in the manufacture of biscuits. The purpose of the study was to evaluate the effect of green spinach flour substitution on iron, hardness and acceptance levels of biscuits from composite cassava flour and wheat flour. The research was conducted by substituting the green spinach flour with various levels of 0%, 2.5%, 5% and 7.5%. The biscuits were then tested for the iron using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), hardness using texture analyzer and acceptability. The results indicated that there was a substitution effect of green spinach flour to iron and acceptability of biscuits, whereas, there was no effect on the hardness. The higher the substitution of green spinach flour, the higher the iron level of the biscuit. The highest iron level was displayed by biscuit with the substitution of 7.5%, which was 89.82mg/kg. The hardness of biscuits was not affected by the substitution of green spinach flour. The range of biscuit hardness levels was between 2592.16g - 3985.83g. Biscuit with 5% substitution of green spinach flour gave the highest acceptability. The iron requirement of Indonesian school-age children (7-9 years) can be fulfilled by consuming biscuits (5% green spinach flour) as much as 14 grams or equivalent to 3 pieces of biscuit for a day.

Page 1 of 10 | Total Record : 94