cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Jl. Meranti Raya No. 32. Sawah Lebar, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 24071315     EISSN : 27221881     DOI : https://doi.org/10.37676/agritepa
Jurnal AGRITEPA scientific periodical publication on Agricultural Food Technology, Agribusiness, Agricultural Socio Economics and Business. Jurnal AGRITEPA is a scientific communication media which is issued by Agribusiness Study Program and Agricultural Food Technology Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Dehasen in collaborations with Asosiasi Jurnal Pertanian Indonesia. Its the contribution to the development of social science and Agricultural Economy in Agribusiness, Agricultural Food Technology field which is divided into the English Language which contains research results, literature review, field cases or concepts in the socio economic field of agriculture and Agricultural Food Technology. Jurnal AGRITEPA, pISSN 26857243 and eISSN 27221881 in a year published twice year. Special editions in English can be issued required. The Jurnal AGRITEPA fits well for researchers and academics who are inheriting the results of research, scientific thought, and other original scientific ideas. Jurnal AGRITEPA publishes research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports. Jurnal AGRITEPA is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. The article published in the Jurnal AGRITEPA is the authors original work with a broad spectrum of topics covering Agricultural Food Technology, Agricultural and Resources Economics, Agribusiness Management, Rural Sociology, Agrarian Studies, Agribusiness Development, Agricultural Politics and Policies, Natural Resource and Environmental Technology and Management, as well as Agricultural and Rural Extension. Media for information dissemination of research result for lecturer, researcher and practitioner. The article published in the Jurnal AGRITEPA is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission to Agricultural Food Technology, Agricultural Socio Economics and Agribusiness study involve two approaches, macro and micro approach.
Articles 92 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI KOPI BUBUK 1001 DI KOTA BENGKULU Fariadi, Herri; Saputra, Beni
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.804 KB)

Abstract

Saat ini, Indonesia merupakan produsen dan juga sekaligus konsumen penting komoditas kopi. Provinsi Bengkulu merupakan provinsi ke 4 di Sumatera dengan jumlah produksi kopi terbanyak, dengan luas lahan 75.922 Ha dengan total produksi 56.556 ton. Dari jumlah tersebut ada yang menjadi berbagai olahan kopi bubuk, adapun salah satu olahan kopi bubuk yang cukup terkenal di Kota Bengkulu adalah kopi bubuk 1001. Tujuan dari penelitian ini adalah: menganalisis konsumsi kopi bubuk 1001 di Kota Bengkulu dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi kopi bubuk 1001 di Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis konsumsi kopi bubuk 1001 di Kota Bengkulu adalah analisis deskriptif. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya konsumsi kopi bubuk 1001 dengan dianalisis dengan alat analisis regresi linear berganda. sampel yang digunakan dalam penelitan ini adalah sebanyak 78 responden, dilakukan dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi kopi bubuk 1001 di Kota Bengkulu masih kategori rendah, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata konsumsi 260 gr/bln. Hasil uji secara simultan besarnya pengaruh 7 variabel X terhadap konsumsi kopi bubuk 1001 secara bersama-sama berpengaruh signifikan. Sedangkan untuk uji parsial faktor yang berpengaruh nyata terhadap konsumsi kopi bubuk 1001 di Kota Bengkulu adalah selera (X1), harga kopi bubuk 1001 (X2), jumlah tanggungan keluarga (X6) dan jenis kelamin (X7).   Kata kunci : konsumsi, kopi bubuk 1001
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JENUH AIR PADA EMPAT VARIETAS KEDELAI DI RAWA LEBAK DENGAN PENAMBAHAN AMELIORAN YANG MENGANDUNG KALSIUM ALAMI Susilo, Edi; Novitasari, Hety; Hamron, Novita
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.399 KB)

Abstract

Kebutuhan kedelai semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran gizi, tetapi produksi nasional belum mencukupi. Program ekstensifikasi pertanian dapat dilakukan di lahan sub-optimal. Salah satunya adalah lahan rawa lebak. Budidaya jenuh air merupakan penanaman dengan memberikan irigasi terus-menerus dari awal tanam sampai panen. Terdapat masalah budidaya di lahan rawa lebak ini, diantaranya masih rendahnya pH, Al dan Fe tinggi. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah pemberian amelioran. Amelioran yang mengandung kalsium mempunyai potensi terhadap perbaikan sifat kimia tanah. Penelitian dilaksanakan Maret sampai Juni 2019, di Rumah Plastik Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban Arga Makmur Bengkulu Utara. Penelitian ini dilaksanakan  dengan  menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama varietas kedelai terdiri atas : V1 : varietas Detam 1. V2 : varietas Detam 3, V3 : varietas Detam 4, V4 : varietas Anjasmoro. Faktor kedua sumber amelioran terdiri atas : A0 : tanpa amelioran (kontrol), A1 : amelioran batu karang, A2 : amelioran cangkang telur,  A3 : amelioran cangkang lohan, A4 : amelioran tulang sapi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang amelioran untuk perbaikan budidaya kedelai di rawa lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Anjasmoro menghasilkan komponen vegetatif (tinggi, jumlah daun, jumlah cabang) dan komponen generatif (bobot 100 butir dan bobot biji per tanaman) tertinggi. Varietas Detam 3 atau Detam 4 menghasilkan bobot biji per tanaman lebih baik. Amelioran tulang sapi menghasilkan komponen vegetatif dan generatif yang lebih tinggi. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan amelioran.   Kata kunci : jenuh air, varietas, rawa lebak, amelioran.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT DENGAN PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN BIOURINE SAPI DI DESA MARGO MULYO KABUPATEN BENGKULU TENGAH Efendi, Zul; Ramon, Erpan
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.271 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Margo Mulyo Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah pada bulan Agustus ? Desember 2018. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos dan biourine terhadap produksi tandan buah segar kelapa sawit. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak  Kelompok dengan 3 kelompok sebagai perlakuan dan 20 ulangan. Perlakuan Pertama (p1): tanpa pemupukan, perlakuan  kedua (p2): dipupuk dengan kompos  dan Perlakuan ketiga (p3): dipupuk dengan pupuk kompos dan biourine.variabel yang diamati adalah bobot tandan buah segar (TBS). Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil yang didapat adalah rata-rata produksi TBS p1 adalah 11,10 kg, p2 adalah 13,05 kg dan p3 adalah 13,59, sedangkan trend produksi tandan buah segar pada perlakuan p2 dan p3 memiliki kecendrungan peningkatan sedangkan p1 memiliki kecendrungan  penurunan.   Kata Kunci: Produktivitas, Kelapa Sawit, Kompos dan Biourine, Margo Mulyo.
INOVASI PENGOLAHAN ABON LOKAN (PILSBRYOCONCHA EXILIS) DENGAN PERLAKUAN SUBSTITUSI TEBU TELUR (SACCHARUM EDULE) Nur'aini, Hesti; Ishar, Ishar; Darius, Darius
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.217 KB)

Abstract

Abon lokan merupakan salah satu produk pangan yang terbuat dari daging yang disuwir-suwir dan ditambahkan bumbu kemudian dilakukan penggorengan dan pengepresan. Melihat harga lokan yang mahal, maka perlu dilakukan substitusi menggunakan bahan berprotein tinggi yang memiliki harga lebih ekonomis. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi tebu telur dalam pengolahan abon lokan, terhadap sifat kimia dan organoleptik abon lokan, serta menentukan komposisi bahan baku yang tepat dalam pengolahan abon lokan substitusi tebu telur. Penelitian ini menggunakan faktor tunggal, dengan faktor perlakuan komposisi tebu telur : lokan ((0 : 400), (50 : 350), (100 : 300), (150 : 250), (200 : 200), dan (250 : 150)) gram. Analisis yang dilakukan meliputi analisis protein, analisis serat kasar, analisis usaha, dan uji sensoris untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis terhadap abon lokan, menggunakan 20 orang panelis agak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tebu telur pada pembuatan abon lokan berpengaruh terhadap kandungan protein, serat kasar dan tingkat kesukukaan panelis pada parameter warna, rasa dan tekstur abon lokan. Konsentrasi tebu telur yang tepat untuk menghasilkan abon terbaik adalah pada perlakuan 150 g tebu telur dan 250 g daging lokan, dengan nilai  protein sebesar  19,107%, serat kasar 0,967%, tingkat kesukaan terhadap warna sebesar 3,80 (suka), rasa sebesar 4,80 (sangat suka), dan tekstur sebesar 4,70 (sangat suka). Hasil analisis usaha abon lokan substitusi tebu telur dengan komposisi 150 gr : 250 gr diperoleh keuntungan sebesar Rp 38.353/kg.   Kata Kunci: substitusi, tebu telur, abon lokan
KONTRIBUSI TENAGA KERJA DALAM KELUARGA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENERIMAAN USAHATANI SAYURAN DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Putra, Wawan Eka; Fauzi, Emlan; Ishak, Andi
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.751 KB)

Abstract

Tenaga kerja memiliki kontribusi penting di dalam struktur biaya usahatani. Tenaga kerja tersebut dapat berasal dari dalam dan luar keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tenaga kerja dari dalam keluarga pada usahatani sayuran dengan empat pola tanam yang berbeda di lahan sawah tadah hujan dan pengaruhnya terhadap keuntungan usahatani. Penelitian dilakukan di Desa Srikuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah pada bulan April sampai bulai Mei 2019. Terdapat empat pola tanam sayuran di desa ini yaitu (1) mentimun ? gambas ? kacang panjang, (2) mentimun ? paria ? kacang panjang, (3) mentimun ? kacang panjang ? kacang panjang, dan (4) kacang panjang ? kacang panjang ? kangkung cabut ? kangkung cabut. Data dikumpulkan melalui sensus terhadap delapan orang petani sayuran terkait dengan input dan output usahatani sayuran yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan struktur ongkos usahatani dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi biaya tenaga kerja dari dalam keluarga pada empat pola tanam tersebut antara 14,89 ? 61,69% dengan nilai R/C ratio antara 1,55 ? 1,80. Kontribusi tenaga kerja tertinggi diperoleh pada pola tanam 4 yaitu sebesar 61,69% dengan nilai R/C ratio terendah yaitu 1,55. Namun apabila biaya tenaga kerja keluarga diasumsikan tidak diperhitungkan ke dalam biaya input usahatani, maka nilai R/C ratio pada pola tanam 4 menjadi yang tertinggi yaitu sebesar 4,05.   Kata Kunci : sayuran, pola tanam, tenaga kerja, keuntungan usahatani.
PERANCANGAN ALAT UJI KANDUNGAN PEROKSIDA (H2O2) PADA MINYAK GORENG MENGGUNAKAN LIGHT DEPENDENT RESISTOR Yasri, Budi; Hikmah, Kharoma Nur; Rosandhi, Oviliananda Meilandari
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.53 KB)

Abstract

Penggunaan minyak goreng untuk mengolah makanan sudah tidak dapat lagi terpisahkan dari kehidupan manusia. Penggunaan minyak goreng lebih disukai dibanding rebus, karena makanan akan berasa lebih gurih dan renyah. Hal ini disebabkan minyak goreng yang digunakan sebagai penghantar panas membuat gorengan memiliki cita rasa yang lebih gurih dan nikmat. Pakar kesehatan menyatakan bahwa penggunaan minyak goreng dengan pemanasan yang berulang kali yaitu lebih dari dua kali pada suhu tinggi diatas 160 ?C  sampai dengan 180?C akan mengakibatkan gangguan kesehatan. Berdasarkan kondisi penggunaan minyak goreng di masyarakat saat ini, diperlukan pembuatan alat penguji kualitas minyak goreng guna memastikan minyak goreng yang digunakan para pedagang tidak membahayakan konsumen. Oleh karena ini, dengan adanya prototipe ini diharapkan dapat membantu pengawasan terhadap minyak goreng di lapangan. Prototipe ini memanfaatkan laser dioda hijau sebagai sumber cahaya yang ditembakkan ke sampel. Sampel yang digunakan adalah sampel minyak goreng yang dicampur dengan reagent. Pencampuran tersebut menyebabkan sampel berubah warna menjadi kebiruan. Semakin besar bilangan peroksida, maka warna sampel menjadi semakin biru gelap. Cahaya yang tidak diabsorbsi akan ditransmisikan ke light dependent resistor. Data transmisi cahaya tersebut akan dimasukkan ke dalam arduino dalam bentuk tegangan, kemudian dikonversi menjadi bilangan peroksida dan hasilnya ditampilkan pada LCD 16x2. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, prototipe dapat digunakan untuk mengukur kadar peroksida dengan cukup baik pada rentang ukur 1,631 hingga 10,875 mek O2/kg. Alat uji ini memiliki akurasi yaitu 93,32%, presisi yaitu 90,31%  dan kesalahan yaitu 6,68%.   Kata Kunci : Warna, Peroksida, Laser Dioda Hijau
PENGARUH PENERAPAN SISTEM TANAM LEGOWO TERHADAP BUDIDAYA PADI SAWAH DI KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Andriani, Evi; Lubis, Melan Ernawati
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.01 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Sistem Tanam Legowo terhadap Budidaya Padi Sawah di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu dan (2). Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengaruh penerapan sistem tanam Legowo terhadap budidaya padi sawah di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan November 2017 di Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, dengan pertimbangan petani padi sawah pada desa ini telah mengunakan sistem legowo. Dari penelitian ini dihasilkan Pengaruh penerapan teknologi budidaya padi sawah sistem legowo berada pada rata-rata 56,03. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat penerapan teknologi  berada pada kategori tinggi, hasil penelitian menunjukkan rata-rata petani sudah menerapkan teknologi legowo secara baik dalam usahatani padi sawahnya. Hasil analisis regresi linear berganda antara umur, pengalaman, pendidikandan luas lahan ,sebagai variabel independent terhadap tingkat adopsi teknologi legowo. Hasil F-test menunjukkan variabel independent secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependent. Namun secara parsial (individu) dari ke 4 (empat) variabel ini, diketahui bahwa hanya pendidikan yang berpengaruh terhadap pengaruh penerapanteknologi legowo, selebihnya yaitu umur, pengalaman dan luas lahan tidak berpengaruh secara parsial (individual).  Kata Kunci : tanam legowo, budidaya, padi sawah
KARAKTERISTIK MUTU SABUN KOPI DENGAN VARIASI WAKTU PENCAMPURAN DAN WAKTU FRAMMING Rabani, Latifah
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.05 KB)

Abstract

Bubuk kopi mengandung kafein  antara 1-1,5%. Kafein merupakan senyawa kimia alkoloid yang bermanfaat untuk kesehatan kulit seperti memperbaiki kulit yang rusak, dapat menetralkan kulit yang teriritasi dan memberi nutrisi pada kulit, serta menghilangkan bau badan. Sehingga bubuk kopi dapat dijadikan bahan baku pengulahan sabun. Sabun merupakan bahan logam alkali (basa) dengan rantai asam monocarboxylic yang panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar lemak, kadar pH, kandungan air, serta keretakan pada sabun kopi. Metode dalam penelitian ini meliputi proses pembuatan sabun kopi dengan variasi waktu framming (3,5 dan 7 hari) dan lama pencampuran (15 dan 25 Menit). Proses pembuatan sabun kopi meliputi pencampuran 1 (minyak zaitun, minyak kelapa, minyak sawit, bubuk kopi), pencampuran 2 (ditambahkan larutan NaOH) dan pencampuran ke 3 (ditambahkan pewangi), selanjutnya dicetak. Setelah proses framming (3,5,7 hari), sabun kopi disimpan selama 4 minggu. Kemudian sabun kopi dianalisis kandungan air, kadar pH, dan lemak. Dari hasil analisa kadar air pada sabun kopi berkisar 20,70 hingga 35,52%. Kandungan pH berkisar 10,29 hingga 11,40, kandungan lemak pada sabun kopi berkisar 0,41 hingga 0,57. Nilai keretakan pada sabun kopi adalah 1 hingga 2 (tidak ada keretakan dan sedikit keretakan). Sedangkan hasil uji organoleptik untuk warna berkisar 2,90 (agak menarik) hingga 4,30 (menarik). Hasil uji organoleptik tekstur sabun kopi berkisar 2,55 (lunak) hingga 4,20 (keras). Hasil uji organoleptik daya berbusa sabun kopi berkisar 2,85 (agak berbusa) hingga 4,10 (berbusa)   Kata Kunci : sabun kopi, framming,  mutu, waktu pencampuran
APLIKASI BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L) SEBAGAI BAHAN KOAGULAN ALAMI PADA LATEKS DI DESA AIR PUTIH KECAMATAN PUTRI HIJAU KABUPATEN BENGKULU UTARA Harahap, Dharmawan
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.112 KB)

Abstract

Lateks adalah suatu sistem koloid dimana partikel karet dilapisi oleh protein dan fosfolipid. Pembekuan atau koagulasi lateks bertujuan untuk mempersatukan (merapatkan) butiran-butiran karet yang terdapat dalam cairan lateks, supaya menjadi suatu gumpalan atau koagulan. Bahan alternatif  yang bisa digunakan berupa sari buah mengkudu yang umumnya mempunyai pH yang asam yaitu 3,6-4,3. Telak dilaksanakan penelitian tentang penggunana buah mengkudu sebagai bahan koagulan alami pada lateks. Metode dalam penelitian ini yaitu penyortiran, pemerasan, pemeraman, dan penggumpalan. Perlakuan pada setiap sampel yaitu konsetrasi sari mengkudu tanpa pemeraman dan dengan pemeraman selama 7 hari (80%, 90% dan 100%). Analisa yang dilakukan dalam penelitian berupa plastisitas awal, plastisitas retensi indeks, kadar kotoran, kadar abu dan kadar air. Hasil analisa terhadap plastisitas awan (Po) dengan perlakuan ekstrak mengkudu tanpa pemeraman dan pemeraman sebanyak 0 ml, 80ml, 90 ml dan 100 ml berpengaruh terhadap nilai Po yang dihasilkan yaitu dengan rerata berkisar antara 24,00 hingga 29,00, hasil analisa terhadap plastisitas retensi indeks (PRI) berkisar antara 65,00 hingga 84,00, analisa terhadap kadar abu  berkisar antara 0,21% hingga 0,44%, anailsa terhadap kadar kotoran berpengaruh terhadap kadar kotoran  yang dihasilkan yaitu berkisar antara 0,01% hingga 0,09% dan analisa terhadap kadar air berkisar antara 28,83% hingga 41,78%
PENGARUH PROTEIN BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) YANG BERPERILAKU LEKTIN TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS Sari, Meirita
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.413 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan tumbuhan pangan, yaitu Durio Zibethinus. Senyawa lektin yang terkandung pada biji D. Zibethinus akan digunakan sebagai bahan antijamur. Penelitian ini meliputi isolasi lektin daun D. Zibethinus dengan menggunakan metode salting in dan salting out; penentuan konsentrasi lektin menggunakan metode biuret; dan pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian ini berguna bagi peneliti, masyarakat, bidang kesehatan, serta perkembangan ilmu pengetahuan maupun dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperluas wawasan tentang pemanfaatan daun D. Zibethinus sebagai antijamur berbahan alam yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, penggunaan antijamur yang bersumber dari bahan alam dapat lebih dikembangkan di masa mendatang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pengaruh tiap variasi konsentrasi lektin terhadap luasnya Diameter Daya Hambat (DDH). Konsentrasi yang paling efektif untuk jamur C. albicans sebesar 100% dengan kategori kekuatan antijamur tergolong kuat.Selain  itu, informasi tentang lektin D. Zibethinus yang berfungsi sebagai antijamur dapat dijadikan bahan sumber belajar berupa modul dalam pembelajaran perkuliahan. Modul tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran mahasiswa baik dari segi waktu, fasilitas maupun tenaga guna mencapai tujuan secara operasional.   Kata Kunci: Durio Zibethinus, Lektin, Antijamur, C. albicans

Page 1 of 10 | Total Record : 92