cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 20 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS PADA SISWA SMA Wahyuni, Ida; Munthe, Yanty Geulora
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar siswa pada materi Listrik Dinamis di kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian adalah Two Group Pretest postest Design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi yang terdiri 9 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X-9 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-8 sebagai kelas kontrol. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t setelah uji prasyarat dilakukan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 36,30 dan kelas kontrol 27,90. Untuk data pretes, pada pengujian normalitas di kelas eksperimen dengan L hitung = 0,1378 dan L = 0,1730, kelas kontrol dengan L = 0,1368 dan Ltabel = 0,1730, diperoleh L hitung < L tabel hitung, maka data kedua kelas berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh F hitung = 1,68 dan F tabel = 1,90 sehingga F, maka sampel berasal dari kelompok homogen. Setelah diberikan perlakuan, diperoleh rata-rata nilai postes kelas eksperimen 72,30 dengan L = 0,1478 dan Ltabel = 0,1730 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata nilai postes 66,60 dengan L hitung = 0,1489 dan L tabel hitung hitung = 0,1730, diperoleh L<L, maka data kedua kelas berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh F tabel hitung = 1,38 dan pada F tabel = 1,90, sehingga F, maka kedua sampel berasal dari kelompok homogen. Hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung > t tabel hitung yaitu 2,326 > 2,006 dengan  = 0,05 dan dk = 54, maka Ha diterima yang berarti ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi Listrik Dinamis di kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi T.P 2012/2013.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBASIS VIDEO TERHADAP METAKOGNISI DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA Simanjuntak, Mariati Purnama
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikembangkan model pembelajaran fisika berbasis masalah. Modelini dikembangkan dengan menggunakan metode research & development (R & D). Model pembelajaran problem solving yang berhasil dikembangkan dengan fase-fase pembelajaran, yaitu: mengorientasikan mahasiswa pada masalah;  mengorganisasi mahasiswa untuk belajar; membimbing penyelidikan individu dan kelompok; mengembangkan dan menyajikan hasil penyelidikan; dan penguatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa pendidikan fisika di salah satu perguruan tinggi di Medan pada tahun akademik 2010/2011 yang terdiri dari 25 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam ujicoba terbatas adalah penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest- posttest control group design. Data metakognisi dikumpulkan dengantes berbentuk uraian dan data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan skor gain dinormalisasi, N-gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan metakognisi dan pemahaman konsep pada topik Kinematika dan Dinamika dalam kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA UMUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UNIMED ,, Derlina; Harsono, Tri; ., Sabani
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan karakter dan hasil belajar mahasiswa yang meliputi: pembelajaran berdasarkan masalah, pembelajaran kooperatif dengan berbagai tipe, dan inquiry training, melalui penyusunan perangkat pembelajaran untuk beberapa komptensi dasar mata kuliah Fisika Umum dengan model-model pembelajaran berbasis karakter. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Perangkat pembelajaran yang disusun meliputi (1) silabus, (2) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (3) bahan ajar, (4) lembar kerja mahasiswa (LKM), dan (5) pedoman/alat evaluasi. Target khusus yang ingin dicapai adalah (1) peningkatan hasil belajar mahasiswa, dan (2) mengembangkan karakter mahasiswa antara lain sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, berlaku hormat, kerjasama, kemampuan berkomunikasi dan kreativitas.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK PENINGKATAN CAPAIAN KOMPETENSI FISIKA UMUM II MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Sinuraya, Jurubahasa; Simatupang, Sehat; Wahyuni, Ida
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menghasilkan lembarkegiatan mahasiswa berbasis masalah (LKMBM) Fisika Umum II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian R & D, namun untuk menghasilkan perangkat pembelajaran LKMBM digunakan model disain Dick dan Carey. Struktur isi LKMBM Fisika Umum II ini merupakan implementasi dari konsep pembelajaran berbasis masalah, dan konsep strategi pemecahan masalah. Pelaksanaan penelitian ini dibagi atas tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, pengembangan, dan evaluasi formatif. Pelaksananaan evaluasi formatif dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu: uji validasi oleh 3 orang reviewer, uji coba satu satu melibatkan 3 orang mahasiswa, uji coba kelompok kecil melibatkan 15 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, hasil penelitian ini adalah: (1) seperangkat lembar kegiatan mahasiswa berbasis masalah (LKMBM) Fisika Umum II yang ditata dalam 10 komponen, yaitu: (a) judul kegiatan, (b) tujuan pembelajaran, (c) permasalahan, (d) hipotesis, (e) pengumpulan data, (f) pembahasan, (g) simpulan, (h) daftar pustaka, (i) lampiran, dan (j) tes kompetensi; 2) hasil uji coba LKMBM beserta perangkat perangkat pendukungnya dengan melibatkan para ahli dan mahasiswa sebagai pengguna LKMBM, secara keseluruhan sudah memberikan penilaian yang baik, layak digunakan dalam perbaikan pembelajaran fisika umum.
PENGARUH STRATEGI GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FISIKA TOPIK LISTRIK DINAMIS KELAS IX SMP SWASTA RAKSANA MEDAN Juliani, Rita; Meliana, Fitri
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genius Learning menggunakan gaya belajar yang berdasarkan pendekatan preferensi sensori dan profil kecerdasan (multiple intellegence). Penerapan strategi Genius Learning, berangkat dengan satu keyakinan dan pengharapan bahwa apabila setiap anak didik dapat dimotivasi dengan tepat dan diajar dengan cara yang benar yang menghargai keunikanya maka semua dapat mencapai suatu hasil pembelajaran yang maksimal. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajarkan genius learning di kelas eksprimen dengan kelas yang diajarkan konvensional di kelas kontrol pada materi pokok fisika topik listrik dinamis di kelas IX SMP Swasta Raksana Medan Tahun Pelajaran 2009/2010. Ini berarti ada pengaruh strategi genius learning di kelas eksperimen yang memberikan hasil belajar yang lebih baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA DI SMA NEGERI 1 PEUKAN PIDIE ,, Mainisa; Sani, Ridwan Abdullah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbedaan keterampilan generik sains siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri dan pembelajaran konvensional. (2) Mengetahui keterampilan generik sains antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang mempunyai kreativitas rendah. (3) Mengetahui interaksi antara model pembelajaran inkuiri dengan kreativitas terhadap keterampilan generik sains siswa pada materi alat alat optik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Peukan Pidie T.A. 2013/2014 sebanyak 5 kelas (152 orang). Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X-1 (kelas Eksperimen) dan kelas X-4 (kelas kontrol) yang ambil secara cluster random sampling. Instrumen penelitian berupas tes keterampilan generik sains dan tes kreativitas. Data dianalisis menggunakan SPSS 17, hasil pengujian hipotesis ANAVA 2 jalur sebagai berikut: (1) Model pembelajaran Inkuri lebih baik dalam meningkatkan keterampilan generik sains siswa dari pada pembelajaran konvensional. (2) Keterampilan generik sains siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik dibanding dengan siswa yang mempunyai kreativitas rendah. (3) Ada interaksi antara model pembelajaran Inkuiri dengan pembelajaran konvemsional dan kreativitas terhadap keterampilan generik sains siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN KREATIVITAS TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA SMA Fatmi, Nuraini; ., Sahyar
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, 2) Perbedaan keterampilan proses sains pada siswa yang memiliki tingkat kreativitas tinggi dan pada siswa yang memiliki tingkat kreativitas rendah, 3) Interaksi antara kreativitas dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X pada SMAN I Julok semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang ditentukan dengan cluster sampling diambil dari dua kelas, yaitu siswa kelas  X-2 (eksperimen) sebanyak 30 orang dan  siswa  X-5 (kontrol) sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian berupa tes kreativitas dan tes keterampilan proses sains. Hipotesis dianalisis denganbantuan SPSS 17 for windows pada taraf signifikan 0,05. Berdasarkan analisis data dan uji hipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa: 1) Terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri terbimbing dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. 2) Terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa yang memiliki tingkat kreativitas tinggi dengan siswa yang memiliki tingkat kreativitas rendah, dimana siswa memiliki tingkat kreativitas tinggi memperolehketerampilan proses lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki tingkat kreativitas rendah. 3) Ada interaksi antara kreativitas dengan model pembelajaran  inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa.
PEMBENTUKAN HABITS OF MIND SISWA MELALUI PEMBELAJARAN SALINGTEMAS PADA MATA PELAJARAN FISIKA ., Nurmaulita
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Habits of mind merupakan kemampuan siswa untuk mengontrol perilaku positif agar memiliki rasa percaya diri dan berkepribadian mantap. Dalam pembelajaran fisika habits of mind sangat penting untuk membentuk karakter belajar siswa yang positif. Penelitian ini bertujuan membentuk kemampuan habits of mind melalui penerapan pendidikan karakter pada mata pelajaran fisika di SMA Negeri I Tanah Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habits of mind siswa 1). Self Regulated Thingking adalah cukup baik, yaitu kemampuan siswa untuk “Menyadari jalan pikirannya sendiri” mencapai 100 %, “Membuat rencana yang efektif” mencapai 100 % dan “Kemampuan mencari informasi” mencapai 87,50%. 2) Sedangkan Critical Thinking yaitu “Mengupayakan keakuratan” mencapai 90,63%, “Berpandangan terbuka” mencapai 43,75%, dan “Menghindari perilaku tanpa difikirkan” mencapai 93,75%. 3) Kemampuan Creative Thingking  adalah “Mengupayakan menyelesaikan tugas” mencapai 93,75%, “Mendorong sesuatu yang diyakini tidak dapat mengerjakannya” mencapai  81,25%, dan “Menemukan solusi sendiri terhadap masalah” mencapai 84,38%. Selanjutnya kemampuan habits of mind guru yang belum dikembangkan adalah “Mendorong siswa menyadari dan menggunakan sumber-sumber informasi yang perlu” dan “Mendorong siswa berpandangan terbuka” serta “Mendorong siswa menemukan solusi sendiri terhadap masalah”. Disarankan kemampuan Critical Thinking guru masih perlu diperbaiki. Kemampuan Creative Thingking guru kurang maksimal dilakukan. Sehingga pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan pembimbingan dan dorongan agar siswa termotivasi membuat dan memikirkan cara pandang yang inovatif dan kreatif dalam menemukan ide baru untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA KONSEP ZAT DI KELAS VII SMP NEGERI 3 HINAI TAHUN AJARAN 2010/2011 Naibaho, David Ganda Tua
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 SMP Negeri 3 Hinai berjumlah 40 orang yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas melalui tiga siklus pembelajaran dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran koopertaif tipe Jigsaw ada peningkatan hasil belajar siswa kelas VII-2 SMP Negeri3 Hinai. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata pada setiap siklus, adanya pertambahan jumlah siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), dan adanya peningkatan ketuntasan secara klasikal. Peningkatan nilai rata-rata dari kondisi awal ke siklus III yaitu, dari 52,25 (kondisi awal) menjadi 59,25 (siklus I), menjadi 60,53 (siklus II), dan 65,40 (siklus III). Jumlah siswa yang memenuhi KKM yaitu 8 orang pada kondisi awal, menjadi 14 orang pada siklus I, kemudian menjadi 19 orang pada siklus II, dan menjadi 34 orang pada siklus III. Pada kondisi awal ketuntasan klasikal yaitu 20 %, kemudian pada siklus I 35%, selanjutnya pada siklus II 47,50%, dan pada siklus III 85%. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil dalam meningkatkan hasil belajar Fisika siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII I SMP NEGERI 2 TANJUNG PURA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Roswati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa khususnya pada materi tekanan dan membangkitkan minat dan keaktifan siswa dalam memecahkan masalah dalam materi ajar bersama teman kelompoknya, juga melatih siswa berpikir kritis, kreatif dan inovatif dengan penerapan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tanjung Pura. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII dengan jumlah 36 siswa. Hasil analisis data siklus awal, dapat dilihat dari 36 orang siswa kelas VIII I SMP Negeri 2 Tanjung Pura tahun pelajaran 2013/2014 terdapat 94,45% atau sekitar 21 siswa yang belum mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) 70, dengan nilai rata-rata 54,41 yang artinya masih kurang untuk pencapaian nilai ketuntasan secara klasikal. Setelah diberikan tindakan pada siklus I tingkat kemampuan siswa melalui model pembelajaran inkuiri meningkat, terdapat 42,66% yang telah mencapai nilai KKM yang berarti 15 siswa telah dinyatakan tuntas dalam pembelajaran dengan rata-rata 65,41, setelah diberikan tindakan pada siklus II dengan metode yang sama ditambah beberapa tindakan hasilnya 25 siswa mencapai nilai KKM dengan rata-rata 72,5 yang berarti tingkat ketuntasan klasikalnya adalah 69,44%, setelah diberikan tindakan pada siklus III dengan metode yangsama ditambah beberapa tindakan dan media pembelajaran hasilnya 31 siswa mencapai nilai KKM dengan rata-rata 76,1 yang berarti tingkat ketuntasan klasikalnya adalah 86,11%. Berdasarkan temuan hasil penelitian dari siklus I, II, dan III terdapat peningkatan hasil belajar fisika siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri.

Page 1 of 2 | Total Record : 20