cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
KARAKTERISTIK TANAH DI BAWAH TEGAKAN SHOREA LEPROSULA MIQ DI TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH, PROVINSI RIAU Sari, Nilam; Handayani, Rini; Karmilasanti, Karmilasanti
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.1-10

Abstract

Penurunan luas hutan alam berimplikasi negatif terhadap penurunan potensi dan sebaran Shorea leprosula Miq di hutan alam. Upaya meningkatkan potensi tegakan jenis tersebut perlu pembangunan hutan tanaman S. leprosula Miq dengan cara terlebih dahulu mengetahui karakteristik habitat alami jenis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tanah tempat tumbuh S. leprosula Miq di habitat alami guna menunjang pembangunan hutan tanaman. Plot pengamatan dibuat seluas 1 ha dengan penentuan plot menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan contoh tanah setiap titik lokasi diambil 2 (dua) kedalaman menggunakan ring sampel untuk sifat fisik dengan kedalaman 0-10 cm dan 10-20 cm, kemudian menggunakan bor tanah untuk sifat kimia, yaitu kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm dari permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah dengan tekstur tanah lempung, lempung berdebu dan lempung berliat, permeabilitas tanah 3,58 ? 7,15 cm/jam (tinggi), bulk density 0,98 ? 1,62 g/cm3 (rendah) dan ruang pori total berkisar 58,98 ? 63,83% (tinggi). Karakteristik kimia tanahnya yaitu keasaman tanah  dari masam sampai sangat masam (4,10 - 5,12), Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang sangat rendah (5,4-9,8 me/100g), rasio C/N sedang sampai tinggi (14 ? 16), unsur hara N sangat rendah sampai rendah (0,08-0,13 %), P sangat rendah (2,48-3,71 ppm) dan K rendah sampai sedang (28,2-57,9 mg/100), dan kejenuhan basa rendah (10-16). Unsur hara mikro yang tersedia tidak melebihi batas tingkat toksisitas dalam tanah.
PERUBAHAN SERANGAN RAYAP COPTOTERMES SP. PADA TANAMAN SHOREA LEPROSULA MIQ Ngatiman, Ngatiman
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.2.87-96

Abstract

Pengendalian hama terpadu merupakan salah satu elemen yang menentukan tingkat keberhasilan teknik silvikultur intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan data perubahan serangan rayap pada berberapa  periode waktu pengamatan dengan cara menghitung frekuensi dan intensitas serangan serta penambahan pohon yang mati. Lokasi penelitian dilakukan di KHDTK, Sebulu, Kalimantan Timur, dengan melakukan metode pengamatan frekuensi serangan rayap dan pengamatan intensitas serangan rayap pada tanaman S. leprosula. Analisa data menggunakan analisis frekuensi dan intensitas serangan, selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi serangan rayap berkisar 5,41-6,49% dan intensitas serangan berkisar  2,32-4,76%.  Ada kecendrungan  serangan rayap meningkat selama periode pengamatan berdasarkan penambahan jumlah pohon yang mati diakibatkan kurang intensifnya pemeliharaan tanaman. Pada pengamatan pertama tahun 2009 jumlah pohon yang mati sebanyak 12 pohon, kemudian meningkat menjadi 15 pohon pada pengamatan kedua tahun 2011. Selanjutnya pada pengamatan ketiga  tahun 2013 jumlah pohon yang mati sebanyak 4 pohon dan meningkat menjadi 7 pohon pada pengamatan keempat pada tahun 2014.  Dari hasil pengamatan perubahan serangan rayap ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan  dalam penanaman S. leprosula untuk meminimalisir serangan rayap yang dapat mengakibatkan kerugian.
PERILAKU BERSARANG ORANGUTAN MORIO (PONGO PYGMAEUS MORIO) PADA HABITAT DI SEKITAR SUNGAI SANGATA KANAN Hermawan, Zheri; Rayadin, Yaya; Matius, Paulus; Ruslim, Yosep
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.11-20

Abstract

Perubahan lanskap hutan alami akibat aktifitas pembangunan ekonomi maupun bencana kebakaran hutan memberi dampak kepada keberadaan habitat dan populasi Orangutan morio (Pongo pygmaeus morio). Kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan morio di Kalimantan Timur saat ini telah terfragmentasi menjadi beberapa unit habitat, dengan luasan yang bervariasi dan tersebar pada berbagai fungsi lanskap. Orangutan morio memiliki perilaku adaptasi yang baik dalam habitatnya. Oleh karena ini dalam penelitian ini dilakukan pengamatan karakteristik pohon sarang dan sarang orangutan morio pada habitatnya di sekitar sungai Sangata Kanan. Hasil pengamatan dijumpai 26 sarang di 25 pohon sarang dengan jenis Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang paling banyak digunakan. Pada jalur transek tidak ditemukan sarang tipe A dan B. Secara umum, karakteristik sarangnya sangat penting dalam pemahaman kondisi habitat orangutan.
KEANEKARAGAMAN JENIS MERANTI (SHOREA SPP.) DI RESOR PEMERIHAN TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Prayoga, Riki; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.2.71-78

Abstract

Meranti merupakan salah satu marga dari family Dipterocarpaceae yang memiliki keanekaragaman jenis paling tinggi, namun saat ini keberadaanya terancam dikarenakan oleh deforestasi dan degradasi hutan, sehinggga diperlukan upaya perlindungan agar keanekaragaman jenis meranti tetap lestari. Untuk mejaga keanekaragaman jenis meranti tesebut diperlukan penelitian yang menganalisis tingkat keanekaragaman jenis meranti di Resor Pemerihan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis vegetasi dengan metode garis berpetak dan dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragam Jenis (H?) dan Indeks Kemerataan (E). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman jenis meranti di Resor Pemerihan TNBBS masuk dalam kategori rendah dengan nilai H? sebesar 0,59, sedangkan tingkat kemerataannya memiliki kategori tinggi dengan nilai E sebesar 0,66.
ANTARA AKSES DAN KONTROL: PEMANFAATAN HUTAN PENELITIAN DRAMAGA, BOGOR Christian, Yoppie; Desmiwati, Desmiwati; Yeni, Irma
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.31-46

Abstract

Hutan Penelitian (HP) Dramaga merupakan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 60 Ha yang dikelola Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbang  Hutan). Pemanfaatnya tidak hanya negara melainkan juga masyarakat, NGO, pedagang dan individu dan atau lembaga penelitian. Studi ini bertujuan mengetahui kinerja pengelolaan sumber daya hutan oleh aktor utama, yakni BLI KLHK dalam melindungi aset hutan penelitian dan mengelola aktor-aktor yang turut memanfaatkan sumber daya hutan ini. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat dilema yang dialami aktor, karena negara tidak sepenuhnya mampu menjalankan kelembagaan dalam pengelolaan hutan yang karakternya seperti sebuah common-pool resource (CPR). Adanya ?penumpang gelap? atau free rider tidak mampu dikontrol oleh kelembagaan formal yang melandasi kerja-kerja di HP Dramaga. Ada dua faktor yang mempengaruhi kinerja aktor utama pengelola HP Dramaga, yaitu struktur kelembagaan yang tidak sepenuhnya memenuhi tuntutan komponennya dan karakteristik sumber dayanya sendiri sebagai sebuah CPR membuatnya sulit untuk dikelola, karena tidak setiap aktor mau mengeluarkan biaya atas sumber daya yang telah digunakan. Meskipun begitu ada potensi untuk mempraktikkan co-management di level tapak dengan negara sebagai inisiatornya (state-led collaborative management) dalam pengelolaan hutanmilik negara.
PEMANFAATAN WILAYAH TERTENTU OLEH MASYARAKAT DESA LONG BELIU DI KPHP MODEL BERAU BARAT KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Angi, Eddy Mangopo; Wiati, Catur Budi
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.47-62

Abstract

Skema pemanfaatan hutan di Wilayah Tertentu/WT pada KPH diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor: P.47/Menhut-II/2013 Tentang Pedoman, Kriteria dan Standar Pemanfaatan Hutan di Wilayah Tertentu pada KPHL dan KPHP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginformasikan potensi pengembangan dan pemanfaatan WT dalam wilayah KPHP Model Berau Barat untuk pengembangan skema pemberdayaan masyarakat, khususnya diDesa Long Beliu Kecamatan Kelay Kabupaten Berau.Waktu pengambilan data di lapangan dilakukan pada tahun 2013 sedangkan studi literatur pada tahun 2019. Lokasi studi di Desa Long Beliu Kecamatan Kelay Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Metode yang digunakan berupa studi literatur, wawancara mendalam (dept interview) dengan responden kunci (key informants), diskusi terfokus (Focus Group Discussion/FGD) dan, pemetaan partisipatif WT yang dimaksud. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan deskriptif ? kualitatif sesuai dengan tujuan studi. Hasil studi menunjukan bahwa WT yang ada di wilayah admnistrasi Desa Long Beliu, dapat dikembangkan merupa pengelolaan Hutan Desa/HD. Skema ini dipilih oleh masyarakat Desa Long Beliu sesuai dengan kondisi dan karakteristik wilayah dan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
ANALISIS VEGETASI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI Parwati, Anggiyani Fabilah; Aptari, Zahra; Saputri, Rohmi Dwi; Akbarudin, Ahmad Malik; Kirana, Arsy Gita; Wahyuni, Seftiana Tri
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.2.107-112

Abstract

Keanekaragaman merupakan kumpulan seluruh penghuni biosfer yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya dan saling mempengaruhi. Keanekaragaman jenis tumbuhan sebagian besar terdapat di hutan tropis khususnya pegunungan. Struktur hutan tropis dapat menciptakan keanekaragaman jenis yang tumbuh didalamnya. Analisis vegetasi tumbuhan di Taman Nasional Gunung Merapi ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati dan mengetahui struktur dan komposisi vegetasi hutan tersebut. Analisi Vegetasi ini mendapatkan hasil yaitu ada 4 habitus yang ada, yaitu lumut-lichen, semak, herba, dan tegakan. Indeks Nilai Penting berfungsi sebagai indikator seberapa penting tumbuhan itu ada di sana. Tumbuhan yang memiliki INP paling tinggi pada habitus masing-masing yaitu Pogonatum sp dengan INP sebesar  203,314% pada habitus Lumut-Lichen. Ageratina repair dengan INP 124,761%. pada habitus Herba , Brachiria mutica dengan INP 141,488% pada habitus Semak dan Syzygium oleina dengan INP 111,333% pada habitus Tegakan. Tingginya INP menunjukan bahwa spesies tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar dibandingkan dengan spesies lainnya.
PENGEMBANGAN BONTANG MANGROVE PARK SEBAGAI MODEL PERLINDUNGAN EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN NASIONAL KUTAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN Harjanto, Eko; Rayadin, Yaya; Aipassa, Marlon I; Ruslim, Yosep
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.21-30

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove Taman Nasional Kutai yang diberi nama Bontang Mangrove Park, sebagai kawasan wisata alam yang bertujuan untuk perlindungan terhadap ekosistem mangrove di Kota Bontang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan pada Kawasan Bontang Mangrove Park dengan menggunakan citra tutupan lahan tahun 2002 sampai dengan tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bontang Mangrove Park seluas 294,78 Ha memiliki tutupan lahan (forest cover) terutama hutan mangrove seluas 203,58 Ha (29,06%) pada tahun 2002, meningkat menjadi 241,75 Ha (82,01%) pada tahun 2009, dan bertambah menjadi 264,61 Ha (89,77%) pada tahun 2018.  Peningkatan tutupan hutan seluas 61,03 Ha (30%) pada tahun 2002-2018 umumnya disebabkan adanya perubahan tutupan tambak menjadi ekosistem hutan mangrove dalam kurun waktu 16 tahun tersebut. Hasil ini setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan Bontang Mangrove Park sebagai salah satu model perlindungan ekosistem hutan mangrove berbentuk ekowisata di Taman Nasional Kutai (TNK) mampu memberikan dampak positif  terhadap peningkatan kualitas tutupan hutan mangrove di Kota Bontang.
STABILITAS LEMAK TENGKAWANG (SHORAE MECISTOPTERYX) DALAM KRIM PELEMBAB DENGAN EMULGATOR TWEEN 80 DAN SPAN 80 Warnida, Husnul; Trisuci, Nurlaili; Sukawaty, Yullia
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.2.97-106

Abstract

Kulit kering ditandai kulit tampak kusam, kasar dan bersisik. Pada kondisi yang lebih parah, kulit menjadi retak dan pecah-pecah, retakan dapat mencapai dermis. Kulit kering dapat dicegah dengan menggunakan krim pelembab.Lemak tengkawang adalah pelembab alami yang baik karena mengandung asam linoleat, asam lemak yang banyak terdapat di epidermis kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula krim pelembab yang memenuhi persayaratan fisik krim dengan bahan aktif lemak tengkawang dan menggunakan emulgator non-ionik tween 80 dan span 80. Pada penelitian ini dibuat krim pelembab dengan variasi konsentrasi lemak tengkawang 1%, 5%, 10%, dan 15%. Berdasarkan analisis statistik pada data viskositas dan daya sebar krim, tidak ada perbedaan bermakna antara konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, tetapi terdapat perbedaan bermakna dengan konsentrasi 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim pelembab lemak tengkawang dengan konsentrasi 5% lemak tengkawang memiliki stabilitas fisik yang paling baik. 
FORMULASI DAN EVALUASI VANISHING CREAM BERBASIS LEMAK TENGKAWANG Warnida, Husnul; Wahyuni, Desi; Sukawaty, Yullia
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.63-70

Abstract

Vanishing cream adalah bentuk sediaan semisolid yang umum dijumpai. Krim ini mudah menyebar di kulit membentuk lapisan tipis yang mudah terserap. Vanishing cream dapat mencegah kondisi kulit kering dan kasar, tetapi formula krim ini mengandung bahan yang bersifat komedogenik. Penelitian ini bertujuan memodifikasi formula krim sehingga menghasilkan krim pelembab kulit yang tidak menimbulkan komedo. Lemak tengkawang atau illipe butter memiliki khasiat melembabkan kulit karena memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yaitu asam oleat dan asam linoleat. Pada penelitian ini dibuat vanishing cream dengan variasi konsentrasi lemak tengkawang 1%, 4%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemak tengkawang mempengaruhi pH krim, tetapi tidak mempengaruhi viskositas, daya sebar, dan daya lekat krim. Modifikasi vanishing cream dengan basis lemak tengkawang menghasilkan krim dengan stabilitas fisik yang baik.

Page 1 of 17 | Total Record : 167